
1 hari berlalu......
Yan Liyan dan para bawahannya telah sampai di lembah kesengsaraan.
tempat itu mempunyai luas ratusan kilometer persegi dan dikelilingi oleh gunung-gunung yang menjulang tinggi.
lembah itu terlihat sangat gelap padahal dilangit malam terlihat bulan purnama yang bersinar terang namun cahayanya tidak menembus sampai di dalam lembah itu karena terhalang oleh kabut tipis.
diluar lembah itu juga terasa sangat dingin dan mengeluarkan aura yang membuat orang-orang akan berpikir dua kali untuk memasukinya.
berbeda dengan Yan Liyan dia tanpa pikir panjang langsung memasuki lemba yang sangat gelap dan berkabut tipis itu.
para bawahan Yan Liyan yang melihat itu ikut masuk mengikuti tuanya dari belakang.
"hmmm... aura ini membuatku merasa bersemangat untuk memburu semua binatang buas di tempat ini.." gumam Yan Liyan.
"tuan sebaiknya untuk saat ini kita beristirahat terlebih dahulu.." Yin Su memberi saran pada Yan Liyan.
"baiklah... kita akan mencari gua untuk bermalam dan untuk dijadikan sebagai tempat tinggal untuk sementara waktu.." Yan Liyan lalu masuk lebih kedalam lemba itu.
semakin mereka masuk semakin mencekam aura yang mereka rasakan dan juga tidak terlihat satu binatang buas pun yang muncul dihadapan mereka karena Yan Liyan dan yang lain menyembunyikan keberadaan mereka.
tidak lama kemudian mereka telah sampai di mulut gua yang cukup besar.
"tunggu sebentar aku akan memeriksa keadaan di dalam gua ini.."
Yan Liyan lalu masuk kedalam gua dan terlihat ditempat itu terdapat banyak sekali kelelawar yang sangat besar dan tubuh berwarna hitam gelap bergelantungan di langit-langit gua.
Yan Liyan langsung mengeluarkan bolah cahaya besar sehingga membuat gua itu bersinar dengan terang dan membuat kelelawar ditempat itu berterbangan menuju luar gua.
"kelelawar gelap sangat sensitif terhadap cahaya.." gumam Yan Liyan lalu mengeluarkan Elemen anginya untuk membersihkan lantai gua.
setelah itu dia berjalan menuju mulut gua dan melihat Para bawahan yang sedang menunggunya.
"masuklah...!! di dalam sangat aman.."
para bawahan Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk lalu mereka masuk ke bagian paling dalam di gua itu.
sedangkan Yan Liyan memasang aray pelindung yang transparan dimulut gua untuk melindungi mereka dari serangan binatang buas.
lalu setelah itu dia mengeluarkan peralatan tidur seperti kasur tipis lalu membentangkanya tepat dimulut gua.
setelah itu dia berbaring disana sambil memandang bintang yang terlihat bersinar temaram dilangit malam.
"biasanya bintang itu akan bersinar sangat terang.." gumam Yan Liya lalu tidak lama kemudian dia terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1
".............."
pagi harinya......
Yan Liyan dan para bawahannya sedang makan daging panggang hasil buruan mereka di perjalanan.
mereka memang mempersiapkan hal seperti bumbu dan bahan-bahan untuk memasak terlebih dahulu sebelum sampai dan masuk kedalam lembah kesengsaraan.
"mm... kakak Liyan kita akan pergi kemana selajutnya..?" Xiao Yi bertanya sambil memakan daging bakar.
"mm... kita akan menyusuri bagian terdalam lembah ini jadi persiapkan diri kalian masing-masing kalian harus bersiap dalam setiap keadaan yang terjadi."
para bawahan Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"kami mengerti.."
setelah mereka selesai makan Yan Liyan memimpin perjalanan menuju kedalam lembah.
setelah 400 Meter mereka berjalan...
mereka melihat dua binatang buas tingkat mistik yaitu beruang kabut dan harimau malam sedang bertarung.
"kakak Liyan apa mereka sedang memperebutkan wilayah kekuasaan mereka..?" Xiao Yi dan yang lain memperhatikan dua binatang itu dari jauh.
"sepertinya memang begitu adik Yi.. kemungkinan mereka merupakan dua penguasa yang berkuasa di wilayah radius 5 km dari tempat ini.."
"sekarang kita hanya perlu menunggu adik Yi.." jawab Yan Liyan.
Xiao Yi yang mendengar itu menjadi sangat bingung.
"menunggu...?"
"aku setuju dengan perkataan tuan..kita hanya perlu menunggu untuk sementara waktu." ucap Yin Su dengan tiba-tiba.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.
"apa kau memikiran hal seperti yang aku pikirkan Yin Su..?"
"ya... bisa dibilang begitu meskipun cara ini sedikit licik tapi jika tidak ingin menguras tenaga maka kita harus melakukan hal ini bukan.?" ucap Yin Su sambil tersenyum kecut.
"lagipula aku tidak ingin mencari binatang satu persatu.." gumam Yin Su.
"itu bukan cara yang licik tapi sedikit cerdas.."
Xiao Yi yang mendengar ucapan dari mereka berdua semakin kebingungan.
__ADS_1
"tenang saja kau akan mengerti nanti.." Han Guang menepuk pundaknya dari Xiao Yi.
tidak lama kemudian kedua binatang itu telah selesai bertarung dan hasil akhirnya adalah sama-sama tumbang dan dua binatang itu dalam keadaan sekarat.
Xiao Yi yang melihat itu hanya tersenyum tipis.
"aku sekarang mengerti apa yang kalian pikirkan." Xiao Yi kemudian mengarahkan belati sunyinya kearah dua binatang itu.
tapi niatnya terhenti ketika tangan Yan Liyan menahanya.
"bukan saatnya adik Yi jadi tunggulah sebentar.." ucap Yan Liyan tersenyum tipis ketika merasakan getaran di tanah seperti gempa bumi dalam skala kecil.
tidak lama kemudian tidak jauh dari tempat itu terlihat banyak sekali binatang buas yang semuanya tingkat mistik berlari menuju kearah dua binatang penguasa wilayah yang bertarung tadi.
"kakak Liyan....?
sebelum Xiao Yi menyelesaikan ucapanya langsung dipotong oleh Yan Liyan.
"aku menunggu pertarungan mereka untuk memancing sesuatu hal yang lebih besar apa kau tahu para binatang buas itu akan saling berebutan untuk memakan daging dari penguasa wilayah mereka."
"hal itu bertujuan untuk meningkatkan kultivasi serta mendapatkan garis darah dari dua binatang yang sekarat itu."
"dan setelah itu mereka akan menjadi menjadi penguasa selanjutnya diwilaya ini.. itu memang hal yang sangag kejam tapi itulah hukum yang mereka gunakan yaitu hukum rimba dan juga mereka akan melakukan apapun demi kekuasaan." jelas Yan Liyan pada Xiao Yi.
Xiao Yi yang mendengar itu langsung memandang kearah Jiu Wei yang ada dibahu Bing Hua.
"jangan samakan kami binatang tingkat mitos dengan binatang rendahan seperti mereka kami tidak akan melakukan hal rendahan seperti itu."
"dan kami mendapatkan garis darah dari leluhur dan nenek moyang kami bukan saling memakan seperti yang mereka lakukan." jelas Jiu yang mengerti apa yang dipikirkan oleh Xiao Yi padanya.
Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk lalu melesatkan belati sunyinya pada salah satu binatang buas yang sekarat itu.
"tehknik belati sunyi. penyerap kehidupan." gumam Yan Liyan lalu.
groaaarrr......
auman kesakitan yang melengking dari beruang yang tidak lama kemudian beruang itu perlahan mengering karena aura kehidupanya diserap dan tidak lama kemudian beruang itu hanya menyisakan tulang.
para binatang buas yang melihat salah satu mangsa mereka menjadi tulang langsung berhenti.
insting bahaya mereka menyuruh mereka untuk tidak mendekat kearah dua binatang buas yang akan menjadi mangsa mereka.
Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum dan memandang para binatang buas itu.
"sudah agak lama aku tidak melakukan ini."
__ADS_1
Yan Liyan mengeluarkan pedang teratai Es dari dalam cincin penyimpananya diikuti oleh para bawahanya yang mengeluarkan senjata mereka masing-masing.