SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Sampai Di Sekte Es


__ADS_3

Wusss......


asap hitam pekat keluar dari para mayat yang bergelimpangan ditempat itu dan menuju ke arah Xiao Yi.


Xiao Yi yang melihat itu langsung menyerap asap hitam pekat itu ke dalam tubuhnya.


Boom....


Boomm....


Boomm....


Boomm....


terdengar suara ledakan kecil didalam tubuh Xiao Yi yang menandakan dia telah menerobos.


ledakan itu terus berlanjut sampai beberapa menit kemudian ledakan kecil itu berhenti.


Xiao Yi membuka matanya lalu tersenyum kearah Yan Liyan.


"selamat ya... adik Yi kau sudah menerobos ketingkat pertapa Agung ☆2."ucapan Yan Liyan tersenyum kearah Xiao Yi.


Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk.


sedangkan Yin Su dan Yin Zu yang melihat cara Xiao Yi berkultivasi dan meningkatkan kekuatanya dengan cara seperti itu hanya memandang Xiao Yi dengan tatapan ngeri.


'pantas saja kultivasinya lebih tinggi dariku diusianya yang masih 15 tahun.' batin Yin Zu.


sedangkan Yin Su hanya menghela nafas.


"sebaiknya... pergi kesekte Es untuk beristirahat." ajak Yin Su.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.


"aku setuju denganmu." ucap Yan Liyan.


"aku kembalikan pedangmu ini dan jangan lupa dengan janjimu." ucap Yin Zu sambil memberikan pedang teratai Es pada Yan Liyan.


Yan Liyan langsung menerimanya dan memandang mereka berempat.


"aku sudah mempunyai hadiah untuk kalian tapi aku akan memberikanya ketika kita sampai disekte Es."


mereka berempat yang mendengar ucapan Yan Liyan hanya mengangguk.


Yin Su yang melihat mereka berempat mengangguk hanya tersenyum.


"baiklah ayo kita pergi." ucap Yin Su memimpin jalan diikuti Yan Liyan dan empat orang wanita dan seekor rubah putih dibelakangnya.


".............."


di tempat kediaman keluarga Yan seorang pria paruh baya duduk diatas kursi dengan banyak dokumen diatas meja.


"bukankah sudah saatnya Yan Sui dan anaku kembali." gumam pria paruh baya itu.


secara tiba-tiba seorang pelayan pria masuk di dalam ruangan itu dengan tergesa-gesa.


pria paru baya yang sedang duduk dikursi yang melihat itu menjadi marah.

__ADS_1


"bukankah aku sudah melarang siapa pun untuk memasuki ruangan ini selain orang yang penting." teriaknya pada pelayan itu.


pelayan yang mendengar itu menjadi ketakutan.


"ta...tapi tetua aku mendapatkan informasi yang penting yang harus aku katakan pada tetua."


pria paruh baya yang tidak lain ayah dari Yan Qiu yang mendengar itu melihat pelayan didepanya dengan tajam.


"cepat katakan informasi yang menurutmu penting itu.! perintah ayah Yan Qiu.


"tu... tuan muda Yan Qiu telah dibunuh oleh peserta sekte Es pada saat pertandingan." ucap pelayan itu dengan terbata-bata.


ayah Yan Qiu yang mendengar hal itu sangat terkejut dan memegang kerah baju pelayan itu dan mengangkatnya keatas.


"apa informasi itu benar.? dan darimana kau mendapatkan informasi seperti itu.? tanyanya pada pelayan itu.


"aku mendengarnya dari kultivator yang menonton pertandingan itu, tuan." ucap pelayan itu dengan ketakutan.


Ayah dari Yan Qiu yang mendengar itu menjadi sangat marah dan melemparkan pelayan itu sampai membentur pin.


Boomm.....


"sial dimana Yan Sui.? kenapa dia tidak menjaga anaku dengan baik." ucapnya dengan kesal.


wusss.....


kali ini muncul pria tua yang merupakan salah satu dari tetua keluarga Yan.


"tetua pertama ini sangat gawat, cahaya giok kehidupan dari pemimpin keluarga Yan telah redup dan pecah." ucap tetua itu.


ayah dari Yan Qiu yang masih dalam keadaan yang tidak baik karena memikirkan anaknya tiba-tiba menjadi sangat frustasi ketika mendengar kematian dari adiknya.


"aku perintahkan kalian untuk menyelidiki tentang kematian adiku, cari informasi apapun yang bisa digunakan sebagai petunjuk.!


tetua yang mendengar itu hanya mengangguk.


"baik tetua pertama...." ucapnya lalu melesat meninggalkan tempat itu untuk menjalankan perintah dari tetua pertama.


"sepertinya kekaisaran akan ramai membicarakan hal ini dan yang paling buruk kekuatan keluarga Yan semakin melemah." gumamnya.


"............."


sedangkan diperjalan menuju sekte Es Yan Liyan dan Yan Lin saling bersampingan.


"Yan Lin... apa ada sesuatu yang mengganggumu.? tanya Yan Liyan ketika melihat ekspresi wajah dari Yan Lin.


Yan Lin yang mendengar itu menggelengkan kepalanya.


"tidak ada hal yang mengangguku hanya saja aku tadi telah membunuh perajurit keluarga Yan termasuk juga Yan Bao dan Yan Qiu." ucapnya dengan perasaan bersalah.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum.


"bukankah itu memang pantas untuk mereka dapatkan."


"lagipula jika kau tidak melakukan hal itu maka mereka akan berbuat hal yang lebih buruk dimasa depan."ucap Yan Liyanberusaha menghilangkan perasaan bersalah dari Yan Lin.


Yan Lin yang mendengar itu hanya mengangguk dan mengingat rencan yang akan dilakukan Yan Sui ketika telah mengalahkan sekte Es dan merebut sumberdaya mereka.

__ADS_1


1jam kemudian mereka telah tibah disuatu tempat yang dingin dan sedang terjadi hujan salju ditempat itu.


Yan Lin dan Xiao Yi terpukau ketika melihat tempat itu.


"kakak Lin tempat ini sangat indah." ucap Xiao Yi.


Yan Lin yang mendengar itu menganggukkan kepalanya.


"kau benar."


sedangkan Yan Liyan dan yang lain tampak biasa.


mereka berjalan diatas tumpukan salju itu dan tidak lama kemudian terlihat bangunan super besar dengan ukiran indah disetiap sisinya.


Yin Su tetap memimpin jalan di depan dan sampailah mereka kepintu gerbang sekte yang dijaga oleh dua orang perempuan yang merupakan murid sete Es.


dua murid sekte yang melihat kedatangan matriak dan putrinya mereka dengan membukuk setelah itu mereka membuka pintu gerbang itu.


"selamat datang matriak dan tuan putri." ucap mereka berdua.


Yin Su yang mendengar itu hanya mengangguk dan langsung masuk ke dalam bangunan sekte.


tapi disaat Yan Liyan ingin masuk dia ditatap dengan aura membunuh dari penjaga gerbang itu.


Yin Su yang melihat hanya menghela nafas.


"tenanglah dia adalah tamu khususku." ucapnya.


penjaga gerbang yang mendengar itu menarik kembali aura pembunuhnya dan hanya menatap Yan Liyan dengan tatapan dingin.


Yan Liyan yang melihat hal itu hanya tersenyum kecut.


"kenapa mereka berdua terlihat sangat tidak bersahabat dengan kakak Liyan.? tanya Xiao Yi dengan ekspresi keheranan.


"itu karena Yan Liyan adalah seorang laki-laki." jawab Yin Zu.


Xiao Yi yang mendengar jawaban dari Yin Zu semakin bertambah bingung.


"apa hubungannya dengan Yan Liyan adalah seorang laki-laki.? tanya Xiao Yi lagi.


Yin Zu yang mendengar pertanyaan Xiao Yi hanya menghela nafas.


"tentu saja itu ada hubunganya, asal kau tahu saja salah satu peraturan disini adalah tidak diperbolehkan masuknya laki-laki di dalam sekte hal itu dikarena murid sekte Es semuanya adalah wanita."


"jadi itulah sebabnya mereka berdua memberikan tatapan permusuhan kepadanya." ucap Yin Zu menjelaskannya pada Xiao Yi.


sedangkan Xiao Yi hanya mengangguk mendengar Hal itu.


"baiklah... ini adalah bangunan untuk tempat kalian beristirahat malam ini." ucap Yin Su menunjukan bangunan yang berukuran sedang.


"sebenarnya bangunan ini merupakan tempat menginap bagi para tamu tapi karena sekte Es tidak pernah menerima tamu maka bangunan ini tidak dipakai."


"tetapi meskipun tidak dipakai, bangunan ini selalu dirawat oleh para murid sekte, jadi tempat ini sangat bersih dan nyaman." ucap Yin Su.


mereka berempat yang mendengar itu hanya mengangguk dan memasuki bangunan itu untuk segera beristirahat.


setelah mereka memasuki bangunan itu.

__ADS_1


Yin Zu dan Yin Su langsung pergi dari tempat itu dan masuk kedalam ruang istirahat yang dikhususkan untuk mereka.


__ADS_2