SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Pemimpin Ras Phoenix Es


__ADS_3

Xu Yue yang sudah muak dengan perintah Yan Liyan, ingin mengajak kakaknya untuk lari dari tempat itu selagi ada kesempatan namun.


"Ikuti saja perintahnya! setidaknya usaha kakek tidak akan sia-sia jika kita tetap menunggunya." Xu Dongjie lalu melesat menuju keluar tempat itu untuk berburu.


Sedangkan Xu Yue hanya terdiam dengan senyuman licik diwajahnya.


'Aku akan tetap berusaha, kali ini aku sangat yakin jika Aku dapat melenyapkanya.'


"........."


Di sisi lain...


Diwilayah ras phoenix Es, lebih tepatnya di dalam sebuah istana yang sangat mewah.


Terlihat seorang pria paruh baya sedang menunduk dihadapan seorang ratu yang merupakan pemimpin ras phoenix.


Terlihat pemimpin dari ras phoenix Es itu sudah tidak mempunyai siluet sayap lagi dibelakangnya, yang menandakan dia telah mencapai tingkatan dewa sehingga berubah menjadi manusia secara sempurna.


"Katakan hal penting apa yang ingin kau sampaikan padaku!" ucap sosok itu dengan dingin bahkan setiap kali dia berbicara maka akan selalu ada serpihan Es yang muncul.


"Yang mulia, terdapat sosok kuat diwilaya ras phoenix api yang ingin memasuki tempat yang mulia suruh untuk kami jaga, Aku ingin melawanya, tapi dia telah menyandera cucuku, sehingga aku tidak bisa berbuat apa-apa." ucapnya dengan menunduk, dia sangat tahu dengan temperamen pemimpin mereka itu.


"Sosok yang sangat kuat? Apa kau mengenal siapa sosok itu dan juga apa kau bisa menyebutkan ciri-cirinya. Mungkin saja aku dapat berkenalan sebentar denganya, lagipula aku mulai bosan setiap hari mengurung diri di istana."


ucapanya dengan senyuman tipis.


Tentu saja dia ingin sekali untuk bertarung dengan sosok itu.


"Aku tidak mengenali nya yang mulia, tapi sosok itu tahu nama Asli anda."


Chi Ziran sangat terkejut ketika mendengar itu diikuti oleh para mentri yang mendengar pembicaraan mereka dari tadi.


"Maaf menyela yang mulia, tapi sebaiknya yang mulia berhati-hati, karena bisa jadi ini merupakan suatu siasat dengan niat jahat." seorang perempuan berdiri dari kursi para mentri untuk memperingatkan pemimpin mereka.


Sedangkan mentri yang lain hanya mengangguk.


"Dia benar, bisa jadi ini merupakan suatu siasat."


"Ya. Itu bisa saja terjadi Namun... Lanjutkan! perintah Chi Ziran pada pria paruh baya itu untuk melanjutkan ceritanya.


"Maaf Yang mulia, tapi sepertinya sosok itu sangat mengenal diri anda. dia juga berkata untuk memanggil si rubah tua itu untuk datang menemuiku."


Ucap pria paruh baya itu dengan sedikit ketakutan karena menurutnya perkataan tadi itu sedikit kasar. Namun dia tetap harus mengatakanya karena itu merupakan pesan dari Mei Lin.


Chi Ziran mengerutkan keningnya karena merasa sangat akrab dengan panggilan itu.


"Cih, Beraninya dia menghina pemimpin phoenix Es! Kita harus memberinya pelajaran yang Mulia." Ucapnya salah satu mentri yang tidak terima jika pemimpin mereka dihina seperti itu.


Chi Ziran tiba-tiba tersenyum karena mengingat siapa yang berani yang memanggil dirinya dengan sebutan seperti itu.


"Aku tidak menyangka setelah sekian lama kau menghilang akhirnya kau kembali juga." Chi Ziran kemudian berdiri dari singgasananya.


"Seperti aku mengenali siapa sosok itu, tidak salah lagi jika dia merupakan kenalan lamaku, jadi aku harus menemuinya." ucap Chi Ziran dan tiba-tiba saja menghilang dari tempat itu.

__ADS_1


"........"


Sedangkan di tempat Yan Liyan...


Sekarang ini dia sedang mempelajari teknik tabu yang ada di dalam buku teknik semesta, ya dia harus menguasai semuanya dan setelah itu menggunakan buku itu sebagai bahan pembuatan pedang dewi phoenix.


[Itu benar tuan, sistem telah menganalisa batu inti elemen api, dan juga sistem telah mencampurkan dengan sedikit energi alam dari pohon kehidupan dan hasilnya energi mereka saling menerima satu sama lain]


"Hmm... Peristiwa aneh macam apa lagi itu? bukankah seharusnya energi kehidupan akan terurai jika berdekatan dengan energi Elemen?"


[kemungkinan besar jika inti batu elemen api memiliki kekuatan Elemen api hijau]


"Itu sangat masuk akal, Namun Aku akan mengurus hal itu nanti." gumamnya.


"Apa kau bisa memindahkan seluruh poin pengalaman yang aku miliki kedalam pikiranku agar aku dapat memahami semua teknik ini dengan cepat?"


Tanya Yan Liyan karena jika dia tidak bisa mempelajari teknik itu dengan sistemnya maka dia harus mencari cara cepat yang lain.


[Bisa tuan, tapi sistem tidak dapat memastikan jika cara yang tuan pikirkan akan dapat membuat tuan menguasai semua teknik itu, karena semakin sulit teknik yang tuan ingin kuasai maka poin pengalaman yang ada miliki akan cepat habis.]


"Aku mengerti, lalukan pemindahan dengan cepat!!"


[Ding... Proses pemindahan seluruh poin sistem kedalam tubuh tuan sedang di proses.]


[Ding... proses pemindahan telah selesai]


Wusss!


Yan Liyan yang sangat berkosentrasi tiba-tiba dikejutkan dengan suara yang sangat nyaring.


"Saatnya makan! Hei bangunlah bukankah ini yang kau inginkan! setidaknya kau harus mencobanya sedikit, karena aku sudah bersusa payah untuk memasakan ini untukmu." teriak Xu Yue di dekat Yan Liyan.


Yan Liyan yang sedang berkosentrasi dan sedang menutup mata karena mencoba memahami setiap kata pada buku itu, merasa sangat kesal ketika mendengar suara berisik dari Xu Yue.


Yan Liyan lalu membuka matanya, dia mencoba bersabar untuk tidak melenyapkan sosok di depanya itu.


"Ini makanan yang kau minta, cepatlah makan!" Xu Yue memberikan Yan Liyan semangkok sup.


Mei Lin sedikit membuka matanya dan melihat kearah sup itu.


"Sup itu beracun, Hmm ternyata gadis itu tidak mudah menyerah Ya..." gumam Mei Lin yang berada tidak jauh dari tempat mereka berada.


Setelah itu dia menutup matanya kembali seolah tidak peduli.


"Ayo, Makanlah!"


Sudut bibir Yan Liyan berkedut ketika mendengar ucapan dari Xu Yue, sudah jelas sekali jika Yan Liyan dapat mengetahui makanan beracun dan tidak.


"Hm.. Kenapa kau tidak makan duluan, aku sudah merasa kenyang, jadi pergilah!"


"Apa kau bilang! aku sudah berusaha keras memasakan ini untukmu dan kau menolaknya! Dasar...


"Berhentilah menguji kesabaranku, kau pikir jika aku ini bodoh dan akan memakan makanan beracun yang kau buat itu."

__ADS_1


Xu Yue sedikit menjauh dengan waspada, Dia tidak mengira jika rencananya dapat diketahui dengan mudah oleh Yan Liyan.


"Menjauhla! Aku sedang tidak ingin untuk melenyapkan seseorang." ucap Yan Liyan dengan dingin.


"Cih kau pikir dirimu ini siapa sialan!!"


"Sebaiknya kau diam gadis kecil! kau sangat mengganggu tidurku."


"Apa yang terjadi?!" teriak Xu Dongjie melesat dengan kedalam gua ketika mendengar teriakan dari adiknya.


"Lihatlah adik bodohmu ini! dia ingin mencoba meracuniku."


Xu Dongjie yang mendengar itu langsung memandang tajam kearah adiknya.


Setelah itu dia membukuk di hadapan Yan Liyan.


"Aku mohon, agar tuan dapat mengampuninya dia hanya anak kecil yang tidak tahu apa-apa." ucap dengan perasaan khawatir.


"Tidak tahu apa-apa ya.. Aku sangat meragukan perkataanmu itu."


"Menarik! Aku tidak pernah menyangka jika kita akan bertemu dengan keadaanmu yang seperti ini."


Terdengar suara halus dan tiba-tiba saja muncul sosok wanita cantik dengan rambut putih panjang terurai, mata terang berwarna perak serta gaun putih dengan hiasan bunga Es, Ya sosok tersebut adalah Chi Ziran pemimpin dari ras phoenix Es


Mei Lin yang mendengar suara yang tidak asing hanya tersenyum, setelah itu dia tebang mendarat di bahu Yan Liyan.


Sedangkan Xu Yue langsung mundur dan bersembunyi di belakang Chi Ziran.


"He.. Penampilanmu tidak pernah berubah sejak terakhir kali kita bertemu, rubah tua." ucap Mei Lin.


Chi Ziran tertawa kecil ketika mendengar itu.


"Apa kau iri dengan penampilanku rubah licik?"


"Cih, siapa yang akan iri dengann Penampilanmu itu."


Uhuk!


"Maaf menganggu, tapi bisakah kalian menghentikan itu terlebih dahulu dan langsung pada topik pembicaraan utamanya."


Chi Ziran menoleh kearah Yan Liyan.


"Siapa kau? Apa aku mengenalmu? Beraninya kau menyela perkataan kami berdua." Chi Ziran berkata dengan sangat dingin.


"Dia merupakan tuanku."


"Tuan? apa itu benar." Chi Ziran menatap Mei Lin dengan penuh tanda tanya sekaligus tidak percaya.


"Itu memang benar, dia merupakan tuanku."


"Apa kau dipaksa." ucapnya dengan penuh marah sekaligus perlahan tangan Yan Liyan membeku secara tiba-tiba.


"Hentikan itu! Aku tidak terpaksa dan juga dialah yang telah menyelamatkan dan merawatku selama ini." Mei Lin mengeluarkan aura panas untuk mencairkan Es yang yang membeku di tangan tuanya.

__ADS_1


__ADS_2