SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Wilayah Pelindung


__ADS_3

Anak laki-laki itu mengeram dengan putus asa karena dia tidak bisa menyelamatkan sosok gadis yang sedang ditahan oleh Yan Liyan.


Mendengar gadis tersebut menyuruhnya untuk pergi membuatnya terdiam untuk sesaat sedikit perasaan tidak berdaya pada dirinya.


Tidak lama kemudian dia mengepalkan tangannya dan dengan pedangnya dia kembali melesat kearah Yan Liyan.


"Aku akan mengalahkanmu sialan!"


Anak laki-laki itu berteriak dan memandang tajam kearah Yan Liyan dan tanpa sadar anak ketika aknak itu sedang emosi dia mengeluarkan aura cahaya berwarna putih dari dalam tubuhnya.


"Hiyaaaa!"


Wuss!


Boomm!


Sebelum pedang anak itu mengenai Yan Liyan tubuhnya kemabali terhempas dengan sangat keras sehingga kali ini membuatnya pingsan.


"Sepertinya teman mu tidak bisa tenang ya?"


"Ka.. kau! Aku akan membunuhmu!" teriak gadis kecil itu dengan ekspresi penuh kebencian kepada Yan Liyan.


"Hee.. Apa kau bisa melakukanya?"


"Tentu saja kau tahu sendiri jawabannya bukan? tapi aku akan mempertimbangkan untuk membebaskanmu dan temanmu itu jika kau mengatakan sesuatu padaku."


Gadis kecil yang berada di berada dalam kondisi terdesak kini mempunyai secercah harapan untuk bebas.


"Benarkah?"


Yan Liyan tersenyum ketika mendengar pertanyaan dari gadis kecil itu.


'Dia memang lebih tenang dan mudah untuk dipengaruhi.'


"Ya, Aku selalu memegang perkataanku."


"Aku akan menjawab informasi yang kau tanyakan tapi ada syaratnya." ucap gadis kecil itu yang membuat Yan Liyan berdecak kesal.


'Aku tarik kembali ucapan ku tadi, gadis kecil ini benar-benar licik. Dia ingin memanfaatkanku dengan suatu persyaratan. Hal itu memang bagus, tapi sayangnya dia tidak pandai dalam melihat situasi.'


"Hei... Lihatlah keadaanmu sekarang ini! Aku bisa saja membunuhmu dengan cepat, lagipula informasi darimu tidak terlalu aku butuhkan."

__ADS_1


Gadis kecil yang mengerti akan kesalahannya langsung kembali meringuk ketakutan.


"Katakan."


"Hmm.. Apa ada orang lain yang hidup di tempat ini selain kalian berdua?" tanya Yan Liyan yang membuat gadis kecil itu kebingungan.


"Eh, apa kau bukan berasal dari wilayah pelindung?"


"Wilayah pelindung?" gumam Yan Liyan dengan kebingungan.


"Apa kau bisa menjelaskan apa itu wilayah pelindung?" tanya Yan Liyan lagi yang membuat gadis kecil itu semakin yakin jika Yan Liyan bukan berasal dari tempat itu.


"Ya, Aku bisa menjelaskanya. Wilayah pelindung adalah wilayah yang dilindungi oleh sebuah mantra yang berfungi untuk melindungi ras manusia di dalamnya. Itu saja yang aku ketahui tentang wilayah pelindung itu."


Yan Liyan yang mendengar itu menjadi sedikit keheranan dengan informasi yang dia dapatkan, dia juga memaklumi jika hanya hal tersebut yang gadis kecil itu metahui, Ya.. karena disaat berusia kira-kira 8 tahun. Anaknya seumuranya pasti akan menghabiskan waktunya untuk bermain.


"Bukankah ras manusia yang berada di dimensi ini telah musnah atau berpindah ke dimensi lain akibat invasi dari ras gagak darah iblis." gumamnya kembali memandang kearah gadis kecil itu yang menatapnya dengan ekspresi memohon.


"Aku telah mengatakan informasi yang aku ketahui. Apa sekarang kau dapat melepaskanku?"


"Hmm.. Baiklah." Yan Liyan melepaskan cengkramanya. Gadis kecil itu langsung berlari kearah sosok laki-laki yang terbaring lemah dan penuh luka itu.


Gadis kecil itu menghilang nafas panjang ketika melihat sosok anak laki-laki itu masih bernafas.


"Tentu saja. Aku tidak sekejam itu untuk membunuh anak kecil seperti kalian apalagi dia berniat untuk melindungimu. Menurutku hal itu patut untuk diapresiasi." ucap Yan Liyan yang tiba-tiba muncul di depan gadis kecil itu lalu mengeluarkan sebutir pil dari dalam cincin penyimpananya.


"Setelah dia sadar dari pingsannya, berikan pil itu kepadanya! Pil itu akan mempercepat proses penyembuhanya." Yan Liyan memberikan botol giok kecil yang berisi dua pil penyembuh.


Alasan Yan Liyan tidak memberikan mereka air kehidupan adalah karena mereka berdua bukanlah seorang kultivator sehingga mereka tidak dapat menampung energi kehidupan sebanyak itu di dalam tubuh mereka walaupun Yan Liyan memberikanya dalam jumlah takaran yang sangat sedikit.


"Terima kasih." ucapnya kemudian menerima pil penyembuhan pemberian Yan Liyan.


"Mmm.. Apa tujuan kalian mengawasi kami?" tanya Yan Liyan secara tiba-tiba. Sebenarnya pertanyaan itu sejak tadi dia ingin tanyakan namun dia terlau terkejut dengan informasi yang baru saja dia dapatkan sehingga dia melupakan tentang pertanyaan yang akan dia tanyakan itu.


Gadis kecil itu terdiam untuk sesaat ketika mendengar pertanyaan Yan Liyan dan kemudian dia memegang perutnya.


"Aku sangat lapar! selama dua hari penuh ini aku belum makan apa pun. Aku hanya minum air putih untuk menjanggal rasa laparku."


Yan Liyan yang mendengar itu membuatnya sangat terkejut dengan membelalakan matanya dengan ketidak percayaan, karena dia hampir saja membunuh seorang gadis kecil yang mempunyai nasib malang itu.


"Jadi, seperti itu ya... Sekarang aku mengerti kenapa kalian berdua berada di dekat tempat ini." Yan Liyan menduga jika mereka berdua terpancing oleh aroma yang menggungah selera dari daging Binatang buas yang mereka bakar tadi.

__ADS_1


"Kami mempunyai banyak makanan untuk dibagi." suara lembut Bing Hua terdengar yang membuat Yan Liyan menoleh kearahnya.


Terlihat jika Bing Hua memegang dua daging bakar dan memberikannya kepada gadis kecil itu.


"Siapa nama mu gadis keci?" tanya Bing Hua.


"Qiao Mi. Namaku adalah Qiao Mi." ucapnya lalu tanpa pikir panjang dia menerima daging bakar itu lalu kemudian memakannya dengan lahap.


"Pelan-pelan saja. Aku tidak akan mengambil makananmu itu." ucap Yan Liyan yang membuat Qiao Mi merasa malu.


Dia kemudian makan secara perlahan.


Setelah dia menghabiskan daging bakar itu.


"Terima kasih." gadis kecil itu berkata dengan tulus kepada Bing Hua.


Bing Hua hanya tersenyum ketika mendengar itu.


"Sama-sama."


"Apa kau ingin lagi?" Jiu Wei tiba-tiba muncul di depan Qiao Mi dan memeberikanya dua daging bakar.


Qiao Mi yang melihat itu langsung menerima dua daging itu dan disaat dia ingin memakanya tiba-tiba pandanganya tertuju kepada sosok anak laki-laki yang masih terbaring lemah.


"Tidak mengapa. Kami masih mempunyai daging bakar yang cukup untuk diberikan kepada temanmu." ucap Yan Liyan yang mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Qiao Mi.


"Terima kasih banyak." ucapnya lagi lalu memakan daging bakar itu.


"Apa kita akan mencari tahu tentang keberadaan wilayah pelindung itu terlebih dahulu atau mencari keberadaan Istana mu?" bisik Yan Liyan kepada Bing Hia. Dia sangat tahu jika mereka bertiga mendengar apa yang dikatakan oleh Qiao Mi tadi.


"Sebaiknya kita mencari keberadaan dari wilayah pelindung itu terlebih dahulu, tapi bagaimana cara kita untuk menemukanya kita tidak mempunyai waktu untuk mencarinya lagi bukan? lagipuka wilayah dimensi ini sangatlah luas." gumam Bing Hua.


"Jangan khawatir karena aku mempunyai suatu rencana untuk menemukan wilayah itu." Yan Liyan melirik kearah Qiao Mi yang sedang makan dengan maksud tertentu.


"Kau benar-benar tidak mempunyai perasaan Liyan'gege. Bagaimana mungkin kau memanfaatkan gadis kecil itu."


"Hei... Aku tidak memanfaatkanya. Aku hanya ingin dia menunjukkan jalan menuju ke wilayah itu. Hanya itu saja tidak lebih." ucap Yan Liyan yang menyangkal perkataan Bing Hua.


"Tetap saja kau memanfaatkannya."


"Terserah kau saja Hua'er." Yan Liyan lebih memilih mengalah daripada memperpanjang urusan yang akan berujung pada suatu masalah.

__ADS_1


Yan Liyan kembali memandang Sosok Qiao Mi yang memakan daging bakar pemberian Jiu Wei dengan sangat lahapnya.


"Harus aku akui jika perkataan dari naga kegelapan tidak sepenuhnya salah. Dengan hukum dunia yang sangat kejam ini... Apa benar jika impian untuk kehidupan yang setara dapat diwujudkan?"


__ADS_2