SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Tujuan Hidup


__ADS_3

Ling Yun tampak tidak terima ketika Bing Hua sedikit menunduk seperti itu, kepada Yan Liyan.


"Tapi .....


"Ya. Dia benar, kau tidak perlu berterimakasih sampai seperti itu." Yan Liyan tersenyum kearah Bing Hua, untuk menghentikan ucapanya.


Dia juga paham kenapa Ling Yun berkata seperti itu, ya.. dia tidak tahu jika Bing Hua merupakan bawahan dari Yan Liyan.


Walaupun Yan Liyan tidak ingin jika Bing Hua bersikap seperti seorang bawahan padanya, namun kebiasaannya itu, tidak pernah hilang.


Bing Hua mengangguk ketika mendengar perkataan dari Yan Liyan, setelah itu mereka berdua menuju kedapur untuk menyiapkan makan malam.


"....."


Setelah mereka makan malam.


Yan Liyan pergi menuju keluar rumah dan duduk di sebuah bangku taman, di sekitar bangku itu, di tumbuhi oleh banyak bunga yang tampak sangat indah.


Seperti bunga cahaya, yang mengeluarkan sinar merah ketika malam tiba, dan meredup ketika pagi datang.


Tanaman bunga seperti itu, tumbuh dengan subur di Alam tingkat tinggi bahkan bisa di sebut sebagai tanaman liar.


Jika saja tanaman seperti itu berada di alam tingkat rendah, sudah pasti perperangan akan terjadi untuk memperebutkan bunga tersebut.


Yan Liyan mengehelah nafas, melihat bulan yang bersinar sangat terang malam ini, membuatnya merasa ketenangan untuk sementara di dalam jiwanya.


"Sebenarnya, seberapa panjang perjalanan yang akan aku alami? Apa aku akan menghabiskan hidupku hanya untuk berpetualang dan mencari misteri yang terjadi di dalam hidup ku ini?"


Yan Liyan berkata dengan penuh tanda tanya. jelas sekali saat ini, Dia sangat bingung dengan tujuan hidupnya.


Yang membuat dirinya mengalami kesedihan mendalam yang dia rasakan saat ini.


Mencari maksud beban yang pernah di katakan oleh ibu nya, dan sekaligus tentang 7 dewi terdahulu.


Yan Liyan ingin mencoba mencari tahu dan memecahkan misteri tersebut, tapi Yan Liyan tidak bisa menyangkal jika Dia ingin sekali hidup dengan damai.


Dia tidak ingin menghabiskan hidupnya untuk mencari sesuatu yang sama sekali tidak dia ketahui.


Membayangkan Dia hidup di suatu tempat yang damai bersama dengan orang yang di cintai nya tanpa masalah berat yang dia pikirkan, merupakan impian terselubung dari Yan Liyan.


Impian itu sangat sederhana namun entah kenapa, seolah takdir tidak mengijinkanya, untuk hidup seperti itu, selalu saja ada masalah yang menghampiri dirinya.


Di saat Yan Liyan sedang memikirkan hal itu,


Bing Hua muncul di belakang nya. setelah itu, Dia duduk di samping Yan Liyan.


Tadi, Dia sangat kebingungan, ketika melihat Yan Liyan langsung pergi keluar setelah selesai makan malam.


Dan melihat ekspresi tuanya saat ini, Bing Hua menduga jika Yan Liyan sedang memikirkan suatu masalah yang rumit.


"Masalah apa yang sedang Anda pikirkan, tuan?"

__ADS_1


Yan Liyan menoleh kearah Bing Hua, yang berada di sampingnya.


Yan Liyan hanya menggeleng.


"Tidak ada."


Jawab singkat dari Yan Liyan, yang membuat Bing Hua semakin yakin jika tuanya itu, sedang memikirkan suatu masalah.


"Apa tuan tidak membutuhkan ku lagi?"


Yan Liyan sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari Bing Hua.


"Apa maksudmu?" Yan Liyan keheranan dengan maksud pertanyaan Bing Hua tadi.


"Maksud ku adalah, Tuan selalu menyimpan masalah untuk dirimu sendiri, dan selalu menyembunyikanya dari ku. Jadi Aku menganggap, jika tuan sudah tidak membutuhkan seorang bawahan sepertiku lagi."


Bing menatap Yan Liyan dengan ekspresi sedih sekaligus kecewa.


"Kau salah paham, Aku masih sangat membutuhkan dirimu."


"Lalu, kenapa kau menyembunyikan masalahmu dariku?!" tanya Bing Hua, dan tanpa sadar kini keluar air mata dari pelupuk matanya.


Untuk pertama kalianya Bing Hua menangis semenjak kematian ayah dan ibu nya, Dan kali ini, Dia menangis karena merasa sangat kecewa kepada Yan Liyan.


"Karena Aku mencintaimu."


Jawab singkat Yan Liyan.


Bing Hua terdiam, ketika mendengar jawaban dari Yan Liyan, perasaan sedih dan kecewa yang dia rasakan tadi seolah menghilang.


Lanjut Yan Liyan, menyatakan alasan dan perasaanya pada Bing Hua secara langsung.


"...."


Sedangkan Ling Yun dan Ling Fang yang berada di atas balkon, memperhatikan mereka berdua dari tadi.


"Cih... Bukankah dia sudah terlambat untuk menyatakan perasaannya secara langsung." ucap Ling Yun berdecak kesal, karena menurutnya Yan Liyan sangat tidak peka terhadap Bing Hua.


Ling Fang kebingungan ketika melihat Kakaknya berdecak kesal seperti itu.


"Ada apa dengan mu kakak?"


"Ini bukan urusan anak kecil seperti mu, jadi diamlah!" Ling Yun berkata dengan dingin, sehingga membuat Ling Fang kebingungan sekaligus ngeri ketika melihat Kakaknya.


"Apa kesalahan ku?" gumam Ling Fang, lalu berjalan menuju ke dalam rumah. ya, tentu saja dia tahu arti dari perkataan dingin Kakaknya itu.


Sedangkan Yan Liyan hanya tersenyum ketika melihat Bing Hua terdiam, tentu saja dia sangat mengerti dengan apa yang di rasakan oleh Bing Hua saat ini.


"Ada apa Bing Hua? kenapa kau hanya diam saja?"


"Tidak. A-aku tidak apa-apa, tuan." Bing Hua sangat gugup ketika menjawab pertanyaan Yan Liyan.

__ADS_1


"Tuan? Kenapa kau masih memanggilku dengan sebutan seperti itu, setelah kau baru saja mendengar apa yang aku katakan tadi?" Yan Liyan keheranan dengan Bing Hua.


Apa kebiasaanya itu, sulit untuk di hilangkan?


Mendengar pertanyaan dari Yan Liyan, Bing Hua terdiam untuk seaaat, lalu..


"Ma-maafkan Aku, Liyan'gege." Bing Hua berkata dengan muka memerah sekaligus sangat gugup.


Sedangkan Yan Liyan hanya tersenyum, ketika mendengar ucapan dari Bing Hua.


Yan Liyan lalu mengelus pucuk kepala dari Bing Hua.


"Tidak mengapa Hua'er, Aku telah memaafkan mu."


Bing Hua tersenyum tulus ketika mendengar hal itu, senyuman yang selama ini tidak pernah di lihat oleh Yan Liyan,


Ya. dulu senyuman itu selalu bersembunyi di balik wajah dingin dan tanpa ekspresi.


Melihat senyuman tersebut, membuat Yan Liyan bertekad untuk terus melindunginya, dan menyelesaikan masalahnya dan setelah itu, Dia ingin hidup dengan tenang bersama dengan Bing Hua.


Ya. setidaknya seperti itu, yang di pikirkan oleh Yan Liyan tentang tujuan hidup baru nya.


"........."


Di suatu tempat, dimana kegelapan yang menutupi seluruh tempat itu.


Terdapat suatu sosok laki-laki, sedang berdiri memandang sebuah pecahan kristal di tangannya.


"Cih.. Gagak itu itu sama sekali tidak berguna! Aku bahkan belum menyuruhnya untuk melakukan misi yang lebih besar dan dia sudah mati? dasar tidak berguna!!" gumam sosok itu dengan penuh amarah.


Sosok itu, Menghela nafas sesaat untuk mengendalikan emosinya.


Setelah itu, sosok itu membuat segel tangan.


Muncul polah berbentuk burung gagak di sekitarnya, beserta dengan rune-rune kuno yang mengelilingi pola itu.


Wusss...


Lalu keluar cahaya berwarna merah, pada pola itu, dan muncul 5 ekor burung gagak dengan ukuran yang sangat besar di dalam pola itu.


Ke-5 burung gagak itu mengeluarkan aura kegelapan yang pekat dari dalam tubuh mereka.


Ke-5 burung gagak itu, lalu berlutut kepada sosok yang memanggil mereka.


"Kami siap untuk melakukan perintah anda, tuan."


Sosok itu hanya mengangguk ketika mendengar ucapan mereka.


"Baikla, misi kalian adalah menyusup ke wilayah ras manusia atau Elf, dan cari suatu informasi yang sangat berguna seperti keadaan dari kedua wilayah itu, dan lenyapkan siapa pun yang menghalangi misi kalian!!"


Ke lima gagak hanya mengangguk ketika mendengar perintah dari sosok itu.

__ADS_1


"Baik!!"


Setelah itu mereka terbang menuju kewilayah dua ras, untuk melakukan perintah dari tuan mereka.


__ADS_2