SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Melawan Murid Sekte Tapak Hantu


__ADS_3

Setelah Yan Liyan dan yang lain keluar dari jurang, mereka bergegas pergi menjauh dari tempat itu untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, seperti mereka akan dituduh melukai tuan muda sekte pedang dan dihajar oleh banyak orang karena menganggap mereka bertiga sebagai murid sekte aliran hitam yang mempunyai niat jahat.


Di perjalanan...


"Apa rencanamu selanjutnya Yan Liyan?" Chen Nan mendekat kearah Yan Liyan karena merasa takut karena dari tadi Lan Lan memandang dirinya dengan niat membunuh.


"Kita pulang saja. Dari apa yang aku lihat di tempat tadi, bisa dipastikan jika fenomena kemarin merupakan petir kesengsaraan naga surgawi.


Kau juga bisa merasakanya bukan? jika elemen petir tadi mempunyai kekuatan yang beragam dan warna yang berbeda.


Dari ciri-ciri petir itu sudah bisa dipastikan jika petir itu bukan berasal dari ras binatang mana pun dan kemungkinan jika fenomena petir kemarin merupakan pertarungan antara binatang buas telah terbantahkan karena efeknya hanya terpusat pada satu tempat."


Chen Nan dan Lan Lan mengangguk ketika mendengar penjelasan Yan Liyan yang masuk akal.


Pertarungan antara dua binatang buas biasanya akan sangat brutal dan efek serangannya akan terarah kesembarang tempat.


Sedangkan jurang tadi merupakan pusat dari merupakan pusat petir menyambar sedangkan pohon yang tumbang disekitarnya merupakan efek hembusan ledakan.


"Baguslah, karena jika aku pulang nanti, Aku tidak akan omeli Ayahku karena tidak mampu menyelesaikan tugas mudah ini." ucap Chen Nan yang berpikir jika dia akan menggunakan penjelasan Yan Liyan untuk diucapkan kepada Ayahnya.


Dan jika beruntung Chen Nan dapat mendapatkan suber daya tambahan karena memberikan penuturan mengenai alsan terjadinya fenomena yang menjadi topik hanya dengan sangat masuk akal.


Dengan senyuman lebarnya Chen Nan memikirkan banyak hal ketika dia akan pulang nanti.


"Bagaimana denganmu Rat...


Ucapan Chen Nan terhenti ketika merasakan tatapan tajam dengan niat membunuh tertuju padanya.


Chen Nan menutup mulutnya ketika menyadari hal itu.


Sebenarnya kekuatan Chen Nan sedikit lebih lemah daripada Lan Lan, hal itu dikarenakan dia berasal dari keluarga menengah, jadi sumber daya yang dia dapatkan juga terbatas, tapi dia merupakan teman masa kecil dari Lan Lan sehingga mereka berdua tampak sangat akrab dan kadang-kadang bertengkar.


keberanian Cehen Nan memanggil Lan Lan dengan Rata tadi pun karena hanya Ikut-ikutan dari Yan Liyan, tapi siapa menyangka jika Lan Lan akan benar-benar mempermasalahkan hal yang menurutnya sepeleh itu.


Di saat mereka melanjutkan perjalanan tiba-tiba saja Yan Liyan terhenti.


"Chen Nan, Rata, kalian berdua merasakanya bukan."


Chen Nan dan Lan Lan mengangguk dan waspada dengan keberadaan yang dari tadi mengikuti mereka bertiga.


"Keluarlah! Dasar pengecut sialan!" Teriak keras Lan Lan dengan penuh amarah.


Chen Nan melirik kearah Lan Lan dan tersenyum kecut ketika menyadari sesuatu yang aneh pada teman masa kecilnya itu.

__ADS_1


'Sepertinya dia marah bukan karena diikuti oleh sosok keberadaan itu, tapi sesuatu yang lain..' batin Chen Nan.


Wusss!


Tepat diatas pohon tinggi yang berada di depan mereka tiba-tiba saja muncul dua orang di dahan pohon tersebut.


Dua orang itu merupakan sosok pemuda yang cukup tampan sedangkan yang satunya merupakan sosok yang terlihat sangar.


"Hahaha! Sungguh keberuntungan besar karena dapat menemukan dengan salah satu wanita Phoenix di tempat ini." sosok pemuda itu tersenyum lebar lalu melompat dan mendarat sedikit jauh dari Yan Liyan.


"Berikan wanita itu kepadaku dan kalian bisa pergi atau tidak kau akan berurusan dengan sekte Tapak Hantu!" ucap sosok itu dengan menjilat bibirnya sambil memandang Lan Lan dengan niat buruk lalu mengancam Yan Liyan dan Chen Nan untuk menyerahkan Lan Lan kepadanya.


Chen Nan dan Lan Lan sangat meningkatkan kewaspadaan mereka ketika mendengar jika mereka berdua berasal dari sekte Tapak hantu.


Sekte Tapak hantu merupakan sekte aliran hitam yang sangat susah untuk dimusnahkan karena kekuatan menghilangkan keberadaan aura mereka yang sangat tinggi.


Bahkan dengan kemampuan tersebut membuat tempat dari sekte hantu berdiri tidak diketahui dimana keberadaanya.


"Cih, Dasar keras Kepala!" Pemuda itu menghilang seperti dibawah oleh angin dan tiba-tiba saja muncul di belakang Lan Lan dengan tangan yang mengarah kearah dadanya.


Tapi ketika tangan itu hampir menyentuhnya, langsung ditahan oleh Yan Liyan. meskipun kecepatan murid sekte Tapak hantu sangat ditakuti, tapi Kecepatan teknik langkah cahaya miliknya tidak bisa diremehkan, jadi Yan Liyan bisa menahan serangan itu dengan mudah.


"Kau ingin menyentuh apa? Ku beritahu kau, jika tidak ada yang bisa kau sentuh di sana, jadi enyahlah!!"


Krak!


Argkh!!


Pemuda itu berteriak kesakitan Ketika Yan Liyan mematahkan tanganya dengan begitu muda.


"Kau! Akan kubunuh kau Keparat sialan!!


Pemuda itu mengarahkan tangan yang satunya lagi untuk mencengkram leher Yan Liyan tapi tindakan terhenti ketika secara tiba-tiba saja tubuhnya tidak bisa digerakkan dan di kakinyan tiba-tiba saja membeku dan secara perlahan naik ke Kepalanya.


"Sialan! Lepaskan Aku!" Pemuda itu memberontak dengan aura membunuh yang diarahkan pada Yan Liyan namun semua itu sama sekali tidak berpengaruh pada Yan Liyan.


Elemen es itu terus saja membekukan dirinya sampai akhirnya seluruh tubuhnya membeku lalu hancur menjadi serpihan kristal es tanpa menyisahkam setetes pun darah.


Tentu saja Yan Liyan membaca pikiran pemuda itu terlebih dahulu sebelum menghancurkanya.


Sedangkan sosok yang tampak sangar itu tampak ketakutan ketika melihat Yan Liyan dapat mengalahkan temanya dengan mudah dan menyadari jika salah satu sosok yang mereka lawan merupakan murid yang berasal dari sekte teratai beku.


Sosok itu langsung bergegas pergi melarikan diri dari tempat itu untuk memberitahu hal ini kepada pemimpin sekte. Namun langkahnya terhenti karena cambuk yang diselimuti oleh api yang membara mengikat lehernya.

__ADS_1


Cambuk itu menariknya, menerbangkanya dan melemparkanya ke tanah dengan sangat keras sehingga menimbulkan kawah yang cukup dalam.


Chougkh!


Sial!


Sosok itu memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya dan mengumpat sosok yang telah mengikatnya.


Belum sempat sosok itu berdiri tiba-tiba saja muncul sosok wanita Phoenix dengan pandangan sinis tertutu kearah.


"Kau!


"Apa!


Lan Lan lalu menginjak mulut soso yang akan mengumpatnya tadi. Bukan hanya sekali, tapi Lan Lan menginjak sosok itu berulang kali sampai wajah dari sosok tidak berbentuk lagi.


"Rata? Memangnya siapa dirinya memanggilku dengan sebutan seperti itu!


Cih, Dia sangat menyebalkan!" memang tadi Lan Lan sempat senang karena Yan Liyan menyelamatkanya tapi ketika mendengar perkataanya setelah itu..


"Kau ingin menyentuh apa? Tidak ada yang bisa kau sentuh di sana." Kata-kata Yan Liyan tersebut membuatnya bertambah sangat kesal.


Lan Lan tiba-tiba saja membayangkan jika sosok yang diinjaknya itu adalah Yan Liyan lalu dengan semakin keras Lan Lan menginjak sosok itu sampai kepalanya terpaku ketanah sehingga membentuk lubang kecil yang dalam.


Setelah Lan Lan melampiaskan amarahnya dengan cara menyiksa sosok tadi hingga mati dengan keadaan yang mengenaskan.


"Mm.. Sebaiknya sekarang kita pulang ke penginapan." saran Yan Liyan.


"Tidak, bagaimana jika kita pergi ke rumahku! Rumah aku berada cukup dekat dengan kota Hutan Qilin Emas." Chen Nan mengajak Yan Liyan untuk pergi kerumahya karena dia merasa sangat berterima kasih atas bantuan Yan Liyan selama penyelidikan.


"Sepertinya menarik! Aku juga penasaran dengan keadaan dunia luar dan mengambiskan sedikit waktuku untuk melihatnya. Baiklah Aku setuju." ucap Yan Liyan berpikir jika dia bisa mendapatkan lebih banyak informasi lagi dengan menyetujui ajakan dari Cehen Nan.


"Baiklah sudah diputuskan, Kita akan kerumahku!" Chen Nan dengan penuh semangat dan tidak sabar ingin memperkenalkan murid sekte terarai beku kepada ayahnya.


"Rat..


"Aku tidak rata! Asal kau tahu, jika ini hanya belum tumbuh saja! Hmmp" dengan ekspresi kesal yang terkesan lucu dan imut yang membuat Yan Liyan tertawa sedangkan Chen Nan tertawa dalam hati karena takut Lan Lan memarahinya.


Mereka bertiga lalu melesat pergi menuju rumah Chen Nan tanpa singgah terlebih dahulu ke Kota Hutan Qilin Emas.


Diperjalanan mereka bertiga selalu bercanda gurau dengan Lan Lan yang selalu di goda.


Sebenarnya Yan Liyan melakukan itu agar mempunyai teman dialam keabadian ini karena sangat susah mencari informasi tanpa ada hubungan relasi yang baik dari suatu kelompok sekte aliran putih.

__ADS_1


__ADS_2