
"Hahaha... Kau jujur sekali Bing Hua." Mei Lin tertawa keras dengan menepuk bahu Bing Hua. Jujur saja dia tidak bisa menahan tawanya ketika mendengar jawaban jujur Bing Hua.
"Itu tidak lucu tahu, jadi hentikan itu Mei Lin! lagipula aku merasa sangat aneh melihatmu tertawa keras seperti tadi." Bing Hua berkata dengan nada sedikit kesal karena Mei Lin menertawainya.
Bing Hua juga merasa sangat aneh ketika melihat Mei Lin tertawa seperti itu. Hal tersebut merupakan pemandangan yang sangat terjadi.
"Mungkin ini adalah efek dia menjadi kekasihnya Yan Liyan. Ya... mungkin itu benar.'
"He.. Apa kau marah Bing Hua? tenang saja Aku hanya ingin menggodamu saja, jadi biasakan dirimu."
"Aku tidak marah hanya saja Aku merasa sangat aneh melihatmu seperti itu. Tertawa, menepuk bahuku sembarangan, dan mengejekku. Kau tidak terlihat seperti dirimu saja." Bing Hua menoleh kerah lain untuk menghindari kontak mata.
"Jadi, seperti ya.. Aku mengerti, Tapi asal kau tahu saja Bing Hua jika Kepribadian seseorang kapan saja bisa berubah, jika dia merasakan sesuatu yang membuat bahagia
" Maksudmu...
"kau benar. Sepertinya sekarang ini aku sedang merasakan perasaan itu.
"Baiklah, Aku akan menjalankan tugas terlebih dahulu." Mei Lin kemudian melesat menuju kediaman bangunan pemimpin aray pelindung untuk menjalankan tugas yang diberikan oleh Yan Liyan kepadanya.
"Reaksinya sangat berbeda denganku. Entah apa yang dilakukan oleh Liyan'gege sehingga membuatnya menjadi seperti itu.
Ah... sudahlah aku juga tidak terlalu peduli, karena jika aku peduli makan hal itu akan membuatku iri padanya.
Huh.. lebih baik aku beristirahat terlebih dahulu." Bing Hua pergi menuju kedalam rumah untuk beristirahat.
"......... "
Di tempat lain...
Lebih tepatnya di dalam keramaian kota wilayah aray pelindung.
Terlihat Sosok yang memakai jubah hitam sedang berjalan dengan santainya diantara kerumunan sehingga membuat sosok itu menjadi perhatian orang-orang.
Sosok tersebut tidak lain adalah Yan Liyan yang
sedang menjalankan tugasnya. Sekarang ini dia sedang berada di kerumunan. Yan Liyan melakukan itu dengan alasan tertentu.
Alasan tertentu itu adalah agar dia dapat membaur dengan masyarakat. Menurut Yan Liyan jika dia muncul secara tiba-tiba dan menyebarkan rumor maka dia akan langsung dircurigai sebagai lawan politik dari para bangsawan, sehingga tidak ada yang akan mempercayainya dan menganggap perkataannya sebagai omong kosong belaka.
Meskipun itu hanya suatu rumor, tapi menambahkan rasa kepercayaan kepada pendengar makan hal itu akan menjadi suatu rumor yang tidak mudah dilupakan.
"Lihatlah dia! dia terlihat sangat menyeramkan."
__ADS_1
"kau benar, tapi memang tampilan seorang pemuburu memang seperti itu bukan, jadi jangan terlalu memperhatikanya atau kau akan kehilangan nyawamu!"
Berbagai macam bisiki yang membicarakan dirinya terdengar dengan jelas oleh Yan Liyan namun meskipun begitu dia tetap tersenyum karena rencananya berhasil.
"Hei.. Kau! Siapa kau? Apa kau benar-benar merupakan seorang pemburu!" seorang wanita cantik yang dikelilingi oleh 5 pengawal dengan senjata lengkap disekitarnya.
Dilihat sekilas saja identitas dari perempuan itu tidak lain adalah seorang bangsawan.
'Ckk.. ini diluar dugaanku, untuk apa bangsawan sepertinya memperhatikan sosok seperti diriku ini.'
"Ya, Aku merupakan seorang pemburu. Apa ada yang bisa saya bantu nona...
" Tidak perlu! Kau tidak perlu membantuku. Dilihat dari tampangmu saja, Aku bisa menebak jika kau sedang membutuhkan uang bukan? Aku juga sedikit menduga jika aku mempunyai rencana tersembunyi." Sosok itu memandang tajam kerumuna warga sehingga membuat seluruh warga terdiam dan menjauh dari tempat itu.
"Itu lebih baik, jadi katakan apa yang sebenarnya sedang kau rencanakan orang asing."
"Eh." Yan Liyan dengan ekspresi terkejut. Dia tidak pernah menduga jika rencananya akan gagal secepat ini.
"Sudah aku duga jika kau memang orang asing. Aku bisa melihatnya dari ekspresi wajahmu."
[DING... Gadis yang berada di depan Anda mempunyai kemampuan khusus tuan, yaitu dapat mengetahui niat tersembunyi dari orang lain. Meskipun begitu hal tersebut tidak semudah yang tuan bayangkan, karena diperlukan dan beberapa syarat tertentu agar sosok itu mengetahui rencana seseorang menggunakan kemampuan spesial yang dia miliki, tapi dia sudah terlanjur mencurigain anda tuan.]
'Apa ada orang yang mempunyai kemampuan seperti itu? Dunia ini aneh sekali ya.. tapi dengan kemampuanya yang seperti itu dia sangat cocok untuk menjadi pencari informasi.'
Gadis tersebut yang melihat Yan Liyan hanya terdiam menjadi sangat kesal.
Sebelum ucapannya selesai Yan Liyan memasukan tangannya kedalam jubahnya sehingga membuat gadis itu waspada.
Wuss!
Muncul laki-laki tampan di depan gadis tersebut.
"Kau kasar sekali ya... padahal tunaganku ini hanya ingin bertanya padamu." dengan penuh waspada. sosok itu memandang tajam Yan Liyan karena dia tidak dapat merasakan tingkat kultivasinya.
"Apa yang tadiitu masih bisa disebut bertanya? daripada menyebutkanya seperti itu, sepertinya kata menyudutkan lebih cocok.
Apa kau tahu? jika semua orang sangat tidak suka jika disudutkan seperti itu, begitu pula denganku." Yan Liyan berbicara dengan tenang. Dia belum melakukan gerakan karena menurutnya ini hanya merupakan masalah kecil, lagin pula dalam rencananya jika sekarang ini belum saatnya dia menjadi orang jahat.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan di tempat ini...
Uang? wilayah, tempat tinggal, perkerjaan. Aku akan memberikan semua itu padamu jika.
" Sayangnya aku tidak butuh semua itu, karena yang aku butuhkan adalah informasi."
__ADS_1
"Informasi? informasi apa yang kau maksud."
"Informasi mengenai hilangnya orang-orang yang berada di pinggiran wilayah aray pelindung. Dengan status yang kalian miliki, pasti kalian mengetahui hal itu bukan?" sebenarnya Yan Liyan sudah mengetahui penyebab menghilangnya orang-orang yang beragama dari pinggiran wilayah arah peindung. Namun Yan Liyan mengatakan itu untuk membuat dirinya tidak dicurigai sebagai seorang kriminal.
Dua sosok itu sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari Yan Liyan.
"Jadi, kau juga menyelidiki hal itu." teriak sosok gadis itu dengan tidak percaya.
"Juga? Berarti kalian...
"kami berdua juga menyelidiki hal itu. Sungguh kebetulan ya..
Yan Liyan yang mendengar itu menyeringai lebar.
"Ya, Sungguh sangat kebetulan."
"............ "
Di Sebuah restoran terlihat Yan Liyan sedang duduk bersama dengan dua bangsawan tadi.
Yan Liyan juga mendapatkan informasi jika mereka berdua berasal. dari keluarga Song keluarga song berada di wilayah paling pinggir wilayah aray pelindung. Keluarga Song bertugas untuk menjaga keamanan perbatasan wilayah aray pelindung.
Sosok gadis yang dia temui tadi bernama Song Qie. Song Qie merupakan putri keluarga song sedangkan laki-laki tadi adalah tuanagan Song Qie yang berasal dari keluarga song juga namun tunanganya itu berasal dari keluarga cabang.
Nama sosok laki-laki itu adalah Song Lao.
Song Qie ingin mengetahui penyebab penduduk dari pinggiran aray pelindung menghilang secara tiba-tiba. Menurut informasi yang dia dapatkan dari Ayahnya, jika mereka kabur dari wilayah aray menuju Dunia luar yang penuh bahaya, karena merasa sudah tidak tahan lagi dengan kehidupan mereka.
Namun Song Qie tidak mudah percaya akan hal itu, karena Song Qie sangat tahu jika para penduduk perbatasan tidak akan mungkin melakukan hal bodoh semacam itu.
Song Qie lalu memilih untuk menyelidikinya sendiri bersama dengan tunanganya serta beberapa perajurit yang mengawal perjalanan mereka.
Mendengar semua informasi yang dia dapatkan membuat Yan Liyan menghela nafas panjang.
'Menyedihkan sekali. Aku tidak bisa membayangkan gadis baik sepertinya akan mengetahui penyebab menghilangnya mereka dan juga mengenai keterlibatannya Ayahnya dalam hal itu.'
"Ada apa? Aku peringatan padamu! meskipun aku baik padamu, tapi jangan memandang tunaganku dengan tatapan seperti itu."
"Ah... Sepertinya Kau salah paham. Aku melihatnya bukan dengan niat tertentu. Aku hanya berpikir jika sebelumya aku seperti pernah menemui orang yang sama seperti kalian, tapi ya.. sudahlah sebaiknya lupakan saja." Yan Liyan terkekeh ketika melihat dua bangsawan itu yang mengingatkanya kepada Xu Yue dan Xu Dongjie.
"Jadi, selama penyelidikan yang kau lakukan. Apa kau menemukan suatu petunjuk?"
Yan Liyan tersenyum tipis ketika mendengar pertanyaan itu.
__ADS_1
'Aku telah menunggu pertanyaan ini dari tadi."
"Ya, Aku mempunyai suatu petunjuk."