
"Lalu apa yang harus aku lakukan?!" Fang Lei tidak mungkin membiarkan Fang Sen mati begitu saja apa lagi sampai merendahkan harga dirinya, baginya dia lebih memilih mati daripada merendahkan harga dirinya terhadap sosok lain.
"Hah! ini sangat sulit tapi sebaiknya kau merendah saja ini demi keponakan mu itu." Zhen Kai menasehati agar Fang Lei menyerah saja dan patuh.
"Jika tidak ada jalan lain, maka aku lebih baik mati dari pada merendahkan harga diriku pada sosok yang menyakiti Fang Sen." Fang Lei keluar dari dalam ruangan dan mengabaikan Zhen Kai yang mencoba untuk melarangnya.
"Haih dasar keras kepala." Zhen Kai menggeleng melihat Fang Lei yang keras Kepala, Zhen Kai hanya bisa berharap agar tidak terjadi sesuatu yang buruk pada Fang Lei karena menyinggung sosok yang tidak seharusnya mereka singgung.
"Argkh! Panas! Tidak! Tolong!!" Teriakan terdengar lagi dari Fang Sen, dia mengeliat hingga terjatuh dari kasur.
Zhen Kai langsung menghampiri Fang Sen yang telah diangkat kembali keatas kasur oleh perawat.
Zhen Kai tidak bisa membayangkan begitu mengerikanya siksaan yang dirasakan oleh Fang Sen.
Zhen Kai kemudian menotok tubuh Fang Sen sehingga tubuhnya tidak bisa bergerak dan perlahan kehilangan kesadarannya.
Zhen Kai mengecek kembali tubuh Fang Sen. Kesadaran spiritual Zhen Kai memasuki tubuh Fang Sen.
Di dalam tubuh Fang Sen, Dia melihat api kecil berwarna merah darah yang sedang membakar jiwa Fang Sen secara perlahan dan hal tersebut membuat Fang Sen sangat tersiksa.
Teriakan dan rintihan Fang Sen menunjukkan betapa tersiksanya dia dan betapa mengerikanya rasa sakit yang dia alami.
Zhen Kai sendiri merinding melihat itu, padahal tadi dia telah melihatnya, tapi tetap saja itu sangat menakutkan untuk dilihat secara langsung.
Zhen Kai kemudian mengalirkan qi miliknya kepada Fang Sen agar api itu padam atau setidaknya mengecil, tapi setelah apa yang dia lakukan api itu tidak mengalami perubahan sama sekali.
Zhen Kai menggeleng untuk kesekian kalinya, dia sebenarnya sudah putus asa untuk memadamkan api tersebut, tapi melihat Fang Sen yang sangat tersiksa, Zhen Kai menjadi tidak tega dan terus mencoba untuk memadamkanya walaupun sia-sia saja.
"Sebenarnya siapa sosok yang melakukan ini? apa dia adalah sosok binatang mitos Phoenix atau jiwa naga kegelapan?"
Zhen Kai menebak-nebak tentang siapa yang memiliki api yang dapat membakar jiwa dan tidak bisa di padamkan.
Jika dipikir-pikir hanya naga kegelapan yang memiliki api semacam itu, tapi jiwa naga kegelapan tidak mungkin keluar dari persembunyianya dan ditambah lagi api yang berada di dalam tubuh Fang Sen mengandung sedikit aura suci sehingga itu menambah dugaan Zhen Kai jika semua ini bukan merupakan perbuatan dari jiwa naga kegelapan.
Hanya satu kemungkinan lagi yaitu ras Phoenix, tapi hal itu lebih mustahil lagi, itu karena tidak ada ras Phoenix di alam kegelapan, dan sangat mustahil jika mereka masuk kedalam alam kegelapan.
"Hah! Pada akhirnya aku tidak mengetahui apa-apa. Sungguh bodoh sekali, aku merasa sangat senang ketika mereka menyebutku sebagai master penyembuh yang mempunyai banyak ilmu. Namun kali ini aku tidak bisa melakukan apa-apa."
Gumam Zhen Kai yang merasa tertampar dengan ketidak tahunnya dan ketidak mampuanya untuk menyembuhkan Fang Sen.
Zhen Kai akhirnya sadar jika dia harus belajar lebih banyak lagi dan tidak cepat berpuas diri dengan peningkatanya meskipun seluruh dunia memujinya, karena pada akhirnya dia akan menyadari jika dia hanyalah seekor semut di semesta yang tidak mempunyai batas.
__ADS_1
"......... "
Di guild pemburu..
Booomm!
Fang Lei membuat kekacauan dengan melemparkan semua kursi dan meja yang ada di guild itu.
Para pemburu tidak mempunyai keberanian untuk menghentikan Fang Lei karena statusnya sebagai tetua keluarga Fang.
"Katakan padaku! Siapa yang telah menyakiti Fang Sen!" Fang Lei berteriak dengan ekspresi sangat marah sehingga membuat monster dan siluman di guild itu ketakutan.
Jangan berbicara bergerak sedikit pun mereka tidak berani karena saking takutnya mereka kepada Fang Lei.
Fang Lei semakin marah karena pemburu di tempat itu tidak menjawab pertanyaanya.
Hingga Fang Lei mengincar salah satu monster. Fang Lei melesat dan menggantung monster tersebut.
"Katakan padaku! siapa yang menyakiti Fang Sen!"
Monster itu kesulitan tersebut kesulitan bernafas karena cengkraman Fang Lei, tapi dia berusaha untuk berbicara demi nyawanya yang saat ini bisa direnggut kapan saja.
"5 sosok! Mereka telah melukai Fang Sen."
"Aku tidak tahu."
Jawaban dari monster itu membuat Fang Lei semakin emosi hingga dia mencekik monster itu lebih keras lagi.
Krak!
Bunyi patah tulang terdengar ngilu di telinga yang menjadi akhir hidup dari sosok monster tadi.
Fang Lei mengincar satu sosok monster lagi, tapi ketika dia akan melesat kearah monster yang telah menjadi targetnya.
Nue tiba-tiba datang dan menghadang Fang Lei. Fang Lei tentu saja berhenti.
"Akhirnya kau keluar juga Nue!"
"Ada urusan apa kau ke guild ini? Kau sangat mengangguku malam ini Fang Lei!" Nue sangat kesal dengan kehadiran Fang Lei yang mengacau guild miliknya.
Tadinya dia akan melakukan kultivasi tertutup untuk menyerap kristal kekuatan gelap, tapi belum sempat Nue melakukan kultivasi, Dia merasakan kekacauan di bawah dan itu sangat mengganggu konsentrasi nya.
__ADS_1
"Jangan banyak bicara kau Nue! Kau pasti tahu mengenai alasanku datang kesini! Katakan siapa yang telah melukai keponakan ku!"
"Aku tidak tahu." jawab singkat Nue yang membuat Fang Lei semakin emosi.
"Jangan bermain-main denganku Nue!"
"Siapa yang bermain-main denganmu? aku benar-benar tidak tahu siapa mereka."
Walaupun Nue sempat berbicara dengan mereka tapi dia tidak mengetahui identitas mereka berlima dan jika pun dia mengetahuinya maka dia tidak akan memberitahukanya kepada siapapun.
"Kau!!"
Fang Lei merasa di permainan dengan jawaban Nue yang singkat dan seperti tidak peduli denganya, ingin rasanya Fang Lei menghajar Nue samapai dia merasa puas.
"Seharusnya kau mengajari keponakan mu itu agar tidak menyinggung sosok yang tidak bisa dia singgung dan sekarang dia merasakan buah dari apa yang dia lakukan.
Aku menyarankan mu untuk tidak melakukan hal yang sama dengan keponakan mu itu atau kau akan berakhir sama sepertinya."
Fang Lei tidak tahan lagi. Dia melesat kearah Nue, dia melesatkan cakar tajamnya untuk mencabik cabik Nue menjadi serpihan kecil.
Nue tentu saja menghindari serangan itu dengan mudah sehingga cakar itu mengenai meja hingga hancur.
"Kau dan keponakan mu ternyata sama saja."
Tuan! tuan! tuan!
Seekor monster burung bangau berteriak dari kejauhan sebelum dia mendarat di dekat pertarungan.
Monster bangau itu menunduk pada Fang Lei.
"Tuan! tadi aku baru saja melihat kelompok yang melukai Fang Sen memasuki sebuah penginapan."
"Penginapan?" Fang Lei tersenyum karena akhirnya dia telah mengetahui keberadaan sosok yang melukai keponakanya.
"Ya, tuan."
Hanya ada satu penginapan di kota bulan gelap yaitu penginapan bulan gelap itu sendiri yang berdiri megah tepat di pusat kota.
Saat Fang Lei akan pergi menuju ke penginapan bulan gelap.
"Fang Lei aku memperingatkanmu untuk tidak mencari masalah dengan mereka atau kau akan menyesalinya." Nue memperingatkan Fang Lei karena dia mengetahui jika Fang Lei tidak akan berkutik dihadapan kelompok tadi.
__ADS_1
Fang Lei hanya mendengus lalu dengan cepat melesat menuju penginapan bulan gelap.