SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Terkena Jebakan


__ADS_3

Sedangkan Di dalam kastil.....


Yan Liyan terlihat duduk disamping Xiao Yi sebenarnya dia ingin menghindar tapi Xiao Yi terus menempel padanya.


'Perasaanku agak buruk melihat sikapnya yang seperti ini.' batinya lalu menoleh kearah Bing Hua yang berada tidak jauh dari tempatnya berada untuk meminta penjelasan darinya.


Bing Hua yang melihat tuanya menoleh kearahnya langsung mengerti dengan maksud dari tuanya.


Tapi dia langsung menggeleng karena apa yang sebenarnya terjadi pada Xiao Yi.


"kakak Liyan...." ucapnya dengan sangat lembut.


"Iy... iya." ucap Yan Liyan sedikit gugup dengan Xiao Yi yang kali ini berada sangat dekat denganya.


Uhuk...!!


Terdengar suara batuk dari Bing Hua ketika mereka sangat berdekatan seperti itu.


"Hehe.. maaf kakak Hua." ucapnya dengan cengesan karena tidak menyadari Bing Hua ada didekat mereka berdua sedangkan Yan Liyan menghela nafas.


"Apa sebenarnya yang kau inginkan adik Yi...?" tanya Yan Liyan dengan kebingungan seharusnya Xiao Yi tidak sampai seperti itu ketika dia ingin meminta padanya.


"Meminta...? aku tidak ingin meminta apapun darimu kakak Liyan.."


"Eh... jadi kenapa kau melakukan hal seperti tadi..?" tanya Yan Liyan yang kali ini benar-benar kebingungan dengan Xiao Yi.


"Itu... karena kau selalu berlatih dan selalu mengabaikanku jadi Aku hanya ingin lebih dekat denganmu untuk saat ini saja kakak Liyan.."


Ucapnya dengan ekspresi sedih karena menurutnya Yan Liyan yang dulu sangat perhatian padanya lalu setelah dia mendapatkan kekuatan menurutnya Yan Liyan sudah mulai melupakanya dan dia sangat takut hal itu akan terjadi.


"Apa kau tidak menganggapku lagi sebagai....


Sebelum ucapan Yan Liyan berhenti tiba-tiba Yan Liyan memeluknya sehingga membuat Xiao Yi berhenti berbicara.


"Apa yang kau bicarakan adik Yi aku akan slalu menganggapmu sebagai adik Yang baik.." ucapnya dia memang menyadari kesalahanya karena terlalu berambisi untuk meningkatkan kekuatan sehingga dia terkadang mengabaikan dan para bawahannya.


Tapi di sisi lain juga jika dia tidak berlatih dan meningkatkan kekuatanya maka dia tidak yakin untuk bisa melindungi diri dan para bawahannya dimasa depan nanti.


Apalagi dia juga tidak tahu musuh macam apa dan dengan tingkat kultivasi setinggi apa yang dimiliki oleh musuh yang mereka akan hadapi nanti oleh karena hal itu Yan Liyan selalu berlatih.


Sedangkan Xiao Yi tersenyum tipis ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan.

__ADS_1


"Apa kau menganggapku bisa lebih dari itu...?" tanyanya penuh harap pada Yan Liyan.


"Eh... Yan Liyan agak terkejut dengan pertanyaan dari Xiao Yi dan akhirnya Yan Liyan menyadari jika dia telah terjatuh dalam sebuah jebakan yang dibuat oleh Xiao Yi.


Hal itu dia sadari ketika melihat senyuman tipis dan penuh harap dari Xiao Yi.


"kau sangat menyebalkan adik Yi.." ucapnya melepaskan pelukannya dari Xiao Yi lalu menghilang dari tempat itu.


Xiao Yi tersenyum cerah lalu menoleh kearah Bing Hua yang melihat kejadian tadi.


"Aku berhasil.., apa kau ingin aku mengajarimu untuk melakukan hal seperti tadi kakak Hua..?" tanya Xiao Yi dengan semangat.


Bing Hua yang mendengar pertanyaan Xiao Yi hanya tersenyum kecut dia juga agak terkejut ketika Xiao Yi berhasil menjebak Yan Liyan.


Memang dia berpikir jika wajar Yan Liyan bisa dijebak olehnya, dengan sifat Xiao Yi yang manja seperti biasanya dan tiba-tiba sedih karena suatu alasan, hal itu benar-benar sangat aneh dan sesuatu yang meyakinkan apa lagi alasan yang dikatakan oleh Xiao Yi pada Yan Liyan juga sangat meyakinkan.


"Tidak perlu.. lagipula cara yang sama tidak akan berhasil padanya.." ucap Bing Hua dia sangat mengerti dengan tuanya dan juga akan sangat aneh jika orang seperti dirinya akan melakukan sandiwara seperti itu.


Xiao Yi tersenyum ketika mendengar perkataan yang menurutnya sangat ambigu dari Bing Hua.


"Jadi... jika ada cara lain kau akan langsung melakukanya..?" tanya Xiao Yi.


"Eh... ti.. yang aku maksud tidak seperti itu dan aku tidak akan melakukan hal seperti itu." ucapnya tidak jelas dengan rona merah diwajahnya karena merasa malu dengan perkataanya tadi.


Bing Hua yang melihat Xiao Yi terus-menerus mengejeknya langsung memandang tajam Xiao Yi.


"Aku tidak akan pernah memasakan makanan kesukaanmu selama satu bulan." ucapnya dengan tegas lalu berjalan menuju kearah luar kastil untuk menyegarkan pikiranya.


Xiao Yi yang mendengar ancaman dari Bing Hua hanya terdiam dan ekspresi memucat jujur saja selama ini hanya Bing Hua yang selalu memasakan makanan kesukaanya.


Sedangkan untuk Yan Lin dia tidak berani untuk sering meminta padanya sebab dia agak segan pada Yan Lin karena dia merupakan teman yang selalu melindungi Yan Liyan waktu kecilnya dulu.


"kakak Hua.. tunggu...!!" teriaknya lalu berlari untuk menyusul Bing Hua.


Sedangkan ditempat Lain Yan Liyan sedang duduk sambil merenung tentang kejadian tadi dan tidak lama kemudian tiba-tiba muncul Han Guang dan Yin Zu didepanya.


"Apa kalian telah selesai..?" tanya Yan Liyan menoleh kearah mereka berdua.


"Ya... kami telah menyelesaikan tugas yang tuan berikan dengan baik." ucap Yin Zu tersenyum kecut ketika melihat Han Guang melihat aneh kearahya.


"Mmm... ada apa dengan anda tuan.. apa tuan sedang memikirkan sesuatu yang serius...?" tanya Han Guang yang melihat Yan Liyan terdiam sambil merenung.

__ADS_1


"Tidak.... aku tidak memikirkan hal yang serius."


"Dan ya... ibumu dan Yan Lin tidak sedang berada ditempat ini, mereka berdua pergi ketempat lain bersama Mei Lin dan Jiu Wei untuk melatih teknik dan elemen yang mereka miliki." ucapnya kepada Yin Zu.


Yin Zu yang mendengar itu hanya mengangguk setelah itu dia berjalan menuju kearah kastil diikuti oleh Han Guang disampingnya.


"kau merasakan ada sesuatu yang aneh bukan.?" tanya Han Guang.


"Tuan tadi mengalihkan pembicaraan." jawab Yin Zu.


"his.. aku tahu tapi apa alasanya? karena biasanya tuan tidak akan seperti itu.."


Yin Zu yang mendengar itu hanya menghela nafas.


"Huh... entahlah aku juga tidak tahu pasti lagipula terkadang perkataan seseorang bisa saja berubah ketika dia sedang berada didalam suasana hati atau pikiran yang terbagi pada dua hal.


Dan menurutku itu berlaku pada semua orang termasuk juga pada tuan." ucap Yin Zu mencoba memberikan argumen dan alasan yang logis dari pertanyaan Han Guang tadi.


Han Guang yang mendengar jawaban dan penjelasan dari Yin Zu hanya mengangguk karena menurutnya itu sangat masuk akal.


"..............."


1 hari berlalu......


Pada bagian harinya...


Yan Liyan terlihat sedang duduk menunggu kedatangan dari dua pemimpin kekaisaran.


Setelah lama menunggu akhirnya terlihat dua rombongan kereta kuda mewah dan dikawal oleh banyak sekali perajurit disekitarnya.


Mereka berhenti didepan gerbang kastil yang disambut langsung oleh Yan Liyan sendiri.


Kaisar Xia dan Wu Qing turun dari kereta kudanya masing-masing lalu melihat kearah Yan Liyan.


"Tidak biasanya kau menyambut seseorang seperti ini anak muda.." ucapnya karena biasanya Yan Liyan tidak terlalu sopan sampai menyambut kedatangan mereka seperti itu.


"Aku yang mengundang kalian ketempat ini jadi itu merupakan suatu kewajibanku untuk menyambut kalian layaknya seorang tamu."


"Silahkan ikuti aku.." ucapnya lalu mereka bertiga berjalan menuju kedalam kastil.


Perajurit yang ingin mengawal kaisar mereka ingin masuk tapi terhenti ketika kaisar mereka memberikan kode untuk berhenti.

__ADS_1


Mereka berdua sangat tahu jika Yan Liyan tidak suka dengan keberadaan perajurit dikastilnya hal itu dibuktikan dengan tidak ada satupun perajurit yang menjaga kastil itu.


__ADS_2