
Memikirkan kemungkinan yang bisa saja terjadi, membuat Yan Liyan kembali menghela nafasnya.
"Adik Yi, apa kau mengunjungi Zu'er akhir-akhir ini?" tanya Yan Liyan untuk mengalihakn hal mustahil yang dia pikirkan tadi.
Masih dengan mata tertutup, Xiao Yi mengangguk.
"Aku selalu mengunjunginya tapi kemarin aku bilang padanya jika aku mempunyai urusan penting jadi aku tidak bisa melatihnya untuk hari tapi aku memberikanya sumberdaya agar dapat meningkatkan tingkat kultivasi miliknya yang telah berada diranah langit."
Yan Liyan tersenyum ketika mendengar ucapan dari Xiao Yi.
"Dia memang lumayan berbakat, walaupun Qi ditempat ini sangat melimpah tapi bagi kultivator pemula sepertinya, hal itusangat-sangatlah lumayan." gumamnya.
Padahal belum 1 bulan Zu'er bisa berkultivasi tapi sekarang berada ditingkat langit, Benar-benar sangat berbakat untuk anak seusianya.
"Kalau begitu, Apa kau tidak keberatan Adik Yi?"
Xiao menggeleng sambil memeluk Yan Liyan.
"Tidak, Aku sangat keberatan. kau telah pergi selama dua hari bukan? jadi biarkan aku seperti ini dulu." ucap Xiao Yi yang kali ini benar-benar sangat manja pada Yan Liyan.
Yan Liyan yang mendengar itu membiarkanya saja lagipula dia tahu jika Xiao Yi masih belum bisa melupakan ingatan buruknya.
"kakak Liyan.. panggil Xiao Yi lagi
"Ada Apa..? tanya singkat Yan Liyan.
"Mmm.. Diantara mereka bertiga, Siapa orang yang kamu sukai?" tanya Xiao Yi yang membuat Yan Liyan terkejut dengan hal itu.
"Bertiga..?
"Ya.. Bing Hua, Yan Lin dan Yin Zu. siapa yang orang yang paling kamu sukai diantara mereka bertiga?" Xiao mengulang pertanyaan dengan sangat jelas karena jujur saja hal itu telah sangat lama menjanggal dalam pikiranya.
Yan Liyan terdiam ketika mendengar pertanyaan dari Xiao karena dia sama sekali belum pernah memikirkan hal semacam itu sebelumnya.
"Entahlah mungkin Aku lebih menyukai Han Guang." jawab Yan Liyan yang tidak menyebut tiga kategori yang telah disebutkan oleh Xiao Yi.
Yan Liyan tiba-tiba merasakan tatapan tajam dari Xiao Yi ketika selesai mengatakan hal itu.
"Jadi kau tidak menyukai salah satu dari mereka bertiga?"
__ADS_1
"Ah... Aku tidak bermaksud seperti itu hanya saja aku tidak ingin memilih salah satu yang akan membuat mereka akan kecewa nantinya." ucap Yan Liyan dengan jujur pada Xiao Yi.
Jujur saja jika Yan Liyan bilang menyukai salah satu diantara mereka maka pasti Xiao Yi akan mengatakan ucapanya tersebut pada mereka bertiga yang akan membuat salah satu diantara mereka akan kecewa dan Yan Liyan tidak bisa mencegah hal itu terjadi.
Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk bagaimanapun dia sangat tahu dengan sifat Yan Liyan.
"Jadi Siapa yang kau sukai diantara mereka bertiga, berkatalah dengan jujur karena mereka sama sekali tidak akan kecewa sebab aku sama sekali tidak akan mengatakan hal tentang pembicaraan ini pada mereka."
"Mungkin." gumam pelan Xiao Yi melanjutkan perkataanya tadi disertai senyuman tipis diwajahnya.
Yan Liyan yang mendengar hal itu semakin ragu untuk memilih salah satu diantara mereka dan jika dia tidak menjawab, Xiao Yi pasti akan terus memaksanya.
Di desak terus pertanyaan olehnya membuat Yan Liyan sangat kebingungan.
"Adik Yi, Ba.. bagaimana kalau Ak..Aku memilih mereka bertiga." ucap Yan Liyan dengan suara terbata sangat gugup ketika mengatakan hal seperti itu.
Sedangkan Xiao Yi sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari Yan Liyan.
Dia membuka matanya lalu menatap lekat-lekat Yan Liyan yang terlihat sangat gugup ketika ditatap oleh Xiao Yi.
"Kau sangat serakah." ucap Xiao Yi singkat.
Yan Liyan tersenyum kecut ketika mendengar ucapan dari Xiao Yi tapi ada sesuatu yang menjanggal darinya tapi Yan Liyan memutuskan untuk tidak bertanya.
"................"
Kini Malam telah tiba..
Di kursi meja makan terlihat Xiao Yi duduk dengan senyuman diwajahnya karena kali ini Yan Liyan yang akan memasakan sesuatu untuknya.
Tidak lama kemudian, Yan Liyan datang dengan dua porsi makanan, Dia menyajikan satu porsi pada Xiao Yi serta satu gelas air putih.
Xiao Yi tersenyum lalu mengambil sumpit dan memakan makanan itu.
Setelah selesai makan, Mereka berdua memilih untuk berbincang-bincang terlebih dahulu.
"Jadi apa rencanamu selanjutnya?"
"Entahlah, mereka akan membutuhkan banyak waktu untuk menyerap habis sumberdaya yang aku berikan jadi aku akan menghabiskan waktu itu untuk melatih Zu'er."
__ADS_1
Dia juga telah merencanakan hal itu karena ruang invetory sistem sudah tidak bisa lagi digunakan untuk berkultivasi karena sama sekali tidak berpengaruh kultivasi ditingkatkanya yang sekarang.
Xiao Yi mengangguk mengerti dengan maksud dari Yan Liyan jika Yan Liyan akan cepat-cepat melatih Zu'er agar dia semakin kuat sebelum mereka akan meninggalkan alam tingkat menengah.
Ketika Xiao Yi memikirkan hal itu, secara tiba-tiba muncul pertanyaan besar dan menurutnya sangat penting dalam benaknya.
"Kakak Liyan Kepada Siapa wilayah ini akan diberikan ketika kita melanjutkan petualangan? kita tidak akan membiarkanya wilayah tanpa nama tertinggal tanpa seorang pemimpin bukan?"
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum, sebenarnya dia telah memikirkan hal itu sejak dari awal dia membangun kastil dan menemukan jawaban yang tepat ketika mereka pergi kelembah kesengsaraan.
"Aku akan memberikan wilayah ini pada kekisaran Xue setidaknya wilayah ini akan sangat aman ketika berada di bawah kekuasaan mereka." ucap Yan Liyan.
Dia jua telah mempertimbangkan bebarbagai hal dalam mengambil keputusan itu.
Hal tersebut yaitu sejak dulu Kekaisaran Xue sangat disegani oleh kekaisaran yang lain, Leluhur dan Kaisar mereka memiliki rana tingkat kultivasi berada dipuncak kultivasi alam tingkat menengah yaitu stengah dewa setelah mengonsumsi tanaman bunga keabadian pemberian dari Yan Liyan.
Dan yang ketiga mereka merupakan kekaisaran netral yang tidak berpihak pada siapapun.
Mempertimbangkan hal itu membuat Yan Liyan sangat Yakin jika Wilayah tanpa nama akan sangat aman jika berada dibawah kekuasaan mereka.
Sedangkan Xiao Yi hanya mengangguk ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan karena menurutnya keputusan itu sangat benar dan sangat tepat, Dia juga tahu sifat dari Xue Lin yang tidak haus akan harta dan kekuaasaan.
Tapi...
'Apa dia akan menerima hal itu? aku pikir tidak, Melihat dari tingkah lakunya saja, Aku sudah menebak jika Dia menyukai Yan Liyan dan pasti memutuskan Untuk ikut denganya tapi apa Yan Liyan akan menyetujui hal itu.' batin Yan Liyan memikirkan seluruh kemungkinan yang akan terjadi dimasa depan nanti.
Xiao Yi lalu memandang Yan Liyan dengan rumit sekaligus kasihan padanya.
"Hidupmu benar-benar sangat rumit? dan penuh dengan masalah." ucap Xiao Yi yang sebenarnya tidak masuk dalam pembicaraan mereka berdua.
Tapi Yan Liyan hanya tersenyum, mengerti dengan Apa yang dipikirkan oleh Xiao Yi.
"Aku tahu, dan Kau tidak perlu memberitahukanku hal seperti itu padaku, Lagipula ini bukan yang pertama kalinya seseorang ingin ikut denganku bukan?" ucap Yan Liyan memikirkan Muridnya Lin Xi yang berada dialam tingkat rendah.
"Jadi apa kau ingin membiarkanya mengikutimu atau tidak..?" tanya Yan Liyan dengan penasaran.
"Entahlah.. kita lihat saja nanti." jawab Yan Liyan dengan penuh ketidak pastian.
Xiao Yi hanya menghela nafas ketika mendengar jawaban dari Yan Liyan.
__ADS_1
"Terserah dengan apa yang kau pikirkan dan apa yang kau putuskan dimasa depan nanti tapi aku harap hal itu tidak akan menyakiti perasaanya." ucap Xiao Yi lalu berjalan menuju kelantai atas untuk beristirahat meninggalkan Yan Liyan yang sedang termenung sendiri ditempat itu.
"Hal ini benar-benar sangat sulit." gumamnya.