SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Pertandingan


__ADS_3

"Yang akan bertanding selanjutnya adalah nomor 1 dan 25."


"Akhirnya giliranku juga." ucap Bing Hua melesat ketengah Colosseum.


lawan Bing Hua adalah Yan Bao anak tetua dari keluarga Yan.


Yan Bao memandang Bing Hua dengan tatapan menjijikkan.


"Hei.. Gadis cantik maukah kau menjadi pelayanku jika kau mau maka....


sebelum kata-katanya selesai Bing Hua melesat kearahnya dan menghilang.


Yan Bao yang melihat itu menjadi waspada dan memandang kesegala arah karena dia tidak merasakan aura keberadaan dari lawanya.


Secaa tiba-tiba Bing Hua muncul didepan Yan Bao dan menendang area benda berharga dari Yan Bao.


wusss!


Argkh!


Yan Bao terhempas keatas sambil berteriak kesakitan akibat tendangan dari Bing Hua.


Bing Hua muncul diatas Yan Bao yang masi thempas diudara akibat tendangannya tadi.


Bing Hua kemudian menendang benda berharga Yan Bao lagi.


Boomm.....


Argkh.......


Yan Bao terjatuh ketanah akibat tendangan dari Bing Hua.


Orang-orang yang menonton pertandingan mereka secara tidak sadar memegang benda berharga mereka karena merasa ngilu melihat apa yang dilakukan oleh Bing Hua.


Sedangkan Bing Hua tetap diam sambil melihat Yan Bao dengan ekspresi wajah datar lalu kembali ke kursinya setelah kemenangannya diumumkan oleh wasit.


ditempat kaisar dan para pilar kekaisaran duduk.


"Ternyata perwakilan keluarga Yan hanya dijadikan mainan oleh para peserta lain, sungguh menyedihkan." ucap Du Ming dan diangguki oleh orang-orang disekitarnya.


Sedangkan pemimpin keluarga Yan yang melihat itu menjadi malu sekaligus measa sangat marah.


'Aku akan membalas semua penghinaan ini.' batin Yan Sui memandang tajam Bing Hua.


sedangkan ditempat duduk peserta Bing Hua.


"Itu sangat kejam kakak Hua." ucap Xiao Yi.


"benar kan kakak Liyan.?


"Entahlah.. tapi menurutku dia pantas mendapatkanya."


yang akan bertanding selanjutnya adalah nomor 2 dan 26.


"Akhirnya giliranku juga.." teriak Xiao Yi dengan semangat lalu melesat menuju ketengah Colosseum.


lawan dari Xiao Yi seorang laki-laki yang merupakan salah satu perwakilan keluarga Du.


orang itu melihat Xiao Yi dengan senyuman karena tingkat kultivasi Xiao Yi berada dibawahnya.


Yan Liyan memang menyuruh Xiao Yi dan Bing Hua menyembunyikan tingkat kultivasi aslinya untuk sekarang.


"Gadis manis lebih baik kau menyerah saja dan ikut denganku." ucap pria itu dengan maksud tertentu.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum.


"Aku sedikit berduka atas hal yang akan menimpamu kawan." gumam Yan Liyan.

__ADS_1


Xiao Yi yang mendengar perkataan pria di depanya menjadi marah.


"Apa maksudmu.? tanya Xiao Yi kebingungan.


"Bukankah sudah jelas..


"Cih... dasar brengsek.." Xiao Yi kemudian meniup serulingnya. suara seruling itu masuk kedalam jiwa orang di depannya dan merusak jiwanya.


Pria yang menjadi lawan dari Xiao Yi hanya terdiam, tidak lama kemudian warna matanya menjadi putih dan hanya mempunyai tatapan kosong.


Xiao Yi yang melihat itu langsung menghentikan permainan serulingnya.


orang-orang yang menonton itu menjadi terkejut.


"Bukanlah itu adalah tehknik serangan pada jiwa yang merupakan tehknik langka?"


"Kau benar siapa sebenarnya wanita itu?"


bisik para orang-orang yang menonton dan banyak juga orang yang menunjukkan wajah serakah pada Xiao Yi.


orang tua rentah yang bertugas menjadi wasit hanya tersenyum tipis.


"Menarik." gumamnya.


"Ternyata perwakilan keluarga Du bisa dikalahkan para peserta lain tanpa menyentunya, sungguh luar biasa." ucap Yan Sui dengan nada mengejek untuk membalas perkataan Du Ming tadi.


Sedangkan orang-orang disekitarnya berusaha menahan tawah mendengar ucapan dari Yan Sui yang pura-pura bodoh.


Du Ming yang mendengar itu berusaha menahan amarahnya untuk menjaga citranya di depan kaisar Han.


'Aku akan membalas semua yang kau lakukan berkali-kali lipat dan mengambil semua tehknik yang kau miliki.'


Xiao Yi kembali ketempatnya setelah wasit mengumumkan kemenanganya.


sedangkan Yin Zu yang melihat pertandingan Bing Hua dan Yin Zu tadi hanya berdecak kagum.


"Siapa? tanya seorang wanita cantik yang mirip dengan Yin Zu.


Yin Zu yang mendengar itu menoleh kebelakang.


"I....bu apa yang ibu lakukan disini.? tanya Yin Zu gugup.


"He.... kau pergi dari sekte untuk menyelesaikan misi tanpa izin ibu dan kau balik bertanya padaku?"


"Apa yang kau lakukan selama 12 hari ini? kenapa kau tidak kembali dengan cepat? tanya ibu Yin Zu berturut-turut sambil melihat mata putrinya itu.


"Aku sebenarnya ingin pulang kesekte tapi... lihatlah laki-laki itu ibu!" Yin Zu menunjuk Yan Liyan yang sedang duduk memperhatikan pertandingan dengan bosan.


Ibu dari Yin Zu melihat kearah yang ditunjukkan oleh Yin Zu dia melihat seorang laki-laki yang sangat tampan yang memiliki rambut berwarna putih, mata berwarna ungu dan juga dia merasakan bahwa laki-laki itu memiliki Elemen Es.


"Ciri-cirinya sangat mirip dengan keluarga Yin kita." ucap Yin Su ibu dari Yin Zu.


"Aku tahu, oleh karena itu aku terus mengawasinya agar dia tidak berbuat hal yang merugikan keluarga kita dan asal ibu tahu gadis disampingnya itu dari keluarga Bing." ucap Yin Zu menunjuk Kearah Bing Hua.


"ini sangat menarik, seseorang yang memiliki Elemen Es selain keluarga Yin dan Bing dan juga satu orang dari keluarga Bing yang masih tersisa."


Xiao Yi yang mendengar itu menjadi bingung.


"Dari mana ibu tahu kalau dia bukan dari keluarga Yin dan Bing."


"Dari warna matanya, warna matanya sangat berbeda dari keluarga Yin dan Bing. Asal kau tahu saja warna mata pada orang yang memiliki Elemen Es akan lebih dominan berwarna biru." jelas Yin Su


sedangkan Yin Zu hanya menganggukan kepalanya mendengar penjelasan dari ibunya.


"Apa kalian berteman?


"Entahlah, tapi kami berempat tinggal dalam satu mansion yang sama." jawab Yin Zu.

__ADS_1


Yin Su yang mendengar itu terkejut tidak lama kemudian dia tersenyum.


"Aku akan berkunjung kemansion yang kalian tempati setelah pertandingan ini selesai."


Yin Su kemudian berbalik meninggalkan Yin Zu yang belum sempat melarang ibunya karena dia harus meminta izin dulu pada Yan Liyan.


'semoga saja ini akan berakhir dengan baik.' batin Yin Zu.


"Yang akan bertanding selanjutnya adalah nomor 3 dan nomor 10."


Yan Liyan yang mendengar itu tersenyum tipis dan melesat ketengah Colosseum.


lawanya adalah seorang murid laki-laki dari sekte pedang putih yang mempunyai tingkat kultivasi raja bumi☆1.


laki-laki itu terlihat serius dia tidak meremehkan lawanya.


dia melesat kearah Yan Liyan dengan pedang putih ditanganya.


Murid dari sekte pedang putih mengeluarkan seluruh kemampuannya dalam berpegang.


Berbagai macam tebasan dan tusukan dia arahkan kearah Yan Liyan tapi Yan Liyan bisa menghindarinya dengan mudah.


"Tehknik pedang putih! tebasan bulan sabit!"orang itu menebaskan pedangnya di udara secara horizontal setelah itu muncul siulet bulan sabit menuju kearah Yan Liyan.


Yan Liyan yang melihat itu langsung menghilang dari tempatnya dan muncul dibelakang lawanya dan mengarahkan pukulanya kepunggung lawanya.


Boomm...


Lawan Yan Liyan terhempas kedepan sampai kepembatas Colosseum dan terkapar tidak sadarkan diri karena karena tubuhnya terbentur dengan sangat keras.


Orang-orang yang melihat itu menjadi sangat terkejut karena murid dari sekte pedang putih bisa dikalahkan dengan mudah oleh Yan Liyan.


"Siapa sebenarnya mereka itu? bukankah mereka yang menjadi pusat perhatian tadi pagi."


"kau benar, aku juga melihat Yin Zu putri dari matriak sekte Es berjalan bersama denganya."


"Mungkinkah mereka adalah murid tersembunyi dari sekte Es?"


bisik-bisik para penonton yang melihat Yan Liyan berjalan bersama Yin Zu tadi pagi.


sedangkan Yan Liyan langsung ketempat duduknya.


"Ayo kita pulang! kita sudah memasuki 50 besar dengan kemenangan kita hari ini." ucap Yan Liyan.


"Tapi kakak Liyan turnamen belum selesai."


"kita pulang saja adik Yi. lagi pula besok turnamen akan dilanjutkan lagi dan pastinya akan lebih menarik dari ini." Yan Liyan meyakinkan adiknya yang masih menyaksikan pertandingan.


"Baik, aku mengerti."


"Dan kau Bing Hua, aku punya satu tugas untukmu yaitu mengawasi sekaligus melindungi gadis dari keluarga Yan yang aku pandang tadi!" perintah Yan Liyan.


"Jika kau punya kesempatan maka katakan padanya bahwa tuanya masi hidup lalu ajak dia kemansion tanpa diketahui oleh orang lain. dan tunjukan benda ini padanya agar dia percaya."


ucap Yan Liyan sambil memberikan satu set pakaian yang mempunyai corak bunga teratai yang baru mekar.


pakaian itu merupakan hasil buatan sendiri dari Yan Lin yang diberikan pada tuanya sebagai hadiah.


"Baik, Aku mengerti tuan." ucap Bing Hua kemudian menaruh pakaian tersebut di dalam cincin penyimpananya.


Sedangkan Yan Liyan dan Xiao Yi pergi meninggalkan Colosseum dan menuju Mansion.


Penjelasan:


Wasit hanya menetukan siapa pemenang dan memanggil peserta untuk langsung bertarung.


Jadi para peserta langsung bertarung ketika nomornya disebut tanpa menunggu perintah dari wasit untuk memulai pertarungan.

__ADS_1


__ADS_2