
Grooaarrrr!
Seekor naga es yang muncul dari kekosongan mengaum dengan sangat menggelegar menunjukkan dirinya sebagai eksistensi yang tidak terkalahkan.
"Hahaha!! Bagus seperti yang diharapkan dari kekuatan ras binatang mitos. Sepertinya aku benar-benar akan terhibur hari ini."
Bukanya takut, Nan Gong malah sangat senang. Dia benar-benar seorang maniak petarung.
"Bunuh!" suara dingin dan berat dari Bing Hua, memberikan perintah pada siluet naga es di belakangnya.
Seolah memiliki kesadaran, naga es tersebut melesat menuju kearah Nan Gong.
Nan Gong yang melihat serangan menuju kearahnya langsung membuat gerakan aneh. Nan Gong mengeluarkan semacam teknik pedang yang menimbulkan udara di sekitarnya menurun drastis karena saking dinginnya efek dari gerakan tersebut.
Dua manusia ular tersenyum ketika melihat gerakan yang di lakukan oleh saudara mereka. Seolah beranggapan jika pertarungan diantara mereka berdua akan segera selesai dengan Nam Gong sebagai pemenang nya.
"Tidak mungkin! Dia sedang melakukan ritual pemanggilan roh!" salah satu keluarga yang menyaksikan pertarungan berteriak kaget dengan kejadian di depannya.
Karena merupakan momen yang sangat langka melihat manusia ular melakukan ritual semacam itu. Dalam legenda di sebutkan bahwa hanya ras manusia ular yang berdarah murni yang dapat melakukan ritual pemanggilan.
Dan keberadaan ras ular berdarah murnih sangat jarang di temui, karena mereka hanya melakukan tugas tertentu saja di bawah perintah langsung kaisar kegelapan, dan kemunculan mereka merupakan pertanda dan peristiwa besar akan segera terjadi.
Jika ritual pemanggilan dilakukan oleh sosok yang tidak memiliki darah murni ras manusia ular, maka akan menyebabkan sosok yang memanggilnya langsung mati atau dimakan oleh roh yang telah dia panggil.
Wusss!
Kabut yang sangat dingin menyebar dan membentuk tornado yang berpusat pada Nan Gong. Tornado itu menyebabkan munculnya lubang hitam di langit.
Langit di istana Bulan gelap yang awalnya memang gelap dan kini bertambah semakin gelap pekat. Yang membuat sosok yang melihatnya bergidik ngeri, seolah kegelapan langit tersebut dapat menelan apa pun di tambah aura yang sangat dingin menyebabkan seluruh wilayah istana bulan gelap membeku.
Kekuatan yang sangat luar biasa bahkan kekuatan Aray penghalang tidak dapat bertahan lagi sehingga menyebabkan Aray itu hancur berkeping-keping.
Tidak sampai di situ, dari lubang hitam muncul sosok ular berkepala dua. Dari salah satu kepala ular tersebut mengeluarkan air yang sangat kuat dan dan satunya lagi mengeluarkan elemen air.
Sehingga saat kedua kepala ular mengeluarkan serangan elemen secara bersamaan maka menimbulkan serangan elemen Es yang sangat kuat.
Pada dasarnya elemen Es muncul karena penggabungan antara elemen angin dan air. Seseorang biasa saja menguasai elemen angin dan air, tapi belum tentu orang tersebut bisa menggabungkanya menjadi elemen Es, karena menggabungkan dua elemen merupakan sesuatu yang sangat Sulit.
Sedangkan sosok yang di berkati dengan penguasaan elemen Es sejak lahir, mereka bisa menggunakan elemen air dan angin tapi tentunya tidak sehebat sosok pengguna yang menguasai dan melatih kedua elemen tersebut dengan kerja keras dan ketekunan yang mereka lakukan.
"Kau beruntung terlahir dengan anugrah yang sangat langka dalam tubuh mu sedangkan aku telah melewati ribuan penderitaan untuk mendapatkan kekuatan seperti ini.
Pertarungan Ini merupakan pembuktian yang terhebat antara anugrah dan kerja keras!
__ADS_1
Hiaaa! Mengamuklah monster ular pembeku!"
Sttss!
Grooaarrrr!
Dua sosok monster antara naga es dan monster ular pembeku itu bertarung di udara. Pertarungan mereka berlangsung sangat sengit menyebabkan langit bergemuruh, petir menyambar dimana-mana serta suhu udara semakin menurun. Bahkan pertarungan tersebut menyebabkan badai salju yang sangat kencang di tengah musim gugur.
Para keluarga besar yang melihat jika pertarungan berada di luar kemampuan mereka segera kabur menyelamatkan diri karena takut terimbas pertarungan sehingga menyisakan beberapa keluarga yang menyaksikan pertarungan.
Mereka merasa jika mereka dapat mengatasi dampak pertarungan ini dan jika beruntung mereka bisa saja mendapatkan keuntungan yang tidak terduga.
"Akan kubunuh Kau!!" Nan Gong menyeringai dan melesat dengan sangat cepat menuju kearah Bing Hua dengan nafsu membunuh.
Sementara Bing Hua masih tetap tenang seperti biasanya, sama sekali tidak terlihat raut ketakutan atau kekhawatiran di wajahnya.
Trang!
Trang!
Terdengar dentingan keras antara dua pedang. Bing Hua dan Nan Gong. Sementara panggilan mereka bertarung, mereka berdua juga ikut bertarung dengan sengitnya.
Trang!
Bing Hua menangkis pedang Nan Gong. Nan Gong menyeringai dan tiba-tiba muncul tanduk di kepala Nan Gong serta taring yang sangat panjang.
Wajah Nan Gong yang tadinya cukup tampan kini berubah menjadi sosok iblis buruk rupa.
"Hahaha!! Apa sekarang kau takut?!" Nan Gong tertawa lagi seperti orang yang sedang kerasukan.
"Aku tidak pernah takut pada siapapun apalagi pada sosok yang telah dibutakan oleh kekuatan seperti mu!!"
Bing Hua tahu jika seseorang ingin mendapatkan kekuatan yang lebih maka harus ada yang dikorbankan tapi dia tidak menyangka musuh di depannya ini mengorbankan jiwanya untuk mendapatkan kekuatan iblis.
Sungguh itu merupakan sesuatu yang sangat menjijikkan.
"Jika kau iblis maka..."
Bing Hua segera membuat segel tangan.
"Muncullah gerbang penyucian!"
Wusss!
__ADS_1
Dari atas langit muncul satu gerbang yang mirip seperti gerbang Tori yang menancap di kokoh tepat di belakang Bing Hua.
"Teknik gerbang segel penyucian jiwa terbuka!"
Gerbang tersebut tiba-tiba saja mengeluarkan rantai yang melesat menuju kearah Nan Gong. Nan Gong yang melihat itu dengan percaya dirinya menangkis rantai tersebut menggunakan pedangnya.
Trang!
Suara dentingan Antara rantai dan pedang terdengar.
"Kau pikir serangan lemah ini dapat membunuh ku!"
"Bodoh." Gumam Bing Hua sedikit mencibir.
Rantai itu tiba-tiba saja melilit tubuh Nan Gong tanpa dia sadari.
Nan Gong tentu saja terkejut dengan kejadian itu.
"Bagaimana mungkin!"
"Seharusnya kau menghindari rantai tadi bukan malah menangkisnya. Saat kau menangkisnya maka hidup mu sudah berakhir."
Tidak!
Rantai tersebut menarik Nan Gong menuju kearah gerbang penyucian jiwa. Nan Gong merasa akan terjadi sesuatu yang buruk jika dia ditarik sampai kedekat gerbang tersebut.
Oleh karena itu Nan Gong berusaha melawan tarikan rantai, hal itu memang sedikit memperlambat tarikan rantai tapi hanya menunggu waktu untuk dirinya sampai ke gerbang.
"Apa yang akan kau lakukan sialan!" Nan Gong memberontak dan berusaha memotong rantai itu. Namun usahanya sia-sia karena rantai tersebut sama sekali tidak tergores.
Sedangkan Bing Hua berkosentrasi dan melafalkan mantra untuk mengendalikan rantai penyucian untuk memasukkan Nan Gong kedalam gerbang Penyucian jiwa setelah itu Nan Gong akan mengalami proses penyucian energi iblis dalam dirinya.
Dua manusia ular yang melihat satu teman mereka mulai terdesak segera ingin membantu namun segera di halangi oleh Jiu Wei
"Sepertinya kalian berdua sangat terburu-buru." Jiu Wei menghadang mereka berdua dan menunjukkan senyuman mengejek yang membuat orang-orang kesal melihatnya.
"Selesaikan dia dengan cepat kita menang dalam hal jumlah." ucapnya salah satu manusia ular dengan percaya diri.
"Heeeh benarkah? Aku tidak pernah berpikir seperti itu."
Jiu Wei mengeluarkan 5 ekornya dan mengeluarkan 5 sosok bayangan.
"Dua lawan enam. Apa sekarang kalian masih bisa berkata menang jumlah."
__ADS_1
Dua sosok itu terkejut dengan teknik aneh yang di keluarkan Jiu Wei, mereka baru melihat teknik seperti membela diri tersebut.
Mereka berdua berdecak kesal lalu bersiap untuk bertarung.