SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Pergantian Pemimpin Ras Elf


__ADS_3

5 hari berlalu.....


Di Wilayah ras elf....


Terdapat banyak sekali kerumunan dari ras elf yang semuanya sedang berkumpul di depan istana. Mereka saaat ini akan menyaksikan pemindahan kekuasaan dari Xian Ran kepada Adiknya Xian Zu.


Beberapa hari yang lalu Xian Zu berulang kali mempertanyakan keputusan dari kakaknya yang ingin menyerahkan kekuasaanya kepadanya dan berusaha untuk mencegah hal itu terjadi, karena hal ini demi masa depan ras elf.


Namun keputusan Xian Ran sudah bulat. Dia memutuskan untuk melepaskan status dan kedudukannya saat ini dan juga meyakinkan adiknya jika dia bisa memimpin wilayah ras elf lebih baik daripada dirinya.


Di sebuah altar dan di didepan altar itu terdapat pohon yang sangat besar dan mengeluarkan aura kehidupan yang pekat tapi tidak sepekat aura pohon kehidupan.


Pohon tersebut bernama pohon utama yang merupakan pusat dari wilayah ras elf dan dipercayai pohon tersebut sebagai pemberi kehidupan bagi setiap mahkluk hidup yang tinggal di wilayah mereka.


Sehingga pohon itu sangat disakralkan keberadaanya dan pengangkatan pemimpin wilayah elf yang baru harus di depan pohon utama, agar pohon tersebut senantiasa melindungi wilayah ras elf dan pemimpin mereka.


Yan Liyan, Jiu Wei, Mei Lin, Bing Hua, Xuan Wu, Zi Mo, Chi Ziran, Xia Lin ikut menghadiri penobatan itu sebagai saksi penting dari diangkatnya pemimpin baru ras elf.


Sedangkan Di atas altar...


Xian Ran sedang berdiri berhadapan dengan adiknya, Dia tersenyum kepada adiknya untuk memberikan rasa optimis sekaligus sebagai tanda mungkin dia tidak akan bertemu dengan adiknya itu untuk waktu yang lama.


"Kakak..


Terlihat buliran air mata jatuh di pelupuk mata Xian Zi yang menandakan kesedihan mendalam yang sedang dia rasakan saat ini.


Xian Zi mengerti arti dibalik senyuman kakaknya itu, karena dia juga tahu alasan dibalik pemberian posisi pemimpin ras elf kepadanya.


"Tenang saja, semua akan berjalan dengan lancar. Percayalah pada diri mu sendiri. Aku sangat yakin jika dimasa depan nanti kau akan menjadi pemimpin yang lebih baik dariku."


Setelah Xian Ran mengatakan itu.


Dia kemudian melepaskan mahkota indahnya dan secara perlahan memakaikam mahkota indah itu di kepala Xian Zi.


Wusss!


Permata hijau yang ada di mahkota tersebut bersinar terang dan juga mengeluarkan aura kehidupan yang pekat sehingga membuat pohon utama berhembus kencang dan daunya jatuh menimpa mahkota itu yang membuat sinar kehijauanya semakin terang.


Hal itu Menandakan pemindahan kepemimpinan telah selesai dan tidak unsur ke terpaksaan di dalam prosesnya.


Para Ras Elf langsung menundukkan kepala mereka untuk menyambut pemimpin baru mereka.


"Hormat Yang Mulia!"


Sedangkan para pendataang menurunkan mahkota atau senjata sebagai pertanda penghormatan dan perdamaian diantara para ras yang hadir ditempat itu.


Setelah acara penyerahan kekuasaan telah selesai..


Para pemimpin ras lain mengucapkan selamat dan tentunya memberikan beberapa hadiah kepada pemimpin baru ras elf itu hanya untuk sebagai formalitas.


"Ini adalah senjata busur panah yang terbuat dari kekuatan ras peri, Kau pasti mengetahui kekuatan dari ras peri bukan?"


Awalnya Xian Zi tidak percaya jika senjata itu mempunyai kekuatan dari ras peri dimana ras tersebut telah lama punah. Namun ketika merasakan aura kehidupan yang berbeda dari ras elf dan dryad maka tidak diragukan lagi, jika senjata itu memang mempunyai kekuatan ras peri.


"Bukankah ini terlalu berharga? Apakah kau benar-benar ingin memberikan senjata itu padaku?"


tanya Xian Zi untuk mempertanyakan keputusan dari Yan Liyan bukan Xian Zi saja yang terkejut dengan senjata pemberian Yan Liyan namun pemimpin yang lainya juga dan tentunya mereka tahu apa itu rasa peri.

__ADS_1


"Aku memberikanmu senjata ini tentu saja tidak gratis namun aku menggunakanya sebagai alat tukar."


"Alat tukar?"


"Ya, alat tukar...


Yan Liyan memegang tangan Xian Ran dan memeluk lehernya dari belakang.


"Kau harus memberikan kakak tercintamu ini kepadaku."


Xian Zi tersenyum kecut dengan maksud dari Yan Liyan.


"Jika pun aku tidak memberikanya.. Dia akan tetap menyerahkan dirinya sendiri kepada mu." ucap Xian Zi lalu memasukkan senjata busur panah itu kedalam cincin penyimpananya.


Kini giliran Chi Ziran yang memberikan hadiah kepada Xian Zu.


Chi Ziran menangis dan menampung air matanya kedalam botol giok kecil lalu memberikan botol giok yang berisi air matanya itu kepada Xian Zu.


"Untuk membuktikan keasliannya aku melakukanya di depan semua orang dan aku rasa tidak ada satu pun orang yang tidak tahu manfaat sumberdaya berharga itu, jadi aku tidak perlu menjelaskanya lagi." jelas Chi Ziran yang mempunyai cara berbeda untuk memberikan hadiah.


"Itu memang berharga, tapi sedikit menjijikkan dan Aku tidak bisa membayangkan jika itu adalah air mata yang keluar karena keterpaksaan.. Bukankah itu malah akan membahayakan adikmu, Xian Ran."


Pletak!


Suara pukulan kecil dikepala Yang Liyan terdengar dan membuat Yang Liyan meringis kesakitan.


"Jangan bicara yang tidak-tidak! jelas semua orang juga bisa membedakan warna dari air mata Phoenix yang keluar secara keterpaksaan."


Memang warna air mata yang keluar secara paksa akan tampak keruh dan hal itu malah akan berbahaya bagi sosok yang mengonsumsinya.


"Bilang saja kau iri, 'kan?"


"Iri? Apa kau bercanda. Aku mempunyai yang lebih baik." Yan Liyan beralih kepada Mei Lin yang berdiri disampingnya.


Chi Ziran berdecak kesal ketika melihat itu. Siapa pun akan merasa iri dengan keberuntungan yang dimiliki Yan Liyan.


Sedangkan Xuan Wu tertawa sambil memukul-mukul bahu Zi Mo.


"Lihatlah bocah yang berasal dari ras manusia itu! Dia benar-benar mempermainkan pemimpin ras Phoenix es."


Zi Mo juga tertawa dalam hati ketika melihat kejadian itu.


"Kau benar."


"........... "


Setelah acara pemberian hadiah dan juga beberapa jamuan yang diadakan selesai.


Semua pemimpin dari rasa lain bergegas pergi menuju wilayah mereka masing-masing begitupun dengan Yan Liyan dan empat kekasihnya kecuali Xian Ran.


"Hmm.. Sepertinya aku mempunyai ide baru untuk menjaga Niao Yinyue atau calon pemimpin Kekaisaran es dari bahaya yang mungkin saja dimasa depan akan terjadi." gumam Yan Liyan sedangkan yang lainnya mengabaikan gumaman Yan Liyan.


Malam Harinya...


Di istana Kekaisaran Es utara...


Yan Liyan dan Mei Lin berjalan menuju kamar Bing Hua untuk mengurus sesuatu.

__ADS_1


"Apa yang akan kau lakukan. Dan kenapa aku juga yang harus menemanimu."


"Lihat saja nanti. Kau pastinya akan sangat terkejut."


Sesampainya di depan pintu kamar, Yan Liyan langsung membukanya sehingga Bing Hua yang berada di dalam sangat terkejut.


"Liyan'gege! Setidak ketuk pintu dulu sebelum masuk! Kau membuatku sangat terkejut." ucap Bing Hua yang kesal dengan tindakan Yan Liyan bukan hanya Bing Hua tapi Mei Lin juga.


"Hehe.. Maaf, Aku terlalu bersemangat sampai-sampai aku lupa mengetuk pintu."


"Memangnya ada urusan apa sampai segitunya..


"Malam ini berikan aku mahkota paling berhargamu itu..


Ucap Yan Liyan yang membuat Mei Lin Dan Bing Hua terkejut. Mereka menunjukan ekspresi wajah memerah malu ketika mendengar perkataan Yan Liyan tadi.


"Tapi.. Liyan'gege..


"Apa? Sebaiknya berikan dengan cepat..


" Tapi...


Bing Hua melirik kearah Mei Lin..


Mei Lin yang mengerti hanya mengangguk..


"Sebaiknya Aku keluar dulu." Mei Lin tanpa memperdulikan tanggapan Yan Liyan langsung keluar dari tempat itu dan menutup pintu rapat-rapat dan menyuruh para pelayan untuk tidak mendekati kamar Bing Huan


"Liyan'gege.. Apa kau serius untuk mengambilnya malam ini?" Bing Hua bertanya dengan malu-malu.


"Ya, Aku serius! Sebenarnya aku ingin mengambilnya tadi siang. Namun aku mempunyai urusan yang harus aku selesaikan terlebih dahulu."


Wajah Bing Hua semakin memerah padam ketika mendengar itu.


"Baiklah, Aku akan memberikan mahkota paling berhargaku kepadamu." ucapnya dengan penuh tekad, dia berajanji jika malam ini dia akan kehilangan mahkota paling berharganya.


Bing Hua kemdian mulai melepas gaunya secara perlahan dan tidak lama kemudian sekarang ini Bing Hua hanya mengenakan pakaian tipis.


"Liyan'gege ini merupakan yang pertama untukku. Aku sangat mencintaimu." ucap Bing Hua dengan lembut sambil memeluk Yan Liyan dengan penuh kasih sayang.


Sedangkan Yan Liyan langsung mengambil mahkota Bing Hua yang berada di kepalanya ketika sedang dipeluk oleh Bing Hua.


"Selesai. Terimakasih Hua'er."


"Eh!" Bing Hua sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Yan Liyan.


"Apa maksud dari semua ini Liyan'gege?!"


"Aku meminjam mahkotamu untuk diberikan artefak penambah yang akan melindungi Niao Yinyue dimasa depan nanti." ucap Yan Liyan lalu berbalik menuju keluar kamar Bing Hua.


Bing Hua yang mendengar itu mengerutkan keningnya dan aura dingin seketika keluar dari dalam tubuhnya.


Bing Hua kemudian melesat dan mengarahkan pukulan terkuatnya kearah Yan Liyan.


"Dasar Yan Liyan Bodoh!!!"


Boommm!

__ADS_1


__ADS_2