
Wusss!
Yan Liyan berbalik kebelakang dan langsung menahan serangan dari Bing Hua. Angin dan tekanan aura berhembus kencang ditempat itu sehingga membuat semua barang-barang yang ada di kamar Bing Hua menjadi berantakan.
"Ada apa Hua'er?" tanya Yan Liyan dengan polos seolah tidak mengerti dengan maksud Bing Hua.
Tentu saja hal itu membuat Bing Hua geram dan ingin melesatkan pukulannya lagi kearah wajah Yan Liyan.
Bing Hua terlalu emosi dengan kejadian tadi, dimana harga diri dan kepercayaan dirinya hancur seketika dengan tindakan Yan Liyan tadi.
Yan Liyan tidak tinggal diam, dia langsung menahan pukulan Bing Hua dengan begitu mudahnya.
Cup..
Seketika Yan Liyan mencium bibir Bing Hua sehingga hal itu membuat Bing Hua terdiam dan tidak memberontak lagi.
Beriringan dengan waktu yang berjalan Yan Liyan semakin memperdalam ciumannya sedangkan Bing Hua tampak terdiam dan hanya menerima saja.
Hal itu dikarenakan dia sama sekali tidak mempunyai pengalaman dengan hal ini dan juga sebenarnya dia kebingungan dengan tindakan tiba-tiba dari Yan Liyan.
Tanpa Bing Hua sadari sebenarnya Yan Liyan mengerti jika Bing Hua telah salah paham dengan permintaanya tadi. Yan Liyan juga tidak pernah menyangka jika wanita yang tampak pendiam itu akan berpikir sampai sejauh itu kepadanya padahal mereka sama sekali belum menikah.
Tidak lama kemudian...
Yan Liyan melepaskan ciumannya, melihat wajah memerah dari Bing Hua membuat Yan Liyan tersenyum.
Dia lalu mengelus pucuk kepala Bing Hua dan membisikkan sesuatu kepadanya.
Wajah Bing Hua tambah bersemu ketika mendengar bisikan dari Yan Liyan.
Bing Hua mengangguk lalu mendorong Yan Liyan keluar dari kamarnya setelah itu Bing Hua berbaring di kamarnya dengan wajah Memerah malu, tapi terlihat jelas jika Bing Hua sedang merasa bahagia saat ini.
Sedangkan Yan Liyan langsung bergegas menuju Mei Lin yang berada jauh di dari kamar Bing Hua, Yan Liyan pergi untuk melakukan tugasnya.
10 hari kemudian...
Niao Yinyue telah diangkat sebagai pemimpin baru dan Bing Hua telah menyerahkan mahkota kerajaan miliknya pada Niao Yinyue.
Dan tentunya acara penyerahan kekuasaan itu disaksikan oleh masyarakat Kekaisaran es utara dan para pemimpin ras.
Mereka kemudian memberikan hadiah kepada Niao Yinyue seperti halnya pergantian Kekaisaran pemimpin ras elf.
__ADS_1
Para masyarakat juga tampaknya sangat setuju jika salah satu dari 5 kesatria pelindung akan memimpin mereka, karena dari dulu memang penduduk Pribumi sangat mempercayai ke lima sosok tersebut.
Malam harinya....
Acara penobatan itu telah selesai dan semua orang kembali pulang untuk mengurus urusan masing-masing.
Sedangkan di dalam Kekaisaran tampak sedikit berbeda.
Niao Yinyue tampak sangat gugup saat dia akan duduk di singgasana Kekaisaran.
Niao Linghuo berusaha untuk menenangkan adiknya itu dan secara perlahan akhirnya Niao Yinyue duduk singgasana Kekaisaran.
Dan di depannya terdapat kursi-kursi lain yang lebih kecil dimana itu merupakan tempat duduk para mentri yang selama ini kosong.
Oleh karena Niao Yinyue merupakan pemimpin baru, dia harus mengangkat mentri sebagai sosok yang akan membantu dalam menjalankan tugasnya.
Hal tersebut juga dilakukan atas saran dari Bing Hua sendiri dan tentunya dia harus melakukanya.
Dan pada akhirnya Niao Yinyue mengangkat keempat rekannya sebagai menteri karena dia sangat percaya kepada mereka. Dia juga mengangkat beberapa anggota keluarga bangsawan untuk melengkapi mentri.
Dan tentunya orang-orang tersebut bukan dipilih secara sembarang namun dengan perhitungan dan kepercayaan dari Niao Yinyue itu sendiri.
Keesokan Harinya....
"Aku harap kau dapat mengurus Kekaisaran ini dengan baik." ucap Bing Hua kepada Niao Yinyue. Bing Hua membayangkan jika dimasa depan nanti Kekaisaran es utara akan menjadi Kekaisaran yang terkuat lagi seperti masa jayanya dulu.
"Aku akan berusaha sebaik mungkin." Niao Yinyue sepertinya mempunyai harapan yang sama dengan Bing Hua. Dia juga ingin membuktikan dirinya jika dia bisa mewujudkan hal tersebut.
"Guru! Apa guru benar-benar akan meninggalkan kami!" Qiao Mi dan Su Fengli tampak sangat sedih ketika mendengar jika Jiu Wei yang merupakan Guru mereka akan pergi.
Tentu saja dengan berbagai kenangan yang mereka lewati dulu sehingga saat ini mereka berdua menjadi kultivator jenius diusia mereka.
Hal tersebut tidak terlepas dari latihan yang diberikan oleh guru mereka, jadi sangat berat rasanya untuk melepaskan kepergian guru mereka.
Jiu Wei tersenyum, Dia juga merasakan hal yang sama dengan kedua muridnya itu namun apa boleh buat. Mereka harus berpisah sekarang juga namun Jiu Wei yakin jika dimasa depan nanti mereka akan bertemu lagi dan dia dapat melihat kedua muridnya itu tumbuh menjadi kultivator hebat bahkan melampaui dirinya.
"Kalian berdua harus saling menjaga! Ingat itu! terutama kau Su Fengli, kau harus menjaga Qiao Mi apa pun yang terjadi, tapi intinya kalian berdua harus saling menjaga." Jiu Wei menegaskan hal tersebut kepada kedua muridnya sambil mengeluas pucuk kepala mereka berdua.
Kedua muridnya itu hanya mengangguk menanggapi perkataan dari Jiu Wei.
"Aku serahkan mereka berdua kepadamu Niao Yinyue."
__ADS_1
"Tentu saja, Aku juga akan mengurus mereka berdua dengan baik."
Setelah selesai berpamitan, Yan Liyan langsung membuka celah dimensi dan mereka berlika langsung masuk ke dalamnya.
Setelah Celah dimensi itu menghilang...
"Ini merupakan awal bagiku untuk mengurus Kekaisaran besar ini." gumam Niao Yinyue menghembuskan nafas lega.
Setelah itu dia menoleh kearah dua anak kecil itu.
"Kalian ahli pedang bukan? Aku rasa yang laki-laki akan diajari oleh Liang San dan perempuan imut ini bagianku."
ucap Niao Yinyue. tentu dia tidak bisa mengajari dua murid sekaligus karena jadwal padatnya sebagai seorang kaisar dan ditambah lagi dia hanya mempunyai teknik pedang yang hanya cocok digunakan oleh perempuan saja.
Qiao Mi dan Su Fengli hanya mengangguk tampa setuju-setuju saja dengan keputusan Niao Yinyue.
"........... "
Di dimensi tersembunyi....
Celah dimensi tiba-tiba saja terbuka dan dalam dimensi itu keluar 4 sosok yang tidak lain adalah Yan Liyan dan 4 kekasihnya.
Ketika baru saja mereka keluar, tiba-tiba saja mereka ditodongkan senjata dari berbagai macam arah oleh para perajurit yang menggunakan pakaian lengkap.
"Hentikan! Turunkan senjata kalian!"
Suara anggun terdengar yang membuat para perajurit itu langsung menurunkan senjata mereka karena mengetahui siapa sosok pemilik suara itu.
Dari langit turun seorang wanita cantik dengan rambut hitam legam dan warna mata ungu jerni sama seperti Yan Liyan.
Wanita tersebut tidak lain adalah Ibu Yan Liyan yang langsung menyambut kedatangan anaknya ketika tadi dia merasakan keberadaan dari anaknya itu.
"Akhirnya kau datang juga nak, Aku pikir kau telah melupakan ibumu ini."
Sebelum Yan Liyan menanggapi perkataan ibunya tiba-tiba saja dari dalam tubuhnya keluar Xue Yu melesat menerjang Ibu Yan Liyan.
Wusss!
Trang!
Ibu Yan Liyan langsung mundur kebelakang menangiks serangan tiba-tiba itu.
__ADS_1
"Hahaha! Seperti biasa refleksmu masih saja tetap tajam rival lama!"
"Kau..!