SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Membangkitkan Semangat Perajurit


__ADS_3

Chi Ziran kemudian melesat menuju kearah Xiu Lan dan memberitahukan kepadanya tentang perintah Yan Liyan.


"Baik, aku mengerti."


Xiu Lan menutup matanya dan mulai berkonsentrasi untuk melakukan teknik telepati agar dapat menyampaikan perintah Yan Liyan kepada pemimpin setiap ras..


Xiu Lan juga berkonsentrasi untuk menjaga frekuensi bunyi dari telepati nya tidak menyebar sehingga memungkinkan untuk didengar oleh musuh yang mempunyai kemampuan khusus mendengar frekuensi suara yang sangat rendah sekalipun.


para pemimpin ras yang mendengar pesan dari telepati Xiu Lan hanya mengangguk, mereka kemudian menyiapkan alat-alat terbaik yang mereka miliki yang kemungkinan besar akan sangat berguna dalam pertarungan.


Jiu Wei sendiri telah memegang belati berwarna merah menggunakan ekornya yang dilapisi oleh energi api begitupun dengan Mei Lin. Dia siap kapan saja menarik pedangnya untuk bertarung.


Walaupun mereka berdua tidak mendsapatkan pesan telepati dari Xiu Lan. Namun mereka dapat melihat isyarat 7 bunga teratai yang dimana mereka berdua mengetahui jika hal tersebut merupakan suatu perintah untuk mulai bergerak dari Yan Liyan.


Chi Ziran kemudian berdiri dengan anggun di depan aliansi 4 ras, Dia memandang para perajurit di depannya penuh dengan harapan, karena mereka memang merupakan harapan dari alam tingkat tinggi ini.


"Saling melindungi lah satu sama lain, juga berusahalah untuk tetap hidup demi hari esok, demi keluarga, teman, dan demi orang yang membutuhkan kehadiran kalian! Perbedaan ras dan permusuhan dimasa lalu, sebaiknya kalian lupakan hal itu, Berjuang dan berkerjasama lah..., karena kalian merupakan harapan dari alam tingkat tinggi ini agar tidak jatuh ketangan orang yang egoi dan rakus akan kekuasaan."


Dengan suara anggunya Chi Ziran mencoba untuk semakin membangkitkan semangat mereka, walaupun hal itu sebenarnya tidak biasa, karena pada umumnya seorang pemimpin dalam menyemangati perajurit nya dengan kata-kata yang menggebu-gebu.


Yaaa!


Yaaa!


Yaaa!


Yaaa!


Teriakan sahutan dari empat ras menggema dengan sangat keras, karena mereka sangat setuju dengan perkataan Chi Ziran tadi.


Chi Ziran yang mendengar itu hanya tersenyum tipis karena rencananya berjalan dengan lancar. Chi Ziran kemudian mengeluarkan sebuah pedang dari dalam cincin penyimpananya.


Pedang itu mengeluarkan hawa dingin. pedang tersebut merupakan pedang peninggalan leluhur Kekaisaran Phoenix es dan diwariskan secara turun temurun.


Chi Ziran kemudian terbang melayang diatas langit, dia memandang rendah gagak darah iblis yang mulai mencair satu persatu.


Chi Ziran kemudian mengangkat pedangnya keatas, pedang itu mengumpulkan energi dingin serta bunga es yang mengelilinginya.


Energi tadi membentuk siluet burung Phoenix es yang memiliki lambang bintang biru yang tergambar jelas di dahinya, burung Phoenix tersebut melengking untuk sesaat untuk menunjukan keagungan dan keindahanya. Phoenix Es itu kemudian melesat menuju kearah perajurit gagak darah iblis.


Serang!

__ADS_1


Serang!


Ras Phoenix yang melihat serangan dari pemimpin mereka, dapat menyadari jika burung Phoenix yang memiliki lambang bintang tersebut merupakan simbol permusuhan bagi ras mereka yang digunakan untuk menandai ras yang mereka musuhi.


Diwilayah mereka simbol tersebut terpampang jelas di suatu patung naga kegelapan. Hal tersebur dilakukan untuk memberitahu anak cucu mereka jika naga kegelapan merupakan musuh abadi dari ras Phoenix Es.


Dengan menggunakan sayap mereka, jutaan perajurit dari ras Phoenix es melesat dengan kecepatan penuh, Ras lain yang melihat hal itu, tidak tinggal diam.


Mereka juga ikut melesat tanpa menunggu perintah dari pemimpin mereka masing-masing, entah karena semangat yang mengebuh-gebuh atau yang lain, tapi yang pasti terlihat keseriusan dari ekspresi mereka yang menandakan jika mereka bertarung tanpa paksaan dan hanya melakukan tugas semata.


Serangan dari Chi Ziran tadi yang hampir mengenai tempat perajurit gagak darah iblis berada, tiba-tiba saja muncul sosok dewa kegelapan dan membuat perisai pelindung yang terbentuk dari energi kegelapan.


Perisai pelindung itu kemudian secara perlahan menjadi kabut asap yang kemudian asap itu menyelimuti Phoenix es tersebut.


Kiak!


Kiakk!


Phoenix es melengking dengan keras ketika asap itu menyelimuti seluruh tubuhnya, dan terlihat tubuh dari Phoenix es secara perlahan terhisap kedalam asap itu dan kemudian menghilang ditelan oleh kegelapan.


Dan setelah burung Phoenix itu menghilang, terlihat suatu lubang hitam yang menghisap burung Phoenix tadi.


Sebelum ucapannya selesa, tiba-tiba saja tangan yang dia gunakan untuk menghisap burung Phoenix es tadi membeku sehingga membuatnya sangat terkejut.


" Bagaimana mungkin!


"Hehe... apa Kau lupa? jika kami mempunyai semua informasi tentang dirimu termasuk teknik yang kau miliki." suara dingin terdengar di belakang naga kegelapan.


Chi Ziran dengan pedang ditangannya langsung dengan sangat cepat menebas naga kegelapan.


Wuss!


Pedang itu mengenai telak punggung naga kegelapan, tebasan itu juga tidak hanya sampai disitu saja melainkan menimbulkan siluet bulan sabit yang melesat dengan keras serta menyeret jauh naga kegelapan bersama dengan serangan tersebut.


Chi Ziran memanfaatkan hal tersebut untuk melakukan penyerangan lagi.


Tujuh Jendral dewa kegelapan yang melihat hal itu, langsung melesat menuju kearah Chi Ziran untuk menghentikannya namun langkah mereka terhenti akibat kemunculan tiba-tiba dari Jiu Wei dari belakang mereka.


Jiu Wei dengan sembilan ekornya mengikat mereka satu persatu tanpa mereka sadari sebelumnya.


"Sejak kapan?" ucap salah satu jendral yang sama sekali tidak merasakan aura keberadaan dari Jiu Wei dari tadi.

__ADS_1


"Sejak kalian asik melihat pertarungan pemimpin bodoh kalian sehingga membuat kalian menurunkan kewaspadaan."


Jiu Wei kemudian mengalirkan energi elemen pada ekornya sehingga membuat mereka kesakitan. Namun Jiu Wei menyadari jika hal itu tidak akan bertahan lama, Dia kemudian melemparkan 7 jendral lainya menjauh dari medan perperangan.


Wuuss!


Boomm!


Mereka telrmpar di berbagai sudut yang sudah dia tentukan, ditempat mereka terlempar telah berdiri satu orang yang akan menjadi lawan mereka.


".......... "


"Bagaimana menurutmu?"


5 sosok wanita yang tidak lain adalah mantan para bawahan Yan Liyan mengamati jalanya pertempuran dengan seksama, dilihat dari sudut mana pun posisi aliansi 4 ras sangat diuntungkan, jadi mereka tidak bisa melakukan rencana mereka.


"Ini diluar dugaan kita. Rubah dan Phoenix api itu telah berkembang dengan sangat pesat dan hal itu cukup mengejutkan, tapi pertempuran yang sesungguhnya baru saja akan dimulai, jadi kita tidak bisa menebak alur dari pertempuran untuk sekarang ini." Yin Shu menanggapi pertanyaan dari Yin Zu.


"Mmm.. bagaimana dengan Yan Liyan?" tanya Yan Lin.


Pandangan mereka seketika tertuju kepada seorang pemudah yang sedang menyiksa dewa kegelapan menggunakan 8 roh elemenya.


"Peningkatanya memang sangat menakjubkan, tapi tetap saja 8 roh elemen itu belum sempurna. Dan kalian tentunya menyadari jika dewa kegelapan itu tidak dapat dikalahkan dengan mudah, jadi bersiaplah, karena kita akan bergerak jika dewa kegelapan telah mengeluarkan kekuatan penuhnya." Xiao Yi menanggapi pertanyaan dari Yan Lin.


"Kenapa kita tidak membantunya sekarang saja? bukankah itu jauh lebih baik." Yan Lin merasa sangat khawatir dengan Yan Liyan jika sampai dewa kegelapan mengeluarkan kekuatan penuhnya.


"Kenapa? karena aku hanya ingin melihat perkembangannya selama ini, Lagipula aku sangat yakin jika kedepannya dia akan putus asa untuk melawan dewa kegelapan, dan pada saat itulah kita akan membantunya, setelah itu kita akan membuktikan padanya jika apa yang kita peringatkan dulu kepadanya adalah suatu kebenaran."


"Apa itu tidak terlalu kejam?" Yan Lin berpikir jika hak tersebut akan mempermainkan perasaan dari Yan Liyan dan kemudian menyedihkan.


"Apa kau baru menyadari sifatku?" Xiao Yi balik bertanya yang membuat mereka semua terdiam.


Tidak lama kemudian....


"Aku merasakan aura yang sangat kuat akan menemasuki Dimensi utara beberapa menit lagi." ucap Han Guang secara tiba-tiba.


"Apa aura itu berasal dari musuh?"


"Aku tidak tahu. Auranya berada di suatu lorong dimensi, jadi aku tidak bisa memastikannya dan secara samar-samar aku juga merasakan keberadaan aura yang lebih lemah bersama dengan aura yang kuat itu."


"Bisa jadi, jika aura tersebut merupakan bala bantuan dari musuh, jadi apa yang harus kita lakukan ketua?"

__ADS_1


__ADS_2