
Iblis itu tersenyum mengerikan ketika mendengar informasi yang diberikan oleh iblis didepanya.
"Apa salah satu dari Kekaisaran yang tersisa itu adalah kekaisaran Xue..?" tanyanya karena dia masih mengingat kejadian puluhan ribu tahun yang lalu.
"Tidak tuan menurut informasi kekaisaran Xue juga telah hancur puluhan ribu tahun yang lalu bersama 3 kekaisaran yang pernah menentang kita dulu."
Iblis itu tersenyum lalu melirik kearah iblis yang berdiri di sampingnya.
"Siapkan para perajurit iblis kita akan menginvasi alam tingkat menengah lagi dalam waktu dekat serta beritahukan pada sepuluh jendral iblis agar menghadap langsung padaku...!" ucapnya dengan suara serak dan mengerikan.
"Ini akan menjadi lebih mudah." gumamnya iblis itu berpikir jika masalah utamanya adalah 3 kekaisaran yang bersatu melawanya dulu dan sekarang masalah utama itu telah selesai jadi sekarang semua akan menjadi lebih mudah ibarat seperti makanan yang siap untuk disantap.
"Baik..." ucap iblis yang berada disampingnya lalu pergi dari tempat itu.
Tidak lama kemudian muncul 10 iblis dengan berpenampilan berbeda semua dari mereka mempunyai keunikan masing-masing.
"Aku perintahkan kalian untuk memimpin para pasukan iblis untuk menginvasi alam tingkat menengah lagi aku akan akan menyiapkan teleportasi yang aman untuk kalian setidaknya itu membutuhkan waktu 2 bulan untuk selesai."
"Tapi yang mulia bagaimana jika...
"Kalian tidak perlu khawatir tiga kekaisaran yang pernah mengalahkan kita dulu telah hancur dan hanya menyisakan dua kekaisaran saja selain itu aku juga mempunyai persiapan yang matang." ucapnya memotong perkataan dari salah satu bawahannya.
"Dan Lagipula dulu aku telah mengancam mereka untuk memusnahkan dan mengambil ahli alam tingkat menengah seusai aku dikalahkan oleh mereka." ucap iblis itu tampak senyuman licik kejam dan penuh kebencian diwajahnya.
Dia akan membalas semua penghinaan dan kekalahan yang pernah dia alami dulu.
10 jendral iblis yang mendengar itu juga tersenyum sama dengan raja mereka, sekarang mereka semakin percaya diri untuk menguasai alam tingkat menengah ketika mendengar informasi itu.
Mereka kemudian mengangguk dan pergi dari tempat itu untuk melaksana perintah dari raja mereka.
"............."
Sedangkan ditempat lain Disebuah kastil wilayah tanpa nama...
Yan Liyan sedang duduk dikursi meja makan untuk makan malam bersama para bawahanya.
Yan Liyan menoleh kearah Yin Zu dan Yin Su yang sepertinya hubungan mereka mulai membaik tapi tetap saja tidak seperti yang dulu setidaknya itu lebih baik daripada tidak membaik sama sekali.
Yan Liyan lalu menoleh kearah Xiao Yi yang ada di sampingnya terlihat dia makan dengan sangat cepat memang menjadi kebiasaanya.
__ADS_1
Yan Liyan lalu menoleh kearah Bing Hua yang tampak makan dengan ekspresi datar sedangkan Bing Hua yang merasa di perhatikan oleh seseorang langsung menoleh kearah tuanya.
Yan Liyan yang menyadari hal itu langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.
Sedangkan Jiu Wei yang ada dibahu Bing Hua menatap mereka berdua dengan rumit.
"Hei... apa kau menyadarinya..? dia tadi memperhatikanmu.." bisik pelan Jiu Wei di telinga Bing Hua.
Bing Hua yang mendengar itu hanya mengangguk tampak tidak menganggap itu merupakan hal yang spesial.
"Oh... ayolah aku memang tidak mempunyai pengalaman tentang hal seperti itu tapi jika setelah ini dia memberikanmu sebuah hadiah spesial itu tandanya dia......
Ehm kau mengerti dengan maksudku bukan?" ucap Jiu Wei dengan senyuman tipis diwajahnya.
Bing Hua yang mendengar itu lagi-lagi mengabaikannya dia tidak terlalu percaya dengan hal yang tidak pasti lagipula dia tahu jika Jiu Wei hanya sekedar ingin menggodanya dia sudah terbiasa dengan hal itu apalagi jika Xiao Yi bersamanya.
Tapi itu tidak membuat Bing Hua membenci mereka berdua dan justru hal itu membuat mereka lebih dekat.
Setelah mereka selesai makan malam....
Yan Liyan langsung saja mengeluarkan 7 tangkai bunga keabadian dalam cincin penyimpananya bunga itu dia beli dari sistem untuk meningkatkan kultivasi para bawahannya kerana tingkat stengah dewa.
"It.. itu bunga keabadian salah satu tanaman herbal terlangka yang berfungsi untuk meningkatkan satu rana ditingkat kultivasi kebadian." ucap Jiu Wei dengan sangat terkejut ketika melihat Yan Liyan mempunyai 7 tangkai bunga itu.
"Ya, ini memang sama dengan jamur Yin dan Yang karena dua tanaman herbal itu merupakan jenis yang sama jadi ambillah tingkatan kultivasi kalian dengan baik."
Para bawahan Yan Liyan yang mendengar hal itu hanya mengangguk lalu masing-masing daei mereka mengambil satu bunga termasuk juga Jiu Wei.
Yan Liyan lalu menoleh kearah Bing Hua.
"Apa kau bisa menggunakan pedang Yin yang pernah kau beli dipasar gelap waktu itu...?" tanya Yan Liyan yang menanyakan sebuah pedang yang pernah dia beli dulu bersama dengan Bing Hua di sebuah toko senjata dipasar gelap.
Dan satu hal yang spesial adalah senjata itu merupakan senjata peninggalan kekaisaran Xue.
Bing Hua yang mendengar itu langsung menghelah nafas.
"Sepertinya tidak tuan setiap aku mengalirkan elemen Es miliku pedang itu selalu menolaknya mungkin aku tidak cocok untuk menggunakanya."
"Hmm... apa kau bisa memberikan pedang itu padaku."
__ADS_1
Bing Hua mengangguk lalu mengeluarkan pedang Yin dan memberikanya pada Yan Liyan mungkin ditangan tuanya pedang itu bisa digunakan dengan baik.
Yan Liyan lalu menerima pedang itu dan mengeluarkan Zira naga Es dalam cincin penyimpananya.
Zira itu terbuat dari sisik naga Es yang ditempa selama seribu tahun oleh dewa penempa setidaknya hal itu diberitahukan oleh sistem padanya mengenai senjata itu tadi.
"Ini sebagai ganti dari pedangmu mungkin itu akan lebih berguna." ucap Yan Liyan memberikan Zira itu pada Bing Hua.
Jiu Wei tersenyum tipis ketika melihat hal itu.
"apa yang aku katakan tadi memang benar bukan..? dia benar-benar membrikanmu benda istimewa dari auranya aku tahu jika itu adalah artefak tingkat tinggi dan langka." bisik Jiu Wei dengan suara pelan.
Jiu Wei yang mendengar hal itu benar-benar sangat malu dan menerima Zira itu dengan wajah yang memerah.
"Te... terimakasih tuan." ucapnya dengan terbata-bata karena sangat gugup dan salah tingkah.
Yan Lin dan yang lain melihat Bing Hua dengan sangat aneh, Bing Hua yang biasanya berwajah datar kini tampak malu karena diberikan sebuah artefak oleh Yan Liyan.
Kecuali Xiao Yi dia sangat mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh teman baiknya itu.
Yan Liyan lalu menoleh kearah Yin Zu..
"Pedang ini adalah pedang peninggalan dari kekaisaran Xue jadi aku pikir pedang ini akan sangat cocok untukmu." Yan Liyan lalu memberikan pedang itu pada Yin Zu.
Yin Zu yang mendengar itu hanya mengangguk lalu menerima pedang Yin itu.
"Itu sangat benar kau akan cocok menggunakan pedang itu apa lagi kau merupakan ke.....
Sebelum ucapan Xiao Yi selesai Yan Liyan langsung menutup mulut Xiao Yi menggunakan tangannya.
Yan Liyan melakukan hal itu karena tahu jika Xiao Yi akan berbicara jika Yin Zu merupakan keturunan dari adik angkat leluhur kekaisaran Xue dan hal itu akan membuat Yin Zu merasa sedih.
"Tidak apa.. aku mengerti dengan apa yang kau bicarakan." ucap Yin Zu sambil tersenyum tapi terlihat jelas jika ada kesedihan dari senyuman itu.
Setelah itu dia pergi dari tempat itu karena sesuatu hal yang pribadi.
Tentu saja semua orang yang ada di tempat itu tahu jika sesuatu hal itu adalah menangis.
Setelah Yin Zu pergi, semua orang yang ada ditempat itu memandang kearah Xiao Yi.
__ADS_1
Xiao Yi yang menyadari kesalahanya hanya menunduk dengan ekspresi bersalah.
"Aku tidak sengaja mengatakan hal itu." ucapnya dengan menyesal karena mengucapkan sesuatu hal yang sensitif untuk Yin Zu.