SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Season 2: Harapan


__ADS_3

"Oh ternyata kehadiranku benar-benar membuatmu keluar dari tempatmu itu."


Xiao Yi tidak menyangka jika kahdiranya benar-benar membuat Bing Hua keluar dari dalam kastil. Tadinya Xiao Yi berpikir jika dia setidaknya akan sedikit membutuhkan waktu tapi kenyataanya tidak seperti yang dia pikirkan.


"Xiao Yi! Jangan mengatakan hal yang tidak berguna atau aku akan..


"Membunuhku?"


"Kau!!"


Wusss!


Bing Hua mengeluarkan pedang teratai Biru dari dalam cincin penyimpananya. Jika dia ingin membunuh seseorang, maka tidak ada yang bisa menghentikanya apa lagi sosok itu adalah Xiao Yi yang dianggapnya sebagai penghianat yang pantas untuk mati.


Xiao Yi tersenyum ketika melihat Bing Hua yang terbawa emosi. Mungkin dulu dia akan membujuk Bing Hua untuk tidak terlalu cepat marah lalu mengucapkan hal imut seperti....


"Kakak Hua jangan marah."


Tapi berbeda dengan sekarang. Xiao Yi yang dulu berbeda dengan Xiao Yi yang sekarang. Perbedaan tersebut terlihat sangat jelas bagi orang yang mengenal dekat dirinya.


"Aku bukan orang yang kau kenal seperti dulu lagi Bing Hua. Aku tidak ragu membunuhmu jika keberadaanmu benar-benar mengancam nyawaku."


Xiao Yi juga mengeluarkan senjata andalanya yaitu belati sunyi. Senjata yang dipenuhi oleh aura kematian, aura kematianya lebih tebal daripada belati sunyi yang dulu.


Tidak bisa dibayangkan sudah berapa banyak nyawa yang diambil oleh Xiao Yi menggunakan belati tersebut.


Ketika mereka berdua akan melakukan serangan, Yan Lin tiba-tiba muncul tepat di tengah mereka berdua.


Seketika serangan Xiao Yi dan Bing Hua terhenti. Mereka sama-sama memikirkan hal yang sama yaitu mereka tidak mungkin menyakiti Yan Lin yang sedang mengandung anak dari Yan Liyan.


"Kalian berdua Hentikan ini!!"


Pandangan tertuju pada Xiao Yi, pandanganya menunjukkan perasaan sedih sekaligus marah dalam waktu bersamaan.


"Xiao Yi kedatanganmu hanya membawa banyak masalah dan memperburuk keadaan di tempat ini.


Dan kau Bing Hua! mengurung diri dan saling membunuh tidak akan merubah apa pun."


Air mata keluar dari pelupuk mata Yan Lin. Sudah cukup dia kehilangan Yan Liyan kali ini dia tidak ingin kehilangan seseorang yang berharga lagi.


Melihat Yan Lin yang menangis, Xiao Yi dan Xiao Yo memasukkan kembali senjata mereka. Mereka tahu jika tangisan Yan Lin itu adalah tangisan keputus asaan.


Memang menyakitkan kehilangan seseorang yang sangat dicintai bahkan ketika kita meyakini jika mereka tidaklah mati, tapi hidup dalam hati kita ketika kita masih mengingatnya.


Nyatanya kata-kata itu hanyalah rangkaian kata indah untuk menghibur diri dari perasaan yang sulit untuk dijelaskan, tapi kenyataannya hal itu tidak mudah itu untuk dilakukan.


Di saat mereka sedang bersedih..

__ADS_1


Jiu Wei malah melihat kesempatan untuk menyerang memanfaatkan kelengahan Xiao Yi.


Tapi Xio Yi dengan cepat menyadari hal itu. Dia lalu mengulurkan tanganya kearah Jiu Wei yang melesat kearahnya.


Seketika dari tangan Xiao Yi muncul lubang hitam yang menghisap Xiao Yi kedalamnya, tapi bukanya menghentikan serangan Jiu Wei, serangan itu malah semakin membuat Jiu Wei bergerak dengan cepat menuju Xiao Yi.


"Maatiii!!"


Wusss!


Grak!


Xiao Yi dengan santainya memegang leher Jiu Wei dan mengangkatnya ke atas. Sedangkan Jiu Wei sendiri berusaha untuk memberontak. Gigi taringnya mulai tumbuh dan dirinya semakin memberontak setiap saat.


"Rubah kecil, Aku akan membunuhmu jika kau terus memberontak." Xiao Yi menatap Jiu Wei dengan mata merah darahnya serta aura kematian yang sangat pekat dari dalam tubuhnya.


Jiu Wei tidak bisa menggerakan tubuhnya ketika aura itu menekan dirinya. Aura kematian yang sangat menakutkan, aura itu seakan-akan berbicara jika mencoba memberontak lagi, maka kau akan mati.


Sungguh hal yang menakutkan untuk suatu aura dari seseorang. Mulai saat itu Jiu Wei menyadari jika Xiao Yi berada di tingkat yang berbeda denganya.


Xiao Yi kemudian melemparkan tubuh Jiu Wei seperti melemparkan sampah yang tidak berguna.


Uhuk!


Uhuk!


Jiu Wei terbatuk-batuk dan kesusahan bernafas setelah di lempar oleh Xiao Yi.


Sekarang ini Jiu Wei terlihat seperti seekor semut kecil yang tidak bisa melakukan apa-apa di hadapan Xiao Yi.


Mei Lin merinding ketika melihat kekuatan Xiao Yi. Bahkan Dia sekalipun mustahil mengalahkan Jiu Wei dengan waktu yang sesingkat itu.


Begitupun dengan yang lain. Mereka sangat tahu kekuatan Jiu Wei apa lagi ketika emosinya tidak terkontrol.


"Xiao Yi!! Sebenarnya apa tujuanmu kesini Ha!! Apa kau ingin membuat semuanya menjadi lebih hancur lagi!"


Xiao Yi menoleh kearah Yan Lin. Tatapannya yang tadinya dingin dan dipenuhi niat membunuh seketika menjadi lembut jika berhadapan dengan Yan Lin.


"Aku tidak berniat seperti itu. Justru aku berniat sebaliknya yaitu membuat semuanya menjadi seperti dulu lagi."


"Apa maksudmu!" Yan Lin benar-benar tidak mengerti dengan maksud Xiao Yi. Setelah semua yang dia lakukan, lalu dia berkata untuk membuat semuanya menjadi seperti dulu lagi.


Lelucon dan sandiwara macam apa yang sedang dimainkan oleh Xiao Yi. setidaknya itulah yang Yan Lin pikirkan mengenai Xiao Yi.


"Menghidupkan kembali Liyan'gege."


Deg!

__ADS_1


Semua orang kecuali Mei Lin yang berada di tempat itu sangat terkejut ketika mendengar perkataan Xiao Yi.


Bahkan Jiu Wei sekalipun langsung terbangun walaupun dalam keadaan luka parah. Jika perkataan Xiao Yi itu benar bukankah masih ada harapan agar tuanya hidup kembali.


Dan Jiu Wei akan melakukan apa pun untuk menghidupkan Yan Liyan walaupun harus menyerahkan jiwanya kepada raja iblis sekalipun.


Jika semua itu dapat menghidupkan Yan Liyan kagi, maka Jiu Wei tidak akan merasa ragu sedikitpun untuk melakukannya.


Ya, Bisa dibilang cinta dan kesetian yang dimiliki oleh Jiu Wei suda berada diatas kegilaan.


Bahkan Bing Hua yang tadinya mengeluarkan aura dingin dalam tubuhnya, kini perlahan kembali mereda.


"Atas dasar apa kami harus percaya padamu?"


Yan Lin tidak bisa percaya begitu saja dengan perkataan Xiao Yi ini. Bagaimana pun dia merupakan seorang penghianat dan bisa saja Xiao Yi memiliki suatu rencana dan tujuan tertentu dengan mengatakan ini.


Xiao Yi tanpa basa-basi lagi langsung mengeluarkan 3 benda yang dulunya dimiliki oleh Yan Liyan dan 4 kekasih Yan Liyan tahu betul benda apa yang dikeluarkan oleh Xiao Yi itu.


"Roda takdir!!"


"Ya, roda ini aku temukan berada di dalam jurang kegelapan yang berada di alam bawah. Aku rasa sebelum kematianya Liyan gege membuang benda ini ke sana agar tidak ada seorang pun yang menemukanya."


"Jika kalian bertanya tentang bagaimana aku menemukanya, maka jawabannya adalah yang pertama aku tinggal di alam bawah dan kedua aura Qi milik Liyan gege masih tersisa dalam roda takdir dan aku bisa merasakannya dengan sangat jelas di sana."


Mereka berempat yang mendengar penjelasan Xiao Yi seperti mendengar harapan baru, jika roda takdir bisa menghidupkan kembali Yan Liyan, maka mereka hanya tinggal mencari potongan yang tersisa.


"Aku harap kalian dapat berkerja sama denganku untuk mengumpulkan semua roda takdir ini." Xiao Yi benar-benar berharap agar semuanya dapat berkerja sama untuk mengumpulkan roda takdir.


"Tunggu dulu! Apa kau benar-benar bisa dipercaya? bagaimana jika setelah kita mengumpulkan semua potongan roda takdir. kau akan berkhianat lagi dan menggunakan roda takdir untuk dirimu sendiri."


Kini giliran Xian Ran. Sebagai seorang ratu, dulunya dia telah melihat berbagai macam orang yang menggunakan trik licik untuk memanfaatkan satu orang atau banyak orang hanya untuk meraih tujuan egoisnya.


Dan orang yang memiliki tujuan egois itu menyebut orang yang mereka manfaatkan sebagai pion yang bisa mereka kendalikan sesuka hati mereka.


Hal semacam itu sudah biasa dia lihat dalam kehidupanya dulu dan melihat Xiao Yi yang dulunya berkhianat dan sekarang kembali baik. Bukankah itu sangat patut di waspadai.


"Jika itu memang benar, maka kenapa aku tidak mengumpulkan roda takdir itu sendirian saja. seharusnya kalian sadar jika kekuatan kalian berada jauh di bawahku dan aku sama sekali tidak membutuhkan orang lemah seperti kalian."


"Justru itulah aku curiga padamu. Dengan kekuatan besar yang kau miliki, kau bisa saja menganggap kami sebagai sebuah pion yang dapat kau kendalikan semaumu."


"Ternyata kau merupakan sosok elf yang bodoh ya...


Oh Tidak sepertinya kau merupakan anak baru yang tidak tahu apa pun mengenai hubunganku dengan Liyan gege.


Lihatlah Rubah bodoh itu! Apa kau ingin bernasib sama sepertinya, jika kau mau, maka aku tidak keberatan untuk melakukanya lagi."


Kali ini Xiao Yi merasa sangat marah dengan sosok yang belum lama mengenal Yan Liyan dan baru saja mengenal dirinya, tapi menilai dirinya dengan semaunya saja.

__ADS_1


Jika tidak ada Yan Lin, maka Xiao Yi sama sekali tidak akan ragu untuk membunuh sosok elf di depannya itu.


__ADS_2