SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Ibu Kota Kekaisaran Surgawi


__ADS_3

Setelah malam itu, para Pemuda naga dan Phoenix telah kembali ketempat masing-masing tadi pagi untuk menyiapkan dari jauh-jauh hari untuk menjalankan rencana yang telah disepakati bersama.


Di perjalanan Xue Jia berjalan bersamaan dengan Lan Lan dan dua pengawalnya.


"Apa kau akan kembali ke sekte? Jika kau masih ingin mengawal Lan Lan dan melihat dunia luar untuk waktu yang lama, maka aku akan senang hati mengizinkanmu, tapi jangan pernah melupakan kewajibanmu sebagai murid sekte." Xue Jia berkata pada Yan Liyan karena malam hari yang lalu Ran berbicara padanya untuk memberinya sedikit kelonggaran dalam posisinya.


Xue Jia tidak tahu pasti apa yang dilakukan oleh Yan Liyan sehingga membuat teman baiknya menjadi seperti itu, tapi dia hanya mengiyakan dan berpikir jika Ran memiliki suatu kepentingan dengan Yan Liyan.


Yan Liyan tersenyum tipis ketika mendengar itu, dan dia tahu kenapa Xue Jia berbicara seperti itu padanya.


'Padahal aku sudah menolak tawaranya, tapi baguslah.'


"Aku berencana untuk pergi keIbu kota Kekaisaran Surgawi untuk menghadiri pelelangan yang akan diadakan oleh Asosiasi Alchemist"


"Hee.. Apa kau mempunyai uang?"


"Mmm.. tentu saja."


Xue Jia tersenyum karena mengetahui jika Yan Liyan tidak mempunyai uang yang banyak.


"Asal kau tahu saja Pelelangan yang akan kau hadiri tidak sama dengan pelelangan yang ada di sekte teratai beku.


Pelelangan yang dilakukan oleh Asosiasi tersebut rata-rata berharga 1000 Batu kuno tingkat menengah, itu pun barang yang akan kau beli merupakan barang rendahan yang ada di tempat itu."


Xue Jia memperingatkan Yan Liyan agar tidak menyamakan harga sumberdaya yang dijual di dalam sekte teratai beku dengan sumberdaya yang dilelang di organisasi obat.


"Kawan apa yang dikatakan olehnya sangat benar. Hanya karangan elit saja yang dapat menghadiri pelelangan itu seperti pateiak sekte aliran putih atau pun sekte hitam hinga keluarga ternama dan para elit kekaisaran lainnya yang memiliki harta yang melimpah."


Chen Nan menasehati Yan Liyan karena berpikir jika dia tidak tahu apa-apa mengenai dunia luar, apalagi tentang pelelangan seperti itu.


"Aku tahu juga mengetahui hal itu, jadi aku akan menggunakan seluruh tabunganku untuk membeli barang lelang di sana." ucap Yan Liyan sambil tersenyum polos yang membuat Chen Nan, Lan Lan, Xue Jia menghela nafas panjang akan sifat keras kepala Yan Liyan.


"Terserah apa yang akan kau lakukan. Ayahku dan aku juga akan menghadiri pelelangan itu dan aku akan ikut bersamanya. Aku akan membantumu jika kau kekurangan uang."


Xue Jia berkata seperti itu bukan tanpa alasan. Yan Liyan merupakan kultivator mudah yang memiliki bakat hebat seperti dirinya, jadi Xue Jia ingin Yang Liyan tumbuh menjadi kultivator hebat seperti dirinya yang akan memperkuat sekte teratai beku dimasa depan nanti.

__ADS_1


"Terimakasih putri yang cantik.


Mm.. Rata apa kau juga akan membantuku?!"


Yang Liyan menoleh kearah Lan Lan dan tersenyum ketika melihat ekspresi Lan Lan yang masih biasa saja, sepertinya Lan Lan sudah kebal dengan rasa kesal karena dipanggil Rata.


"Hmp.. Aku tidak akan pernah memberikan sedikit pun uangku kepada orang menyebalkan seperti dirimu." Ucapnya dengan dingin tampa menoleh kearah Yan Liyan.


Yan Liyan tersenyum kecut, dirinya mempunyai poin sistem yang bisa ditukar menjadi banyak Batu kuno, jadi dia sama sekali tidak memerlukan bantuan uang dari mereka.


"Hei kawan Apa kau sudah menyatakan perasaanmu padanya?" bisik pelan Yan Liyan pada Chen Nan.


Chen Nan gugup mendengar pertanyaan dari Yan Liyan serta muncul bulir keringat di dahinya.


Chen Nan lalu menggeleng dengan ekspresi rumit untuk menjawab pertanyaan Yan Liyan.


"Cih, Kau lelaki payah! Jika kau tidak menyatakan perasaanmu, Nanti dia akan mencari yang lain dimasa depan nanti."


Chen Nan yang mendengar itu hanya terdiam dan menimbang-nimbang memikirkan perkataan Yan Liyan tadi.


Chen Nan bersama Lan Lan pergi menuju tempat keluarga Chen yang berada di selatan, Xue Jia pergi menuju sekte Teratai Beku yang berada di utara, sedangkan Yan Liyan pergi menuju ibu kota Kekaisaran surgawi yang berada di timur.


Di perjalanan menuju ibu kota Yan Liyan melihat banyak gerombolan pedagang yang dikawal para perajurit Kekaisaran dan murid sekte menuju ibu kota Kekaisaran.


"Hmm.. Apa mereka semua membawa barang-barang yang akan dilelang sampai-sampai mendapatkan penjagaan yang ketat seperti itu?" gumam Yan Liyan ketika merasakan salah satu dari mereka berada di ranah Raja Dewa tingkat Bintang.


Para perajurit waspada saat Yan Liyan terbang diatas mereka, namun tidak lama kemudian mereka mengendurkan kewaspadaan mereka ketika melihat Yan Liyan hanya lewat saja dan tidak bermaksud untuk mencuri barang-barang pedagang.


"Aku merasakan aura yang sangat kuat darinya." gumam seorang pria tua dengan janggut putih yang sedang duduk bersandar di dalam kereta kuda sambil melihat kearah Yan Liyan yang sedang terbang.


Sedangkan Yan Liyan yang baru saja melihat iringan kereta kuda dikejutkan ketia dia melihat dari kejauhan ada kapal terbang.


Kapal tersebut berukuran sangat besar mlebihi besarnya kediaman keluarga menengah dan di kedua sisi kapal besar itu terdapat sayap yang bergerak seperti kepakan sayap burung namun dengan gerak yang sangat lambat.


Yan Liyan langsung melesat dan terbang di dekat kapal itu sambil mengagumi keindahan ukiran dan teknologi yang dipakai pada benda ini.

__ADS_1


Yan Liyan mengetahui jika benda itu merupakan porfound Ark yang merupakan artefak yang dimiliki oleh semua sekte tingkat tinnggi, Kekaisaran atau organisasi tertentu saja yang berfungsi untuk membawa barang-barang yang sangat banyak dari wilayah yang sangat jauh.


Dan juga sebagai kapal perang yang mengangkut para perajurit di dalamnya.


Dulu benda semacam itu tidak dijual di sisitemnya dan setelah dia meningkatkan versi sistem, Dia berharap mempunyai benda semacam itu juga.


"Hus.. Hus pergilah! jangan mendekati barang mewah ini, karena Mata rendahan seperti mu tidak pantas untuk melihatnya." ucap seorang perajurit yang ada diatas kapal yang merasa terganggu dengan kehadiran Yan Liyan.


Yan Liyan sangat kesal untuk mendengar itu dan hampir saja mengeluarkan teknik barunya untuk menghancurkan porfound Ark di samping. Namun dia menahan semua itu, karena menyadari jika Porfound Ark disamping merupakan milik dari organisasi obat.


Dia akan berurusan dengan banyak kekuatan besar jika dia menghancurkanya dan sekarang ini Yan Liyan belum mampu untuk menghadapi kekuatan besar tersebut.


"Apa yang kalian lakukan disini? Kembali berkerja dasar pemalas!" ucap pria tua yang tiba-tiba muncul dan memarahi dua perajurit itu.


"Tapi dia sangat mencurigakan tuan, bisa saja dia merupakan seorang pencuri yang akan merampas barang-barang yang ada di kapal ini." ucap salah satu perajurit dengan hormat kepada pria tua tersebut.


"Jangan membuat alasan untuk bermalas-malasan! Cepat pergi atau gaji kalian akan aku potong stengahnya!" Pria tua itu memberikan ancamam kepada dia perajurit yang keras kepala itu lagi.


Kedua perajurit yang mendengar itu langsung pergi untuk melanjutkan perkerjaanya tanpa menanggapi perkataan dari pria tua itu lagi.


Pria tua itu kemudian menoleh kearah Yan Liyan.


"Pergilah anak muda! tidak ada sesuatu yang menarik di sini dan ambilah ini! Aku harap itu dapat membantumu." Pria tua itu melemparkan cincin penyimpanan kepada Yan Liyan.


Yan Liyan segera menangkap cincin itu lalu memeriksanya dan ternyata terdapat 1000 Batu kuno tingkat rendah di dalamnya.


Yan Liyan hanya tersenyum, mengerti jika Pria tua tersebut berpikir jika dirinya merupakan seorang pencuri dan memberikan semua Batu itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.


"Hmm.. Ternyata masih ada orang yang benar-benar baik di dunia yang sangat kejam ini." gumam Yan Liyan lalu menyimpan cincin itu kedalam invetory sisitemnya, meskipun dia tidak terlalu membutuhkanya.


Sesampainya Yan Liyan di ibukota Kekaisaran Surgawi, Dia kemudian masuk kedalam dengan membawa 10 Batu Kuno tingkat menengah.


Lalu setelah itu Yan Liyan membeli sebuah rumah yang cukup mewah untuk tempat tinggalnya untuk beberapa hari kedepan.


Dengan membeli rumah dia mempunyai privasi sendiri dan bebas melakukan apa pun.

__ADS_1


__ADS_2