
Zu'er hanya mengangguk ketika mendengar hal itu tapi Dia sedikit bingung dengan perkataan Yan Liyan yang menurutnya seperti perkataan terakhir atau perpisahan untuk seseorang.
"Baik, aku akan mengingat perkataanmu tadi kakak tampan." ucapnya tersenyum tulus pada Yan Liyan.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum lalu memberikan kotak kayu kecil pada Zu'er.
"Anggap saja itu sebagai hadiah perpisahan dariku Zu'er."
"Eh.. Perpisahan?"
"Ya.., Aku memiliki panjalanan dan tujuan lain yang harus aku lakukan jadi kita akan berpisah untuk itu."
Zu'er yang mendengar itu sangat terkejut.
"Kakak tampan bisakah aku mengikutimu dalam perjalanan yang akan kau lakukan..?" tanya Zu'er dengan nada memohon.
"Tidak.., kau memiliki impian lain Zu'er, dan lagipula siapa yang akan menjaga ibumu jika kau memilih ikut denganku?" ucap Yan Liyan menolak secara halus.
Dia tidak ingin menyakiti perasaan yang mudah tersinggung dari Zu'er.
sedangkan Zu'er yang mendengar perkataan dari Yan Liyan hanya mengangguk.
Walaupun dia masih berumur 11 tahun dia sangat tahu dengan maksud dari Yan Liyan lagipula dia juga tidak mungkin meninggalkan ibunya sendiri.
Zu'er kemudian menerima kotak hadiah pemberian Yan Liyan lalu menyimpanya dari dalam penyimpananya.
"Kotak itu akan terbuka sendiri jika kau memang pantas untuk menggunakan sesuatu yang ada di dalamnya jadi teruslah berlatih Zu'er tapi jangan memaksakan dirimu karena hal itu akan berakibat fatal untuk dirimu sendiri." ucapnya mengelus lembut kepala Zu'er.
Zu'er mengangguk dan tersenyum kepada Yan Liyan tapi terlihat jelas kesedihan dalam senyuman itu.
Yan Liyan kemudian mengantar Zu'er pulang kekedai yang mungkin ini merupakan terakhir kalinya dia mengantarkan Zu'er pulang.
"Apa suatu hari nanti kita akan bertemu lagi?" Zu'er bertanya sambil berjalan menuju kearah rumahnya.
"Ya... Jika kau telah mencapai puncak tingkat kultivasi di alam ini dan menjelajahi alam yang lebih tinggi, maka hal itu sama sekali tidak mustahil." jawab Yan Liyan.
Zu'er yang mendengar itu hanya menatap Yan Liyan dengan kebingungan.
"Alam yang lebih tinggi?" gumam Zu'er dengan kebingungan.
Yan Liyan yang melihat ekspresi kebingungan dari Zu'er hanya tersenyum, Dia mengerti jika keberadaan Alam tingkat tinggi hanya diketahui oleh sebagian orang saja dan selain itu orang-orang lain hanya menganggapnya sebagai legenda sehingga wajar bagi Zu'er tidak mengetahui hal itu.
"Kau akan mengetahuinya suatu hari nanti." ucap Yan Liyan.
Tidak lama kemudian....
Mereka berdua telah sampai di depan kedai.
Zu'er memandang Yan Liyan sebentar lalu berjalan menuju pintu kedai.
Melihat Yan Liyan sebentar dan tersenyum padanya setelah itu dia masuk kedalam kedai sambil melihat Yan Liyan yang telah menghilang dari tempatnya tadi.
__ADS_1
Zu'er hanya terdiam ketika melihat kepergian dari Yan Liyan.
"Zu'er.."
Panggilan lembut dari ibu Zu'er dan memegang bahu dari anaknya itu.
Zu'er menoleh kebelakang dan melihat ibunya yang sedang tersenyum padanya.
"Ibu..
Zu'er langsung memeluk ibunya.
Hiks...
Hiks...
Terdengar juga suara tangis sesenggukan dari Zu'er sambil memeluk ibunya.
Ibu Zu'er yang tidak mengerti kenapa anaknya menangis ketika ketika baru saja selesai latihan hanya mencoba menenangkanya.
Ibu Zu'er juga sangat kebingungan dengan anaknya itu yang biasanya akan sangat ceria ketika baru saja pulang selesai berlatih dengan Yan Liyan ataupun dengan yang lain seperti Xiao Yi, tapi kali ini sangat berbeda entah kenapa hari ini Zu'er sangat sedih sampai-sampai dia menangis seperti itu.
Tapi Ibu Zu'er memutuskan untuk tidak bertanya terlebih dahulu sampai menunggu anaknya itu tenang kembali.
".............."
Yan Liyan telah sampai di kastilnya...
Melihat para bawahannya yang terlihat sedang menunggu kedatanganya.
Yan Liyan mengangguk sebagai tanggapan.
"Hmm.. Dia pasti sangat sedih."
"Ya... aku rasa begitu tapi itulah yang terbaik untuknya, Aku juga berharap suatu hari nanti dia dapat mencapai seluruh impian yang dia miliki." ucap Yan Liyan tersenyum.
tiba-tiba senyumanya menghilang dan kembali seperti biasa ketika tiba-tiba Dia merasakan aura yang sangat tidak asing.
Wusss....
Wusss...
Wusss....
Tiga leluhur kekaisaran Xue tiba-tiba saja muncul ditempat itu.
"Aku tidak menyangka jika kau akan pergi secepat ini?" ucap Xue Ma lalu berjalan menuju kearah Yin Zu.
Sesampainya didepan Yin Zu, Xue Ma lalu mengeluarkan sebuah buku teknik dalam cincin penyimpananya.
"Ini merupakan buku teknik dari keluarga kami bagaimanapun kau juga merupakan bagian dari kami dan berhak untuk memiliki buku teknik ini, jadi terimalah." ucap Xue Ma.
__ADS_1
Yin Zu yang mendengar itu hanya mengangguk dan menerima buku teknik itu untuk menghormati Xue Ma sebagai kakak angkat dari neneknya.
Sedangkan Yan Liyan memandang mereka dengan aneh.
"Jika kau menanyakan Xue Lin, Dia sedang berada di istana, Dan sepertinya dia sedang berlatih dengan keras untuk meningkatkan tingkat kultivasinya." ucap Xue An yang mengerti dengan pikiran dari Yan Liyan.
Tapi sebenarnya Yan Liyan tidak memikirkan hal itu tapi...
Wusss...
Wusss...
Tiba-tiba Muncul Wu Qing dan Kaisar Xia ditempat itu.
"Aku tidak menyangka jika kalian berdua akan datang?" tanya Yan Liyan karena dia tahu seberapa sibuknya mereka berdua setelah perang melawan ras iblis telah usai.
"Kau telah banyak berkontribusi untuk mencegah para ras iblis menginvasi alam tingkat menengah ini jadi kami berdua sama sekali tidak keberatan untuk mengantar kepergianmu menuju ke alam tingkat tinggi." ucap Kaisar Xia pada Yan Liyan.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk dan juga tersenyum ketika mendengar pemberitahuan dari Sistemnya.
[Ruang teleportasi menuju ke alam tingkat tinggi telah dibuka.]
Wusss.....
muncul celah ruang dimensi yang berada tidak jauh dari tempat mereka.
Orang-orang yang berada ditempat itu yang melihat celah dimensi hanya bersikap seperti biasa.
Seolah-olah mereka tidak melihat sesuatu yang yang spesial.
Ya.. keterkejutan merupakan hal biasa ketika berada di dekat Yan Liyan dan karena hal biasa itulah mereka tidak menganggap celah dimensi itu sebagai suatu hal yang spesial.
"Aku harap suatu saat nanti kau dapat menemukan sesuatu yang selama ini kau cari dalam hidupmu." ucap Ibu Xue Lin.
Dia berkata seperti itu karena menurutku Yan Liyan memiliki suatu tujuan tertentu jika tidak seperti itu maka sekarang Yan Liyan hanya akan tinggal diwilayahnya yang damai dan hidup tenang disana tanpa ada yang menganggu.
Yan Liyan hanya mengangguk ketika mendengar perkataan dari Xue An.
"Aku harap jika harapanmu itu bisa terwujud, ya.. aku benar-benar sangat berharap seperti itu." gumamnya lalu melirik kearah para bawahanya.
Xiao Yi dan yang lain yang paham dengan maksud dengan Yan Liyan hanya mengangguk lalu mereka masuk kedalam celah dimensi yang tidak jauh dari tempat mereka.
Setelah para bawahannya selesai masuk kedalam celah dimensi kini giliran Yan Liyan yang masuk.
Setelah Yan Liyan masuk kedalam celah dimensi, celah dimensi itu kemudian menghilang seolah sebelumnya tidak pernah ada ditempat itu.
"Apa kalian keberatan jika anak muda itu memberikan wilayah kekuasaanya pada kami?" tanya Xue An pada Wu Qing dan Kaisar Xia.
Kaisar Xia menggeleng ketika mendengar ucapan dari Xue An.
"Tidak, sama sekali tidak dan lagipula sebelumnya Dia telah memberitahu kami tentang hal itu serta alasanya juga dan menurutku keputusanya itu sangatlah masuk akal." jawab Kaisar Xia.
__ADS_1
Wu Qing mengangguk sebagai tanggapan dari perkataan Kaisar Xia.
Setelah pembicaraan singkat mereka tadi semua orang yang berada di tempat itu memandang satu sama lain lalu mereka mengangguk secara bersamaan dan berpencar menuju kewilayah kekaisaran mereka masing-masing.