SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Gagal Menjalankan Misi


__ADS_3

"Apa yang sedang kalian bicarakan Xiao Yi, Bing Hua..? sepertinya kalian sedang membicarakan suatu hal yang menarik." terdengar suara lembut dari belakang mereka berdua.


Xiao Yi dan Bing Hua yang mendengar itu sangat terkejut mereka berdua menoleh kebelakang dan melihat Yan Lin sedang menatap mereka dengan keheranan.


"ah... kakak Yan Lin kami berdua hanya menunggu kedatangan kakak Yan Liyan." ucap Xiao Yi.


"ya.. yang dia katakan benar, kami memang sedang menunggu kedatangan tuan.." ucap Bing Hua menanggapi perkataan Xiao Yi.


"jangan terlalu mengkhawatirkanya...


lebih baik kita makan malam terlebih dahulu, Han Guang dan Yin Zu telah menunggu kalian di dalam.."


Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk.


"baik.." ucap Xiao Yi lalu menarik tangan Bing Hua mereka berdua berjalan menuju tempat tinggal mereka yang tidak jauh dari telaga dan meninggalkan Yan Lin sendiri ditempat itu.


setelah kepergian mereka berdua...


Yan Lin memandang kearah tengah telaga dan berharap jika tuanya dalam keadaan baik-baik saja.


"cepatlah kembali tuan." ucap Yan Liyan lalu berjalan menuju kearah Pondok besar yang menjadi tempat tinggal mereka.


pondok itu terbuat dari pohon besar yang tumbuh tidak jauh dari telaga.


"................"


sedangkan di tempat lain..


Yan Liyan sedang duduk di kursi meja makan bersama Xue Lin terlihat mereka berdua baru saja selesai memakan makanan mereka masing-masing.


"jadi.., kenapa kau ingin mengetahui hal seperti itu dariku..?"


"aku tidak tahu apa yang kau pikirkan nona tapi jangan salah paham dulu,


tuan hanya mendapatkan misi dari orang yang menyebalkan itu." ucap Mei Lin dengan sangat sinis kepada orang di depannya.


"kau..! aku memang mengakui jika kau memang hebat tapi kau tidak akan bisa mengalahkan leluhur kekaisaran Xue jadi aku peringatkan padamu jangan memandang tuanku seperti itu.."


ucap ular putih kebiruan dengan nada mengancam dia juga tidak terima jika tuanya dipandang sinis oleh burung Phoenix didepannya.


"benarkah..? bagaimana jika aku memanggangmu dengan api miliku dihadapan mereka dan tuanmu.


aku rasa mereka tidak bisa berbuat apa-apa atau mereka tidak akan keberatan jika aku membakar ular sepertimu."


"kau..!! beraninya kau.." ular putih kebiruan itu semakin kesal pada Phoenix didepanya.


"Sesama binatang tingkat mitos kau tahu dengan pasti bagaimana sifat dari phoenix bukan..?

__ADS_1


dan kau juga tahu kekuatan mereka..jadi aku mempunyai hak untuk berbicara seperti itu.? atau apa kau telah lupa dengan hukum mendasar didunia ini"


Mei Lin memotong perkataan binatang kontrak Xue Lin dan memandang rendah ular didepanya.


sedangkan ular itu hanya terdiam karena dia tahu pasti kekuatan dan sifat arogan dari binatang tingkat mitos Phoenix.


Yan Liyan yang mendengar pembicaraan 2 binatang mitos didepanya hanya terdiam dan entah kenapa ular itu mengingatkanya pada Jiu Wei yang selalu disudutkan oleh Mei Lin.


'apa dia bosan karena tidak ada jiu Wei bersamanya lalu dia mencari binatang tingkat mitos lain untuk direndahkan diejek dan disudutkan seperti itu.'


batin Yan Liyan memandang Mei Lin dengan rumit menurutnya kebiasaan Mei Lin lebih aneh dari kebiasaanya.


"sebenarnya sekarang ini aku sedang menjalankan misi dan misi itu adalah untuk mengetahui makanan dan benda-benda kesukaanmu.." ucap Yan Liyan pada Xue Lin.


"misi...?" tanya Xue Lin dengan kebingungan, siapa orang yang berani menyuruh orang berbahaya didepanya melakukan misi semacam itu.


"ya.. aku diberi Misi oleh tuan muda keluarga Dao..


setelah itu Yan Liyan menceritakan pada Xue Lin bahwa sekarang ini dia menyamar sebagai perajurit dan pengawal dari Dao Zhe agar dapat bergerak bebas, tidak akan ada yang curiga padanya dan dia tidak perlu menyusup lagi pada saat dia memasuki kekaisaran Xue esok pagi.


dia juga menceritakan alasan kenapa Dao Zhe memberikan misi seperti itu.


"jadi seperti itu ya..? aku memang sudah menduga jika hal ini akan terjadi tapi aku tidak pernah menduga jika akan sampai separah ini." gumam Xue Lin.


"jadi kau sudah menduganya nya..?"


oleh karena itu sampai sekarang aku belum menikah disebabkan aku tidak pernah percaya pada siapapun."


"Pffff....


"Hahaha..!! Yan Liyan tertawa terbahak-bahak ketika mendengar ucapan dari Xue Lin.


"kau telah berumur lebih dari 20.000 tahun dan akan segera memasuki umur 21.000 tahun tapi kau belum menikah bukankah kau pantas disebut sebagai per.."


sebelum ucapan Yan Liyan selesai tiba-tiba mangkok dan piring keramik dengan lukisan indah terlempar kearahnya dengan sangat cepat.


Yan Liyan yang melihat itu langsung menangkisnya tapi kuah sisa makanan masih mengenai tubuhnya.


"pergi dari ruanganku..!" Xue Lin berteriak pada Yan Liyan dengan sangat kesal.


Yan Liyan yang mendengar ucapan Xue Lin langsung keluar dari ruanganya


lalu menghilang dari tempat itu karena akan sangat merepotkan jika perajurit kekaisaran datang keruangan itu lalu melihat keberadaanya.


setelah kepergian Yan Liyan..,


Xue Lin merasa sangat kesal dengan orang tadi

__ADS_1


'apa-apaan dia.' batinnya dengan kesal tentu saja dia tahu maksud dari perkataan Yan Liyan.


setelah itu dia langsung tertidur, menahan aurah yang dikeluarkan oleh Yan Liyan tadi membuatnya merasa tertekan dan kelelahan.


sedangkan dijalan ibukota kekaisaran Xue..


Yan Liyan berjalan dengan santai menuju penginapan tempat bermalam Dao Zhe dan yang lain.


"ada apa denganya? apa aku mengatakan hal yang salah..?" gumam Yan Liyan dengan kebingungan.


"ya... tuan mengatakan hal yang sangat salah.


tuan seharusnya tidak berbicara seperti itu padanya." ucap Mei Lin.


"tapi itu memang kenyataanya bukan..?"


"itu memang benar tapi tetap saja hal itu sangat salah apalagi tuan berbicara secara langsung didepanya."


Yan Liyan yang mendengar itu hanya menghela nafas.


"huh.... terserah, sekarang aku gagal dalam menjalankan misi untuk mendapatkan informasi benda kesukaan dari kaisar Xue


tapi aku menyelesaikan hal yang lebih penting daripada hal itu." gumam Yan Liyan.


'tunggu..., aku bisa saja mengarangnya bukan..? lagipula aku melihat semua benda didalam ruangan itu, walaupun ini tidak pasti tapi kemungkinan benda yang aku lihat dalam ruangan kaisar Xue tadi merupakan benda-benda kesukaanya.


atau aku bisa memberitahukan hal kebalikan pada orang yang sangat menyebalkan itu.' batin Yan Liyan sambil tersenyum tipis.


"................"


pagi harinya....


orang-orang dalam ibukota kekaisaran Xue nampak bahagia dan ikut merayakan ulang tahun kaisar mereka.


sedangkan kereta kuda Dao Zhe telah bergegas menuju kearah istana kekaisaran Xue dengan pengawalan ketat.


terlihat juga kereta kuda lain dari segala penjuru jalan ibukota bertemu pada satu titik yaitu jalan utama yang mengarah langsung kearah istana kekaisaran Xue.


tidak lama kemudian....


mereka telah sampai digerbang pintu istana, perajurit penjaga gerbang langsung membuka pintu ketika melihat banyak sekali rombongan kereta kuda.


setelah itu mereka menempatkan kereta kuda pada tempat yang telah disiapkan.


Dao Zhe turun dari kereta kuda dengan sangat elegan dan dengan senyuman terlihat diwajahnya.


tentu saja dia merasa sangat senang karena telah membawa hadiah pas yang menurutnya sangat bagus untuk kaisar Xue.

__ADS_1


__ADS_2