SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Berkunjung Ke Toko Buku


__ADS_3

Mei Lin sangat terkejut ketika mendengar gumaman dari Yan Liyan dia melirik kearah buku tehknik yang dipegang oleh tuanya.


"tidak..., itu tidak mungkin penampilan dan aura buku teknik Semesta tidak seperti itu."


gumamnya dengan ekspresi sedikit lega dia kemudian menutup matanya kembali dan menganggap jika buku itu hanya buku teknik yang mempunyai nama yang sama dengan buku teknik yang pernah dia kenal.


sedangkan Yan Liyan memandang buku itu dengan rumit karena setelah dia membuka lembaran berikutnya dia tidak menemukan huruf apapun hanya lembar kosong yang dia lihat disana.


"huh.... akhir-akhir ini kenapa aku selalu dikecewakan oleh banyak hal." ucapnya tadi dia mengira jika buku teknik merupakan buku teknik yang berisi teknik-teknik tingkat tinggi tapi itu sangat jauh dari kenyataanya.


"lalu apakah yang dibicarakan oleh wanita tua dilembah kesengsaraan itu hanya omong kosong belaka..?"


gumam Yan Liyan dia masih mengingat wanita tua yang berkata jika buku teknik ini merupakam warisan turun temurun dari keluarganya.


'sistem apa kau mengetahui sesuatu tentang buku teknik ini...?


[Ding.... itu hanya buku biasa tuan setidaknya untuk sekarang hanya itu saja informasi yang bisa sistem sampaikan tuan.]


"eh... apa maksudnya itu.." gumamnya kebingungan ketika mendengar pemberitahuan dari sistemnya.


"sudahlah..., pikirkan hal itu nanti.." ucap Yan Liyan lalu bersandar dibawah pohon kehidupan.


"Hei Mei Lin... panggil Yan Liyan dengan suara lembut.


Mei Lin sedikit membuka matanya lalu melirik kearah tuanya itu.


"apa ada yang bisa saya bantu tuan.?" tanyanya.


"apa kau pernah berpikir jika aku ini sangat aneh berpetualang hanya karena penasaran dengan sesuatu dan tanpa tujuan yang jelas kadang-kadang aku menganggap diriku ini sangat aneh."


ucap Yan Liyan dia memang sangat senang dapat berpetualang tapi dalam hati kecilnya menganjal sebuah pertanyaan yaitu.. sebenarnya apa tujuan dia berpetualang..?


apa untuk mengalahkan orang jahat dan ras iblis atau karena hanya kesena semata atau mencari ibunya yang dia sama sekali tidak tahu dimana keberadaanya.


dan lalu setelah dia selesai melakukan hal itu.., hal apa lagi yang harus dia lakukan...? hal itulah yang menjagal dihati kecil Yan Liyan.


'apa dia bingung dengan tujuan hidupnya.' batin Mei Lin dengan rumit dia tidak menyangka jika tuan yang sangat misterius dapat mempunyai masalah seperti itu.


"menurutku tuan sama sekali tidak aneh.., apa tuan tahu jika banyak orang-orang yang terbantu dengan kehadiran tuan misalnya siapa yang akan membunuh 3 kapten iblis dialam tingkat rendah selain tuan dan para bawahanmu.


dan juga kekisaran Xue pasti akan kehilangan 3 leluhurnya 10 tahun kedepan dan sekarang mereka mempunyai harapan pada tuan untuk mengeluarkan wilayah kekaisaran Xue dari celah dimensi.


dan menurutku petualangan yang tuan jalani saat ini adalah sebuah takdir dan mempunyai tujuan yang sangat misterius." jelas Mei Lin.

__ADS_1


dia mengatakan hal itu bukan tanpa alasan seorang pemuda mempunyai dua binatang tingkat mitos sebagai binatang kontraknya dan memiliki kultivasi dan teknik yang tinggi diumurnya yang masih sangat muda.


oleh karena hal itu Mei Lin beranggapan jika Yan Liyan mempunyai tujuan hidup yang berat yang harus dia hadapi dimasa depan nanti mengenai tujuan apa itu dia sama sekali tidak tahu tapi yang pasti dia akan selalu menemani tuanya itu.


Yan Liyan yang mendengar ucapan dari Mei Lin hanya mengangguk.


"takdir... ya... itu mengingatkanku pada kejadian dua tahun yang lalu dimana aku selalu membeci takdirku karena menjadi seorang sampah dari keluarga besar


dan sekarang ketika aku menjadi kultivator hebat aku masih mengeluh dengan takdir dan tujuan hidupku..,aku ini memang benar-benar masih sangat naif." gumam Yan Liyan lalu berbaring disamping binatang kontraknya itu.


"untuk hari aku ingin beristirahat." gumamnya tapi dia tidak bisa menyangkal jika pikiranya masih terus berkerja menganalis kesalahan yang dia buat saat melatih elemen ruang dan waktu.


sedangkan Mei Lin hanya menatap kasihan dengan tuanya itu karena dia terlalu memaksan dirinya sendiri.


"..........."


1 bulan berlalu.....


seperti biasa kini Yan Liyan sedang berkosentrasi untuk menguasai Elemen ruang dan waktu miliknya.


wusss......


kini dengan angin berhembus dan tidak lama kemudian muncul celah dimensi yang tidak jauh dari tempatnya berada.


Boomm.........


terjadi ledakan cukup besar diudara akibat celah dimensi yang stabil dan juga celah dimensi itu kembali menyusut lalu perlahan menghilang.


Yan Liyan yang melihat hal itu mengangkat sudut bibirnya terlihat ekspresi kesal darinya.


"agkh.....


Yan Liyan berteriak frustasi dengan kegagalanya kali ini.


"kenapa padahal hampir saja aku berhasil." ucap Yan Liyan dengan kesal.


Mei Lin yang melihat tingkah tuanya saat ini merasa sedikit lucu karena sangat jarang melihat tuanya kesal dan geram seperti itu biasanya jika dia merasa kesal maka dia berbaring untuk memikirkan dimana letak kesalahanya tapi sekarang tidak lagi.


'apa mungkin dia sudah mulai putus asa.?' batin Mei Lin.


sedangkan Yan Liyan yang sudah mengebdalikan emosinya langsung terdiam dan duduk dan merenung.


"sial... ini benar-benar membuatku frustasi." gumamnya.

__ADS_1


"huh.... Yan Liyan menghela nafas lalu keluar dari kastilnya dikuti dengan Mei Lin yang mendarat dibahunya.


"apa tuan ....


"ya... kau benar aku ingin menyegarkan pikiranku sebaiknya kau harus menyamar akan sangat merepotkan jika kau dilihat oleh orang lain."


Mei Lin yang mendengar itu hanya mengangguk lalu berubah menjadi elang tanah.


setelah itu Yan Liyan berjalan menuju toko buku untuk berkunjung disana lagipula dia belum pernah melihat tempat itu.


setelah dia sampai disana dia melihat bangunan besar dan bertingkat yang menjulang tinggi ditempat itu.


"ini sangat menarik." ucap Yan Liyan lalu masuk kedalam bangunan itu.


sesampainya disana dia melihat banyak rak buku yang berukuran sangat besar berjejer dari ujung keujung ruangan dan juga terdapat tulisan pada rak buku itu sebagai penanda.


misalnya rak buku yang berada disisi ruangan paling ujung bagian kiri berisi buku tentang pertanian dan sisi ujung disebelah kanan berisi tentang tata boga.


Yan Liyan juga melihat buku-buku tentang sejarah kekaisaran yang pernah berkuasa dialam tingkat menengah dahulu


dan masih banyak lagi sejarah lainnya seperti buku yang berisi kisah tentang seseorang yang mereka anggap sebagai pahlawan alam tingkat menengah.


"tuan apa anda ingin mencari sebuah buku...?" tanya seorang pelayan dengan hormat pada Yan Liyan.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.


"ya.., aku ingin mencari buku tentang jenis-jenis artefak." ucap Yan Liyan mencari alasan.


Pelayan yang mendengar ucapan dari Yan Liyan hanya mengangguk.


"silahkan ikuti aku tuan semua buku yang membahas mengenai arefak ada dilantai atas." ucapnya memimpin jalan menuju lantai dua.


sesampainya disana Yan Liyan juga melihat rak buku Yang tidak kalah besar dan tinggi yang berisi banyak sekali buku didalamnya.


pelayan itu kemudian mengambil sebuah buku dan memberikannya pada Yan Liyan.


"itu merupakan buku yang berisi tentang jenis-jenis artefak yang dibuat oleh seseorang dari sektor senjata." ucapnya.


Yan Liyan melihat buku itu sekilas dengan gambar pedang indah disampulnya tampak sangat menarik untuk dibaca.


"aku ingin membeli buku ini... berapa harga yang harus aku bayar...?"


"1 batu Qi tingkat menengah tuan." ucap pelayan itu.

__ADS_1


"harganya cukup terjangkau bagi para kultivator yang ingin membelinya." gumam Yan Liyan lalu memberikanya 1 batu Qi tingkat menengah dan memberikanya pada pelayan itu.


__ADS_2