
"Rubah tua? Kenapa anda memanggil ibuku dengan sebutan seperti itu?" Yan Liyan mencoba untuk tetap tenang meskipun sebenarnya Yan Liyan merasa sedikit kesal karena ibunya disebut seperti itu.
Jika saka yang menyebutnya bukan Ibu Bing Hua, Yan Liyan tanpa pikir panjang akan langsung menyerangnya.
"Maaf.. Maaf.. Aku lepas kendali, itu juga bukan salahku sih, karena kau membuatku sangat terkejut ketika mengetahui kau adalah anak dari Xiu Rong.
Asal kau tahu saja, jika Xiu Rong adalah orang yang sangat aku kenali."
"Ibu.. Mengenal ibu Liyan'gege?" Bing Hua bertanya dengan ekspresi terkejut ketika mendengar perkataan ibunya. Muncul juga sedikit kekhawatiran dihatinya.
Dilihat dari penyebutan ibunya terhadap ibu Yan Liyan. Bing Hua berpikir jika ibu Yan Liyan dan ibunya merupakan musuh lama.
Jika hal tersebut nyata, bukankah ibunya tidak akan menyetujui hubunganya dengan Yan Liyan.
Berbagai macam pikiran yang menakutkan muncul dibenak Bing Hua yang membuat dirinya merasa sangat tertekan.
"Ya, tentu saja aku mengenalinya, itu karena Kami berasal dari alam yang sama dan hubungan kami berdua bisa dibilang tidak begitu baik."
"Apa ibu bermusuhan dengan ibu Liyan'gege."
"Tidak, Bukan seperti itu...
Bing Hua dan Yan Liyan kebingungan dengan alasan kenapa Xue Yu terlihat seperti begitu membenci ibu Yan Liyan.
"Lalu, Apa yang membuat ibu terlihat benci pada ibu Liyan'gege?"
"Sebenarnya aku tidak membencinya hanya saja..
Xue Yu menghentikan perkataanya lalu menghela nafas panjang . Setelah itu Xue Yu menceritakan awal mula kenapa dia sangat kesal pada Xiu Rong.
Di alam keabadian terdiri dari berbagai macam sekte yang mencangkup orang-orang hebat dengan tingkat kultivasi berada diatas rata-rata.
Seorang kultivator yang berada di alam abadi bukan berati mereka akan hidup abadi. Sejatinya mereka hanya mempunyai usia yang sangat panjang, tapi jika mereka dibunuh oleh kultivator lain maka mereka juga akan mati.
Ya, bisa dibilang orang-orang di alam kebadian tidak bisa mati karena faktor usia atau penyakit biasa, mereka akan tetap hidup dan awet muda sesuai yang mereka inginkan tergantung setinggi apa tingkat kultivasi mereka.
Dan mengenai sekte, sekte di alam kebadian terbagi menjadi tiga jenis yaitu sekte aliran putih, Aliran hitam, dan aliran netral, dan ketiga jenis sekte itu terdiri dari tiga tingkatkan yaitu sekte bawah, menengah dan sekte atas.
Tingkatan dari sekte tersebut menujukan kualitas dan seberapa kuatnya sekte itu.
__ADS_1
Jenis sekte aliran netral terkadang lebih condong berpihak kepada aliran putih.
"Mm.. Jika aku boleh tahu ibu berasal dari sekte...
"Hei.. jangan memotong pada saat aku bercerita." Xue Yu memandang tajam Yan Liyan menyuruhnya untuk diam.
Sedangkan Yan Liyan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tertawa cengesan.
"Baiklah, bu."
Ibu Yan Liyan kemudian melanjutkan ceritanya.
Sekte aliran putih sering disebut sebagai dari 5 sekte penjaga.. terdiri dari sekte Pedang, Naga Cahaya, Teratai Beku, Yin dan Yang, dan sekte yang terakhir adalah.. Mm.. mereka menyebut diri mereka sebagai akademi sihir.
Dari keilima sekte itu terdapat 5 sosok unggulan yang akan memimpin sekte dimasa depan nanti. dan Xue Yu temasuk dari sosok unggulan itu.
Xue Yu berasal dari sekte Teratai beku yang dipimpin oleh keluarga Xue dan ibu mu berasal dari sekte pelindung yang dipimpin oleh keluarga Xue.
Xue Yu dan Xiu Rong merupakan saingan atau bisa dibilang sebagai rival, walaupun hanya Xue Yu yang menganggap Xiu Rong sebagai rivalnya sedangkan Xiu Rong bahkan sama sekali tidak menganggap Xue Yue itu tidak terlalu penting bahkan terkadang dia menganggapnya sebagai sosok penganggu karena selalu menantangnya tanpa alasan.
Dan pada akhirnya Xue Yu selalu dikalahkan oleh Xiu Rong pada saat pertarungan.
"Jadi, apa hal itu yang membuat ibu benci dengan ibu Liyan'gege?"
Bing Hua yang mendengar itu akhirnya mengerti dengan alasan kenapa ibunya terlihat membenci ibu Yan Liyan. Ini seperti Jiu Wei dan Mei Lin.
'Aku memang tidak tahu rasanya seperti apa, tapi mungkin Jiu Wei mengetahuinya.'
"Lalu, kenapa ibu bisa berada di alam ini?" Sebenarnya Jiu Wei dari awal ingin menanyakan hal itu. Namun dia agak sedikit ragu jika dia menyinggung perasaan ibunya.
"Aku bersembunyi di alam ini karena suatu masalah?"
"Masalah? Apa ibu bisa menceritakanya padaku. Aku akan membantu menyelesaikannya jika..
"Tidak. Aku tidak ingin putriku terbawa masalah yang aku buat dulu. Mungkin itulah alasan ayahmu mengapa dia tidak menceritakan banyak hal tentang diriku kepadamu dulu." sebagai seorang ibu tentunya Xue Yu tidak ingin putrinya menanggung masalah yang telah dia lakukan dimasa lalu.
"Apa ayah juga mengetahui semua itu?"
"Tentu saja, Kami berasal dari alam yang sama, hanya saja kekuatan Ayahmu berkurang sangat drastis ketika dia tiba di alam ini."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Xue Yu kemudian menoleh kearah Yang Liyan.
"Jika ada yang ingin kau tanyakan maka bertanyalah. Masih ada banyak waktu sebelum aku menghilang, jadi bertanyalah sesukamu." Xue Yu melihat jika Yang Liyan ingin bertanya tapi sepertinya dia terlihat ragu untuk bertanya.
"A-Apa Ibu mengetahui sesuatu tentang Ayah kandungku. Aku sama sekali tidak mengetahui sesuatu pun tentangnya."
Xue Yu merasa keteranan ketika mendengar itu, kenapa Xiu Rong tidak menceritakan mengenai sosok Ayahnya pada anaknya sendiri.
"Maaf aku tidak bisa menceritakanya, karena Jika ibu mu sama sekali tidak menceritakan sesuatu tentang ayahmu, maka aku sama sekali tidak mempunyai hak untuk menceritakanya, tapi mungkin aku akan memberitahu mengenai suatu hal tentang ayahmu.
"Ayahmu bernama Zhou Fang. Dia merupakan kuda hitam pada pertandingan antar sekte karena berhasil memenangkan pertandingan itu padahal dia bukan berasal dari 5 sekte aliran putih atau 5 sosok unggulan. Selain itu Ayahmu juga merupakan sosok pemuda yang tampan sama seperti dirimu, tapi sifatnya yang sangat dingin membuatnya dijauhi oleh banyak orang.
Hingga suatu hari aku mendengar dari Xiu Rong sendiri jika dirinya dan Zhou Fang telah menjadi seorang kekasih.
Aku tertawa terbahak-bahak ketika mendengar itu dan menjuluki mereka berdua sebagai pasangan dingin dan hampa."
Xue Yu tersenyum ketika mengingat masa-masa mudanya dulu.
"Dan setelah aku meninggalkan alam keabadian, Aku tidak mengetahui apa-apa lagi tentang mereka berdua."
Yan Liyan terdiam ketika mendengar itu, walaupun informasi yang dia dapatkan tidak seperti yang dia inginkan. Namun Yan Liyan bisa memaklumi hal itu dan setidaknya sekarang dia telah mengetahui nama ayahnya.
Yang Liyan berharap jika Ibu Bing Hua menceritakan identitas ayahnya secara detail, tapi ketika mendengar jika dia tidak mempunyai hak untuk mengatakanya padanya. Yang Liyan hanya pasrah.
"Terimakasih."
"Um.. Sama-sama."
"Dan ya.. Jika aku boleh tahu.. Sebenarnya Apa tujuan kalian masuk kedalam ruang rahasia ini, Dari ekspresi yang ditunjukan oleh Bing Hua tadi, sepertinya kalian tidak berniat untuk menemuiku."
Setelah mendengar pertanyaan dari Xue Yu. Yan Liyan kemudian menceritakan tentang tujuan mereka datang ke tempat ini, yaitu untuk mencari potongan artefak roda takdir.
"Jadi, seperti itu ya.. Potongan roda takdir yang kalian cari memang ada padaku. Dulu Aku mendapatkan potongan roda takdir dari reruntuhan kuno pada saat melakukan petualangan di alam keabadian dulu.
Potongan roda takdir itu juga berfungsi untuk membuat jiwaku itu masih tetap utuh.
Aku akan dengan senang hati memberikan potongan roda takdir itu pada kalian berdua, karena dari awal aku memang berniat untuk menberikanya pada putriku dan jika Putriku tidak menemukan keberadaan ruang rahasia ini, maka mungkin saja aku akan memberikannya pada orang yang menurut pantas untuk memilikinya." Jelas Xue Yu dengan senyuman tulusnya.
Sedangkan Bing Hua merasakan ada sesuatu yang menjanggal dari perkataan ibunya tadi.
__ADS_1
"Apa itu berarti jika potongan roda takdir tersebut kami ambil maka Ibu akan menghilang dengan cepat?"
"Ya, Bisa dibilang seperti itu."