
"He... Benarkah? Aku ragu dengan perkataanmu." Jiu Wei benar-benar ragu dengan apa yang dikatakan oleh Bing Hua tadi.
"Walaupun aku tidak terlalu mengerti dengan cinta, tapi aku tahu jika seseorang tidak ingin membagi cinta dari kekasihnya pada orang lain. Itu pasti terasa sangat menyakitkan ketika melihat orang yang kita cintai dekat dengan orang lain." Kali ini Jiu Wei berkata lebih tenang dan terlihat lebih bijak seolah dia telah mengalami hal seperti itu.
Bing Hua yang mendengar perkataan dari Jiu Wei tidak tahu harus berkata apa. Jujur saja apa yang dkatakan oleh Jiu Wei memang benar wanita mana yang ingin membagi cinta dari kekasihnya dengan orang lain.
"Mm... Menurutku tidak masalah, selama dia bisa bersikap adil maka aku tidak akan mempermasalahkan hal itu. Lagi pula merupakan hal yang wajar orang yang memiliki kekuatan seperti Yan Liyan memiliki calon istri lebih dari satu."
Jiu Wei tersenyum ketika mendengar perkataan dari Bing Hua. Senyuman itu bukanlah senyuman mengejek tapi senyuman tulus untuk memberikan semangat pada Bing Hua.
Jiu Wei kemudian merangkul bahu Bing Hua.
"Aku tidak tahu.. apa perkataanmu itu benar atau salah, tapi yang pasti kau tidak bisa membohongi perasaanmu sendiri Bing Hua." Memegang tangan Bing Hua lalu memberikan keranjang yang berisi sayur dan daging padanya.
"Kau yang bawah, Kau juga yang harus memasaknya untukku! Aku mengandalkanmu." Jiu Wei kemudian berlari kecil menuju kearah Mei Lin Dan Yan Lihan yang sedang berjalan berduaan di depan mereka.
Ketika Jiu Wei berada tidak jauh dari mereka berdua. Jiu Wei langsung melompat ketengah-tengah Yan Liyan dan Mei Lin lalu merangkul leher keduanya.
"Hei.. Hei.. Jangan melupakan kami seolah kami tidak ada." Jiu Wei menoleh kearah Yan Liyan dengan ekspresi imutnya.
"Apa yang kau lakukan rubah sialan?" Mei Lin dengan kesal menatap tajam Jiu Wei.
"Apa lagi? tentunya Aku sedang ingin menganggu kalian berdua." dengan santainya Jiu Wei melepaskan rangkulanya lalu berjalan kedepan mereka berdua.
Dia berjalan mundur sambil memperhatikan Yan Liyan.
"Kita telah mengalahkan dewa kegelapan yang berarti bencana yang mengancam alam tingkat tinggi ini sudah terselesaikan, dan sekarang inikita akan menyelidiki tentang wilayah pelindung ini.
Bukankah petualangan yang kita lakukan selama ini sungguh menakjubkan.
Aku juga telah tumbuh menjadi rubah elemen yang sangat kuat dan tentunya menjadi gadis yang paling imut dan cantik diantara bawahanmu yang lain tentunya." Ucap Jiu Wei panjang lebar.
Yan Liyan terpaksa harus menggunakan aray medap suara agar Ucapan Jiu Wei tidak terdengar orang lain.
"Lalu...?" tanya Mei Lin yang masih tidak mengerti dengan arah pembicaraan Dari Jiu Wei.
"Lalu... Mmm.. Kapan semua ini akan berakhir.
Maksudku aku ingin hidup dengan tenang."
__ADS_1
"He.. Aku tidak pernah menyangka jika sosok sepertimu mempunyai impian seperti itu." harus dia akui jika Mei Lin agak terkejut dengan pemikiran Jiu Wei.
"Aku tidak tahu harus menjawab apa untuk pertanyaanmu itu Jiu Wei, tapi jika kau ingin hidup seperti yang kau impikan, maka sekarang aku bersedia untuk melepaskan kontrak ikatan jiwa padamu lalu membebaskanmu dari semua tugas yang harus kau lakukan. Lagi pula selama ini kau telah banyak berkontribusi dalam perjalananku."
"Ti-tidak, Bukan itu yang aku maksud. Yang aku maksud adalah dirimu. Kapan kau akan berhenti melakukan semua ini?" tanyan Jiu Wei yang meluruskan kesalah pahaman yang terjadi.
Yan Liyan terdiam untuk sesaat ketika mendengar hal itu.
Padahal jika Jiu Wei meminta untuk dibebaskan dari ikatan jiwa maka dia akan langsung membebaskannya karena Yan Liyan berpikir jika Semua orang mempunyai impian dan tujuan hidup masing-masing, jadi Yan Liyan tidak ingin mengekang hal itu.
Ini bukanlah semacam penghianatan atau sikap tidak tahu terimakasih, tetapi ini soal impian dari seseorang. Jiu Wei juga telah banyak berkontribusi dalam petualangan Yan Liyan maka membebaskannya akan dianggap sebagai hadiah.
"Huft! Aku juga tidak tahu pasti, biarkan waktu yang akan menjawab pertanyaanmu itu." Yan Liyan memandang kelangit untuk merenungkan perkataan ibunya dulu, bahwa ibunya ingin dia hidup seperti biasanya, tidak usah mengejar kekuasaan dan kekuatan yang tidak perlu.
Sedangkan Mei Lin Dan Jiu Wei hanya terdiam ketika mendengar perkataan Yan Liyan.
Tidak lama kemudian...
Setelah suasana Hening berubah ketika cahaya kunci rumah menunjuk kesatu arah yang ditempat itu terdapat sebuah rumah mewah yang mempunyai tiga tingkat serta halaman yang sangat luas.
"Cukup untuk kita berenam katanya? tempat ini bahkan cukup untuk ditinggali oleh dua puluh orang." Qiao Mi dengan ekspresi tidak percaya melihat rumah yang sangat besar dan mewah itu.
"Ya, kau benar dan jika aku tidak salah, rumah ini merupakan salah satu dari 20 rumah paling mewah di wilayah aray pelindung." ucap Su Fanli memandang Yan Liyan dengan sangat penasaran akan identitas Yan Liyan yang sebenarnya.
"Kalian berdua terlalu banyak berfikir. Aku hanyalah seorang pengembara tidak seperti yang kalian pikirkan." Yan Liyan tersenyum karena dia mengerti dengan apa yang mereka berdua pikirkan.
"Ayo masuk." Yan Liyan membuka pintu gerbang lalu masuk kedalam rumah itu.
"Sesampainya mereka di dalam rumah.
Mereka dapat melihat lukisan-lukisan indah yang menggantung di dinding ruangan serta ornamen-ornamen yang terbuat dari ruby yang dipoles hingga halus sehingga tampak mengkilap.
"Ini bahkan lebih mewah daripada kediaman keluargaku dulu."
"Ya, Kau benar. Benar-benar sangat mengagumkan." Di saat dua anak kecil itu mengaggumi keindahan rumah yang akan mereka tinggali.
Jiu Wei menggandeng tangan Bing Hua secara paksa lalu menyeretnya menuju kedapur.
Bing Hua hanya mengikuti Jiu Wei lagi pula dia juga harus memasakan makan malam untuk kekasihnya dan yang lainya.
__ADS_1
"Pilihlah tempat tidur sesuka kalian. Rumah ini cukup luas dan pastinya tempat tidurnya sangatlah berkualitas, jadi kalian berdua tidak perlu berebut." ucap Yan Liyan kepada Qiao Mi dan Su Fanli.
"Kami mengerti." ucap mereka bersamaan lalu pergi untuk memilih tempat mereka beristirahat.
"Huhf.. Kau memang tidak pernah berubah, Selalu saja bertindak sesukamu. Membiarkan reinkarnasi dari ras serigala bulan berada di tempat tinggalmu bukanlah pilihan yang baik." Mei Lin berkata sambil memperhatikan Qiao Mi dari kejauhan.
"Tenang saja, Aku dapat mengatasinya Dan apa yang akan aku khawatirkan jika ada seorang kekasih yang terus saja mengkhawatirkanku setiap saat." Yan Liyan menoleh kearah Mei Lin sambil tersenyum, Sehingga membuat Mei Lin tersipu malu.
"Se-sejak kapan kau mulai belajar menggoda seorang wanita Liyan'gege?"
"Entahlah... Aku tidak tahu pasti, mungkin saja hal itu muncul dengan sendirinya tanpa aku sadari.
Ah, baiklah.. Aku akan mandi terlebih dahulu."
Di saat Yan Liyan akan pergi, Tiba-tiba saja Mei Lin menarik bajunya.
"Tu-tunggu!"
"Eh..
Yan Liyan menoleh kebelakang lalu..
"Apa kau ingin jika kita....
Sebelum Yan Liyan menyelesaikan perkataanya, Mei Lin langsung menyelanya..
" Tidak, tidak. seperti yang kau pikirkan."
"Lalu.. ? Yan Liyan keterangan dengan sikap Mei Lin saat ini.
"Ti-tidak, sebaiknya lupakan saja." dengan wajah yang masih tersipu malu. Mei Lin memalingkan wajahnya dari Yan Liyan.
"Kau terlihat mencurigakan tapi.. ya.. sudahlah." Yan Liyan lalu pergi untuk mandi.
Sedangkan Mei Lin menggumamkan hal yang tidak jelas kerika melihat kepergiam Yan Liyan.
"Dasar tidak peka."
Di perjalanan Yan Liyan menuju ke lantai atas dia berhenti untuk sesaat lalu...
__ADS_1
"Sistem.. Status!"
[DING...