
"Ya... Pulau ini merupakan pulau tersembunyi dan seharusnya, Kau tidak diperbolehkan untuk masuk kedalam pulau ini."
Yan Liyan berdiri dari tempat Dia merebahkan diri, memandang sosok laki-laki didepannya dengan rumit.
"Jadi apa kau ingin membunuhku?"
"Tidak, sepertinya Kau telah salah paham, perkataanku tadi bukan untuk mengancam siapapun tapi untuk mencegah jika saja ada seseorang yang akan memasuki pulau ini."
Yan Liyan kebingungan ketika mendengar ucapan dari sosok didepanya.
"Mengancam? memangnya ancaman apa yang berada dipulau ini?, yang aku lihat sebagai ancaman adalah kau!" Yan Liyan memandang tajam sosok didepanya.
Meskipun Yan Liyan tidak merasakan niat jahat dari sosok didepanya tapi apa salahnya untuk untuk mencegah, lagipula tadi Dia merasakan aura dari sosok itu.
Sosok pemuda itu hanya tersenyum ketika mendengar ucapan dan tatapan tajam dari Yan Liyan.
"Terserah apa yang kau katakan tapi satu hal yang harus kau ketahui! jika aku bukanlah ancaman untukmu."
"Hmm.... mendengar perkataanmu itu, Aku semakin curiga denganmu."
Yan Liyan sama sekali tidak menurunkan kewaspadaanya pada sosok didepanya, Dia juga tidak ingin dibohongi oleh kata-kata dari sosok itu.
"Kau sangat tidak percaya padaku ya.. Tapi Aku bisa memaklumi hal itu,
Perkenalkan namaku Huang Zu, merupakan salah satu manusia yang tinggal dipulau ini." ucap Huang Zu memperkenalkan identitasnya pada Yan Liyan.
Sedangkan Yan Liyan agak terkejut ketika mendengar perkataan dari sosok di depanya.
"Apa kau berpikir, jika kau menyebutkan identitas yang kau miliki maka Aku akan percaya begitu saja denganmu?
Cih... jangan bermain kata dan sebuah lelucon denganku!"
Huang Zu tersenyum kecut ketika mendengar ucapan sosok di depanya.
"Baiklah, jika Kau masih tidak percaya maka ikutlah denganku, Aku akan menunjukan sebuah rahasia yang selama ini tersembunyi dari alam tingkat tinggi." ucapnya lalu berjalan santai menuju kearah selatan.
Yan Liyan semakin kebingungan dengan perkataan dari Huang Zu.
ingin menunjukan sebuah rahasia kepada orang yang baru saja dia temui,
Bukankah itu sangat tidak masuk akal dan mencurigakan.
"Bagaimana menurutmu Jiu Wei?"
"Mm... sebaiknya ikuti saja perkataan dari dari orang yang bernama Huang Zu itu."
"Apa kau mempunyai alasan untuk meyakinkanku?" Yan Liyan bertanya pada Jiu Wei karena sebenarnya Dia agak ragu untuk mengikuti perkataan dari sosok Huang Zu, yang baru saja dia temui beberapa menit yang lalu.
"Tidak ada alasan khusus, Aku hanya berpikir jika tidak ada ruginya untuk mengikuti perkataanya, lagipula kau bisa mencari informasi tentang Pulau ini Bukan?
Kau juga tentu sangat penasaran dengan perkataan, jika Dia merupakan salah satu manusia yang tinggal di pulau ini."
__ADS_1
Yan Liyan mengangguk ketika mendengar alasan dari Jiu Wei, Yan Liyan memang penasaran dengan perkataan Huang Zu tadi.
"Baiklah.., Aku akan mengikutinya tapi jika Dia berniat jahat maka Kau yang harus melawannya, Jiu Wei!" ucapnya lalu berjalan mengikuti Huang Zu yang nampak santai berjalan menuju suatu tempat yang tidak diketahui oleh Yan Liyan.
Sedangkan Jiu Wei hanya menghela nafas berat ketika mendengar ucapan tuanya tadi.
'Cih... Dia memang tidak ingin mengambil resiko dari apa yang akan Dia lakukan, Dasar licik.' batin Jiu Wei dengan kesal.
Di perjalanan....
Yan Liyan dan Huang Zu masih berjalan dengan santai tanpa sepatah katapun yang mereka keluarkan.
"Kalian berdua memang benar-benar sangat membosankan." gumam Jiu Wei yang sangat bosan.
"Mmm... kenapa kalian berdua tidak terbang saja? Bukankah kita akan lebih cepat sampai tujuan daripada berjalan kaki seperti ini?" tanya Jiu Wei yang sudah bosan melihat sikap diam dari tuanya dan sosok bernama Huang Zu itu.
"Oh... Sesuai dugaanku, ternyata kau bukan merupakan rubah biasa, Dan untuk jawaban dari pertanyaanmu itu, Aku sama sekali tidak ingin menjawabnya." ucapnya tanpa menoleh kearah mereka berdua.
Jiu Wei memandang kesal Huang Zu ketika mendengar perkataan dari Huang Zu.
"Cih... menyebalkan."
"Apa kau merupakan binatang mitos dari ras rubah Elemen?"
"Untuk jawaban pertanyaanmu itu, Aku sama sekali tidak ingin menjawabnya."
Huang Zu tersenyum ketika mendengar ucapan dari rubah itu.
"Kau merupakan kultivator yang benar-benar sangat langka, Dan juga Aku merasakan aura yang tidak asing padamu." ucapnya sambil tersenyum tipis.
Yan Liyan yang mendengar itu langsung waspada kepada sosok itu, bahkan bersiap untuk mengeluarkan senjata artefak dari dalam cincin penyimpananya.
"Sejak kapan kau menyadari hal itu? dan siapa kau sebenarnya?" ucap Yan Liyan memandang tajam Huang Zu.
"Sejak awal, setelah kau memasuki aray itu, Aku telah menyadari semua keunikan darimu tapi ada satu keunikan padamu yang tidak aku ketahui dan aku sangat penasaran dengan hal itu." ucap Huang Zu.
"Apa ini tujuanmu untuk menyuruhku mengikutimu ketempat ini? Apa kau telah mempersiapkan rencana ini sejak awal Aku memasuki pulau ini?"
"Tujuanku? Aku sama sekali tidak mempunyai tujuan dan rencana seperti yang kau pikirkan?"
Huang Zu kemudian mengeluarkan token dan melemparkanya diudara.
Wusss.....
Token itu menempel pada suatu benda yang tidak kasat mata lalu terbentuk rune-rune kuno.
Wusss....
Rune-rune kuno kemudian menyatu menjadi lingkaran dan kemudian terbuka suatu celah ruang dimensi di tempat itu.
Ketika celah dimensi itu terbuka, terlihat pemandangan yang sangat mengagumkan.
__ADS_1
Sebuah kota besar serta keramaian banyak orang yang sedang melakukan aktivitas keseharianya.
Huang Zu hanya tersenyum ketika melihat keterkejutan dua sosok didepanya itu.
"Yang kalian lihat saat ini merupakan kota yang berada didalam dimensi lain Dari pulau tersembunyi, kami menyebutnya dengan nama, Kota Dimensi."
Huang Zu kemudian memasuki celah dimensi itu, diikuti oleh Yan Liyan, Sebenarnya Yan Liyan agak ragu untuk memasukinya tapi rasa penasaran terhadap apa yang dilihatnya mengalahkan keraguan dalam hatinya.
Ketika mereka masuk kedalam celah dimensi itu, secara tiba-tiba celah itu menutup.
Sekarang ini mereka berada di puncak bukit yang berada didekat kota sehingga mereka bisa melihat pemandangan kota besar darin tempat itu.
"Ini sangat mirip dengan kekaisaran Xue dulu tapi agak sedikit berbeda, ruang dimensi disini sangat terkendali dan sempurna." Gumam Yan Liyan.
"Kota ini merupakan kota tersembunyi, yang dipimpin oleh salah satu kekaisaran besar dalam tingkat tinggi ini." ucap Huang Zu lalu terbang menuju kearah gerbang kota.
Sesampainya disana mereka melihat kerumunan antrian dari para warga yang sepertinya mereka baru saja kembali dari kebun mereka, hal itu dibuktikan dengan alat-alat pertanian yang mereka bawah.
"Kita akan mengantri! Dan asal kau tahu saja jika kekaisaran kami sangat berbeda dengan yang lain, jadi aku peringatkan untuk tidak merendahkan mereka dengan kekuatan yang kau miliki." ucap Huang Zu memperingatkan Yan Liyan.
Huang Zu mengira jika Yan Liyan merupakan kultivator yang berasal dari kekaisaran lain yang berada dialam tingkat tinggi.
Yan Liyan hanya mengangguk, menunggu giliran mereka untuk memasuki kota.
Setelah lama menunggu, akhirnya giliran mereka.
Huang Zu menunjukan sebuah plakat berwarna hitam pada penjaga gerbang, terjadi sedikit perbincangan diantara mereka mengenai Yan Liyan.
Penjaga gerbang itu hanya mengangguk dan langsung mempersilahkan mereka masuk tanpa pemeriksaan sama sekali.
Setelah Yan Liyan dan Huang Zu memasuki kota, mereka berdua langsung melesat menuju kearah istana kekaisaran yang terletak ditengah kota.
Yan Liyan hanya mengikuti Huang Zu dari belakang, jujur saja dia sangat ragu untuk mengikuti Huang Zu.
Tapi selama perjalanan ini, Yan Liyan sama sekali tidak merasakan adanya niat jahat dari Huang Zu, jadi Dia memutuskan untuk mengikutinya saja.
Setelah mereka sampai di dalam diistana kekaisaran, para perajurit sama sekali tidak menghalangi mereka untuk masuk, mereka bahkan membukuk pada mereka berdua, hal itu membuktikan Jika Huang Zu mempunyai status yang tinggi di istana ini.
Setelah mereka berjalan menyusuri lorong istana, akhirnya mereka memasuki sebuah ruangan.
Diruangan itu, terlihat seorang yang memiliki topeng hitam sedang duduk diatas singgasana yang terbuat dari emas dan dihiasi pecahan kristal hitam.
Yan Liyan merasakan aura yang tidak asing ketika melihat orang yang berada diatas singgasana itu, sampai-sampai dia mengabaikan Huang Zu yang sedang menunduk.
Secara tiba-tiba, Sosok bertopeng itu membuka topeng hitamnya lalu tersenyum pada Yan Liyan.
"Apa Kau masih mengenaliku?" ucapnya sambil tersenyum pada Yan Liyan.
Yan Liyan sangat terkejut ketika melihat wajah asli dari sosok didepanya, sekujur tubuhnya gemetar dan tanpa sadar air mata mengalir dari pelupuk mata Yan Liyan.
"I.... IBU!!"
__ADS_1