SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Binatang Sang Penguasa Es Yang Lain


__ADS_3

"apa yang sedang anda pikirkan tuan..?" tanya Mei Lin yang melihat tuanya merenung dan dengan tiba-tiba dia mendarat di bahu Yan Liyan.


"apa tuan memikirkan hal yang terjadi di dalam gua tadi..?"


"tidak.., sama sekali tidak ada yang aku pikirkan.. hanya saja aku ingin menyendiri untuk saat ini.." jawab Yan Liyan


"mm... jika begitu aku ingin menemani tuan di sini, apa tuan keberatan dengan hal itu..?"


"aku sama sekali tidak keberatan." Yan Liyan menoleh kearah Mei Lin yang merupakan binatang kontraknya itu.


sebagai tuan dari Mei Lin dia sangat mengetahui sifatnya yang arogan dan dia tidak akan mau mengalah kecuali pada dirinya dan Xiao Yi.


Yan Liyan kemudian mengelus lembut kepala dan leher dari binatang kontraknya yang mempunyai warnah bulu yang sangat indah itu.


Mei Lin yang merasakan itu hanya terdiam dan terlihat sangat nyaman.


'ini terasa hangat dan juga sangat nyaman.'


tidak lama kemudian elusan tangan Yan Liyan terhenti ketika terdengar suara di belakangnya.


"kakak Liyan makanan sudah tersaji.." Xiao Yi berdiri di belakang Yan Liyan sambil melihat Mei Lin.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk lalu masuk kedalam gua diikuti oleh Xiao Yi disampingnya.


sesampainya di dalam dia melihat kearah Bing Hua yang sedang berbincang-bincang ringan dengan Yin Su kelihatannya keadaan dia telah lebih baikan dari pada tadi.


setelah itu dia duduk dikursi meja makan, para bawahanya yang menyadari itu langsung terdiam menghentikan pembicaraan mereka lalu setelah itu mereka makan bersama.


2 hari berlalu di dalam jurang...


selama dua hari ini Yan Liyan dan para bawahannya telah memanen sumberdaya dan memburu semua binatang di dalam area jurang itu.


kini mereka sedang berjalan bersamaan menuju karah air terjun yang merupakan aliran sungai dari atas jurang lembah sekaligus tempat pertama mereka mendarat di jurang ini.


"kakak Liyan kemana tujuan kita selanjutnya..?"


melihat Xiao Yi terus bertanya padanya tentang hal yang sama membuat Yan Liyan menghela nafas berat.

__ADS_1


"hah..Entahlah adik Yi."


"dari awal sejak kita memasuki jurang ini aku sudah bilang kita berjalan dengan instingku jadi tidak ada jawaban yang tepat dan pasti untuk pertanyaanmu itu.."


"tapi kakak Liyan...


"bagaimana dengan aura keberadaan yang pernah tuan katakan kemarin.." Han Guang memotong perkataan dari Xiao Yi sehingga membuatnya sangat kesal.


"soal itu bukankah sudah jelas jika aurah keberadaan yang aku rasakan itu adalah tengkorak naga Es yang kita temukan di dalam gua kemarin."


Yan Liyan memang merasakan aura yang sama dengan yang pernah ia rasakan sebelum mereka memasuki jurang dan aura yang dia rasakan semakin kuat ketika tengkorak naga Es ditemukan.


Han Guang yang mendengar itu sangat terkejut karena awalnya dia menyangka jika aura keberadaan yang dirasakan oleh tuanya adalah seekor binatang buas yang sangat langkah tingkat mistik atau diatasnya dan masih dalam keadaan hidup.


Yan Liyan yang melihat ekspresi terkejut dari Han Guang hanya tersenyum.


"aku tidak pernah bilang jika aku merasakn keberadaan mahkluk hidup bukan..?"


"ya... tuan benar.." jawab Han Guang karena tuanya memang tidak mengatakan jika aurah keberadaan yang dia rasakan itu adalah mahkluk hidup.


"selain binatang naga Es ada lagi binatang yang dijuluki sebagai sang penguasa Es yaitu binatang yang masih bisa disebut satu ras denganku yaitu Phoeniks Es." Mei Lin menjawab pertanyaan dari Han Guang.


"apa kalian saling bermusuhan...?" kini giliran Yin Zu yang bertanya.


"tidak, walaupun elemen kami miliki saling berlawanan tapi kami sama sekali tidak saling bermusuhan hal itu disebabkan oleh pembagian kedua pemimpin ras masing-masing."


"ras phoeniks Es dipimpin oleh ras phoeniks Es begitupun dengan phoeniks api hal itu menyebabkan tidak ada yang merasa dirugikan diantara dua bela pihak." jawabnya lagi.


Yin Zu yang mendengar itu hanya mengangguk.


"siapa sang penguasa Es sebenarnya dari dua binatang itu..?"


"dan siapa yang akan menang jika mereka berdua bertarung..?" tanya Yin Zu lagi.


"he... kau sangat banyak bertanya ya.. gadis rambut putih tapi baiklah aku akan menjawabnya."


"jujur saja aku tidak tahu siapa diantara mereka berdua sang penguasa Es yang sebenarnya."

__ADS_1


"hal itu disebabkan kami para binatang mitos sangat jarang bertemu antar sesama binatang mitos lain hal itu dikarenakan kami sangat tertutup dari dunia luar dan pada ras lain kecuali ras kami sendiri."


"dan juga sebenarnya kami para binatang mitos sangat jarang untuk bertarung kecuali jika ada sesuatu hal yang benar-benar sangat mengancam kami." jelas Mei Lin.


"lalu kenapa kau selalu bertarung dengan Jiu Wei..? apa kau merasa terancam dengan keberadaanya.?"


"dia bahkan sampai diam, murung dan juga kesal terhadapmu selama beberapa hari ketika dia kalah bertarung denganmu..."


"ah... jika tentang rubah itu tidak ada alasan khusus kenapa aku bertarung denganya dan juga keberadaanya sama sekali tidak mengancam untukku hanya saja terkadang aku sedikit kesal terhadapnya.." jawab Mei Lin sambil tersenyum tipis.


"dan apakah tuan benar-benar menyamakanku dengan phoeniks lain...? asal tuan tahu saja jika aku akan bertarung kalau aku menginginkanya.." ucap Mei Lin dengan arogan.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum kecut.. dia memang tahu jika Mei Lin sangat berbeda dengan phoeniks yang lain hal itu disebabkan oleh statusnya yang merupakan reinkarnasi dewi phoeniks api.


"apa itu benar...?" tanya Xiao Yi.


Mei Lin yang mendengar itu hanya mengangguk.


"tentu saja itu benar.."


"jadi itu sebabnya dia sangat membencimu.." Xiao Yi terkejut mengenai alasan kenapa Jiu Wei selalu marah jika disamakan dengan Mei Lin.


Xiao Yi juga tidak tahu tentang pertarungan mereka berdua.


"sudahlah... lupakan hal itu sebaiknya persiapkan diri kalian karena sebentar lagi kita akan memasuki area jurang yang belum kita sentuh sama sekali.." ucap Yan Liyan melihat area di samping air terjun.


di bawah air terjun itu ada sebuah kolam alami berbentuk lingkaran dan air itu mengalir membela dua area jurang itu lalu mengalir keseluruh area jurang.


dan aliran air terjun itu juga memang menjadi pemisah dari dua area jurang untuk mereka melakukan perburuan.


"dalam waktu 4 hari kita akan kembali keatas agar Yan Lin tidak lama menunggu dan dia juga akan bingung untuk mencari keberadaan kita."


para bawahan Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.


"baiklah kami mengerti.." ucap mereka lalu melesat menuju area itu untuk memburu binatang buas dan memanen sumber daya yang ada.


'setelah ini 4 hari kedepan kami akan beristirahat terlebih dahulu serta untuk meningkatkan kultivasi kami menggunakan sumberdaya yang kami panen di dalam jurang ini.' batin Yan Liyan.

__ADS_1


__ADS_2