
Mei Lin hanya mengangguk ketika mendengar perkataan dari Yan Liyan.
"Baik, aku mengerti."
"Umm.. Ingatlah! untuk selalu berhati-hati, tugas yang aku berikan memang sangat penting, tapi keselamatanmu jauh lebih penting daripada semua itu." Yan Liyan kemudian mengeluarkan sesuatu lagi dalam cincin penyimpananya.
Barang yang dikeluarkan oleh Yan Liyan adalah sebuah liontin yang mengeluarkan cahaya keemasan, cahaya keemasan tersebut terasa sangat menenangkan.
"Ini Adalah liontin cahaya yang merupakan suatu artefak langka yang berfungi untuk menghalangi energi kegelapan dan roh jahat memasuki tubuh dan pikiran pemakainya. Liontin ini juga mengandung sedikit energi kehidupan yang berasal dari pohon kehidupan sehingga dapat menyembuhkan luka." Jelas Yan Liyan lalu menyodorkan liontin tersebut kepada Mei Lin.
"Aku berikan Liontin ini untukmu. Anggap saja liontin itu sebagai hadiah dari seorang kekasih yang sangat kau cintai." Yan Liyan tersenyum kepada Mei Lin ketika mengatakan hal itu.
Mei Lin yang mendengar perkataan dari Yan Liyan menjadi sangat malu, apa lagi ada Bing Hua di sampingnya yang membuatnya benar-benar sangat malu. Dia juga merasa sangat kesal pada Yan Liyan karena menggodanya di depan Bing Hua.
Mei Lin kemudian menerima liontin tersebut lalu memakainya. Setelah Mei Lin memakainya, cahaya liontin itu perlahan meredup agar keberadaan dari Mei Lin tidak dapat diketahui saat melakukan tugasnya.
"Aku pergi dulu." ucap Mei Lin lalu kemudian menghilang dari tempat itu.
Setelah kepergian Mei Lin...
"Haaa!" Yan Liyan menguap dengan mata yang akan terpejam kapan saja.
"Aku sangat gantuk dan merasa sangat kelelahan, jadi Aku akan beristirahat terlebih dahulu. Sebaiknya kau juga beristirahat Hua'er." Yan Liyan memegang tangan Bing Hua lalu mereka berdua masuk kedalam rumah.
"Aku bisa berjalan sendiri Liyan'gege, jadi kau tidak perlu menarikku seperti ini."
"Ummm.. Aku tahu." Yan Liyan kemudian melepaskan tangan Bing Hua lalu berjalan menuju ke lantai atas untuk beristirahat.
Sesangkan Bing Hua hanya menggeleng ketika melihat tingkah laku dari Yan Liyan karena ditingkatkan kultivasi nya yang sekarang ini, sangat mustahil bagi Yan Liyan untuk merasakan rasa kantuk.
Kecuali jika Yan Liyan merasa malas untuk melakukan sesuatu.
"Huh... Sebaiknya Aku juga akan tidur." Bing Hua lalu berjalan menuju kamarnya yaitu tepat bersebelahan dengan kamar Jiu Wei dan Mei Lin.
"........... "
Di atap bangunan yang sangat tinggi...
__ADS_1
Terlihat sosok wanita cantik yang sedang berdiri memandang luasndan indahnya perkotaan.
Kota itu dihiasi oleh cahaya lampu berwarna merah terang sehingga membuat terlihat lebih hidup ditambah keramaian orang-orang yang sedang melakukan aktivitas masing-masing.
Sosok tersebut tidak lain adalah Mei Lin yang sedang menjalankan tugasnya.
Mei Lin kemudian mengeluarkan sebuah gulungan yang merupakan peta wilayah aray pelindung dari dalam cincin penyimpananya dan setelah itu membukanya.
Terlihat di dalam peta itu terdapat gambar mengenai rute-rute jalan yang ada di wilayah aray pelindung serta gambar bangunan-banguna besar beserta tulisan berwarna merah diatas bangunan itu, yang menandakan nama-nama keluarga yang merupakan pemilik dari bangunan itu.
Dan Jika dilihat sekilas terdapat suatu bangunan besar yang bahkan lebih besar dari bangunan milik para bangsawan tadi.
Bangunan itu berada di arah timur wilayah aray pelindung. Yang paling unik dari bangunan tersebut adalah terdapat gambar dua buah patung kakek-kakek berjanggut panjang berukuran sangat besar sedang berdiri di depan bangunan itu.
Patung itu bahkan lebih besar dan tinggi daripada bangunan itu sendiri sehingga membuat Mei Lin mengernyit kan keningnya.
"Hmm.. sepertinya ini akan menarik.
Menurut peta ini jika jarak antara tempat yang merupakan kediam pemimpin wilayah ini dengan tempatku sekarang ini sekitar 18.000 km." Gumamnya lalu memasukkan gulungan tersebut kedalam. cincin penyimpananya.
Dia secara tiba-tiba muncul diatas patung dan mengamati keadaan bangunan tempat pemimpin wilayah aray pelindung tinggal.
Terlihat tempat itu dijaga oleh banyak sekali perajurit yang masing-masing perajurit itu berada di rana kehidupan dan kematian tingkat menengah dan ada sebagian berada di rana kehampaan awal.
Mereka terlihat selalu siaga dengan setiap pergerakan yang ada, tapi sayangnya mereka tidak menyadari jika Mei Lin sedang berada tepat diatas mereka, lebih tepatnya berada diatas patung besar yang menghadap kearah kota.
Disaat Mei Lin sedang melihat-lihat, tiba-tiba saja terdengar suara tangisan dari seorang anak kecil yang berasal di pintu gerbang banguanan tersebut.
"Diamlah! Kau sangat berisik Bocah!" Terlihat seorang perajurit sedang mengiring gerombolan orang-orang yang nampak sangat memprihatinkan.
Kedua tangan dan kaki mereka dirantai sehingga mereka tidak leluasa untuk bergerak.
Terlihat perajurit itu mencambuk mereka untuk menyuruh mereka berjalan menuju bangunan tempat pemimpin aray pelindung.
Anak kecil tersebut menangis karena merasa kesakitan ketika dicambuk namun perajurit itu tidak memperdulikanya dan terus memaksanya untuk tetap berjalan sehingga anak kecil itu berjalan dengan terseret tertatih-tatih.
Mei Lin yang melihat pemandangan menyedihkan di depanya itu menjadi sangat marah. Namun ketika mengingat tugas yang Yan Liyan berikan, dia kembali meredam amarahnya dan memilih untuk tidak terburu-buru dalam bertindak.
__ADS_1
Kembali kepada segerombolan. Orang-orang tadi yang sudah sampai di halaman bangunan itu.
Seorang perajurit yang bertugas mengawasi pintu bangunan kemudian maju.
"Apa hanya segini saja yang bisa kau dapatkan?"
"Ya.. para bangsawan hanya dapat memberikan budak hanya segini saja. Itupun mereka merupakan orang-orang miskin yang berasal dari pinggiran wilayah aray pelindung jadi mereka diberikan kepada kita karena dianggap tidak berguna." ucap perajurit yang membawah gerombolan orang-orang itu.
"Sepertinya pemimpin akan marah kerika melihat jumlah orang yang sangat sedikit ini."
"Mau bagaimana lagi?"
"Hei! Cepatlah bawah orang-orang itu ke ruang bawah tanah! akan menjadi masalah jika ada orang lain yang melihat semua ini." ucap seorang perajurit lagi yang tingkat kultivasinya berada di tingkat yang lebih tinggi daripada mereka berdua.
"Baik." mereka berdua lalu membawa gerombolan orang-orang itu untuk dibawah ke ruang bawah tanah.
Mei Lin yang melihat itu langsung memakai jubah penghilang aurah agar memastikan keberadaanua tidak disadari oleh siapa pun.
Mei Lin melesat melewati perajurit yang berjaga dengan sedikit usaha karena pada saat ini dia harus ekstra hati-hati karena dia belum tahu pasti kekuatan musuh yang sebenarnya.
Setelah melewati para perajurit penjaga. Mei Lin lalu mengikuti dia perajurit yang bertugas membawa orang-orang tadi.
"Sebenarnya apa yang akan dilakukan oleh pemimpin dengan orang-orang ini? kenapa ketika menjelang hari bulan darah. pemimpin selalu meminta dibawahkan orang-orang seperti ini?" tanya salah satu perajurit dengan keheranan.
"Hei apa kau tidak tahu rumor yang beredar selama ini?" tanya perajurit dengan berbisik kepada temannya.
"Tidak. Aku baru berkerja selama stengah tahun disini jadi aku tidak terlalu tahu tentang rumor yang akan kau katakan...
"Hais.. Baiklah dengarkan aku.. Menurut rumor yang beredar, jika pemimpin kita melakukan teknik ritual hidup abadi. Teknik tersebut merupakan teknik terkutuk dan cara kerjanya adalah menyerap energi kehidupan manusia lalu membuat si penyerap itu akan awet muda. Semakin banyak energi kehidupan yang pengguna teknik itu serap, maka semakin panjang pula umurnya dan orang itu juga tidak akan mengalami penuaan." jelas salah dari perajurit kepada temanya dengan suara berbisik.
Sedangkan teman perajurit itu bergidik ngerih ketika mendengar penjelasan temannya.
"Sangat mengerikan."
Mei Lin yang telah mendengar pembicaraan mereka berdua hanya tersenyum.
"Jadi seperti itu ya... informasi yang sangat menarik dan juga sepertinya kota yang indah ini mempunyai sisi gelap di dalamnya terutama pada pemimpin wilayah aray pelindung ini." Gumamnya lalu melanjutkan mengikuti mereka untuk mendapatkan informasi lagi yang dapat disampaikan kepada Yan Liyan.
__ADS_1