
Yan Liyan menggeleng mengabaikan hal yang dia pikirkan tadi, Yan Liyan lalu tersenyum kepada mereka sebagai tanggapan.
"Selamat kalian telah menerobos kerana tingkat stengah dewa." ucapnya dengan pelan karena Xue Lin berada tidak jauh dari mereka dia tidak ingin membocorkan informasi seperti ini pada orang luar.
Para bawahan Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"Mmm... kakak Liyan siapa dia..?" Xiao Yi memandang Xue Lin dari tadi dengan ekspresi kebingungan.
"Perkenalkan aku adalah kaisar dari kekaisaran Xue, aku datang ketempat ini karena suatu urusan." Xue Lin berkata dengan hormat kepada mereka karena dari aura yang mereka keluarkan saja dia sudah tahu jika kultivasi mereka berada diatasnya dan ditambah mereka merupakan bawahan Yan Liyan.
Namun Xue Lin merasa ada yang aneh dengan semua ini.
"Kenapa..? apa kau penasaran dengan sesuatu..?" tanya Xiao ketika melihat ekspresi kebingungan dari orang di depannya.
Xue Lin menggeleng... dia sama sekali tidak merasa penasaran hanya saja..
"Dengan tingkat kultivasi kalian yang setinggi ini kenapa kalian masih membutuhkan orang-orang seperti kami bukankah dengan kalian saja sudah cukup untuk memusnahkan ras iblis yang akan menginvasi alam tingkat menengah." ucap Xue Lin merasa aneh dengan orang-orang di depannya bahkan dia curiga kepada Yan Liyan.
Jika Yan Liyan ingin memanfaatkan mereka sebagai Tameng hidup atau dia ingin menjalankan suatu rencana buruk yang membutuhkan peran mereka di dalamnya.
Yan Liyan tersenyum kecut ketika menyadari apa yang dipikirkan oleh Xue Lin kepadanya.
'Terkadang dia terlalu banyak berpikir.'
"Tidak seperti yang kau pikirkan Xue Lin, aku meminta bantuan pada kalian karena dua alasan.
Alasan pertama leluhurmu mempunyai informasi mengenai raja iblis meskipun itu hanya informasi lama tapi hal itu lebih baik daripada tidak sama sekali dan alasan kedua adalah kekaisaran Xue merupakan kekaisaran terkuat jadi apa salahnya meminta bantuan kepada kalian.
Lagipula hal itu aku dapatkan tidak secara gratis bukan..? aku bahkan berlatih sangat keras untuk untuk menguasai Elemen ruang dan waktu agar dapat mengeluarkan kekaisaran Xue dari dalam celah ruang dimensi."
Jelas panjang Yan Liyan pada Xue Lin, jujur saja dia tidak suka jika orang-orang berpikir buruk tentangya meskipun hal itu tidak bisa dihindari tapi tetap saja itu sangat menyebalkan.
"Alasan yang menarik...." ular Yin tiba-tiba muncul dari dalam jubah Xue Lin.
"Hmm... apa kau ras ular Yin..?" Jiu Wei memandang ular kecil itu dengan tatapan datar tapi terlihat jelas senyuman tipis diwajahnya.
Ular Yin itu menoleh kearah sumber suara yang memanggil nama ras nya tadi.
"Cih.... bukankah kau binatang rubah putih biasa kenapa kau dapat berbicara..? apa kau mempunyai kemampuan khusus?" tanya ular Yin itu berturut-turut karena penampilan Jiu Wei saat ini memang seperti rubah putih biasa.
__ADS_1
"Kau tidak mempunyai hak untuk mengetahuinya." jawab Jiu Wei dengan nada acuh tak acuh
'Burung licik itu benar jika kekuatan dari ular Yin masih sangat rendah.' batinya dengan ekspresi kecewa Jiu Wei berpikir jika ular Yin mempunyai kekuatan yang kuat atau sedikit dibawahnya maka dia akan bertarung untuk menguji kemampuanya.
Tapi harapan itu sirna ketika Ular Yin itu bahkan tidak mengetahui siapa dirinya.
"Kau..!! beraninya kau berbicara seperti itu..." ular Yin itu merasa sangat kesal ketika melihat sikap dari rubah putih itu jika saja dia bukan binatang kontrak dari salah satu bawahan Yan Liyan maka sudah lama dia akan memberinya pelajaran.
Tapi sayang sekali karena apa yang dipikirkan oleh Ular Yin itu sangatlah salah.
"Hentikan itu..!" Xue Lin memerintahkan binatang kontraknya untuk berhenti.
"Apa aku tidak pernah belajar dari kesalahanmu...?" Xue Lin memandang Binatang kontraknya dengan rumit binatang kontraknya ini terlalu arogan.
"Lupakan hal itu.." ucap Xiao Yi lalu menoleh kearah Bing Hua yang masih dengan wajah datarnya.
"Kakak Hua....
"Aku mengerti." ucap Bing Hua memotong perkataan dari Xiao Yi dia sangat mengerti dengan ekspresi yang ditunjukan oleh Xiao Yi pada dirinya.
Bing Hua lalu pergi dari tempat itu untuk memasakan suatu makanan untuk mereka.
Hari berganti hari dan minggu berganti minggu...
Dua minggu setelah Xue Lin datang ke kastilnya....
Sekarang ini Xue Lin, Xiao Yi dan Yan Liyan sedang berada diarea sektor penempa.
Mereka terlihat sedang berbincang-bincang dengan seorang pria tua yang merupakan pemimpin dari sektor itu.
"Kami telah selesai membuat 70.000 peralatan perang sesuai dengan kualitas yang dipesan yang dimana semua dari peralatan perang itu terbuat dari besi merah dan sedikit potongan hiasan kristal Qi." ucapnya dengan hormat.
"kalian berKerja dengan baik.." ucap Yan Liyan yang merasa sangat puas dengan kinerja para bawahannya yang menepati prakiraan waktu yang telah ditentukan untuk membuat 70.000 peralatan perang hanya dalam waktu 3 minggu tentu saja hal itu bukanlah perkerjaan yang mudah.
Peria tua itu hanya tersenyum ketika mendengar pujian dari tuanya dan setelah itu dia memberikan cincin penyimpan kualitas tinggi pada Yan Liyan.
"Di dalam terdapat semua barang-barang yang telah dipesan."
Yan Liyan menerima cincin itu dan meberikanya pada Xue Lin.
__ADS_1
"Apa kau mampu untuk membayarnya..? jujur saja sedikit ragu jika....
"Cih... apa kau mengira jika kekaisaran Xue tidak mempunyai banyak batu Qi untuk membayar semua ini..!!" ucap Xue Lin dengan sangat kesal pada Yan Liyan karena menurutnya hal itu seperti merendahkan kekaisaranya.
"Ah... tidak seperti itu aku hanya mengira jika kau ingin membayarnya nanti.." ucap Yan Liyan tersenyum tipis.
"Mmm... jika hal itu sampai terjadi maka benar-benar alasan yang sangat kuno." ucap Xiao Yi yang membuat Xue Lin semakin kesal pada mereka berdua.
Xue Lin tahu jika mereka hanya menggodanya tapi tetap saja hal itu sangat menyebalkan apalagi dengan orang sepertinya dia sangat tidak terbiasa dengan hal itu.
Xue Lin lalu melemparkan sebuah cincin penyimpanan pada Yan Liyan.
"Terimakasih atas kerja sama kalian." ucapnya.
Yan Liyan mengangguk lalu mengeluarkan 4 kotak kayu kecil dalam cincin penyimpananya dan memberikanya pada Xue Lin.
"Berikan 4 kotak itu pada leluhur Xue Ma, aku telah memasang segel pada kotak itu agar tidak bisa dibuka kecuali ahli formasi jadi jangan pernah mencoba membuka kotak itu." ucap Yan Liyan memperingatkan pada Xue Lin.
Xue Lin yang mendengar itu langsung cemberut.
"Hei... setidaknya berikan aku juga sesuatu.. apa ini adil..? nenek mendapatkan 4 kotak sedangkan aku..?"
"Aku tidak pernah bilang jika itu merupakan kotak hadiah tapi jika kau ingin sebuah kotak aku bisa meminta pada para penempa untuk membuatkanya untukmu." ucap Yan Liyan yang mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Xue Lin mengenai kotak pemberianya itu.
Xue Lin yang mendengar hal itu hanya terdiam dia benar-benar salah mengartikan suatu hal mungkin karena dia pernah mendapat sebuah kotak hadiah dari Yan Liyan.
Xue Lin yang menyadari hal itu hanya tersenyum malu..
"Baiklah... aku akan pergi terlebih dahulu sampai jumpa nanti.."
"Mm... sampai jumpa kakak cantik..." ucap Xiao Yi sambil melambaikan tanganya dia bilang seperti itu bukan tanpa alasan.
Xue Lin hanya tersenyum ketika mendengar Xiao Yi setelah itu dia menghilang dari tempat itu.
Yan Liyan memandang Xiao Yi dengan rasa sangat penasaran.
"Apa kau pernah melihat wajahnya Adik Yi..?" tanya Yan Liyan dia sangat tahu jika Xiao Yi sangat penasaran akan sesuatu termasuk kemarin dia sangat penasaran dengan wajah dari Xue Lin yang tertutup oleh kain tipis berwarna biru.
Oleh karena itu dia selalu merengek agar Xue Lin membuka penutup wajahnya dan sering mengikuti Xue Lin setiap saat tapi Yan Liyan tidak tahu pasti jika tujuan dari Xiao Yi berhasil atau tidak.
__ADS_1