
6 hari kemudian....
dipagi hari seperti biasa Yan Liyan duduk dikursi meminum teh dengan Xiao Yi sambil melihat Han Guang yang sedang melatih tehkniknya.
"hei kakak Liyan.., kapan kakak Hua dan yang lain akan keluar dari kultivasi tertutup mereka.? tanya Xiao Yi.
Yan Liyan menghela nafasnya ketika mendengar pertanyaan dari Xiao Yi.
"mungkin siang hari mereka akan keluar." jawab Yan Liyan
"dan berhentilah menanyakan hal yang sama secara berulang-ulang lagipula cepat atau lambat mereka akan tetap keluar." ucap Yan Liyan lagi.
Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk lalu melihat kearah Han Guang yang sedang berlatih.
tidak lama kemudian terdengar suara petir menggelegar sebanyak 14 kali dihutan sebelah mansion yang sudah dihalangi aray ilusi agar orang-orang tidak melihat atau mendengar apapun didalamnya.
kecuali orang yang sudah ditandai oleh Yan Liyan.
Yan Liyan yang mendengar suara dari petir itu hanya tersenyum tipis.
'sepertinya mereka akan keluar pada waktu yang sesuai dengan perkiraanku.' batin Yan Liyan.
siang harinya.....
muncul 2 orang didepan Yan Liyan sambil menunduk dua orang itu tidak lain adalah Bing Hua dan Yin Zu.
"kalian berdua sungguh tidak mengecewakanku." ucap Yan Liyan.
Xiao Yi sangat terkejut ketika melihat penampilan Bing Hua dan Yin Zu yang terlihat berbeda.
"kakak Yin dan kakak Hua kalian berdua terlihat lebih cantik dari sebelumnya mungkinkah..."
"jangan berfikiran aneh-aneh, penampilan kami yang berbeda ini dikarenakan kami baru saja menerobos kerana pertapa suci dan mengalami petir kesengsaraan."
ucap Yin Zu memotong ucapan Xiao Yi yang berpikiran aneh terhada mereka.
"hehehe... aku tahu lagipula aku cuma ingin menggoda kalian." ucap Xiao Yi.
Jiu Wei yang berada dibahu Bing Hua langsung melompat kearah Yan Liyan.
"hmm... kau terlihat sangat senang apa karena ekormu bertambah lagi karena aku telah menguasai Elemen petir.? tanya Yan Liyan.
Jiu Wei yang mendengar itu hanya mengangguk.
'semakin banyak ekor yang aku miliki semakin besar kesempatan untuk mengalahkan Mei Lin.' batin Jiu Wei.
Yin Zu yang tidak melihat keberadaan ibunya kebingungan.
"apa ibuku belum keluar dari kultivasi tertutupnya." tanya Yin Zu.
"mungkin... sebentar lagi dia akan selesai melakukan kultivasi tertutupnya." jawab Yan Liyan tersenyum ketika merasakan keberadaan seseorang.
wusss.....
muncul Yan Lin menunduk didepan Yan Liyan.
"sekarang kau sudah menerobos kerana pertapa Agung dan tunjukan padaku Evolusi dari Elemen api yang kau miliki.! perintah Yan Liyan.
__ADS_1
Yan Lin yang mendengar itu hanya mengangguk.
lalu dia mengalirkan Qi di telapak tangannya setelah itu muncul percikan api berwarna hijau ditangan Yan Lin.
tidak lama kemudian percikan api itu menjadi bola api besar berwarna hijau terang.
Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum.
"aku tidak menyangka elemen api yang kau miliki akan ber Evolusi menjadi Elemen Api Hijau." ucap Yan Liyan.
"bisakah tuan menjelaskan tentang Elemen api yang aku miliki sekarang ini.?
"selain itu aku juga merasakan adanya energi kehidupan pada api ini." ucap Yan Lin penuh tanya.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"Elemen api yang kau miliki sekarang bernama Elemen Api hijau penyembuh yang merupakan Elemen api yang satu tingkat lebih lemah dari api putih."
"dan sesuai dengan namanya Elemen api itu juga bisa berfungsi sebagai penyembuhan." jelas Yan Liyan.
Yan Lin yang mendengar penjelasan dari Yan Liyan sangat terkejut.
"bukankah itu mustahil." ucap Yan Lin karena menurutnya elemen api merupakan elemen yang sangat merusak.
Yan Liyan yang mendengar ucapan Yan Lin hanya tersenyum kecut.
'sudah kuduga hal ini akan sangat susah untuk dijelaskan.' batin Yan Liyan.
kemudian Yan Liyan mengambil sebuah belati didalam cincin penyimpananya lalu menyayat tanganya.
keluar darah segar dari sayatan belati itu.
setelah itu Yan Liyan mengeluarkan bolah api putih ditangan yang terluka itu dan lambat laun luka itu menghilang tanpa bekas.
mereka sangat terkejut ketika Yan Liyan mengeluarkan bolah api berwarna putih.
Yan Liyan yang melihat wajah terkejut dari bawahanya hanya tersenyum.
"hal penting yang harus kau lakukan adalah mengendalikan panas dari api milikmu." ucap Yan Liyan.
'selain penyembuhan sebenarnya Elemen api hijau bisa menjadi racun yang mematikan tapi aku akan mengatakan padanya jika dia sudah menguasai Elemen api itu secara sempurna.' batin Yan Liyan.
Yan Lin yang mendengar ucapan Yan Liyan hanya mengangguk dan juga mengerti kenapa tuanya tidak membutuhkan bunga api.
tidak lama setelah Yan Liyan menjelaskan tentang Elemen api Hijau penyembuh pada mereka.
wusss.....
tiba-tiba saja muncul Yin Su sambil membungkuk didepan Yan Liyan.
"aku telah menerobos kerana tingkat pertapa suci ☆3 tuan." ucap Yin Su.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"kau tidak pernah mengecewakanku." ucap Yan Liyan.
"oh ya.. apa kau sudah menguasai tehknik Bulan Es dengan sempurna.? tanya Yan Liyan.
__ADS_1
"belum tuan.., untuk sekarang aku hanya bisa menguasai sampai tehknik ke tiga saja sedangkan yang terakhir aku sama sekali belum menguasainya." jawab Yin Su.
"hmmm... itu juga merupakan perkembangan yang cukup bagus." ucap Yan Liyan.
"baiklah... kalian istirahat terlebih dahulu untuk hari ini besok kita akan pergi kebenua tengah." ucap Yan Liyan.
Para bawahan Yan Liyan hanya mengangguk dan masuk kedalam mansion untuk beristirahat.
kini ditempat itu hanya ada Yan Liyan dan Jiu Wei sedangkan Han Guang juga telah selesai latihan dan pergi kedalam mansion untuk beristirahat.
"hei.. Jiu Wei apa kau ingin bertemu dengan Mei Lin.? tanya Yan Liyan.
Jiu Wei yang mendengar itu hanya mengangguk dengan mata yang tajam penuh kebencian.
Yan Liyan yang melihat anggukan Jiu Wei hanya tersenyum lalu masuk kedalam Ruang invetory sistemnya.
sesampainya diruang invetory sistem....
seperti biasa Mei Lin menghampiri Yan Liyan dan hinggap di bahu kananya sedangkan Jiu Wei berada dibahun kiri.
"sepertinya kalian mempunyai masalah yang rumit." ucap Yan Liyan ketika melihat tatapan kebencian Jiu Wei yang diarahkan kepada Mei Lin.
"itu tidak benar tuan.. aku bahkan tidak pernah membuat masalah denganya." ucap Mei Lin menyangkal.
"terserah... aku ingin berendam di kolam air kehidupan dan untuk kalian berdua tetaplah disini." ucap Yan Liyan berjalan menuju kolam air kehidupan.
sedangkan Mei Lin dan Jiu Wei turun dari bahu Yan Liyan dan memandang satu sama lain.
Jiu Wei memandang Mei Lin dengan sengit sedangkan Mei Lin hanya tersenyum penuh kemenangan.
"ada apa adik Jiu kelihatanya kau sangat membenciku.. apa aku pernah berbuat salah padamu.? tanya Mei Lin dengan nada mengejek.
Jiu Wei yang mendengar itu bertambah sangat kesal apa lagi ketika melihat ekspresi mengejek dari Mei Lin.
tanpa basa-basi Jiu Wei mengeluarkan 5 ekornya dan melesat kearah Mei Lin.
wusss........
Mei Lin yang melihat itu hanya tersenyum tipis dan melesat dengan kecepatan penuh kearah Jiu Wei lalu mengarahkan sayapnya ketubuh Jiu Wei dengan keras.
Boomm........
Jiu Wei terjatuh ketanah dan menimbulkan kepulan debuh yang tebal.
tidak berhenti disitu Mei Lin langsung membuat bolah api besar berwarna merah darah dan diarahkan kearah Jiu Wei.
Boomm.......
terjadi ledakan besar ketika bolah api itu mengenai tempat Jiu Wei terjatuh.
kini terlihat sebuah kawah besar hasil dari tehknik yang dikeluarkan oleh Mei Lin sedangkan didalam Kawah itu terdapat Jiu Wei sedang terkapar lemah.
Mei Lin yang melihat itu tersenyum dan menyiramkan air kehidupan pada Jiu Wei sehingga keadaanya kembali pulih.
"hehehe... meskipun kau sudah memiliki 5 ekor tapi tetap saja kultivasimu masih berada di tingkatan rana pertapa suci ☆5."
"tidak pantas melawan aku yang berada ditingkat kultivasi rana pertapa suci ☆9." ucap Mei Lin tersenyum sinis pada Jiu Wei.
__ADS_1