SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Menyembuhkan Yin Zu


__ADS_3

1 hari kembali berlalu dengan cepat.


Yan Liyan duduk dikursi didekat jendela rumahnya sambil melihat indahnya matahari yang terbenam ditemani dengan minuman teh hangat yang menenangkan pikiran.


2 jam kemudian pintu terbuka dan terlihat Yin Su masuk kedalam ruangan.


"akhirnya kau datang juga, apa kau tahu sudah berapa lama aku menunggumu disini sampai-sampai aku mengira kau tidak akan datang dan mengabaikan kondisi dari Yin Zu." ucap Yan Liyan.


"itu tidak mungkin... aku tidak akan pernah mengabaikan kondisinya." ucap Yin Su lalu duduk berhadapan dengan Yan Liyan.


"aku tahu itu.... jadi apa kau ingin menjadi bawahanku dan menyembuhkan Yin Zu.? tanya Yan Liyan langsung pada intinya.


"itu... aku akan menjadi bawahanmu ketika kau sudah menyembuhkanya dan aku ingin kau berjanji akan satu hal padaku."


Yan Liyan yang mendengar itu mengerutkan keningnya.


"apa yang harus aku janjikan padamu." tanya Yan Liyan.


"aku ingin kau berjanji untuk memberikan kami perlindungan." jawab Yin Su.


Yan Liyan yang mendengar jawaban dari Yin Su hanya mengangguk.


"tenang saja meskipun aku ini terlihat tidak terlalu baik tapi aku akan selalu melindungi bawahanku dengan seluruh kemampuanku." ucap Yan Liyan.


"aku harap kau memegang kata-katamu sebagai seorang pertapa suci." ucap Yin Su.


"um... aku mengerti dan sepertinya sudah saatnya." ucap Yan Liyan yang melihat bulan purnama yang bersinar terang dilangit malam.


"sepertinya kau benar dan sebaiknya kita segera cepat bergegas aku tidak ingin Yin Zu merasa kesakitan lagi malam ini."


ucap Yin Su melesat pergi dari tempat itu dan diikuti Yan Liyan dibelakangnya.


sedangkan disebuah kamar mewah Yin Zu terbaring sambil meringis kesakitan.


argkh.....


"aku sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit ini." suara Yin Zu disertai dengan teriakan yang memilukan.


kini tubuh Yin Zu sudah membeku sebagian yang kini hanya menyisakan kepalanya yang tidak membeku.


tiba-tiba datang Yan Liyan dan Yin Su di dalam kamar Yin Zu.


"ibu tolong aku... aku sangat kesakitan." ucap Yin Zu yang melihat kehadiran ibunya.


Yin Su yang melihat itu langsung berlari dan memegang tangan Yin Zu dengan perasaan bersalah karena tidak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


sedangkan Yan Liyan hanya menghela nafas lalu melemparkan 5 bola api berwarna putih dilantai.


api itu menyalah secara terpisah membentuk sebuah lingkaran.


"Yin Su baringkan Yin Zu ditenga lingkaran api itu.! perintah Yan Liyan.


Yin Su yang melihat api putih yang melingkar secara terpisah dilantai ruangan sangat terkejut.


'bukankah itu adalah api putih, api yang hanya ada dialam legenda.' batin Yin Su.


"hei bukan saatnya untuk memikirkan sesuatu yang tidak penting sekarang lakukan perintahku.!


Yin Su yang mendengar itu langsung tersadar dari lamunanya.


Yin Su kemudian menggendong Yin Zu lalu membaringkanya ditengah lingkaran api itu.


"sekarang kau keluar dari lingkaran api itu.! perintah Yan Liyan.


"baik aku mengerti." ucap Yin Su.


Yan Liyan yang melihat Yin Su sudah keluar dari lingkaran api langsung mengalirkan Qi nya dengan jumbla yang banyak lalu mengarahkan 1 bolah api itu pada tubuh Yin Zu.


kemudian Yan Liyan berusaha memasukan bolah api putih itu kedalam tubuh Yin Zu.


argkh......


argkh....


sedangkan Yan Liyan sedang berkonsentrasi untuk memasukan bolah api putih kedalam tubuh Yin Zu.


dan mengendalikan panas dari api itu agar tidak membahayakan nyawa Yin Zu dan dipersulit lagi dngan tubuh Yin Zu yang berusaha melawan bola api putih.


beberapa lama kemudian setelah usaha Yan Liyan yang begitu menguras tenaga akhirnya satu bola api itu berhasil masuk kedalam tubuh Yin Zu.


krak.....


terdengar suara retakan pada Es yang menyelimuti Yin Zu dan tidak lama kemudian tangan kanan Yin Zu yang tadinya membeku kini kembali normal.


Yan Liyan yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis dan melakukan hal yang sama seperti tadi.


setelah melakukan hal yang sama yaitu memasukan bolah api putih kedalam tubuh Yin Zu dalam waktu yang cukup lama akhirnya semua Es yang menutupi tubuh Yin Zu retak secara perlahan lalu menghilang.


"huh... sudah kuduga ini akan sangat melelahkan." ucap Yan Liyan sambil menghela nafas.


sedangkan Yin Su yang melihat keadaan Yin Zu yang kembali normal langsung berlari kearah Yin Zu dan mengedongnya lalu membaringkanya diatas tempat tidur.

__ADS_1


setelah itu dia melihat kearah Yan Liyan dan membungkuk didepanya.


"aku sangat berterimakasih padamu karena telah menyembuhkan Yin Zu."


"dan sekarang aku bersedia menjadi bawahanmu." ucap Yin Su yang masih membungkuk.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk dan memberikan pil darah pada Yin Su.


"minumlah pil itu.! perintah Yan Liyan.


Yin Su tanpa banyak berbicara langsung menelan pil berwarna merah darah itu.


tidak lama kemudian Yin Su merasakan jiwanya terikat oleh sesuatu yang menandakan dia sudah menjadi bawahan Yan Liyan.


Yan Liyan kemudian memberikan sebuah pil yang mengeluarkan aura yang kuat yang berbeda dari pil yang sebelumnya.


"pil itu akan membuatmu naik kerana pertapa suci dengan mudah dan membantumu untuk memperlancar kultivasimu yang terhambat." ucap Yan Liyan.


Yin Su yang mendengar ucapan Yan Liyan memandang pil itu dengan seksama.


"bukankah pil ini merupakan pil tingkat roh yang hanya bisa dibuat oleh Alchemist tingkat guru darimana tuan mendapatkan Pil ini.?


tanya Yin Su karena menurutnya keberadaan dari Alchemist tingkat guru sangat sedikit bahkan dibenua tengah sekalipun.


"aku membuatnya sendiri." jawab singkat Yan Liyan.


Yin Su yang mendengar itu sangat terkejut.


"apakah tuan juga seorang Alchemist.? tanya Yin Su.


"iya kau benar... lebih tepatnya aku merupakan Alchemist tingkat suci." jawab Yan Liyan.


Yin Su yang mendengar itu hanya terdiam dan memandang Yan Liyan penuh tanda tanya didalam pikiranya.


"jangan memikirkan hal yang aneh-aneh tentangku, aku masih berumur 14 tahun jadi jangan menganggapku sebagai orang tua yang menyamar." ucap Yan Liyan yang bisa membaca pikiran Yin Su.


"maafkan aku tuan." ucap Yin Su.


"tidak usah terlalu dipikirkan."


"aku mengatakan hal itu karena kau sudah menjadi bawahanku dan aku rasah aku tidak perlu lagi menyembunyikan hal seperti itu pada bawahanku sendiri." ucap Yan Liyan.


Yin Su yang mendengar itu hanya mengangguk.


"aku rasa sebentar lagi hari akan pagi."

__ADS_1


"aku akan kembali dulu untuk beristirahat." ucap Yan Liyan lalu keluar dari pintu kamar Yin Zu.


Yin Su yang mendengar itu hanya mengangguk karena mengerti tuannya pasti sangat kelelahan karena berkonsentrasi untuk waktu yang lama pada saat menyembuhkan Yin Zu.


__ADS_2