
setelah itu mereka masuk kedalam ruang istana kekaisaran dan disambut oleh para pelayan disana.
mereka menaburi kelopak bunga dijalan yang dilewati oleh para tuan muda sebagai sambutan untuk mereka.
sedangkan Yan Liyan membaur dengan rakyat biasa menunggu leluhur kekaisaran Xue muncul.
tidak ada yang curiga padanya ketika melihat orang yang memakai topeng membaur dengan rakyat biasa.
karena tadi mereka melihat orang bertopeng itu mengawal kereta kuda tuan muda Dao Zhe sehingga para perajurit hanya mengira jika Yan Liyan sedang mengawasi keamanan Dao Zhe saja begitupun dengan para warga yang lain.
dan ya... para warga biasa memang diperbolehkan masuk kedalam istana tapi hanya pada saat-saat tertentu saja seperti acara hari besar kekaisaran atau untuk perlindungan dari serangan musuh.
sedangkan Dao Zhe bersama tuan muda yang lain saling memandang dengan tatapan permusuhan mereka duduk dikursi yang telah disiapkan oleh pelayan istana kekaisaran.
dan didepan mereka ada sebuah panggung besar yang nanti akan menjadi tempat Xue Lin berpidato dan menerima hadiah yang akan diberikan oleh para tuan muda.
tidak lama kemudian Xue Lin muncul dari ruangan sebelah panggung, dia berjalan dengan anggun menaiki tangga kecil tapi dia masih dalam keadaan wajah yang ditutup oleh kain warna putih kebiruan dan hanya memperlihatkan bagian dahinya saja dengan jelas.
para tuan muda yang melihat itu menatap Xue Lin dengan kagum dan rasa ingin memiliki, walaupun sebagian wajah Xue Lin tertutup oleh kain tapi mereka bisa melihat wajahnya walaupun agak samar.
karena kain yang menutup sebagian wajah Xue Lin agak transparan dan juga dari awal mereka telah mendengar berita akan kecantikan kaisar Xue tapi mereka tidak bisa melihatnya secara langsung.
dikarenakan kaisar Xue jarang keluar dari istana sehingga orang-orang hanya bisa melihat penampilanya disaat-saat tertentu saja itupun dia masih menggunakan penutup wajah.
Dao Zhe tersenyum cerah ketika melihat penampilan Xue Lin..
'aku sangat yakin jika aku dapat mendapatkan perhatianya.'
sedangkan Xue Lin berdiri diatas panggung dan melihat kearah para tuan muda yang hadir dengan tatapan rumit.
lalu dia mengalihkan pandangannya kearah kerumunan warga yang ada dihalaman istana kekaisaran.
Ruangan itu memang tidak jauh dari halaman istana sehingga Xue Lin bisa melihat para warganya dengan jelas begitupun sebaliknya.
ketika Xue Lin melihat kerumunan para warga pandanganya langsung menangkap sosok yang tidak asing, walaupun sosok itu memakai topeng tapi dia bisa mengenalinya karena pakaian yang dipakai oleh sosok itu sangat mirip dengan orang yang membuatnya kesal.
__ADS_1
setelah itu dia melihat kearah Dao Zhe yang duduk dikursi barisan peling depan.
'dia hanya berada dirana kultivasi kesengsaraan abadi ☆1 tapi menyuruh orang sepertinya untuk menjalankan misi konyol seperti itu.'
"huh... sepertinya aku akan mencari keluarga baru yang cocok untuk memimpin kota Utara." gumam pelan Xue Lin.
sedangkan Dao Zhe tersenyum penuh kemenangan ketika melihat Xue Lin terus memandangnya, entah apa yang dipikirkan oleh Xue Lin tapi dia sangat yakim jika dia telah menang dari tuan muda keluarga lain.
'aku bahkan belum memberikan hadiah untuknya tapi aku telah berhasil menarik perhatianya aku memang sangat-sangat beruntung.'
sedangkan tuan muda yang lain melihat kearah Dao Zhe dengan tatapan iri dan juga sangat kesal ketika melihat ekspresi mengejek dan penuh kemenangan yang ditunjukkan oleh Dao Zhe pada mereka.
"baiklah.., aku adalah kaisar dari kekaisaran Xue mengucapkan terimakasih karena telah menghadiri acara peringatan kelahiranku.
dan dengan hormat kepada semua yang berkenan untuk tidak melakukan keributan atau memancing pertarungan karena dalam acara ini ada tamu spesial yang akan hadir yang menurutku kalian pernah melihat atau mendengarnya."
tuan muda dan para warga yang mendengar itu agak terkejut terkejut sekaligus sangat penasaran dengan maksud perkataan dari kaisar mereka.
sedangkan Yan Liyan hanya tersenyum tipis.
dan secara tiba-tiba serpihan Es itu membentuk sosok wanita paruh baya.
dan diikuti munculnya dua sosok dua wanita tua yang muncul dalam ruangan itu.
semua orang didalam istana sangat terkejut ketika melihat hal itu.
mereka langsung menunduk dengan ekspresi hormat sekaligus ketakutan karena tentu saja mereka tahu siapa tiga orang yang tiba-tiba muncul itu.
ya.., mereka bertiga merupakan leluhur kekaisaran Xue.., walaupun mereka tidak pernah melihat wajah mereka tapi cerita turun-temurun mengenai kehebatan mereka sangat terkenal dan dikagumi oleh para warga kekaisaran Xue.
disaat para warga tuan mudah dan perajurit menunduk dihadapan mereka bertiga ada satu orang yang memakai topeng yang sama sekali tidak melakukan hal itu.
dia tetap berdiri kokoh dengan burung elang tanah dibahunya, elang tanah memandang kearah mereka bertiga dengan tajam.
"hanya satu orang yang berada ditingkat diatasku itupun hanya berbeda 2 tingkat tapi aku rasa jika aku masih bisa mengimbanginya." ucap Mei Lin melihat wanita paling sesepuh diantara mereka bertiga.
__ADS_1
Mei Lin berbicara seperti itu bukan tanpa alasan karena dia memiliki api phoeniks dan mempunyai banyak pengalaman bertarung dikehidupan sebelumnya.
sedangkan Yan Liyan menatap Mei Lin dengan aneh.
"kita tidak akan bertarung.., ingat tujuan kita berada disini."
"aku hanya saja berjaga-jaga tuan." ucap Mei Lin mengelak walaupun dia ingin sekali bertarung dengan tiga orang itu tapi dia tidak akan lupa dengan tujuan mereka.
sedangkan wanita paruh baya yang melihat sosok yang tidak membungkuk didepan mereka dengan aneh.
"apa orang itu yang kau bicarakan pada kami bertiga Lin' er.?" tanya pelan wanita itu.
"iya bu, dia adalah orang yang aku maksud..., sebaiknya ibu jangan memandang tingkat kultivasinya yang sekarang karena dia bisa menyembunyikanya dengan sangat baik." Xue Lin memperingatkan ibunya untuk tidak melakukan kesalahan sepertinya.
ibu Xue Lin yang mendengar itu hanya mengangguk dan memandang semua orang yang ada didepanya.
"acara ini akan ditunda terlebih dahulu dan dilanjutkan sore hari nanti karena kami mempunyai urusan yang harus kami lakukan dan sore hari nanti akan ada pemberitahuan penting sebaiknya siapkan diri kalian." ucap wanita paru baya itu.
semua orang didepanya hanya mengangguk tidak ada yang berani membantah atau menanggapi ucapannya.
setelah itu mereka menunduk kecil lalu mereka langsung pergi dari ruangan dan halaman istana karena aura dingin yang mereka rasakan ditempat itu membuat mereka sangat tertekan.
sekarang keadaan ditempat itu sangat kosong bahkan tidak ada seorang perajurit dan pelayanpun yang terlihat.
suasana ditempat itu sangat hening tapi tidak lama kemudian muncul sosok bertopeng dihadapan 3 orang leluhur kekaisaran Xue yang menunggu kedatanganya tadi.
"hmm... maaf membuat kalian lama menunggu." ucap Yan Liyan.
"dasar rendahan beraninya kau.., sebelum ucapan binatang kontrak Xue Lin selesai tiba-tiba Mei Lin berubah menjadi seekor phoenix.
setelah itu dia melesat dengan cepat dan mencekram leher ular yang berada dibahu wanita paruh baya yang merupakan ibu Xue Lin.
setelah Mei Lin mencekramnya dia langsung memakukan ular itu kelantai ruangan sehingga membuat ular yang merupakan binatang kontrak Xue Lin tidak dapat berkutik.
dia juga tidak menyangka jika burung Phoenix didepannya kan seberani ini.
__ADS_1
"cih... apa kau menganggap ucapanku tadi malam sebagai omong kosong belaka..? jika kau menganggapnya seperti itu maka kau melakukan kesalahan besar ular kecil." ucap Mei Lin dengan sinis dan siap membakar ular itu kapan saja.