SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Imbalan Dari Perlindungan


__ADS_3

Pelayan dari Biao Qiaolin hanya pasrah dan pergi dari tempat itu, setelah mendengar semua perkataan Yan Liyan.


Dia juga menyimpan dendam kepada Yan Liyan dan Xian Ran dan akan mengatakan semua penghinaan yang mereka ucapkan kepada tuanya.


'Kalian akan menyesalinya' batin pelayan tersebut dengan sorot mata tajam dan intimidasi kepada Yan Liyan dan Xian Ran sebelum pelayan tersebut pergi meninggalkan kediaman.


Setelah kepergian pelayan itu....


Xian Ran yang ingin menyampaikan sesuatu pada Yan Liyan, tiba-tiba saja dihentikan olehnya.


"Aku tahu apa yang kau lakukan tadi, percayalah Aku terlebih dahulu mengetahuinya daripada kau Ran'er."


Yan Liyan sangat tahu apa yang Xian Ran bicarakan dengan Xue Jia. Xian Ran mempunyai tingkat sensitivitas yang tinggi sehingga dia akan mengenal aura orang terdekatnya dengan sangat baik, meskipun aura tersebut sangat tipis.


Sedangkan Xian Ran hanya mengangguk dan bernafas lega karena dugaan yang ternyata benar. Sekarang dia tidak perlu khawatir lagi, karena Yan Liyan pasti telah memikirkan solusinya.


Xian Ran kemudian berjalan dengan santai menuju kearah Yan Liyan, duduk disampingnya lalu merebahkan dirinya dipangkuan Yan Liyan.


Yan Liyan hanya tersenyum dan mengelus lembut kepala Xian Ran sambil mendengarkan cerita tentang perjanjian antara Xian Ran dan Xue Jia tadi sore.


Dia juga mendengarkan tentang perjalanan Xian Ran setelah perpisahan mereka waktu itu, sampai akhirnya bertemu dengan Ran dan sekarang bertemu denganya.


Xian Ran menceritakan semuanya dengan antusias, terkadang dia tertawa ketika Yan Liyan sedikit menggodanya saat dia bercerita dan cemberut ketika Yan Liyan mengejeknya.


Sedakan Bing Hua menyandarkan bahunya dibelakang Yan Liyan, sekarang posisi mereka berdua saling membelakangi.


Bing Hua juga ikut mendengarkan cerita dari Xian Ran dan terkadang menangapi cerita dari saudarinya itu, sambil melihat bulan purnama memancarkan sinar terang yang menambah keindahan dan keharmonisan mereka bertiga ditempat itu.


"Liyan'gege.. Aku sangat mencintaimu." gumam pelan Xian Ran lalu tidur dipangkuan Yan Liyan setelah menceritakan apa yang ingin dia ceritakan dan mengatakan perasaannya kepada Yan Liyan.


Yan Liyan hanya tersenyum lalu mengecup dahi Xian Ran.


"Aku juga mencintaimu Ran'er.. Aku harap dimasa depan nanti kita dapat hidup bersama."


"Aku juga berharap seperti itu Liyan'gege." Bing Hua menanggapi perkataan Yan Liyan dan ikut menutup mata tertidur sambil bersandar di punggung Yan Liyan.


Tidak lama kemudian...

__ADS_1


"Bocah, Kau sangat beruntung mendapatkan dua kesetiaan dari dua gadis cantik seperti mereka. Aku tidak tahu teknik apa yang kau gunakan sehingga mereka cinta seperti itu padamu." terdengar suara Xue Yu dari dalam ruang jiwa Bing Hua.


Xue Yu menyadari jika cinta dari keempat kekasih menantunya itu sangat tulus, sama sekali tidak ada niatan untuk memanfaatkan kekuatan milik Yan Liyan, mereka juga bersifat seperti kekasih yang baik di depan Yan Liyan, tapi bagaikan naga buas di hadapan musuh mereka.


Sama sekali tidak ada kompromi, dimana ada sosok yang membahayakan mereka, maka salah satu atau secara kelompok akan langsung bertindak dengan memusnahkan sosok berbahaya dan mengancam tersebut.


"Aku kurang yakin soal nasibku yang bagus, karena sekarang ini tanggung jawabku semakin banyak. Dan aku berharap dimasa depan nanti aku bisa membahagiakan mereka semua."


ucap Yan Liyan dengan penuh harap. Yan Liyan tidak henti-hentinya mengaharapkan itu, karena itu seperti tujuan hidupnya.


Xue Yu hanya terdiam mendengar tanggapan dari Yan Liyan, karena Xue Yu sangat yakin jika calon menantunya itu dapat mewujudkan semua yang dia inginkan.


"............. "


Sedangkan di istana Kekaisaran Surgawi..


Pelayan tadi menyampaikan semua perkataan Xian Ran dan Yan Liyan kepada tuanya Biao Qiaolin.


Pelayan itu menceritakan semuanya bahkan melebih-lebihkkan perkataan buruk dari Yan Liyan dan Xian Ran agar tuanya merasa marah dan menghabisi dua sosok tidak tahu diri yang baru saja dia temui itu.


Namun ternyata reaksi yang ditunjukan oleh Biao Qiaolin berbanding terbalik dengan harapannya. Dia berpikir jika Biao Qiaolinlin akan langsung marah, tapi tuanya itu malah tersenyum sehingga membuatnya keheranan.


Pelaya.. Persiapkan kereta kuda serta barang-barang berharga untuk ditawarkan pada pemuda itu.


Siapakan sekarang juga dan aku harap semuanya berjalam cepat, karena besok pagi kita akan pergi menuju ke kediamanya."


"Eh, ta.. tapi..


Sebelum pelayan itu menyelesaikan perkataanya tiba-tiba dia merasakan tatapan tajam dari Biao Qiaolin sehingga hal itu membuat merasa ketakutan yang luar biasa.


Tatapan tajam itu seperti tatapan dari seorang iblis yang telah membunuh jutaanya nyawa tanpa adanya rasa bersalah.


"Ingat posisimu sekarang ini! Pelayan rendahan sepertimu, tidak mempunyai gak untuk menolak atau menanggapi perintahku." Biao Qiaolin mengeluarkan sedikit aura membunuhnya untuk mengancam pelayan itu.


Pelayan itu semakin bergetar ketakutan dan dengan cepat dia menundukkan kepalanya memohon ampun atas kelancanganya.


Biao Qiaolin mengehelah nafas panjang dan menyuruh pelayan itu untuk pergi melaksanakan perintahnya tadi.

__ADS_1


Pelayan itu dengan cepat pergi setelah memberi hormat, dia tidak ingin berlama-lama lagi ditempat itu, karena dia tidak ingin menyinggung perasaan tuanya lagi.


".............. "


Pagi harinya di kediaman Yan Liyan...


Sebuah kereta kuda yang terlihat sangat mewah berhenti di depan kediaman Yan Liyan dan tidak lama kemudian sosok wanita cantik dengan gaun hitam yang tidak lain adalah Biao Qiaolin serta sosok pria paruh baya yang merupakan jendral dari Kekaisaran Surgawi ikut menemani Biao Qiaolin untuk memastikan keamananya.


Sebenarnya Biao Qiaolin tidak ingin ditemani oleh siapapun dan ingin berbicara dengan Yan Liyan secara pribadi. Namun Ayahnya ternyata sudah mengetahui niatnya dan memaksanya untuk ditemani oleh pria paruh baya itu.


Jika Dia menolak, maka Ayahnya akan melarangnya untuk pergi. Sebenarnya Biao Qiaolin sangat marah dengan Ayahnya karena selalu dibatasi dalam melakukan semua hal. Namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya menurutunya.


Saat Biao Qiaolin turun dari kereta kuda, pandangannya langsung menatap tajam kebelakang.. dimana dibelakang itu merupakan hutan rimbun.


Biao Qiaolin tersenyum kecil lalu melanjutkan perjalananya memasuki kediaman itu yang sudah terbuka. Pertanda kedatanganya telah ditebak oleh pemilik rumah mewah.


Sedangkan Pria paruh baya itu hanya mengikuti Biao Qiaolin dari belakang. Dia juga menyadari jika ada sosok lain yang mengikuti mereka. Namun dia hanya membiarkanya karena Biao Qiaolin tidak memerintahkanya padahal dia sudah menyadari keberadaan yang mengikuti mereka dari tadi itu.


Setelah Biao Qiaolin memasuki kediaman Yan Liyan...


Pandanganya langsung tertuju kearah gazebogazebo. Dia melihat Yan Liyan dan seorang gadis cantik yang tampak tenang dan mengeluarkan hawa dingin berada disampingnya.


Sosok wanita itu berbeda sekali dengan ciri-ciri yang kemarin malam pelayanya katakan.


Mereka berdua tampak sedang menunggu kedatanganya.. hal. itu ditandai dengan adanya 3 cangkir teh yang tersedia dimeja.


Biao Qiaolin berjalan menuju gazebo itu, sesampainya disana. Dia menyuruh jendralnya agar berada sedikit jauh dari gazebo dan memerintahnya untuk tidak menguping pembicaraan.


Setelah itu Biao Qiaolin pergi ke Gazebo dan duduk berhadapan dengan Yan Liyan dan Bing Hua. Biao Qiaolin merasa tidak perlu meminta izin karena selain statusnya sebagai calon pemimpin yang melarangnya untuk melakukan hal itu, dia juga tahu jika dia orang di depannya ini telah menunggunya.


Suasana menjadi Hening, sama sekali tidak ada perbincangan diantara mereka bertiga karena tidak ada yang memulai pembicaraan terlebih dahulu.


Biao Qiaolin berinisiatif untuk memulai pembicaraan agar mencairkan suasana.. Namun...


"Barang apa yang ingin kau tawarkan, sebagai imbalan dari perlindunganku?"


Biao Qiaolin terkejut dengan perkataan Yan Liyan yang tanpa basa-basi dan langsung pada intinya.

__ADS_1


"Bagaimana jika kekuasaan?" ucap Biao Qiaolin yang bermaksud menawarkan kekuasaan untuk Yang Liyan dalam artian sebuah kedudukan atau gelar yang akan dia berikan kepada Yan Liyan di dalam Kekaisaran Surgawi.


__ADS_2