
Bing Hua sangat terkejut ketika mendengar penjelasan dari Xian Ran.
'Sosok yang lebih kuat dari dewa iblis? siapa sosok Misterius tersebut? dan juga untuk tuju dewi terdahulu itu, sebenarnya siapa mereka?' Batin Bing Hua dengan penuh tanda tanya.
Bing Hua kemudian Mengabaikan hal itu terlebih dahulu, karena dia mempunyai pertanyaan lagi yang sangat menganjal dari tadi.
"Bagaimana dengan iblis racun dan kutukan?"
Iblis racun dan kutukan adalah suatu julukan kepada iblis yang dahulu sangat ditakuti selain dewa iblis.
Dikarenakan Iblis tersebut memiliki kekuatan racun dan memiliki binatang kontrak yaitu raja gagak kutukan kematian, binatang tersebut merupakan raja dari semua gagak kutukan kematian.
"Dia sudah dilenyapkan, bukankah kau sendiri yang melenyapkanya dengan teknik yang kau miliki, Apa kau telah melupakan hal itu?"
Xian Ran masih mengingat jelas ketika Bing Hua melawan iblis racun dan kutukan.
Bing Hua mengunakan teknik terlarang yang menggunakan energi kehidupanya untuk melenyapkan iblis tersebut.
Hal itu harus dia lakukan, karena jika tidak, maka akan banyak korban berjatuhan dari seluruh pasukan yang diakibatkan oleh teknik racun berskala luas dari iblis tersebut.
Mengorbankan nyawa untuk menyelamatkan banyak nyawa memang tindakan heroik, namun Xian Ran sangat tidak setuju ketika melihat temannya melakukan hal itu.
Sedangkan Bing Hua menghela nafas lega ketika mendengar perkataan dari Xian Ran, karena setidaknya pengorbananya dahulu tidak sia-sia.
"Mungkinkah perang seperti itu akan terjadi lagi?" Gumam Bing Hua penuh tanda tanya.
Dia tidak bisa membayangkan jika perang yang mengerikan seperti dahulu akan terulang lagi.
Xian Ran menggeleng ketika mendengar pertanyaan dari Bing Hua.
"Entahlah. Aku tidak tahu pasti, namun dengan pergerakan suatu sosok Misterius dibalik dari penebusan wilayah perbatasan dari masing-masing tiga ras yang teejadi akhir-akhir ini,
Aku sangat curiga, jika kejadian ini ada hubunganya dengan perang itu, hal itu memang hanyalah dugaanku, Aku juga belum yakin dengan dugaanku itu."
Xian Ran kemudian duduk dikursi memandang kearah jendela pohon, melihat pemandangan yang damai dan tentram dari wilayah ras Elf, membuat nya tidak ingin ketentraman seperti ini akan berubah, ketika perang besar akan terjadi lagi.
Bing Hua juga ikut duduk dan ikut memandang apa yang dilihat oleh temanya itu.
"Hmm... Sebaiknya lupakan dulu kejadian itu! dan Aku tidak pernah menyangka jika teman ku yang sangat dingin ini dapat memiliki seorang kekasih." Gumam Xian Ran dengan nada menggoda, sekaligus mengalihkan topik pembicaraan.
Xian Ran juga sangat tahu, jika temannya itu sangat giat dalam berlatih, sampai-sampai dia tidak memperdulikan dirinya sendiri dan sekitarnya, yang dia kejar dan inginkan hanyalah kekuatan.
Dan akhirnya dia mati untuk berkorban demi orang banyak, Menurut Xian Ran jika hal itu merupakan akhir yang sangat menyedihkan.
Oleh sebab itulah Xian Ran sangat tidak setuju pada saat Bing Hua ingin mengorbankan nyamanya, namun dia tidak bsia menahanya karena hal tersebut sudah menjadi pilihan dari Bing Hua.
Sedangkan Bing Hua hanya tersenyum ketika mendengar ucapan dari Xian Ran.
"Ya. Seperti yang kau lihat, Aku sudah mempunyai seorang kekasih, dan Aku sangat menyayanginya, sedangkan kau?"
Bing Hua tersenyum sinis, mengejek temanya itu.
Dia juga sangat tahu jika temanya itu belum mempunyai seorang kekasih.
__ADS_1
"Aku akan mencarinya." Jawab Xian Ran, tersenyum kecut ketika melihat senyuman dari Bing Hua.
"Mm.. Memangnya kau ingin laki-laki seperti apa untuk menjadi kekasihmu?" tanya Bing Hua. Dia juga sangat penasaran tentang sosok pria idaman dari Xian Ran.
Xian Ran tersenyum tipis ketikan mendengar hal itu, dan ingin membalas apa yang dikatakan oleh Bing Hua tadi.
"Memangnya kenapa? Apa kau ingin membantu untuk mencarinya untukku?"
Bing Hua mengangguk ketika mendengar ucapan dari Xian Ran.
"Tentu saja! Aku akan membantumu untuk mencari sosok pria yang menjadi idamanmu!" Bing Hua dengan semangat ingin mendengar ciri-ciri sosok itu
"Hmm, Baiklah!
Sosok yang menjadi idamanku adalah.. Yang pastinya seseorang yang tingkat kultivasi dan teknik nya lebih tinggi dan lebih hebat dari ku, penyayang, penyabar, tampan, memiliki rambut berwarna putih, dan mata berwarna ungu terang." ucap Xian Ran dengan senyuman tipis menyebutkan semuanya.
Bing Hua yang mendengar itu hanya tersenyum dan memegang dagunya seperti sedang berpikir....
"Hmm... Sepertinya sosok seperti itu sangat sulit untuk ditemukan." gumamnya dengan rumit.
"Bing Hua.."
"Ya." Bing Hua menyahut ketika Xian Ran memanggil namanya.
"Bagaimana jika kita berbagi?"
"Eh, Berbagi? Maksudnya?" Bing Hua sangat kebingungan dengan maksud perkataan dari Xian Ran.
Sedangkan Xian Ran tersenyum tipis, Dia kemudian berdiri dan berjalan menuju pintu ruangan.
Meninggalkan Bing Hua yang duduk sendiri dengan ekspresi kebingungan di tempat itu.
Tidak lama kemudian....
Setelah berpikir dan mengaitkan perkataan Xian Ran dan ciri-ciri sosok idaman yang dia sebutkan tadi...
Ekspresi Bing Hua berubah menjadi sangat kesal...
"Tidak! aku tidak setuju! Sialan kau Xian Ran!!" Bing Hua kemudian melesat untuk menyusul Xian Ran yang sudah berada agak jauh dari tempat itu.
"........."
Sedangkan Yan Liyan...
Sekarang ini dia sedang berada di dalam ruang invetory sistem.
Dengan akar pohon kehidupan berumur lebih dari 1 jt tahun, yang dia dapat di dalam wilayah netral.
Yan Liyan dengan kemampuan Alchemist nya mengubah akar pohon kehidupan itu menjadi 6 butir kehidupan dengan mudah.
Yan Liyan lalu memasukan 6 butir pil itu sekaligus dalam mulutnya lalu menelanya.
Jika ada seseorang yang melihat tindakan Yan Liyan itu, maka sudah pasti orang tersebut akan mencibir dan mengutuk Yan Liyan karena kebodohannya.
__ADS_1
Ya. Mengonsumsi secara sekaligus lebih dari satu butir pil kultivasi merupakan tindakan bodo karena dapat membahayakan nyawa.
Hal tersebut dikarenakan energi Qi yang terlalu berlebihan di dalam dantian Seorang kultivator, Hal tersebut akan menyebabkan dantianya hancur dan menyebabkan kelumpuhan, namun Yan Liyan berbeda karena dia memiliki tubuh kekosongan.
Tidak lama kemudian... Setelah Yan Liyan menelan pil itu...
Boomm...
Boomm....
Boomm....
[Ding.... selamat tuan, anda telah menerobos kerana kematian ☆7]
[Ding....
[Ding....
[Ding.....
[Ding.....
[Ding.... Selamat tuan, Anda telah menerobos kerana kematian ☆11]
[Ding... selamat tuan, Anda telah menerobos kerana Reinkarnasi ☆1]
Ledakan dalam tubuh Yan Liyan berhenti ketika dia telah menerobos kerana Reinkarnasi ☆11.
Yan Liyan menghela nafas panjang...
Dia sangat puas dengan peningkatan saat ini.
"Hmmm, manfaat dari Sumberdaya akar pohon kehidupan memang sangat luar biasa." Gumamnya. Yan Liyan kemudian keluar dari dalam ruang invetory sistem.
Dia muncul diatas tempat tidur, dan berbaring disana dengan memandang langit-langit ruangan.
Memikirkan apa yang akan selanjutnya dia lakukan.
"Apa aku akan mencari keberadaan Dimensi Utara terlebih dahulu, atau sosok yang menggunakan teknik tabu dan yang mengendalikan burung gagak darah iblis?"
Gumam Yan Liyan.
"Tentu saja, tuan harus mencari keberadaan sosok itu bukan? dan soal keberadaan Dimensi Utara, Tuan bisa mencarinya nanti."
Ucap Mei Lin, karena menurutnya jika mencari sosok yang mengendalikan burung gagak darah iblis, jauh lebih penting daripada keberadaan dimensi Utara.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"Ya. Kau benar, sepertinya aku harus membicarakan masalah ini dengan pemimpin ras Elf."
"Aku juga tidak menyangka jika Bing Hua meruapakan reinkarnasi dari Putri Es dari dimensi Utara."
Gumam Yan Liyan, dia tidak menyangka jika semua orang yang berada di dekatnya dulu merupakan orang-orang yang memiliki identitas dan latar belakang yang luar biasa.
__ADS_1
"Ini Memang ditakdirkan untukku, dan Aku harus menjalaninya meskipun sangat berat."
Ucap Yan Liyan lalu tertidur karena sedikit kelelahan setelah menerobos.