SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Kembali ke Ibukota


__ADS_3

1 hari kembali berlalu....


Seperti biasa Yan Liyan duduk dikursi sambil meminum teh yang menjadi rutinitasnya setiap pagi, menunggu Yin Su menyelesaikan masalah sektenya.


Tidak lama kemudian muncul Yin Su dan Yin Zu didepanya.


"Apa kalian sudah menyelesaikan semua masalah yang berkaitan dengan sekte Es?


Aku tidak ingin ada hambatan diperjalanan karena hal itu.." ucap Yan Liyan.


"Aku sudah menyelesaikan semuanya dan juga aku ber alasan untuk pergi terlebih dahulu dari sekte ini untuk melakukan suatu hal yang penting.


Dan juga dua tetua sekte Es telah menerobos kerana pertapa suci ☆1." ucap Yin Su.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.


"Aku tahu jika jiwa mereka sudah terikat denganku maka kalian berdua tidak perlu khawatir lagi dengan sekte ini bukan..." kemudian Yan Liyan menoleh kearah Yin Zu yang masi menunduk.


Yan Liyan ingin mengatakan sesuatu tapi niatnya terhenti ketika mendengar..


[Ding.... selamat tuan membunuh 100 kultivator tingkat Raja bumi mendapatkan 100.000 poin sistem dan 1jt poin pengalaman.]


Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.


'sepertinya Bing Hua sudah mulai melakukan pembantaian.' batin Yan Liyan memandang Yin Su dan Yin Zu.


"Apa kalian sudah menyiapkan barang-barang kalian..? kita akan pergi sekarang." ucap Yan Liyan.


"kami memang sudah menyiapkan seluruh barang-barang kami didalam cincin penyimpanan, tapi kenapa tuan terlihat sangat terburu-buru sekali?" tanya Yin Su keheranan dan diangguki oleh Yin Zu.


"Karena sepertinya mereka sudah mulai bergerak." jawab Yan Liyan.


Yin Su yang mendengar itu hanya mengangguk karena mengerti akan maksud dari Yan Liyan.


Yan Liyan lalu pergi kehalaman tempat tinggalnya yang tidak terlalu luas diikuti oleh Yin Zu dan Yin Su.


Mereka melihat Xiao Yi sedang menemani Yan Lin yang sedang melatih tehknik pedangnya.


"Untuk sekarang hentikan dulu latihan kalian! karena kita akan segera pergi dari Sekte ini." ucap Yan Liyan pada mereka berdua.


Xiao Yi dan Yan Lin yang mendengar itu hanya mengangguk dan melesat kearah Yan Liyan.


"Hei kakak Liyan kenapa kau tidak memasukan kami berdua kedalam ketempat yang indah itu agar kami bisa berlati?" tanya Xiao Yi.


"lain kali saja adik Yi. lagipula Yan Lin harus terbiasa untuk terbang bukan..." jawab Yan Liyan.


"Um.. aku mengerti tapi...


Sebelum ucapan Xiao Yi selesai Yan Liyan langsung melesat terbang diikuti oleh Yin Su, Yin Zu dan Yan Lin dibelakangnya.


Sedangkan Xiao Yi yang ditinggalkan sendiri hanya menginjak tanah dengan keras sambil menggerutu tidak jelas lalu melesat terbang menyusul mereka berempat dengan ekspresi kesal.

__ADS_1


"Bukankah.. yang disarankan oleh Xiao Yi itu ada benarnya tuan." ucap Jiu Wei yang berada dibahu Yan Liyan.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya menghela nafasnya.


"Alasanku melarang mereka berlatih ditempat itu karena ditempat itu terdapat banyak sekali energi kehidupan dan kau tahu kan... jika mereka mengeluarkan tehknik mereka.


maka Energi kehidupan itu akan terurai karena sifatnya yang lemah dengan energi Elemen." jelas Yan Liyan pada Jiu Wei.


Jiu Wei yang mendengar itu sangat terkejut karena baru mengetahui tentang hal seperti itu.


"Apa Mei Lin mengetahui tentang hal itu.? tanya Jiu Wei dengan ekspresi wajah serius.


Yan Liyan yang melihat ekspresi serius dari Jiu Wei kebingungan tapi dia hanya mengangguk.


"Mei Lin sangat tahu akan hal itu."


"oleh karenanya, aku melarangnya untuk mengeluarkan Elemen api atau melakukan latihan ditempat itu, sampai pohon kehidupan selesai menyerap seluruh energi kehidupan yang ada ditempat itu." ucap Yan Liyan.


Jiu Wei yang mendengar ucapan Yan Liyan mengertakan gigi dan mengumpati Mei Lin dalam hatinya.


'Sialan kau Mei Lin! dasar licik kau sialan!'


batin Jiu Wei penuh kebencian terhadap Mei Lin ketika mengingat kembali Mei Lin mengancamnya menggunakan aurah yang dimilikinya.


Yan Liyan yang melihat ekspresi kebencian dari Jiu Wei hanya membiarkannya, karena dia bisa mengetahui kalau rasa kebencian Jiu Wei tidak ada hubungannya denganya.


Sebagai tuan dari Jiu Wei dia bisa mengetahui hal itu.


"Sampai kapan Energi kehidupan itu akan habis diserap oleh pohon kehidupan?"


"Hmmm... Dengan bantuan aray yang sudah aku pasang, mungkin membutuhkan waktu sekitar 2 bulan." jawab Yan Liyan.


Jiu Wei yang mendengar itu hanya mengangguk dan bertekad untuk menjadi lebih kuat daripada Mei Lin untuk membalas perbuatanya padanya.


'Aku akan membalas semua penghinaan ini.' batin Jiu Wei.


"......................"


Di suatu tempat, tepatnya di dalam hutan. Terlihat sosok dengan jubah hitam dan topeng putihnya berjalan diantara mayat-mayat menuju sebuah kereta kuda yang terlihat mewah.


Di dalam kereta kuda itu terlihat seorang gadis yang sangat ketakutan ketika melihat sosok itu berjalan menuju kearahnya.


"Cih.... Itulah sebabnya jka kau terlalu bergantung pada sumberdaya untuk meningkatkan kultivasi


tanpa melatih sebuah tehknik yang berguna untuk melindungi dirimu sendiri." ucap sosok itu membuka pintu kereta kuda secara paksa.


"Si-siapa kau..... Apa kau tidak tahu siapa aku? aku peringatkan padamu untuk tidak mendekat atau...


"Atau apa? apa kau ingin mengancamku dengan status yang kau miliki?


sayangnya itu tidak berguna padaku." ucap sosok itu lalu membuka topengnya.

__ADS_1


"Kau... peserta dari sekte Es waktu itu." tiba-tiba dia teringat akan suatu peringatan padanya yang disampaikan salah satu sekte Es padanya waktu itu.


"Jangan-jangan kau...


"Ya. Seperti yang kamu pikirkan, aku ditugaskan oleh tuan untuk melindungi anda putri Han Guang." ucap Bing Hua dengan datar.


Han Guang yang mendengar itu menghela nafasnya.


"Huh.... aku kira jika aku akan mati hari ini."


"Jadi dia suda mengetahui keadaan yang akan menimpa kekaisaran sejak awal." Han Guang ketika mengingat saran dari Yan Liyan untuk berhati-hati dengan Du Ming.


"Ikutlah denganku! kita berdua akan pergi ditempat yang aman sambil menunggu kedatangan tuan." ucap Yan Liyan.


"Baik, aku mengerti." Bing Hua melesat pergi dari tempat itu diikuti oleh Han Guang dibelakangnya.


".................."


Hari suda mulai menjelang malam...


Yan Liyan masih terbang diikuti oleh 4 orang dibelakangnya.


"Kakak Liyan sebaiknya kita istirahat dulu! aku sudah sangat kelelahan." ucap Xiao Yi dengan memelas.


"Sebentar lagi kita akan sampai adik Yi. Jadi jangan mengeluh, lagipula seorang pertapa suci sepertimu tidak akan kelelahan hanya dengan hal seperti ini bukan?"


Yin Zu yang mendengar itu sangat terkejut.


"Pertapa suci..." gumamnya.


"Apa itu benar?" tanya Yin Zu dengan tatapan sulit diartikan pada Xiao Yi.


"Itu memang benar kakak Yin! Kemarin aku telah menerobos kerana pertapa suci." jawab Xiao Yi.


"Hei kakak Liyan kita sudah hampir sampai di Ibukota, aku sudah bisa melihat sebuah rumah kecil dari sini." ucap Xiao Yi mempercepat kecepatanya.


Tidak lama kemudian. Mereka mendarat disebuah mansion.


Bing Hua yang berada didepan pintu gerbang mansion langsung membukuk kearah Yan Liyan.


Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum.


"Apa kau telah menyelesaikan tugas yang aku berikan?"


Bing Hua yang mendengar itu hanya mengangguk.


"Iya... Aku membawanya kemansion ini agar dirinya tetap aman."jawab Bing Hua.


"kakak Liyan apa sebenarnya yang kalian bicarakan dengan kakak Hua?"


"Nanti adik Yi akan tahu sendiri, lebih baik sekarang kita makan malam terlebih dahulu." Yan Liyan lalu masuk kedalam mansion diikuti oleh 5 orang di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2