
Wajah Bing Hua bersemu merah ketika mendengar perkataan Yan Liyan.
"Be-benarkah Itu merupakan impian Gege?" Bing Hua memberanikan diri untuk bertanya, Jujur saja dia kurang percaya dengan apa yang di dengarnya tadi.
Yan Liyan tidak menjawab, memandang kearah bulan..
"Ya. Itu memang benar, dan aku harap impianku itu benar-benar akan terwujud."
Terlihat jelas harapan yang mendalam di mata Yan Liyan, bagaimanapun dia hanyalah manusia, Yang mempunyai sebuah impian.
Yan Liyan lalu menoleh kearah Bing Hua.
"Kalau Hua'er, kau memiliki impian seperti apa?" Dia sangat penasaran juga dengan impian kekasihnya itu.
Masih dengan wajah bersemu merah, Bing Hua menguatkan tekat untuk berbicara, walaupun ini terlihat sangat memalukan menurut nya.
"A-aKu memiliki impian sama seperti Liyan'gege."
Ucapnya dengan ekspresi malu-malu.
Yan Liyan tersenyum ketika melihat ekspresi dari Bing Hua Yan Liyan kemudian berdiri, dan Menoleh kebelakang, terlihat Jiu Wei dan Mei Lin yang sedang memperhatikan mereka dari tadi.
"Huh! Aku kira kami berdua akan melihat sesuatu yang menarik pada malam hari ini." Jiu Wei mendengus kesal ketika melihat Yan Liyan menoleh kearah mereka.
Mei Lin juga ikut berharap seperti itu, dia juga sebenarnya berharap jika dia akan melihat sesuatu yang tidak terduga.
"Hentikan omong kosong kalian berdua. Apa kalian berdua telah menyelesaikan misi yang aku berikan?"
Jiu Wei melompat dan mendarat diatas bahu Bing Hua.
"Tentu saja..
yang memiliki kultivasi tertinggi diantara mereka adalah rana Elemen puncak."
Yan Liyan memang memberikan misi kepada mereka berdua untuk memeriksa kekuatan para iblis yang akan memasuki dimensi kegelapan.
"Hm... Jika seperti itu, maka ini akan menjadi lebih mudah." gumamnya. Setidaknya Dia tidak akan membuat kehancuran lebih besar ketika para iblis itu membuat masalah denganya.
"Apa Yang gege rencanakan?"
"Tidak ada rencana khusus, Aku hanya berjaga-jaga." ucap Yan Liyan lalu masuk kedalam mansion untuk beristirahat.
Meninggalkan Bing Hua, Mei Lin, dan Jiu Wei.
"Jadi, bagaimana kelanjutan petualanganmu di dalam dimensi Utara, Jiu Wei?"
Bing Hua melihat Jiu Wei dengan antusias, Dia memang mendengar cerita petualangan Jiu Wei, namun hanya setengah nya saja.
"He, Kau sangat penasaran Ya. Baiklah, seperti yang kau inginkan." Jiu Wei kemudian menceritakan kelanjutan kisah petualanganya di dimensi Utara pada Bing Hua.
Sedangkan Mei Lin, dia lebih memilih ikut dengan Yan Liyan, Ya. Mei Lin lebih suka jika bersama orang yang memiliki karakter yang sama denganya.
"........."
2 hari berlalu....
__ADS_1
Kini Yan Liyan dan Bing Hua dan para iblis berkumpul pada suatu tempat, yang terlihat seperti altar besar.
Sekitar 500 iblis yang rata-rata rana kultivasi mereka berada di tingkatan Elemen.
jika saja para iblis itu berada di alam tingkat menengah maka mereka akan disebut sebagai raja iblis, Sedangkan di wilayah ras iblis, hal seperti itu merupakan hal yang wajar.
Tidak lama kemudian.....
Terlihat sosok iblis yang tampak sesepuh, berdiri di depan mereka semua.
"Baiklah! Kalian semua merupakan para iblis yang berbakat dan pemberani yang ingin memasuki dimensi kegelapan.
Patuhi peraturan yang ada, kalian harus membayar kristal jiwa tingkat tinggi untuk memasuki dimensi ini, dan juga jika kalian mendapatkan benda yang berharga, maka benda tersebut harus dijual di kota ini!"
Para iblis hanya terdiam ketika mendengar pemberitahuan dari iblis sepuh di depan mereka, hal seperti itu memang menjadi peraturannya, mereka tidak mempunyai hak penuh atas benda berharga yang akan mereka dapatkan.
Sedangkan Yan Liyan sendiri tidak terlalu peduli dengan pemberitahuan itu.
Jika dia beruntung mendapatkan benda berharga maka dia akan mengambilnya untuk dirinya sendiri.
'Memberikan benda berharga pada kalian? yang benar saja!'
iblis tua itu kemudian melemparkan 4 lembar kertas yang di kertas itu terdapat sebuah tulisan kuno yang terbuat dari darah.
Membuat segel tangan, lalu...
"Terbuka!!"
Wusss.....
kemudian Di tengah segi empat itu terbentuk sebuah jurang yang terlihat sangat dalam, seperti tidak mempunyai dasar.
"Kalian hanya punya waktu dua minggu! jadi, cepat dan jangan buang-buang waktu!!"
Teriak pemimpin kota.
Tanpa buang-buang waktu Para iblis kemudian melompat kedalam jurang yang sangat gelap tersebut, begitupun dengan Yan Liyan dan Bing.
Setelah mereka melompat kedalam jurang, jurang gelap tersebut langsung tertutup.
Wusss....
Secara tiba-tiba muncul Sosok iblis yang mirip dengan iblis tua tersebut.
"Tidak biasanya kau datang ketempat ini."
"Itu karena.... Seperti yang ayah tahu sendiri, jika aku memiliki banyak urusan di kerajaan." ucap sosok tersebut yang tidak lain adalah pemimpin ras iblis saat ini.
"Seperti itu Ya, Tapi aku rasa, kau datang ke tempat ini pasti mempunyai suatu alasan." Iblis sepuh yang tidak lain adalah ayah dari pemimpin ras iblis, memandang kearah tempat jurang dalam yang muncul tadi.
"I-iya ayah sangat benar, ada informasi penting yang ingin Aku sampaikan."
ucapnya dengan terbata-bata, sebenarnya dia tidak ingin menyusahkan ayahnya, namun hal yang ingin dia bicarakan sangatlah penting.
"Jika seperti itu, maka katakanlah! iblis tua ini tentu saja akan membatumu jika itu masih di dalam kemampuan yang Aku miliki."
__ADS_1
Pemimpin iblis itu terdiam untuk sesaat, lalu mengeluarkan sehelai bulu burung gagak darah iblis.
"Bawahanku menemukan bulu ini berada di wilayah netral."
Sosok iblis tua itu menoleh kearah anaknya, dan ekspresi menjadi sangat terkejut ketika melihat bulu burung gagak itu.
"I-ini! Bagaimana mungkin! Apa dia telah kembali?!"
"Aku tidak tahu pasti namun sepertinya Iya, karena tidak ada yang bisa mengendalikan binatang gagak darah iblis selain dirinya."
"Ini sangat buruk! Kemungkinan besar perang yang pernah terjadi jutaan tahun lalu akan terulang kembali!"
".........."
Sedangkan di dalam dimensi kegelapan...
Terlihat Yan Liyan dan Bing Hua sedang berada di depan sebuah gua yang sangat besar.
Tadi, setelah mereka masuk kedalam jurang. Mereka berdua langsung terlempar di depan gua tersebut.
Gua itu juga mengeluarkan aura yang menenangkan yang membuat mereka berdua ingin memasukinya.
"Jadi....
"Kita akan memasukinya." sebelum ucapan Bing Hua selesai, langsung dipotong oleh Yan Liyan.
Yan Liyan melesat kedalam gua, dan diikuti oleh Bing Hua dibelakangnya.
Tidak lama kemudian...
Setelah mereka berdua menyusuri gua tersebut, terlihat sebuah tanaman yang memiliki buah ditangkainya, buah itu bentuk seperti bintang.
Dan juga Buah tersebut mengeluarkan cahaya berwarna putih terang yang menenangkan.
[Buah roh, memiliki fungsi untuk meningkatkan kultivasi binatang yang masih dalam bentuk roh]
Setelah pemberitahuan sistem, tiba-tiba muncul seekor naga Es dari dalam tubuh Bing Hua, sosok naga tersebut melesat dan langsung menelan buah roh tersebut.
Groaaarrr.....
Naga Es tersebut kemudian mengaum dengan sangat keras, lalu tumbuh tanduk kecil pada naga Es tersebut, pertanda kekuatannya telah meningkat.
Setelah itu, naga Es tersebut kembali ke dalam tubuh Bing Hua.
Bing Hua kemudian membuka matanya dan tersenyum pada Yan Liyan.
"Sepertinya Kekuatanya meningkat lagi." gumamnya.
Sedangkan Yan Liyan hanya terdiam, dia sangat terkejut ketika melihat gerakan tiba-tiba dari naga Es tadi.
Selain itu dia juga merasakan banyak keberadaan dari banyak iblis di depan gua
Kemungkinan mereka mereka mendengar suara keras dari naga Es tadi.
"Sepertinya Aku harus mengotori tanganku ini dengan darah lagi." ucapnya lalu melesat keluar dari gua tersebut.
__ADS_1