SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Memasuki Istana Kegelapan


__ADS_3

Setelah seharian terbang menuju istana kegelapan tanpa ada halangan akhirnya Yan Liyan telah sampai di istana kegelapan yang berada di langit arah selatan wilayah dimensi es utara.


Terlihat istana kegelapan masih di tutupi oleh aray penghalang, namun terlihat jelas, jika kendali Qi pada istana itu mulai menipis, karena tidak adanya energi penahan, sehingga membuat istana tersebut bisa jatuh kapan saja.


Hal itu disebabkan telah tiadanya dewa kegelapan yang menjaga istana nya itu untuk tetap kokoh menggunakan Qi nya.


Yan Liyan dengan kemampuan formasinya, membuka aray penghalang itu dengan sangat mudah. Setelah itu dia masuk kedalam aray dan terkagum-kagum ketika melihat istana kegelapan yang begitu luas dan dipenuhi ukiran-ukiran indah yang melebihi ekspektasinya.


Istana kegelapan mempunyai fasilitas seperti istana pada umumnya dimana terdapat halaman istana yang luas namun taman pada istana tersebut berantakan serta banyak tapak kaki dari gagak darah iblis yang merusak sebagian pemandangan indah istana itu.


Dan dengan cepat Yan Liyan langsung menyusuri lorong istana untuk memulai perburuan harta karunya.


Menurut sistemnya istana kegelapan di bagi menjadi 30 tingkat, yang masing-masing tingkat terdiri dari ruangan dimensi yang ditinggali oleh para perajurit serta ada tempat latihan, tempat tinggal jendral dan yang paling puncak pada tingkat istana kegelapan merupakan singgasana dewa kegelapan.


Ya, untuk menampung 30 juta perajurit gagak darah iblis tentunya istana kegelapan sangatlah kecil jadi tidak akan muat, jadi dewa kegelapan membuat dimensi tersendiri dalam ruang istananya untuk menampung seluruh perajuritnya.


Dewa kegelapan pasti akan sangat marah besar jika dimensi yang telah dia buat dengan susah payah dimasuki oleh orang yang telah membunuhnya dan sekarang ini sosok itu berniat ingin mengambil harta berharganya.


"Baiklah, pertama-tama Aku akan memasuki lantai pertama terlebih dahulu." Gumamnya yang sekarang ini Yan Liyan berada di hadapan pintu yang sangat besar setelah menyusuri lorong istana.


Ukuran Yan Liyan terlihat seperti semut kecil di hadapan pintu tersebut. Pintu itu terbuat dari mineral yang seperti lebih keras dari baja.


[DING... Pintu itu terbuat dari sisik naga kegelapan yang di tempa menjadi sebuah pintu, tuan. Terkadang Naga kegelapan memiliki kebiasaan seperti ular yaitu mengganti kulit mereka. Biasanya naga kegelapan melakukan itu setelah naik ke tingkat kultivasi tertentu atau naga tersebut telah mencapai usia 5 jt tahun.]


Yan Liyan menyeringai ketika mendengar pemberitahuan dari sistemnya.


"Hehe.. Aku baru saja datang dan sekarang aku dihadapkan dengan harata berharga seperti ini, sepertinya Dewi keberuntungan berpihak kepadaku." gumam Yan Liyan lalu mengeluarkan elemen cahaya di tangannya.


Setelah itu dia memukul pintu itu menjadi pecahan kecil dan terlihat jika dibalik pintu itu terdapat celah dimensi.


Pintu tersebut hancur dengan muda, sebab naga kegelapan lemah terhadap elemen cahaya, jadi pintu itu juga sangat lemah dengan elemen cahaya, karena pintu tersebut terbuat dari bagian tubuh naga kegelapan, apalagi elemen cahaya yang dimiliki oleh Yan Liyan merupakan elemen cahaya dari naga emas atau naga cahaya.

__ADS_1


Yan Liyan menaruh semua pecahan kecil dari pintu tersebut ke dalam cincin penyimpanan hingga tidak menyisahkan sedikit pun, sebab setiap serpihan akan mempunyai fungsi yang luar biasa ketika di tempa menjadi benda baru lagi.


Setelah itu Yan Liyan kemudian memasuki celah dimensi dengan penuh semangat karena ingin menemukan harta baru lagi.


Setelah Yan Liyan memasuki celah dimensi Yan Liyan melihat suatu dimensi yang berisi satu kota di dalamnya. Ya.. terlihat banguna-bangunan sederhana yang berdiri di tempat itu.


Tapi anehnya sebagian dari bangunan yang ada di tempat itu telah porak-poranda dan ada mayat gagak darah iblis yang bergelimpangan serta bau amis darah.


Menandakan jika di tempat itu baru saja terjadi pembantaian yang kejam, karena Yan Liyan tidak merasakan aura keberadaan lagi di sekitar tempat itu.


Dengan melihat tempat itu, Yan Liyan menyadari jika di setiap dimensi terdapat koloni binatang gagak darah iblis.


"Sepertinya Aku bukan orang luar yang pertama kali memasuki dimensi ini." gumam Yan Liyan yang menduga jika pelaku dari pembantaian ini adalah orang luar.


Yan Liyan berjalan di tumpukan mayat gagak darah iblis, tidak lupa dia mengambil bahan bangunan yang berkualitas.


Bangunan di tempat itu terbuat dari bahan mineral yang bahkan lebih kuat dari pada besi yang Kekaisaran es utara impor dari wilayah ras iblis.


"Daripada sia-sia lebih baik untukku. hehe..." gumam Yan Liyan sambil tertawa cengesan dan mengambil barang-baranh yang menurutnya berharga mulai dari pintu gerbang rumah, dan semua benda-benda sejenis dengan besi Yan Liyan ambil karena semua itu sangat berharga di wilayahnya.


Bahkan jika Yan Liyan membeli di sistemnya, maka akan membutuhkan 500 jt poin sistem.


Setelah menjarah semua benda berharga di semua rumah yang ada di dimensi itu, akhirnya Yan Liyan telah tiba di sebuah bangunan yang sangat megah.


Bangunan seperti ini biasanya merupakan tempat tinggal orang berpengaruh seperti sosok pemimpin dan seperti biasa Yan Liyan mengambil pintu gerbang dan masuk ke bangunan tersebut tanpa halangan.


Setelah Yan Liyan masuk, tidak lupa dia mengambil semua ornamen yang memiliki unsur mineral berharga lalu berjalan menuju ruang harta.


Yan Liyan bisa mengetahuinya dengan menyebarkan kesadaran jiwanya, Yan Liyan juga melakukan hal sama pada rumah sebelumnya, tapi sayangnya ruang harta rumah sebelumnya sangat kecil, sehingga saat ini Yan Liyan berharap jika dia akan menemukan harta yang banyak di bangunan besar ini.


Tetapi saat berjalan menuju lorong bangunan mewah itu, Yan Liyan tiba-tiba merasakan aura mematikan, aura yang dia rasakan saat ini sangat gelap dan penuh akan haus darah.

__ADS_1


Yan Liyan berhenti lalu menoleh kearah sumber aura yang berasal dari lantai atas. Ruang harta berada di ruang bawah tanah, jadi dia tidak merasakan sosok keberadaan apa pun ketika mengalirkam kesadaran jiwanya tadi.


Yan Liyan merasa telah lengah, karena beranggapan jika semua orang di dimensi ini telah mati sehingga membuat Yan Liyan menurunkan kewaspadaanya karena terlalu senang dengan harta yang sekarang ini dia dapatkan.


Yan Liyan membatalkan niatnya untuk pergi menuju ruang harta dan ingin menyelidiki sosok aura yang dia rasakan tadi.


Menyembunyikan keberadaan lalu melesat dengan senyap menuju lantai atas.


Sedangkan Di lantai atas...


Terlihat sosok dengan jubah hitamnya dan sosok mayat gagak darah iblis yang merupakan pemimpin dimensi mati mengenaskan di tempat itu.


Terlihat sosok itu sedang membaca seluruh dokumen yang ada di atas meja setelah tidak mendapat infomasi apa pun ketika mengintrogasi gagak darah iblis yang merupakan pemimpin dimensi.


"Ini sia-sia.. Sepertinya mereka sama sekali tidak tahu jika sosok dewa Agung mereka telah mati dan juga semua informasi yang ada dalam dokumen ini sama sekali tidak berguna." gumam sosok itu dengan kesal.


Dokumen yang dia baca sekarang ini berisi ursan-urusan mengenai wilayah dimensi itu saja dan ada beberapa informasi mengenai jumlah perajurit yang mereka berikan pada dewa Agung mereka untuk melakukan perang.


"Bagimana caranya aku memasuki dimensi lain lagi? Dimana keberadaan celah dimensi penghubung?" gumam sosok itu berdecak kesal dengan membanting dokumen-dokumen itu.


Di saat sosok itu sedang kesal tiba-tiba saja dari arah pintu masuk sosok lain dengan belati di kedua tangannya.


Sosok itu adalah Yan Liyan yang dari tadi telah memperhatikan gerak-gerik dari sosok keberadaan yang tadi dia rasakan tadi.


Mendengar ucapan dari sosok itu tadi, Yan Liyan dapat menyimpulkan jika sosok tersebut mempunyai tujuan yang sama dengannya yaitu mencari harta langkah, tapi sepertinya sosok itu tidak tertarik dengan benda-benda langkah yang ada di dalam dimensi ini.


Yan Liyan menyimpulkan jika sosok tersebut mengincar harta yang lebih langka lagi. Yan Liyan berniat ingin mengajaknya berkerja sama karena mereka mempunyai tujuan yang sama, tapi jika dia menolak Yan Liyan akan langsung membunuhnya.


"Hei.. Siapa kau dan apa yang kau lakukan di tempat ini?!" ucap Yan Liyan dengan nada mengancam.


Sosok itu sangat terkejut mendengar suara dibelakangnya, sosok itu menoleh kebelakang dengan penuh kewaspadaan, tapi setelah menoleh, dia sangat terkejut dengan sosok di depannya.

__ADS_1


"Yan Liyan."


__ADS_2