
Yan Liyan sangat terkejut ketika tiba-tiba diikat dengan berbagai teknik dari elemen yang berbeda dan yang mengherankan adalah serangan mereka sama sekali tidak disadari olehnya.
'hm..kemungkinan ini adalah rencana Jiu Wei.'
sebelum belati Xiao Yi hampir mengenai tubuhnya tiba-tiba muncul 8 bola elemen melingkar dibelakang Yan Liyan.
8 bola elemen itu melindungi Yan Liyan dari serangan belati milik Xiao Yi.
"serangan Yin Zu memang dapat menekan kekuatan miliku tapi apakah dia mampu menekan seluruh elemen yang aku miliki..?" gumam Yan Liyan tersenyum tipis ketika seluruh teknik yang mengikat tubuhnya terlepas.
"langkah cahaya."
wusss.....
Yan Liyan tiba-tiba muncul dibelakang Xiao Yi dengan kecepatan yang lebih cepat dari pergerakanya tadi.
Xiao Yi menoleh kebelakang dan melihat Yan Liyan tersenyum kearahya.
"kakak Liyan.." ucap Xiao Yi sedikit terkejut.
"ada apa adik Yi..? sepertinya tadi kau berniat sekali untuk mengalahkanku."
"itu karena mereka berjanji dalam waktu 1 tahun...
"1 tahun..? itu merupakan waktu yang cukup lama tapi sayang sekali kau tidak akan bisa mengalahkanku.."
Yan Liyan melihat kearah para bawahanya yang mulai kelelahan karena menggunakan berbagai macam teknik secara terus menerus sehingga menguras banyak Qi yang mereka miliki.
Yan Liyan berjalan kedepan dan melesatkan tangan kearah Xiao Yi.
Xiao Yi yang melihat itu hanya terdiam karena jika dia melawan maka hal itu sudah tidak berguna lagi, dia juga tahu keadaan yang lain saat ini.
tetapi bukan pukulan yang dia terima melainkan Yan Liyan mengelus kepalanya dengan lembut.
"kau semakin berkembang adik Yi." ucap Yan Liyan sambil tersenyum.
Xiao Yi yang mendengar membuka matanya dan melihat Yan Liyan tersenyum kearahnya.
__ADS_1
"terimakasih kakak Liyan." ucapnya dengan lembut.
dia tersenyum ketika melihat yang lain melesat kearahya tapi ada perasaan bersalah karena tidak menjalankan tugas dengan baik.
"maaf kakak Hua dan kakak Yan Lin." ucapnya dengan rasa penuh bersalah.
"tidak perlu..., kau telah melakukanya dengan baik kami juga tidak pernah menyangka jika tuan bisa terlepas dari perangkap itu." ucap Yan Lin.
"itu benar.." Bing Hua ikut menanggapi menenangkan Xiao Yi yang menyalahkan dirinya sendiri.
"hm... kalian juga berkembang dengan sangat pesat.., tadi aku tidak akan bisa melepaskan diri dari ikatan itu jika aku tidak mengeluarkan seluruh elemen yang aku miliki pada saat yang bersamaan." ucap Yan Liyan pada mereka.
"jadi.. apa karena itu teknik miliku tidak dapat menekan kekuatan tuan..?"
tanya Yin Zu dia juga sebenarnya kebingungan kenapa Yan Liyan bisa melepaskan diri padahal dia sudah mengalirkan banyak Qi pada teknik yang dia keluarkan tadi.
"ya.. kau benar tapi teknikmu itu akan meningkat sesuai dengan tingkat kultivasimu jika saja kita berada ditingkat kultivasi yang sama maka aku akan lumayan kesulitan untuk melepaskan diri dari perangkap yang kalian buat tadi." jawab Yan Liyan sambil melihat kearah matahari yang sudah mulai terbenam.
"jadi apa yang harus kita lakukan selanjutnya..? apa tuan akan melanjutkan pelatihan untuk melatih elemen ruang dan waktu.?" tanya Yin Su dengan tiba-tiba.
"kita akan menetap disini untuk satu malam dan pada pagi hari kita semua akan pergi kewilayah tanpa nama." ucap Yan Liyan.
"ya..., aku setuju denganya kita hanya akan membuang-buang waktu ditempat ini tanpa melakukan apapun lagipula sebagian wilayah ini telah hancur." ucap Han Guang memandang kesegala arah yang hanya ada hamparan tanah dan kawah-kawah besar.
selain itu dia juga sedikit ragu jika pondok yang mereka buat masih dapat bertahan akibat hempasan angin kencang hasil dari teknik gabungan yang mereka keluarkan untuk melawan Yan Liyan tadi.
"tidak.., kita akan pergi esok hari lagipula kita akan pergi kesana menggunakan token teleportasi jadi tidak perlu terburu-buru seperti itu
dan soal keadaan wilayah aku sangat yakin jika orang-orang di wilayah itu telah melakukan perubahan dengan baik sesuai dengan arahan kalian." ucap Yan Liyan lalu mengeluarkan Mei Lin dalam ruang invetory sistemnya.
Mei Lin yang baru keluar tersenyum lebar ketika melihat keadaan Jiu Wei yang berada dibahu Bing Hua.
"kau terlihat sangat menyedihkan apa aku perlu membantumu adik.." ucapnya dengan nada yang mengejek.
"diamlah burung licik." ucap Jiu Wei dengan sangat kesal.
"jadi siapa yang menang..?" tanya Mei Lin melihat keadaan di sekitarnya dia menduga jika mereka baru saja melakukan pertarungan yang besar.
__ADS_1
"tidak ada yang menang dalam pertarungan kali ini karena ini hanya sekedar untuk latihan dan hanya untuk melihat perkembangan kemampuan para bawahanku.
jadi...ini bukan merupakan sebuah pertandingan jadi tidak ada pemenang diantara kami." ucap Yan Liyan dia berkata seperti itu untuk tidak membuat semangat dan motivasi berlatih para bawahannya menurun.
Mei Lin yang mendengar itu hanya mengangguk dia juga mengerti dengan maksud Yan Liyan berkata seperti itu.
"bukankah kita tadi akan berhasil mengalahkan tuan jika bersama Mei Lin..?"
tanya spontan dari Xiao Yi karena menurutnya jika kekuatan Jiu Wei dan dan Mei Lin digabungkan dan ditambah kekuatan mereka ada kemungkinan untuk membuat Yan Liyan terdesak dan bisa memenangkan pertarungan.
"jangan berpikiran seperti itu. aku tidak akan pernah mengikuti rencana dari rubah itu apa kalian tahu jika penyebab kalian tidak bisa mengalahkan tuan karena kalian mengikuti rencananya." ucap Mei Lin.
"benarkah...? aku rasa kami hampir mengalahkan kakak Liyan tadi akibat rencana dari Jiu Wei."
"terserah apa yang kau katakan tapi kau tidak akan pernah mengubah fakta jika rencana dan strategi yang dibuatnya telah gagal bukan.?
bukankah begitu adik..?" tanya Mei Lin menoleh kearah Jiu Wei dengan ekspresi menghina.
sedangkan Jiu Wei yang melihat ekspresi menghina dari Mei Lin hanya bisa mengertakan gigi dan mengutuk Mei Lin dalam hati.
tapi dia juga tidak bisa menyangkal jika perkataan Mei Lin sangatlah benar jika rencana yang dia buat telah gagal.
"maafkan aku seharusnya aku lebih mempertimbangkan segala sesuatu dengan baik." ucap Jiu Wei dengan perasaan bersalah pada mereka.
"tidak mengapa kau telah berkerja dengan sangat baik lagipula seperti kata tuan tidak ada pemenang dalam latih tanding kali ini jadi kau bisa merancang strategi dan rencana lebih baik lagi untuk kedepannya." ucap Bing Hua dan diangguki oleh yang lain.
Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum lalu berjalan santai menuju gua yang merupakan tempat tinggal pertama mereka berdua dulu. dia juga tahu jika akibat dari pertarungan mereka tadi kemungkinan besar pondok yang berada didekat ditelaga telah hancur.
para bawahan Yan Liyan mengikutinya dari belakang dan kali ini Mei Lin berada dibahu Yan Lin.
"Hei gadis api hijau apa kau telah menguasai api milikmu dengan sempurna...?"
"ti... tidak aku belum bisa mengendalikan panas api miliku dan sifat korosinya sesuai dengan keinginanku." ucap Mei Lin merasa gugup ketika ditanya oleh seekor phoenix dibahunya.
"hmmm bagian itu memang sedikit sulit tapi jika kau dapat bersahabat dengan api milikmu maka kau dapat dengan mudah mengendalikanya.."
"eh... bersahabat dengan api miliku.." gumam Yan Lin dengan kebingungan.
__ADS_1
Mei Lin tersenyum tipis ketika melihat ekspresi kebingungan dari Yan Lin.
"suatu saat nanti kau akan mengetahuinya aku tidak bisa menjelaskan padamu secara rinci karena suatu alasan." ucap Mei Lin yang membuat Yan Lin semakin kebingungan.