
Liang San dan salah satu penasehat yang tersisa bernama Peng Su sedang bertarung dengan kekuatan penuh mereka.
Peng Su sangat marah ketika melihat rekan-rekanya mati satu persatu dan juga terlihat tuanya Situ Tang terdesak melawan Bocah yang bernama Yan Liyan.
Mereka tadinya menyangkan jika lawannya merupakan sosok bangsawan yang lemah ternyata mereka salah besar setelah melihat kemampuan dari sosok yang mereka anggap lemah itu.
Liang San menyerang Peng Su tanpa henti serta ekpresinya yang dingin membuat orang-orang yang melihatnya seperti memandang seorang pembunuh berantai yang sangat kejam.
"Cih, dasar bocah tengik! Akan kubunuh kau!"
Dengan senjata cambuk yang mengeluarkan elemen api melesatkanya kearah Liang San dan
Perlahan cambuk tersebut membentuk seekor ular raksasa yang akan melahap Liang San bulat-bulat.
Liang San yang melihat itu tidak tinggal diam, Dia juga mengeluarkan tekniknya dan muncul seekor naga yang terbentuk dari elemen petir berwarna biru.
Wusss!
Ular api dan Naga petir melesat dan bertubrukan yang menyebabkan ledakan besar.
Benturan dua elemen yang berbeda itu mencairkan seluruh pada es di tempat itu karena saking panasnya suhu yang diakibatkan oleh dua teknik tersebut.
"Hiyaaa!
Peng Su berteriak dan semakin mengalirkan banyak Qi pada tekniknya sehingga membuat ular api itu membesar dan mendominasi dari naga petir.
Liang San tidak tinggal diam juga ketika melihat itu, dia juga melakukan hal yang sama dengan Peng Su sehingga terlihat Naga petir dan Ular Api sedang bergemuruh dilangit tempat markas bandit pengembara berada.
Dan percikan-percikak antara serangan dua teknik itu membuat bangunan yang merupakan markas bandit pengembara mengalami kerusakan yang cukup parah.
Liang San yang melihat keadaan pertempuran yang semakin sengit hanya tersenyum penuh arti seperti sedang merencanakan suatu hal.
Dia kemudian mundur kebelakang, tindakanya itu tentu disadari oleh Peng Su dan dia berfikir jika Liang San ingin melarikan diri darinya.
"Setelah memaksaku mengeluarkan teknik ini dan Kau ingin kabur?!
Cih, Tidak akan aku biarkan sialan!"
Peng Su melesat menuju ke arah Liang San namun hampir saja dia menangkap Liang San. Tiba-tiba saja Liang San berbalik mengambil momentum lalu melesat dengan sangat cepat menyerang Peng Su.
Tentu saja Peng Su sangat terkejut dengan serangan tiba-tiba yang dilakukan Liang San, Dia akhirnya mengetahui jika tindakan melarikan diri yang dilakukan oleh Liang San merupakan siasat Yan Liyan.
Namun terlambat sudah untuk menyadari hal tersebut.
Wusss!
Naga petir tiba-tiba berada di samping Liang San dan melesat langsung melilit Peng Su.
__ADS_1
Peng Su tentu tidak bisa menghindari semua serangan yang begitu cepat dan tiba-tiba itu.
Argkh!
Suara teriakan keras dan memilukan dari Peng Su terdengar di tempat itu lalu secara perlahan suara teriakan tersebut perlahan menghilang karena Peng Su sudah mati terpanggang hidup-hidup dalam lilitan Naga petir.
Bruk!
Mayat peng Su terjatuh ketanah setelah lepas dari lilitan naga petir
dan tidak lama kemudian mayat itu menjadi debu dan menghilang tertiup angin.
"Teknik yang diberikan oleh Yang Mulia memang tidak perlu diragukan lagi." gumam Liang San tampak puas dengan efek teknik Naga petir miliknya.
Yang merupakan teknik yang ada di dalam buku teknik tingkat surgawi menegah yang Bing Hua berikan kepadanya.
"........... "
Sedangkan di tempat Yan Liyan...
Situ Tang mulai mengetahui jika Yan Liyan bukanlah orang biasa dari gerakan yang Yan Liyan lakukan, Situ Tang dapat menebak jika Mereka berenam adalah sosok yang menjaga Kekaisaran es utara.
Mengetahui hal tersebut, Situ Tang mengutuk kesalahan karena selama ini dia telah meremehkan Kekaisaran Es utara sehingga akan membawa kehancuran baginya dan bandit pengembara yang susah paya selama ini dia bangun.
Di tambah ketika Situ Tang melihat bagaimana kelima penasehatnya mati dengan mengenaskan dan seluruh bawahannya terbantai dengan sangat kejamnya.
"Hahaha! Sekarang aku memang sudah kalah, tapi aku juga tidak akan membiarkan kalian semua menang!" Teriaknya sambil melakukan segel tangan.
Wusss!
Dari dalam tanah muncul siluet seekor beruang yang berukuran sangat besar, beruang itu memiliki mata putih keperakan yang sangat aneh,
Karena di tengah mata aneh itu terdapat lambang tengkorak yang membuat Yan Liyang kebingungan dengan jenis spesies binatang itu.
[Beruang hantu, merupakan spesies binatang tingkat suci dan beruang itu hanya terdapat di dimensi tanah terlarang. Itu pun keberadaannya sangat langka di tempat itu.
Hati-hati tuan! karena Beruang hantu bisa menembus serangan apa pun dan di tambah serangan beruang hantu sangatlah mematikan.Anda perlu waspada setiap saat ketika berhadapan denganya, tuan.]
Yan Liyan mengangguk ketika mendengar pemberitahuan dari sisitemnya dan sekarang dia mengerti dengan apa yang harus dia lakukan untuk melawan beruang hantu itu.
"Baiklah, Aku juga ingin menguji teknik penyegelan yang selama ini tidak pernah aku gunakan."
Karena Beruang Hantu dapat menembus segala macam teknik.. Yan Liyan berpikir jika dia harus menggunakan teknik penyegelan untuk mengalahkam beruang hantu.
Sedangkan Beruang Hantu itu melesat dengan kecepatan yang sangat luar biasa. Beruang tersebut membuka mulutnya menunjukan gigi tajamnya dan cakar yang sangat panjang dan tajam.
Namun ketika Beruang itu hampir mengenai Yan Liyan, tiba-tiba saja muncul energi aneh disekeliling Yan Liyan.
__ADS_1
Energi aneh itu memiliki warna biru terang dan semakin lama energi aneh itu bergerak secara teratur membentuk Hexagonal.
Dan Pada energi aneh itu muncul lambang-lamabang binatang laut serta hurf-huruf kuno yang tidak bisa dipahami oleh kultivator biasa kecuali pengguna teknik itu sendiri.
Energi aneh itu tidak hanya Melindungi Yan Liyan dari serangan beruang hantu. Namun energi aneh itu melekatkan beruang hantu tersebut pada pola Hexagonal tadi.
"Tenggelamlah dibawa samudra bersama para roh sengsara dan tenang yang mendiami nya selama ini." suara Yan Liyan terdengar begitu anggun ketika mengucapkan kata-kata itu seperti perintah mutlak dari seorang penguasa.
Sebenarnya kata-kata yang dia ucapan Yan Liyan tadi merupakan arti dari tulisan kuno yang ada pada segel tadi.
"Teknik Segel samudra! Pengurungan abadi!"
Wuss!
Beruang hantu tadi terhisap secara perlahan kedalam kedalam segel samudra dan tidak lama kemudian segel itu menghisap seluruh tubuh beruang hantu itu.
Namun Segel samudra itu tidak hanya menghisap beruang hantu namun pemilik tekniknya juga.
Situ Tang juga ikut terhisap kedalam segel tersebut.
Argkh!
Teriakan Situ Tang menggema dan berusaha untuk melawan ketika dirinya dihisap oleh segel samudra dengan pandangan mata Situ Tang tertuju pada Yan Liyan dengan penuh kebencian yang mendalam.
"Bunuh Aku keparat!" ucapnya yang merasa lebih baik dia dibunuh daripada dia dimasukan kedalam segel samudra lalu hidup dalamnya dengan penuh kesengsaraan.
"Nikmatilah waktumu di tempat penyiksaan yang sebenarnya. Dan ingatlah, jika dikehidupan berikutnya jangan coba-coba untuk berurusan denganku, apalagi berniat jahat terhadap kekasihku." ucap Yan Liyan dengan dingin memperingati Situ Tang.
Sedangkan Situ Tang telah sepenuhnya terhisap kedalam segel samudra dan Situ Tang juga akhirnya tahu bahwa dia sedang berurusan dengan siapa.
Kemudian segel samudra itu perlahan menghilang ketika Situ Tang telah sepenuhnya masuk ke dalamnya.
Yan Liyan menghelah nafas lega karena telah berhasil mengalahkan pemimpin dari bandit pengembara.
1000 anggota bandit pengembara telah terbantai habis oleh 100 perajurit elit dan sekarang mereka dibakar untuk menghindari terjadinya wabah penyakit akibat banyaknya tumpukan mayat yang berserakan.
Yan Liyan kemudian turun untuk memriksa kondisi perajuritnya..
Para Perajurit elit membungkuk serta 5 kesatria pelindung juga ikut membungkuk hormat kepada pemimpin mereka.
Yan Liyan langsung mengeluarkan puluhan botol giok dan memanggil dua sosok sepasang kekasih yang ada di perajurit elit tadi.
"Berikan botol giok itu kepada perajurit yang terluka."
"Baik, kami mengerti." ucap mereka berdua lalu pergi untuk melakukan perintah Yan Liyan.
"Yang masih dapat bergerak. Aku perintahkan kalian untuk mengambil seluruh harta yang ada di markas pada bandit ini dan jangan menyisahkan satu pun."
__ADS_1
Para perajurit elit itu bergegas masuk kedalam bangunan markas untuk melakukan perintah dari pemimpin mereka, yaitu menjarah semua benda berharga yang selama para bandit itu ambil dari Kekaisaran.