SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Niat Pedang


__ADS_3

Meskipun merasa bahwa ada yang aneh dengan sikap dua pemimpin itu, tapi sekarang ini dia tidak memikirkan apa pun selain membunuh 3 lawan di depannya yang mengancam dirinya.


Apa pun niat Sui Lao dan Zhan Xiu yang sebenarnya, jika mereka berdua tidak mengganggunya maka Xian Ran juga tidak akan mungkin menganganggu mereka juga.


"Teknik Pedang kebijaksanaan! Pemahaman agung."


Qun Nan membentuk segel tangan di sertai pedang tingkat Saint yang bernama pedang kebijaksanaan berputar di depannya serta mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan.


Cahaya menyilaukan itu mengandung aura yang sangat agung dan menekan seolah menyuruh orang yang merasakan aura itu untuk bertekuk lutut di hadapannya.


"Pedang kebijaksanaan merupakan senjata saint yang dirumorkan dimiliki oleh keluarga Qun. Aku tidak menyangka jika senjata itu merupakan pedang kebijaksanaan." ucap pria paruh baya sedikit menggeleng melihat pedang itu. Sepertinya dia menyadari jika ada sesuatu yang salah.


"Pedang yang legendaris, konon katanya pedang itu di tempah dan diukir langsung sang Dewa Pedang dari Utara yang dikenal dengan kebijaksanaan dan kehebatanya dalam ilmu pedang. Aku tidak pernah menyangka pedang itu akan jatuh ke tangan keluarga Qun."


ucap Sui Lao sambil mengelus janggut panjang serta disekitar bulu mata nya panjang yang bewarna putih.


"Bagaimana menurutmu Pak tua Zhan Xiu?" Sui Lao menoleh kearah orang tua di sampingnya.


Meskipun mereka berdua adalah dua sosok paling sesepuh dikekaisaran kegelapan tapi mereka berdua masih sangat akrab dengan saling mengejek memanggil pak tua satu sama lain.


Jika ada seorang anak muda di situ mungkin dia akan kebingungan melihat kelakuan kedua tetua itu dan berkata jika mereka berdua merupakan sosok yang tidak tahu diri.


"Pak tua Lao coba kau perhatian baik-baik pedang itu!" Sui Lao langsung memerhatikan pedang kebijaksanaan itu dengan sangat teliti dan pandangannya tertuju pada retakan halus yang ada di ujung pedang.


"Retakan...


"Pedang kebijaksanaan telah lama hancur berkeping-keping oleh dewa pedang Utara sendiri karena alasan tertentu. Sepertinya Qun Nan menemukan semua pecahan pedang itu dan ditempat menjadi seperti semula.


Namun karena kemampuan teknik penempaanya masih kurang, maka dia tidak bisa menempa pedang itu dengan sempurna sehingga menimbulkan celah dan mengakibatkan tingkatan dari pedang kebijaksanaan menurun drastis."


Jelas Zhan Xiu setelah menganalisis kekuatan dan bentuk pedang kebijaksanaan yang ada di genggaman Qun Nan.


Dewa pedang dari Utara mati karena suatu tragedi penghianatan yang mengakibatkan dirinya dan pedanya harus hancur. Penghianatan tersebut dilakukan oleh orang-orang terdekatnya yang menginginkan pedang kebijaksanaan untuk kepentingan diri mereka sendiri.

__ADS_1


Mereka beranggapan jika ketenaran dan kekuatan yang dimiliki oleh dewa pedang Utara di sebabkan kekuatan yang ada di pedang kebijaksanaan.


"Masih banyak misteri yang ada dalam pedang itu namun tidak ada yang tahu misteri apa itu. Biarkan waktu yang akan menjawab semuanya." gumam Sui Lao memerhatikan jika Qun Nan akan segera melakukan serangan.


Xian Ran yang melihat jika Qun Nan sedang membuat segel tangan di tambah aura yang dikeluarkan pedang kebijaksanaan segera langsung pada posisi siaga.


Saat ini merasakan jika bahaya besar sedang mengincarnya.


Dan benar saja dia merasa dingin di bahunya serta akar pohon yang otomatis melindunginya.


Wuss!


Slaass!


Darah merembes dari bahunya akibat sayatan dari pedang yang sangat tajam.


Akar pohon yang otomatis melindunginya langsung terpotong menjadi dua bagian.


Xian Ran langsung menjauh untuk menjaga jarak. Dia sangat tahu perasaan seperti ini. Perasaan terorr yang sangat dingin seolah dewa kematian ada di depannya.


Xian Ran bersyukur jika niat pedang itu tidak terlalu kuat sehingga akar pelindung secara otomatis melindungi tubuhnya dan terhindari serangan mematikan yang akan memotong lenganya tanpa dia sadari.


Jika saja niat pedang itu setara atau sedikit lebih lemah dengan niat pedang yang dimiliki oleh Yan Liyan dulu, maka sudah dipastikan jika Xian Ran akan langsung mati seketika itu juga.


Qun Nan sedikit terkejut melihat jika Xian Ran hanya terkena luka goresan. Dia tidak menyangka jika Xian Ran dapat lolos dari seranganya.


Sampai sekarang ini belum ada yang lolos dari serangan niat pedangnya. Mereka akan langsung mati seketika saat Qun Nan mengeluarkan teknik tersebut. Namun gadis di depannya dapat lolos dari seranganya itu, sunggu sesuatu yang sangat Sulit untuk dipercaya.


Tidak menyerah begitu saja dan tidak mau diremehkan. Qun Nan menggunakan kekuatan penuh yang mengakibatkan pedang kebijaksanaan itu semakin mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan.


Bilah pedang yang tidak dapat terlihat oleh mata itu melesat begitu banyaknya kearah Xian Ran.


Meskipun tidak bisa dilihat tapi Xian Ran sedikit aura dingin sehingga dia bisa menghindarinya sedikit dibantu akar pohon yang otomatis melindunginya dirinya.

__ADS_1


Kenapa Xian Ran dapat menghindari serangan niat pedang, karena niat pedang yang dimiliki oleh Qun Nan berada di level yang rendah sedangkan untuk serangan pertama tadi, Xian Ran belum siap dan belum mengenali aura dingin menuju kearahnya.


Qun Nan bertambah sangat kesal ketika melihat semua serangan Niat pedangnya dapat dihindari dengan mudah oleh Xian Ran.


Ini benar-benar menjatuhkan harga dirinya sebagai master tempa senjata yang ahli dalam menggunakan senjata apa pun.


Saat Xian Ran menghindari seluruh serangan itu. Tiba-tiba saja muncul sebuah diagram bintang diatasnya.


Diagram tersebut berwarna biru dan merah membentuk simbol bitan dan di tengahnya terdapat simbol Yin dan Yang.


Dan dari kedua sudut formasi diagram bintang itu terdapat Liang Bufang dan Bai Zhen yang sedang berkosentrasi untuk mengatur formasi diagram tersebut agar tetap kokoh.


Melihat dirinya terjebak dan terkurung dalam diagram membuat Xian Ran merapatkan giginya karena kesal. Dia merasa jika dari awal dirinya sudah dibimbing oleh serangan Qun Nan menuju kearah jebakan ini.


"Sekarang saatnya matilaaahh!!"


Liang Bufang dan Bai Zhen membuat segel tangan dan kemudia api dan angin muncul dalam diagram dan membentuk tornado api.


Xian Ran yang terjebak dalam diagram langsung tertelan oleh tornado api itu.


Qun Nan yang merasa masih belum puas langsung mengarahkan serangan niat pedangnya menuju kearah tornado api itu, niat pedang itu langsung tertembus melewati diagram bintang sehingga tidak menimbulkan kerusakan.


Seolah-olah diagram bintang itu mempunyai kesadaran jika niat pedang itu bukanlah musuhnya. Dilihat dari hal itu dapat dikatakan jika Liang Bufang dan Bai Zhen merupakan ahli formasi terbaik.


Karena sangat sedikit sekali ahli formasi yang mampu menyalurkan kesadaran mereka langsung kedalam formasi, dimana kesadaran itu membuat formasi yang terbentuk menjadi lebih efisien ketika digunakan.


Xian Ran yang menyadari jika posisinya tidak menguntungkan baginya segera membentuk segel tangan lagi dan muncul lagi siluet peri alam lalu menghisap seluruh serangan itu kedalam lubang hitam.


Tidak seperti tadi dimana siluet peri alam itu akan segera menghilang setelah dipanggil, tapi sekarang malah tetap bertahan dan berdiri dengan kokoh dibelakang Xian Ran.


Wuss!


Dari kepala siluet peri alam itu muncul sebuah mahkota yang sangat indah dan mengeluarkan aura yang sangat agung.

__ADS_1


"Sekarang waktunya untuk mengakhiri semua ini."


__ADS_2