SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Memberikan Hadiah Ulang Tahun


__ADS_3

Sedangkan ditempat lain lebih tepatnya disebuah danau Yan Liyan sedang duduk dipinggir danau itu sambil memandang suasana malam yang indah membuatnya merasa tenang.


tidak lama kemudian datang sosok wanita yang masih memakai kain penutup muka menghampiri Yan Liyan.


sedangkan Yan Lin langsung berdiri menghadap wanita itu yang tidak lain adalah Xue Lin.


"jadi kenapa kau memanggilku ketempat ini.?" tanya Xue Lin dengan kesal karena dia masih memiliki banyak sekali urusan diistana kekaisaran Xue.


"aku hanya ingin memberitahukanmu jika aku akan pergi kealam tingkat menengah."


"eh... bukankah kau telah berjanji untuk mengeluarkan kami dari tempat ini..? apa kau menyalahi janjimu..?"


"tidak, aku sama sekali tidak menyalahinya tapi aku akan berlatih disana untuk meningkatkan kekuatanku." ucap Yan Liyan.


"kenapa kau tidak berlatih disini saja..?" tanya Xue Lin dengan kebingungan.


"aku tidak bisa melakukan itu., karena orang-orang yang menungguku diluar dimensi ini akan khawatir lagipula aku ini adalah pemimpin suatu wilayah kau mengerti kan apa maksudku..?"


Xue Lin mengangguk ketika mendengar hal itu karena dia juga merupakan pemimpin suatu wilayah sama seperti Yan Liyan.


dan akan berakibat buruk pada wilayah yang mereka pimpin jika mereka menghilang dalam kurun waktu yang lama.


"jadi seperti itu ya..?


"ya...begitulah." Yan Liyan kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil dalam cincin penyimpananya lalu memberikanya pada Xue Lin.


"anggap saja itu sebagai hadiah ulang tahun dariku." ucap Yan Liyan.


Xue Lin tersenyum lalu menerima kotak kecil itu.


"terimakasih.." ucapnya dengan pelan.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk lalu melihat kearah Mei Lin.


"aku juga punya hadiah untukmu gadis muda." ucap Mei Lin tiba-tiba sehingga membuat Xue Lin dan binatang kontraknya sangat terkejut.


hal itu diKarenakan mereka sangat mengetahui jika binatang phoenix merupakan binatang yang sangat arogan dan diberi hadiah oleh seekor phoenix merupakan suatu hal sangat mustahil.


sedangkan Mei Lin langsung terbang membentangkan sayapnya dan tidak lama kemudian sehelai bulu phoenix jatu menuju kearah Xue Lin.


Xue Lin langsung menangkapnya lalu menatap buluh phoenix itu lekat-lekat.


"itu adalah hadiah dariku." ucap Mei Lin.


"terimakasih..., aku sangat berterimakasih padamu." Xue Lin memandang burung Phoenix itu dengan rasa penuh terimakasih.

__ADS_1


Mei Lin hanya mengangguk ketika mendengar perkataan dari Xue Lin.


"baiklah..., sekarang kami akan pergi." ucap Yan Liyan lalu membuat segel tangan.


"teknik formasi kuno pembuka segel." gumam Yan Liyan.


wusss......


tiba-tiba muncul sebuah celah ruang dimensi yang tidak jauh dari tempat mereka berada.


"sampai jumpa lagi satu tahun kedepan." ucap Yan Liyan pada Xue Lin setelah itu dia langsung masuk kedalam celah ruang dimensi itu.


setelah Yan Liyan masuk.., celah dimensi itu langsung tertutup lalu tidak lama kemudian menghilang.


kini ditempat itu hanya ada Xue Lin menatap dengan nanar tempat celah ruang dimensi tadi berada.


"aku akan selalu menunggumu." gumamnya.


wusss.....


tiba-tiba muncul seorang wanita paru baya didepan Xue Lin.


wanita paruh baya itu memandang lembut kearah Xue Lin yang merupakam anaknya.


"apa dia telah kembali..?"


"sudahlah... jika kau memang menyukainya kau harus berlatih dan meningkatkan kekuatanmu kau tidak mau bukan? satu tahun kedepan kau bertemu denganya dan kau masih sangat lemah seperti ini.?"


Ibu Xue Lin berkata seperti itu karena dia mengerti dengan perasaan anaknya dan memanfaatkan hal itu sebagai batu loncatan agar Xue Lin menjadi lebih kuat lagi karena masa depan yang akan dia hadapi akan penuh dengan masalah.


dan kemungkinan dia harus menghadapi hal itu hanya seorang diri.


sedangkan Xue Lin yang mendengar perkataan ibunya hanya terdiam dan mencoba memikirkan perkataan ibunya itu.


memang dia sangat lemah bahkan hanya dengan aura yang dikeluarkan oleh Yan Liyan mampu menekanya hingga tidak bisa bergerak.


dia tidak ingin menjadi beban nantinya dia juga ingin berguna dan pada saat itu Xue Lin bertekad untuk meningkatkan kultivasi ketingkat yang lebih tinggi lagi dan meningkatkan teknik miliknya ketingkat yang sempurna.


"............."


sedangkan ditempat lain dilorong ruang dan waktu.., Yan Liyan melihat kesegala arah dari tempat itu.


yang dia lihat disana hanya ada kehampaan tak berujung tidak ada benda tidak suara ditempat itu benar-benar sangat sunyi.


Yan Liyan mengabaikan hal itu karena berpikir itu merupakan hal yang biasa terjadi.

__ADS_1


konsepnya sama seperti tubuh kekosongan miliknya yang mampu menyerap dan mengeluarkan semua energi alam yang saling berlawanan.


bahkan suara getaran suara akan langsung diserap oleh tubuh kekosongan miliknya oleh sebab serangan yang menggunakan bunyi tidak akan mempan pada Yan Liyan karena bunyi itu langsung diserap oleh tubuh kekosongan miliknya.


tidak lama kemudian Yan Liyan telah melihat ujung lorong ruang dimensi itu dan langsung keluar disana.


Yan Liyan keluar dan mendarat dipinggir telaga yang ada dilembah kesengsaraan.


"eh... aku mengira jika aku akan mendarat dihamparan salju itu lagi." gumam Yan Liyan yang tiba-tiba merasakan aura keberadaan yang tidak asing bergerak cepat menuju kearahnya.


sebelum aura keberadaan akan memeluknya dari belakang tiba-tiba Yan Liyan berbalik dan menahan pergerakan dari sosok itu.


"jangan terlalu berlebihan adik Yi."


"huh..kakak Liyan apa kau tahu aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu." ucap Xiao Yi dengan kesal sebab saat ini dia tidak bisa bergerak karena ditahan oleh Yan Liyan.


Yan Liyan tersenyum ketika mendengar ucapan dari Xiao Yi lalu mengelus lembut kepalanya.


"aku sangat mengerti.., maafkan aku karena telah membuatmu khawatir adik Yi."


Xiao Yi tersenyum lembut dan menoleh kearah tempat lain, takut jika ada yang mendengar ucapanya.


"kakak Liyan apa kau mengetahui pembicaraan kami berdua dengan kakak Hua...?" tanya Xiao Yi dengan suara yang sangat pelan.


'Eh... pembicaraan..' Yan Liyan melihat Xiao Yi dengan rumit dia mengerti jika pembicaraan mereka berdua sangat penting samapai-sampai dia berbisik seperti itu tapi dia sama sekali tidak tahu pembicaraan apa itu.


tidak lama kemudian Yan Liyan tersenyum tipis.


"ya..., aku mengetahuinya dan aku tidak menyangka jika kalian merasa seperti itu padaku." ucap Yan Liyan dia berbicara seperti itu karena menduga Xiao Yi dan Bing Hua berbicara sesuatu tentang.


sedangkan Xiao Yi yang mendengar itu agak pucat bagaimana dia harus mengatakanya pada Bing Hua tentang hal ini.


"aku akan mengurusnya dengan Bing Hua nanti." ucap Yan Liyan berjalan menuju kearah Pondok besar dia merasakan keberadaan para bawahanya disana terlihat sedang berkumpul pada suatu tempat.


"kakak Liyan aku mohon jangan lakukan itu.. jika tidak aku akan dalam masalah besar nantinya." Xiao Yi berbicara dengan nada memohon pada Yan Liyan.


"sudah terlambat adik Yi aku akan tetap mengurus hal ini dengan Bing Hua." ucap Yan Liyan seolah tahu apa yang mereka berdua bicarakan.


setelah itu dia masuk kedalam pondok dan melihat Para bawahannya sedang duduk dikursi meja makan terlihat sedang menunggu kedatanganya.


"apa kalian sedang menungguku.?"


"ya.., kami sedang menunggu anda tuan." ucap mereka.


"bagaimana kalian tahu jika aku akam datang."

__ADS_1


"aku yang memberitahu mereka." ucap Jiu Wei yang ada dibahu Bing Hua.


__ADS_2