
Yan Liyan mengangguk ketika mendengar jawaban dari Bing Hua memang hal itu sangat diperlukan.
"Jika seperti itu kami pergi terlebih dulu, tuan.." ucapnya sambil menunduk didepanya setelah itu mereka bertiga menghilang dari tempat itu.
"Hei apa kau di tinggal sendirian lagi..?" Mei Lin tiba-tiba terbang dan hinggap dibahunya.
"Aku tidak merasa seperti itu dan bukankah kau selalu menemaniku untuk setiap saat.?" tanyanya lalu menoleh kearah Mei Lin.
Mei Lin yang melihat itu hanya terdiam tidak menjawab sama sekali.
"Mm... bagaimana dengan perkembangan buah pohon kehidupan..?" tanya Mei Lin yang mengalihkan topik.
Yan Liyan yang mengetahui hal itu hanya tersenyum tampak tidak mempersalahkanya.
"Perkembangan buah itu masih seperti kemarin sama sekali tidak ada tanda-tanda bahaya darinya."
Yan Liyan memang selalu mengawasi perkembangan buah pohon kehidupan setidaknya sampai versi sistem selesai ditingkatkan.
"Hm..... itu membuatku semakin yakin jika buah itu sangat berbahaya." ucap Mei Lin dengan sedikit keraguan, dia berbicara seperti itu bukan tanpa alasan hal itu dikarenakan buah pohon kehidupan sama sekali tidak mengeluarkan aura kehidupan atau aura yang khas lainya.
Sehingga membuat Mei Lin yakin jika buah pohon kehidupan sangatlah berbahaya atau tidak bermanfaat sama sekali.
Tapi dilain sisi dia juga berpikir jika tidak mungkin tanaman super langka seperti pohon kehidupan akan menghasilkan buah yang tidak berguna sama sekali.
Memikirkan Hal itu membuatnya mengalami perdebatan pada dirinya sendiri dengan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi sehingga menimbulkan kecenderungan pendapat yang berubah-ubah seiring berjalannya waktu.
"Huh... ini benar-benar sangat merepotkan." gumamnya dengan ekspresi sulit untuk diartikan.
Sedangkan Yan Liyan tetap tenang dia hanya menunggu sistemnya selesai ditingkatkan lalu bertanya kepadanya dan jika sistemnya tidak mengetahui apapun tentang buah itu maka dia akan membiarkanya saja.
"Aku akan makan terlebih dahulu lagi lagipula aku sudah agak lama tidak mampir ke kedai itu." gumamnya lalu menoleh kearah Mei Lin.
Mei Lin yang mengerti dengan maksud perkataan Yan Liyan hanya mengangguk lalu berubah menjadi Elang tanah dan setelah itu Yan Liyan menghilang dari tempat itu.
Setibanya Yan Liyan ditempat kedai makanan yang sering dia kunjungi tanpa menunggu lama dia langsung masuk kesana.
Wanita paruh baya pemilik kedai yang melihat kedatangan Yan Liyan hanya tersenyum karena sudah sangat lama dia tidak berkunjung bahkan Zu'er selalu menunggu kedatanganya.
"Bibi..! seperti biasa 1 porsi..!!"
__ADS_1
wanita paru baya itu hanya mengangguk lalu menyuruh seorang pelayan kedai untuk menyiapkan makanan pesanan Yan Liyan.
Sedangkan Yan Liyan terlihat sedang melihat-lihat suasana didalam kedai besar itu sejak pertama kali dia makan dalam kedai itu terlihat sangat sederhana.
Dan sekarang daripada disebut kedai tempat itu lebih mirip restaurant dengan banyak pelayan dan pengunjung ditempat itu.
Yan Liyan benar-benar sangat memaklumi hal itu karena makanan yang disediakan dikedai ini sangat enak selain itu harganya yang ramah bagi para pembeli menamba nilai tambah dari kedai ini.
Tidak lama kemudian datang seorang pelayan membawa nampan yang diatasnya terdapat satu porsi makanan yang dia pesan tadi.
Pelayan itu kemudian menyajikan makanan itu diatas meja makan Yan Liyan.
Terlihat makanan itu masih sangat hangat ditandai dengan uap tipis yang mengepul pada makanan itu.
Yan Liyan mengambil sumpit dan memakan makanan itu dengan perlahan setelah memakan satu suapan dia tersenyum.
'Tempat ini memang berubah tapi rasa dari makanan ini sama sekali tidak pernah berubah.'
Yan Liyan kemudian memakan makanan kesukaanya itu dengan lahap.
Setelah dia selesai memakan makananya dia langsung pergi kearah resepsionis dan membayar 4 batu Qi tingkat rendah lalu keluar dari kedai itu menuju kearah hutan karena merasakn dua orang keberadaan yang tidak asing ditempat itu.
Di sana juga ada Han Guang yang selalu mengawasi dan mengarahkanya, Han Guang memang mempunyai keahlian memanah.
Sebagai seorang putri satu-satunya dari kaisar Han dia harus memiliki keahlian dapat menguasai seluruh senjata dan meningkatkan kultivasinya hal itu agar dia bisa memimpin kekaisaran Han dengan baik.
Tapi sekarang dia memutuskan untuk berpetualang dan mengikuti Yan Liyan dia juga sangat penasaran dengan dunia luar karena dulu ketika dia menjadi seorang putri dia harus tetap di istana dan dikawal oleh para perajuri untuk melindunginya dari segala ancaman musuh.
Han Guang yang tiba-tiba merasakan keberadaan tuanya langsung menoleh kearah Yan Liyan.
Yan Liyan yang melihat Han Guang melihat kearahnya hanya tersenyum lalu menghilang dari tempat itu sebelum Zu'er juga melihat keberadaanya.
Karena ketika Zu'er melihat keberadaanya maka dia akan langsung berlari kearahnya dan mengabaikan keberadaan Han Guang dan hal itu akan mengganggu proses latihannya.
Han Guang yang melihat tuanya menghilang hanya mengangguk mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh tuanya itu.
Sedangkan Yan Liyan tiba-tiba saja muncul diarah wilayah tanpa nama yang digunakan untuk menanam berbagai tanaman yang dapat dijual keluar wilayah atau dalam wilayah dan akan menghasilkan banyak keuntungan untuk wilayah tanpa nama.
Terlihat tanaman itu didominasi oleh teh laut biru dan tanaman lainnya seperti pohon apel dan umbi-umbian serta padi dan gandum ditanam pada lahan yang sangat luas.
__ADS_1
Lahan yang sangat subur diwilayah tanpa nama benar-benar sangat dimanfaatkan oleh Yan Liyan dan para bawahannya sebagai sumber penghasilan wilayah tanpa nama selain tambang.
Yan Liyan juga melihat beberapa orang dari sekte Alchemist datang ketempat itu untuk mengambil sampel tanah dan tanaman itu sendiri untuk diteliti.
"Tempat ini benar-benar damai ya.. menemui pemandangan seperti ini dialam tingkat tinggi sangatlah mustahil." ucap Mei Lin.
Dia berbicara seperti itu karena dia tidak pernah melihat andanya diskriminasi yang terjadi di wilayah itu dan pemandangan yang indah menjadi nilai tambah untuknya mengatakan hal itu.
Dia juga melihat seorang anggota dari sektor Alchemist sedang menanyai seorang petani tentang keluahan dan masalah apa yang sering terjadi pada tanamanya.
Dan petani itu dengan senang hati menjawab pertanyaan dari orang itu.
"Kau benar akan sangat disayangkan jika suatu saat nanti ras iblis akan merusak tempat yang indah dan damai seperti ini." gumamnya.
Mei Lin yang mendengar itu hanya mengangguk.
"apa tuan akan melakukan hal seperti ini terus untuk tiap harinya..."
"Apa maksudmu..? aku baru saja menguasai Elemen ruang dan waktu setelah itu aku mengeluarkan wilayah kekaisaran Xue yang sangat besar ditambah membahas tentang kerja sama
Dan hal itu membuatku merasa sangat lelah secara fisik dan mental dan setidaknya biarkan aku bersantai untuk sementara waktu." jawab Yan Liyan yang mengerti dengan perkataan Mei Lin seperti sindiran tidak langsung kepadanya.
Mei Lin yang mendengar itu hanya tersenyum kecut.
"Terserah kau saja, tuan.." ucapnya lalu menutup mata dan tertidur dibahu Yan Liyan.
Yan Liyan yang melihat itu hanya mendengus lalu berjalan menuju kearah wilayah yang ditumbuhi pohon buah apel yang buahnya belum matang sepenuhnya.
Sesampainya di sana Yan Liyan memberikan 1 batu Qi tingkat rendah kepada pemilik yang berjaga didepan lahan itu.
Setelah itu Yan Liyan memetik tiga buah dan memakanya sambil melanjutkan perjalanan.
Yan Liyan menoleh kearah Mei Lin yang ada dibahunya.
"Apa kau ingin..?" tanya Yan Liyan menawari sepotong apel yang baru saja dia kupas dan dipotong menggunakan belatinya.
Mei Lin membuka mata dan melirik kearah apel itu sebentar.
"Tidak perlu terimakasih atas tawarannya tuan."
__ADS_1