
Yin Zu terkejut ketika melihat tuan tiba-tiba datang dan duduk disampingnya.
"Tuan... maaf.."
Yin Zu menunduk dengan penuh perasaan bersalah karena tadi dia mengabaikan tuanya karena dikuasai kemarahan dengan perkataan Yin Su padanya.
"Tidak apa-apa aku mengerti jika kau sangat kesal dan tidak dapat mengendalikan amarahmu pada saat itu." Yan Liyan tersenyum ketika melihat Yin Zu mengelap air matanya menggunakan lengan jubahnya.
"Menangislah jika hal itu membuatmu tenang aku tidak akan menggapmu sebagai orang lemah karena kau menangis lagipula semua orang mempunyai titik terlemah dalam hidupnya bukan..?"
Entah dari mana Yan Liyan mendengar kata-kata itu mungkin dari pengalaman hidup pahit yang peran dialaminnya dulu tapi yang pasti kata-katanya itu berhasil membuat Yin Zun merasa tenang.
"Terimakasih..." ucap Yin Zu sambil tersenyum.
"Hmmm... Aku rasa aku tidak melakukan apa-apa untukmu tapi karena kau telah berterimakasih padaku karena mungkin kau menggapku sebagai penenang maka kata terimakasih saja tidak akan cukup bukan...?" Yan Liyan tersenyum tipis seperti merencanakan sesuatu.
"Eh..." Yin Zu sangat terkejut dengan ucapan Yan Liyan dan sedikit menyesal dengan ucapan terimakasih yang dia katakan tadi.
"Tidak perlu terkejut aku hanya ingin kau memainkan seruling ini untuku." Yan Liyan kemudian mengeluarkan seruling bunga salju dalam cincin penyimpananya.
Yin Zu menerima seruling itu dan memandangnya lekat-lekat dia sangat mengenal seruling yang pernah diberikan oleh Xiao Yi pada Yan Liyan waktu itu.
"Apa kau bisa memainkanya..?"
Yin Zu mengangguk dia memang sangat menyukai suara seruling dan terkadang memainkanya pada saat bosan dan tidak melakukan apapun disekte Es dulu.
Yan Liyan tersenyum ketika melihat Yin Zu mengangguk.
Setelah itu Yin Zu memainkan seruling itu dan menghasilkan suara yang merdu walaupun terkadang dia melakukan kesalahan tapi hal itu tidak mengurangi keindahan suara seruling yang dimainkan olehnya.
Setelah beberapa Menit kemudian Yan Liyan yang mulai mengantuk karena mendengar seruling tiba-tiba tertidur dan bersandar dibahu Yin Zu.
Yin Zu seketika menghentikan suara seruling lalu melihat kearah tuanya yang bersandar dibahunya.
Dia sangat gugup ketika melihat wajah tuanya yang sangat dekat denganya dia juga tidak berani untuk membangunkan tuanya itu.
Sehingga di suasana malam itu tepat dibawa bulan yang bersinar terang Yan Liyan tertidur dibahu Yin Zu dia tampak tidak terusik dengan rambut Yin Zu mengenai wajahn karena diterpa angin malam.
__ADS_1
Sedangkan Yin Zu yang mulai terbiasa dan tidak mencoba gugup hanya memandang kearah langit malam yang terlihat sangat indah serta menenangkan hati dan pikiran.
Begitupun dengan Yan Liyan dia tersenyum ketika melihat Yin Zu tidak merasa sedih lagi walaupun hanya untuk sementara waktu tapi itu lebih baik daripada terus terlarut dalam kesedihan.
'sepertinya rencanaku berhasil.' batinnya sambil tersenyum tipis.
Tidak lama kemudian Yan Liyan benar-benar tertidur dan tidak tahu apa yang terjadi setelahnya.
"..............."
Pagi harinya.....
Yan Liyan terbangun karena sinar silau matahari menerpa wajahnya.
Di saat Yan Liyan membuka matanya dia sangat terkejut ketika melihat wajah Yin Zu yang menatapnya.
Yan Liyan juga tersadar jika saat ini dia tertidur dipangkuan Yin Zu,Yan Liyan lalu bangun dari tidur lalu tersenyum pada Yin Zu.
"Maaf... aku tidak menyangka jika aku akan ketiduran."
"tidak apa-apa aku sama sekali tidak keberatan.." Yin Zu berkata dengan suara kecil hampir tidak terdengar bahkan terlihat rona merah di wajahnya.
"Sebaiknya kita berdua segera kembali mngkin Xiao Yi dan Yin Zu akan mencari keberadaan kita jika kita tidak kembali dengan cepat."
Yin Zu yang mendengar itu hanya mengangguk lalu menghancurkan token teleportasi itu.
Diikuti dengan Yan Liyan yang juga ikut menghancurkan token teleportasi dia tidak ingin menunda-menunda dia akan melatih perajuritnya untuk menjadi kultivator hebat dan memiliki tingkat kultivasi yang tinggi serta fondasi kokoh agar mereka dapat menghadapi invasi ras iblis terhadap alam tingkat menengah.
Yin Zu dan Yan Liyan langsung sampai di taman kastil mereka juga melihat jika Yan Lin sudah mulai baikan serta ditemani Bing Hua dan Xiao Yi ditaman kastil itu.
Sedangkan disudut lain terlihat Yin Su yang sedang duduk bersama Jiu Wei dibahunya terlihat ekspresi murung dari Yin Su.
Yin Su yang merasakan keberadaan dari Yin Zu langsung melesat kearahya karena dia merasa sangat khawatir denganya kemarin
Dia mengira jika Yin Zu akan kembali kekastil tapi dugaanya sangat salah bahkan dia tidak menemukan Yin Zu diseluruh wilayah tanpa nama.
"Apa kau baik-baik saja...?"
__ADS_1
Yin Zu yang mendengar pertanyaan dari orang yang telah membohonginya selama ini hanya menatap Yin Su dengan rumit dan sedikit kebencian dari tatapanya itu.
Dia sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Yin Su setelah itu dia pergi kekamarnya untuk beristirahat karena dia tidak tidur tadi malam dan juga dia melakukan hal itu untuk menghindar dari Yin Su.
Yin Su yang melihat Yin Zu mengabaikan dirinya hanya menunduk karena dia mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Yin Zu saat ini.
"memang tidak semudah itu tapi dia akan mengerti seiring berjalannya waktu." ucap Yan Liyan mencoba menenangkan Yin Su.
Yin Su yang mendengar itu hanya mengangguk.
"Aku harap ucapan tuan itu benar." gumamnya lalu pergi dari tempat itu dia juga ingin menenangkan pikiranya.
Xiao Yi yang melihat kejadian tadi merasa sangat aneh sebenarnya mereka dari awal merasa sangat aneh dengan tingkah Yin Su yang terlihat sangat murung tidak seperti biasanya.
Xiao Yi Bing Hua dan Yan Lin berjalan menuju kearah Yan Liyan untuk meminta penjelasan padanya.
"Kakak Liyan....
sebelum ucapan Xiao Yi selesai langsung dipotong oleh Yan Liyan.
Yan Liyan lalu menceritakan semua yang terjadi dilembah kesengsaraan serta penyebab Yin Su terlihat sangat murung padahal biasanya dia merupakan orang yang sangat tenang dalam mengatasi suatu masalah.
Xiao Yi dan yang lain yang mendengar itu hanya mengangguk.
"hmm... aku baru mengetahui hal ini." ucap Xiao Yi yang merasa sudah tahu tentang salah satu dari temanya itu dan ternyata selama ini dia salah besar.
Bing Hua dan Yan Lin yang mendengar itu hanya mengangguk karena mereka merasakan hal yang sama dengan Xiao Yi.
"Sesekali kalian hibur mereka dan juga kita harus meningkatkan kultivasi perajurit."
Bing Hua yang mendengar itu hanya mengangguk karena sektor pelatihan perajurit dipimpin olehnya.
"Yan Lin kau harus menggantikan posisi Yin Su saat ini untuk menjadi pemimpin sektor Alchemist perintahkan mereka untuk memuat obat-obatan penyembuhan tingkat tinggi.
Sedangkan adik Yi kau harus menyuruh para penempa untuk membuat peralatan perang dalam jumbla yang lebih banyak pastikan itu semua akan selesai paling lambat tiga bulan kedepan."
Yan Lin dan Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk tanda mengerti.
__ADS_1
"Dan ya... dimana Han Guang..?" tanya Yan Liyan yang tidak melihat keberadaan Han Guang bersama mereka.
"Dia baru saja pergi untuk melatih Zu'er tuan." ucap Bing Hua mereka memang melatih Zu'er secara bertahap dan dengan sesuai keahlian masing-masing.