
[Sepertinya mereka merupakan hasil eksperimen kejam yang bertujuan merubah tingkat kekuatan dari suatu ras ketingkat yang tertinggi secara paksa, tuan]
Yan Liyan yang mendengar itu membelalakan matanya saking terkejutnya dengan apa yang barusan saja dia dengar.
Awalnya Yan Liyan berpikir jika tempat ini merupakan tempat eksperimen yang bertujuan untuk meneliti bagian-bagian tubuh ras lain untuk mencari titik lemah dari ras tersebut.
"Bagaimana bisa! Bukankah pengetahuan semacam itu telah musnah!"
"Kakak Liyan.. Kau berbicara dengan siapa?!" Xiao Yi kebingungan ketika tiba-tiba saja Yan Liyan berteriak.
Sebenarnya Xiao Yi juga sangat marah dengan pemandangan di depanya itu, namun melihat Yan Liyan berteriak membuatnya merasa aneh karena tidak biasanya Yan Liyan berteriak seperti itu.
'Apakah kepribadiannya telah banyak berubah setelah kejadian itu?' batin Xiao Yi penuh tanya.
Sedangkan Yan Liyan mengutuk kesalahannya karena dia lupa jika Xiao Yi berada di dekatnya sehingga dia tadi kelepasan dan lupa untuk membantin agar dapat berkomunikasi dengan sistemnya.
"Ah, Aku hanya sangat marah Xiao Yi. Apa kau tahu, jika eksperimen ini lebih kejam daripada pembantaian yang telah kau lakukan sebelumnya."
"Um, Aku juga tahu itu."
Sebenarnya eksperimen semacam meningkatkan kekuatan ras sudah punah jutaan tahun yang lalu bersamaan dengan menghilangya satu-satunya sosok penyihir yang ada di dimensi tingkat tinggi.
Konon dulu ada sosok penyihir yang berasal dari alam keabadian terdampar di alam tingkat tinggi setelah melakukan pertarungan yang dasyat.
keadaan sosok penyihir itu melemah, dikarenakan di alam tingkat tinggi dia tidak dapat menggunakan energi mana.
Untuk tetap bertahan hidup dan untuk menjadi penguasa di alam tingkat tinggi, sisok penyihir tersebut membuat koloni perajurit hasil eksperimen dari ras manusia yang lebih kuat dari manusia pada umumnya.
Manusia hasil eksperimenya itu bahkan dapat menandingi seorang kultivator yang berada di ranah elemen.
Namun karena perbuatanya yang sangat kejam dimana sosok penyihir itu memculik bayi dan anak-anak di desa kecil untuk dijadikan bahan eksperimenya, akhirnya seorang kultivator hebat membunuh sosok penyihir tersebut dan menghancurkan seluruh hasil eksperimenya agar tidak ada lagi yang melakukan eksperimen terlarang itu.
Yan Liyan yang melihat eksperimen semacam itu masih tetap ada hingga dimasa sekarang ini, tentu membuat Yan Liyan sangat marah dan dia juga curiga, jika sebenarnya penyihir yang ada di cerita itu masih hidup lalu menjadi sosok jenderal dewa kegelapan.
"Apa yang harus kita lakukan kakak Liyan?"
"Apa lagi, kita harus menghancurkan mereka." tidak ada cara lain lagi selain menghancurkan hasil eksperimen itu, karena semua sosok yang dalam tabung itu sudah lama mati.
Yan Liyan sebenarnya ingin membiarkan mereka tetap seperti itu, Namun Yan Liyan tidak ingin jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti mereka akan menjadi mayat hidup.
"Kakak Liyan...
"Berhentilah memanggilku dengan sebutan seperti itu!" Yan Liyan sekali lagi mengingatkan Xiao Yi.
__ADS_1
Yan Liyan kemudian menghancurkan seluruh tabung yang ada di tempat itu, yang membuat semua isi dalam tabung tersebut terurai menjadi butiran debu.
Sebenarnya dari awal mereka belum mati sampai akhirnya seluruh jendral dewa kegelapan telah berhasil dilenyapkan, sehingga tidak ada lagi yang mengurus eksperimen itu.
Meskipun Yan Liyan terlihat kejam saat ini, tapi tidak ada pilihan lain selain melakukannya.
Xiao Yi juga menembakan elemen kegelapanya menghancurkan eksperimen itu dengan sangat cepat.
Tidak lama kemudian mereka berdua telah berhasil menghancurkan seluruh eksperimen itu yang totalnya terdapat 100 tabung eksperimen.
Semuanya di dominasi oleh ras gagak darah iblis, dan sebagian berasal dari ras iblis dan Binatang mistik.
Yan Liyan tahu jika mereka tidak akan berani pergi ke wilayah manusia, elf, dan Binatang mitos sebelum dewa kegelapan bangkit sepenuhnya, karena hal tersebut akan membahayakan diri mereka sendiri.
Sedangkan waktu itu, wilayah ras iblis masih tertutup dari wilayah lainya sehingga mereka dengan beraninya untuk mencuri beberapa anak kecil disana, bahkan naga kegelapan pernah membuat kediaman di wilayah itu.
Yan Liyan dan Xiao Yi kemudian melanjutkan perjalanan menyusuri lorong bangunan yang luas itu. Mereka berdua sangat yakin jika jendral iblis yang mendiami tempat ini mempunyai sesuatu yang disembunyikan dengan rapat.
Mereka berdua sangat ingin mengetahui rahasia itu walaupun pada akhirnya akan membuat mereka marah dan geram.
"Kakak Liyan...
Sebelum Xiao Yi menyelesaikan perkataanya. Dia langsung mendapatkan pandangan tajam dari Yan Liyan.
Yan Liyan menggeleng. "Aku sama sekali tidak tahu."
Xiao Yi tidak bertanya lagi setelah mendengar itu, sehingga membuat Yan Liyan sedikit keheranan.
'Mungkin ini adalah efek dari kembalinya ingatanya.' batin Yan Liyan karena Xiao Yi tidak bertanya lagi. Padahal sebelumnya Xiao Yi merupakan orang yang paling banyak tanya.
"Yan Liyan.. Apa kau masih membenciku?" tanya Xiao Yi tanpa menatap kearah Yan Liyan.
Suasana ditempat itu tiba-tiba menjadi sunyi dan hanya terdengar suara langkah kaki mereka berdua setelah Xiao Yi menanyakan itu.
Yan Liyan terdiam, memikirkan banyak hal saat ini. Tentu saja Dia masih membenci Xiao Yi, tapi apa yang dia lakukan akhir-akhir ini sangat bertentangan, karena jika Yan Liyan sangat membencimu Xiao Yi, maka dia tidak akan pernah menolongnya saat terkena racun ular naga.
"Kenapa kau menanyakan sesuatu yang sudah kau ketahui jawabannya?" Yan Liyan balik bertanya dan berhenti setelah mereka berdua telah sampai di ujung lorong bangunan.
"Maafkan Aku." ucap pelan Xiao Yi yang masih bisa di dengar oleh Yan Liyan.
Yan Liyan mengerutkan keningnya mendengar itu, Dia sangat kebingungan harus menanggapi permintaan maaf dari Xiao Yi saat ini.
"Memaafkanmu memang bukan hal yang mudah, tapi jika aku memaafkanmu, Aku kira akan sangat mustahil jika hubungan kita akan kembali seperti dulu lagi." ucap Yan Liyan dengan rumit.
__ADS_1
Xiao Yi kebingungan ketika mendengar itu.
"Jadi, apa kau memaafkanmu?" tanya Xiao Yi lagi.
"Ya. Aku memaafkanmu, tapi seperti yang aku katakan tadi, jika mustahil hubungan kita akan kembali sama seperti dulu lagi."
Xiao Yi yang tersenyum senang ketika mendengar itu, menurutnya yang dia dengar tadi merupakan hal yang paling membahagiakan untuknya.
Xiao Yi mengenyampingkan terlebih dahulu mengenai hubungan mereka berdua, menurutnya yang terpenting adalah Yan Liyan telah memaafkanya.
"Terima kasih. Apa aku boleh menyampaikan ini pada yang lainnya." tanya Xiao Yi dengan antusias.
"Terserah." ucap Yan Liyan yang terkesan acuh.
'Yan Lin pasti akan sangat bahagia mendengar ini.' batin Xiao Yi yang mengingat akhir-akhir ini Yan Lin frustasi karena memikirkan Yan Liyan.
Xiao Yi berpikir jika Yan Lin mendengar semua ini, hal itu akan membuat keadaannya menjadi lebih baik.
kembali pada Yan Liyan. Dia kemudian membuka pintu ruangan terahir itu.
Krak!
Suara pintu berderit yang memperlihatkan benda dibalik ruang tersebut berupa dua buah tabung besar yang berisi dua orang anak kecil yang tampak umur mereka berdua lebih tua daripada anak-anak hasil eksperimen yang mereka hancurkan sebelumya.
Dua anak kecil itu berasal dari ras yang berbeda yaitu ras elf dan Binatang suci serigala es dan bisa terlihat dengan jelas jika dua tabung itu disegel dengan formasi aray.
"Sepertinya ini merupakan eksperimen unggul yang ada ditempat ini, karena aku masih merasakan adanya energi kehidupan dari dalam tubuh ke dua anak itu." gumam Yan Liyan yang merasa jika dua anak itu masih bisa diselamatkan.
Yan Liyan lalu membuka segel yang ada pada kedua tabung itu dengan sangat mudah.
Krak!
Muncul retakan pada dua tabung itu dan tidak lama kemudian dua sosok yang berada di dalam tabung membuka matanya bersamaan dengan kedua tabung itu hancur berkeping-keping.
Terlihat jelas dua sosok anak laki-laki dari ras serigala es dan sosok gadis kecil dari ras elf.
Mereka berdua terbangun dan melihat ke sekitar, pandangan mereka berdua tiba-tiba tertuju kearah Yan Liyan dan Xiao Yi.
Tanpa menunjukkan sedikit pun ekpresi, dua sosok anak kecil itu kemudian berjalan pelan menuju Yan Liyan dan Xiao Yi.
Yan Liyan dan Xiao Yi tampak waspada ketika melihat hal itu, mereka belum menyerang karena mereka berdua sama sekali tidak merasakan ancaman.
Dan tiba-tiba saja Yan Liyan dan Xiao Yi dikejutkan dengan dua sosok anak kecil tersebut yang tiba-tiba saja memeluk kaki mereka berdua.
__ADS_1
"Ayah, Ibu."