SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Kedatangan Wu Qing


__ADS_3

5 hari berlalu begitu saja....


selama 5 hari ini Yan Liyan hanya berfokus untuk mengurus perkerjaan para penempa.


agar mereka dapat memenempa lebih banyak lagi peralatan perang seperti senjata pedang tombak dan Zira untuk mamenuhi permintaan Wu Qing.


Yan Liyan juga mengirimkan surat kepada 5 pedagang yang berada diluar wilayah untuk mengirimkan lebih banyak lagi penempa untuk berkerja di wilayah Yan Liyan.


hal itu dia lakukan untuk membantu perkerjaan para penempa yang jumbla nya sedikit dia juga bahkan menghentikan penempaan cincin penyimpanan untuk sementara waktu.


kini Yan Liyan sedang duduk di bawah pohon rindang yang ada dipemukiman penduduk sambil melihat anak-anak kecil yang sedang bermain tidak jauh di depannya..


"ya... tinggal menunggu waktu..? sampai Wu Qing akan datang kewilayah ini.." gumam Yan Liyan.


"kakak apa kakak ingin bermain dengan kami..?" tanya salah satu anak kecil yang sedang bermain di tempat itu.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum karena memang sebagai seorang pemimpin yang memimpin wilayah ini dia tidak terlalu meninjol dan dikenal oleh rakyatnya.


bisa dibilang Yan Liyan dianggap sebagai warga biasa hal itu dikarenakan orang-orang di tempat itu sering melihatnya berjalan-jalan santai seorang diri disekitar wilayah itu.


"maaf adik kecil.. aku sedang tidak enak badan jadi lain kali saja ya...."


ucap Yan Liyan dengan ekspresi lesuh berpura-pura sakit agar tidak mengecewakan perasaan anak kecil di depannya.


anak kecil di depan Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.


"hei sedang apa kau disitu..."


"ya... kenapa kau sangat lama sekali.."


teriak anak-anak lain yang memanggil anak di depan Yan Liyan.


"maaf kakak sepertinya aku akan pergi terlebih dahulu karena teman-temanku telah memanggilku.."


"semoga cepat sembuh ya kak.." ucapnya lalu berlari menuju kearah teman-temanya.


Yan Liyan hanya tersenyum ketika melihat anak -anak itu bermain dan tertawa tidak ada tekanan dalam hati dan hidup mereka hanya ada perasaan kegembiraan yang mereka rasakan.


"hmm.... aku bahkan tidak pernah merasakan hal bermain seperti itu waktu aku masih kecil hanya ada tekanan untuk menjadi kultivator kuat dari keluarga pilar kekaisaran..."


"jika dpikir-pikir lagi aku ini sangat menyedihkan.." gumam Yan Liyan sambil tersenyum kecut.


disaat Yan Liyan sedang mengasihani dirinya tiba-tiba muncul Xiao Yi di sampingnya.

__ADS_1


"he... apa barusan kakak Liyan sedang mengasihani nasibnya sendiri.." ucap Xiao Yi dengan nada mengejek.


"cih... adik Yi kau benar-benar menyebalkan siapa yang mengajarimu untuk menguping pembicaraan seseorang apa lagi itu adalah hal pribadi seseorang.." ucap Yan Liyan dengan kesal.


"entahlah tapi entah kenapa aku sangat suka melakukannya, aku juga pernah mengancam yang lain jika mereka membuat suatu kesalahan.." ucap Xiao Yi sambil tersenyum tipis.


Yan Liyan yang mendengaritu hanya tersenyum.


"itu karena mereka mengerti akan sifatmu adik Yi jadi mereka hanya menuruti apa keinginanmu jika tidak maka urusannya akan lebih panjang."


"lagipulah aku juga mengetahui bagaimana cara kau mengancam mereka.." Yan Liyan lalu berdiri dari pohon itu dan kemudian berjalan menuju kearah kastilnya.


Xiao Yi yang mendengar menatap Yan Liyan dengan penasaran.


"apa itu benar bagaimana kakak Liyan tahu caranya..? aku bahkan menganggapnya itu sebagai rahasia antara aku dan Yan Lin.." ucap Xiao Yi mengikuti Yan Liyan dari belakang.


"apa kau sudah lupa adik Yi jika aku telah mengikat jiwamu dan jiwa yang lain jadi kau mengerti kan apa arti ucapanku selanjutnya.."


Xiao Yi yang mendengar itu sangat terkejut dan juga memandang Yan Liyan dengan tajam.


"lalu mengenai batu itu....


"soal batu itu aku benar-benar tidak mengetahuinya."


"dan soal ancaman itu hal itu sangat berbeda karena kau mengancam para bawahanku."


"jadi aku perlu tahu bagaimana cara kau mengancam mereka siapa tahu aku bisa menggunakan cara yang kau lakukan pada mereka dimasa depan nanti.." ucap Yan Liyan.


Xiao Yi yang mendengar itu hanya membulatkan matanya tidak menyangka Yan Liyan akan berpikir seperti itu.


"sudahlah... lupakan saja sebaiknya aku pergi kedalam kastil aku lelah dan ingin beristirahat.." ucap Xiao Yi dengan kesal dan mengalihkan topik lalu masuk kedalam kastil.


2 hari berlalu.....


siang harinya....


datang sebuah kereta kuda mewah yang dikawal oleh 10 perajurit kekaisaran Ling...


sedangkan Yan Liyan hanya diam sendiri dihalaman kastilnya sambil melihat kearah kereta kuda itu.


tidak ada sambutan khusus sama sekali yang dia persiapkan untuk kaisar kekaisaran Ling.


tidak lama kemudian Wu Qing keluar dari kereta kuda dan melihat Yan Liyan datang sendiri untuk menyambut kedatanganya.

__ADS_1


Wu Qing yang melihat itu hanya menghela nafasnya dia sangat memaklumi sifat Yan Liyan karena usianya yang terlalu muda untuk memimpin wilayah.


tapi jika dia tahu apa yang dipikirkan oleh Yan Liyan jika dia sangat malas dan terlalu merepotkan untuk membuat sebuah sambutan untuknya pasti dia akan sangat malu untuk status yang dimilikinya sebagai seorang kaisar.


"wah... walaupun kau terlihat sudah tua tapi kau terlihat semakin gagah sekarang apalagi dengan statumu sebagai kaisar." ucap Yan Liyan sambil tersenyum tipis.


Wu Qing yang mendengar itu hanya tersenyum.


"seperti biasa kau sangat tidak sopan anak muda.., tapi hal itu yang aku suka darimu tidak ada maksud tertentu dalam ucapanmu atau untuk mengambil keuntungan dariku.." ucap Wu Qing.


"sudahlah... kau pasti ingin membicarakan sesuatu bukan jadi mari ikut aku kita akan membicarakanya di dalam kastil.." Yan Liyan lalu berjalan menuju dalam kastil meninggalkan Wu Qing sendiri.


Wu Qing yang mendengar itu hanya mengangguk lalu mengikuti Yan Liyan dari belakang.


walaupun hal itu tidak pantas untuk dilakukan oleh seorang kaisar sepertinya tapi dia tahu perbedaan kekuatan jika dia bertarung dengan Yan Liyan lagipula dia menjadi kaisar sebab dari rencana yang dilakulan oleh Yan Liyan.


setelah beberapa menit kemudian mereka berdua telah sampai dikursi sederhana.


kursi itu meripakan tempat yang Yan Liyan gunakan untuk minum teh setiap paginya.


Yan Liyan duduk terlebih dahulu lalu memandang Wu Qing.


"silahkan duduk..!!, kita akan membicarakan ini sambil meminum teh aku juga sangat tahu caranya untuk menghargai seorang tamu.." Yan Liyan mengeluarkan 1 cangkir dan teko dalam cincin penyimpananya.


Wu Qing yang mendengar itu hanya mengangguk lalu duduk di kursi kayu sederhana itu.


"kau membawa cangkir sendiri kan..? aku benar-benar hanya punya satu.." ucap Yan Liyan.


Wu Qing yang mendengar itu langsung mengeluarkan cangkir teh dalam cincin penyimpananya.


'menghargai tamu apanya...' jika saja dia adalah bangsawan wilaya kekuasaan kekaisaran Ling.'


'maka aku akan pastikan dia akan dihukum dengan berat lalu dilepaskan gelarnya sebagai seorang bangsawan..' batin Wu Qing dengan kesal.


Yan Liyan langsung mengisi cangkir teh itu mengabaikan ekspresi kesal dari Wu Qing.


"jadi apa yang ingin kau bicarakan denganku Wu Qing..?" tanya Yan Liyan tanpa basa-basi.


"aku ingin kau mengirimkan sebagian perajurit yang kau latih untuk membantuku membasmi para bandit yang berkeliaran dikekaisaran."


"kami meminta bantuan padamu karena saat ini kami kekurangan kekuatan akibat perang dengan kekaisaran Xia satu bulan lebih yang lalu."


"perang itu menghilangkan lebih dari stengah jumbla perajurit yang dimiliki oleh kekaisaran Ling.." jelas Wu Qing pada Yan Liyan.

__ADS_1


__ADS_2