
Nue menggeleng, dia sangat menyangkan keputusan Fang Lei yang saat ini telah dikuasai oleh amarah.
Nue berpikir jika hari ini Fang Lei akan bernasib buruk dengan kehilangan seluruh harga dirinya, meskipun begitu Nue berharap jika Fang Lei tidak sampai mati, karena dia merupakan tetua keluarga besar di kota bulan gelap.
Jika Fang Lei mati, maka kekuatan keluarga Fang akan menurun drastis dan hal itu akan menyebabkan ketidak seimbangan kekuatan di kota Bulan gelap.
Bisa saja keluarga lain memanfaatkan momen tersebut untuk menyerang keluarga Fang dan menjarah seluruh harta keluarga Fang.
Meskipun hal tersebut hanya dugaanya saja tapi itu sangat mungkin terjadi, apa lagi di dunia yang penuh rasa kerakusan yang tidak pernah terpuaskan akan kekuatan.
Jika sampai hal itu terjadi kota bulan gelap mungkin akan sekali lagi mengalami masa-masa kelam.
"Hah! Aku tidak bisa tenang jika membiarkanya pergi sendiri." Nue dengan cepat melesat mengikuti Fang Lei di belakang tanpa sepengetahuan Fang Lei sendiri.
-
-
Di penginapan bulan gelap..
Mei Lin tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dia lalu memutuskan pergi keatap penginapan dan duduk di sana untuk menenangkan pikirannya yang kacau sekaligus menghirup udara segar.
Mei Lin memandang bulan yang bersinar temaram. Walaupun bulan dialam kegelapan terlihat aneh, tapi tetap indah dan menengkan hati untuk dilihat.
"Hah!" Mei Lin menhembuskam nafas hingga menghasilkan kabut tipis keluar dari mulutnya.
Wajahnya yang sangat cantik terlihat sangat mempesona apa lagi diterangi bulan yang indah yang membuat Mei Lin semakin mempesona.
Jika ada yang melihatnya saat ini, mungkin sosok itu akan menduga jika Mei Lin adalah peri kecantikan yang turun dari alam suci yang membawa benih kehidupan yang tenang untuk ditabur di tanah yang tandus.
"Semua keindahan yang aku lihat saat ini tidak terlalu berarti tanpa mu Yan Liyan." suatu gumaman manis keluar dari Mei Lin sang ratu Phoenix api.
Kata-kata yang akan membuat seluruh ras Phoenix api akan memuji keberuntungan Yan Liyan karena membuat ratu mereka mengeluarkan kata-kata romantis seperti itu.
"Saudari Lin? Apa yang kau lakukan di sini?" Bing Hua terkejut melihat Mei Lin duduk diatas atap sambil melihat bulan.
__ADS_1
"Melakukan hal yang sama seperti yang ingin kau lakukan." ucap Mei Lin tampa menoleh kearah Bing Hua, sebenarnya dia telah merasakan kehadiran Bing Hua dari tadi.
Sedangkan Bing Hua sendiri juga ingin mencari udara segar sekaligus ingin menyendiri tapi tidak menyangka melihat Mei Lin juga.
Bing Hua kemudian duduk di dekat Mei Lin Dan ikut memandang bulan juga.
"Jika di ingat-ingat ini merupakan kebiasaanya bukan?"
"Ya, kau benar." Mei Lin mengangguk, paham tentang siapa yang Bing Hua maksud.
"Apa kau sangat merindukanya saudari Mei Lin?"
Mei Lin terdiam, dia merasa malu untuk menjawab pertanyaan itu secara langsung. Egonya sebagai ratu Phoenix melarang nya untuk mengatakan hal tersebut di depan orang lain.
"Apa kau tidak kedinginan?" Mei Lin bertanya balik. berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.
"Kau bercanda? aku merupakan seorang kultivator mana mungkin aku merasakan dingin dengan udara seperti ini, lagi pula rasa dingin tidak akan mengangguku."
Sebagai seorang kultivator dengan elemen es tentu saja perasaan dingin tidak akan mengganggunya.
Bing Hua sebenarnya tahu jika Mei Lin sedang mengalihkan pembicaraan, tapi dia bingung tentang apa alasan Mei Lin melakukannya.
"Di mana kelompok yang kemarin membuat kekacauan di guild pemburu! kemari dan turunlah aku menantangmu!!" sosok monster serigala berteriak dan menghancurkan benda di sekitarnya membuat keributan untuk memancing sosok yang telah melukai keponakannya untuk keluar dari dalam penginapan.
Parah monster di tempat itu segera menjauh ketika melihat kedatangan Fang Lei sedangkan pengurus penginapan tidak bisa melakukan apa-apa selain berharap agar sosok yang telah menyinggung Fang Lei untuk keluar dan menyerahkan dirinya dengan patuh.
Supaya tidak terjadi keributan lagi dan barang-barangnya tidak mengalami kerusakan lebih banyak lagi, hingga menyebabkan dirinya bisa dipecat dari pekerjaannya.
Pengurus itu juga tidak berani untuk menghentikan Fang Lei karena jika dia melakukannya maka nyawanya lah yang akan menjadi taruhannya.
"Apa dia ada kaitanya dengan monster bodoh kemarin?" Bing Hua berpikir jika monster dibawah yang sedang membuat kekacauan ada hubungannya dengan Fang Sen yang merupakan monster serigala yang diberikan pelajaran oleh Mei Lin.
"Ya, sepertinya begitu dan mungkin dia datang ke tempat ini untuk melakukan balas dendam."
"Apa kau membutuhkan bantuan untuk menyingkirkanya." Ucap Bing Hua menawarkan jasanya untuk membekukan monster serigala di bawah.
__ADS_1
"Tidak perlu. Aku akan menyelesaikan masalah ku sendiri." Mei Lin lalu melesat menuju kebawah penginapan.
Di saat Fang Lei akan membuat penginapan hancur lagi, sosok wanita bersayap hitam tiba-tiba muncul dan menangkis serangan yang menuju kearahnya.
Mei Lin lalu mendorong tangan itu dengan gerakan yang sangat cepat hingga terbentuk Hempasan angin keras sekaligus terdengar suara patahan tulang saat itu.
Fang Lei terkejut dengan sosok yang tiba-tiba muncul di depanya, dia berpikir jika sosok itu hanya mencoba menahannya. Namun siapa sangka jika sosok tersebut berhasil menangkis seranganya dan di tambah lagi dorongan dengan kekuatan luar biasa hingga membuat Fang Lei terpental.
Fang Lei bahkan merasakan jika tanganya telah patah untuk sesaat namun lama kelamaan dia merasakan jika tanganya benar-benar telah patah.
"Tidak!! Argkh!" telapak tanganya telah patah. Fang Lei mengalirkan Qi ketanganya sehingga tanganya perlahan-lahan kembali pulih.
"Apa kau mencariku? Hari ini Perasaanku sedikit baik, Aku menyarankan mu untuk segera pergi dari penginapan ini atau aku akan mematahkan tangan mu secara permanen."
Mengingat kembali Yan Liyan tadi membuat perasaan Mei Lin agak baikan, tapi semua itu dirusak dengan kehadiran serangga pengganggu Fang Lei. Namun dia tidak sedang ingin membunuh sekarang ini.
Bukanya menyerah, Fang Lei malah bertambah marah dan ingin membunuh Mei Lin. Dia berpikir jika tadi hanya keberuntungan Mei Lin saja dikarenakan Fang Lei lengah.
"Kurang ajar! Aku akan membunuhmu sialan!" Fang Lei melesat dengan kecepatan penuh mengarahkan cakar tajamnya kearah Mei Lin.
"Hah! Aku heran mengapa semua orang ingin berurusan dengan kematian hari ini." Mei Lin mengehelah nafas pelan lalu menghindari serangan cakar itu dengan sangat mudah.
Dimatanya serangan Fang Lei bergerak dengan lambat hingga Mei Lin dengan mudah menghindarinya.
Merasa kesal karena serangan terus menerus bisa di hindari oleh Mei Lin. Fang Lei membuat segel tangan untuk mengeluarkan serangan yang lebih kuat dari sebelumnya.
"Teknik Serigala haus darah!"
Krak!
Tubuh Serigala itu tiba-tiba melengkung dan patah sehingga terdengar bunyi patahan tulang disana.
Tidak lama kemudian mata Fang Lei yang awalnya berwarna abu-abu kini berubah menjadi putih bersih.
Ya, itu merupakan teknik yang memanfaatkan ketidak sadaran alami ras serigala untuk menyerang apa pun di dekatnya secara membabi buta.
__ADS_1
Teknik tersebut sangat cocok digunakan dalam pertarungan satu lawan satu karena jika digunakan secara berkelompok, maka ras Sserigala bisa saja saling menyerang tanpa mereka sadari.
"Teknik pengecut seperti ini, sama sekali tidak akan berguna di hadapanku."