
Di wilayah dimensi utara......
Yan Liyan berdiri diatas sebuah lingkaran hitam yang di sekitar lingkaran tersebut terdapat huruf-huruf kuno dan semacam aray pelindung.
Dengan sorot mata tajam serta Qi yang berkumpul pada satu titik membentuk retakan celah ruang dimensi.
"Huh, ini akan menghabiskan setengah Qi yang aku miliki, tapi apa boleh buat. Aku tidak punya pilihan lain." Gumamamnya dengan ekspresi rumit.
Yan Liyan kemudian membuat segel tangan dan...
Wuuus!!!
Wuss!!!
Angin berhembus dengan sangat kencang sehingga menyebabkan pusaran angin yang berpusat pada Yan Liyan.
Dan mulai perlahan celah dimensi yang retak tadi menjadi terbuka dengan sangat lebar. Yan Liyan yang melihat hal itu, langsung saja mengesekusi teknik terakhir miliknya.
"Teknik Aray surgawi! Aray celah ruang dimensi!!" teriaknya serta munculnya sebuah pohon berwarna emas yang membuat tempat itu di penuhi dengan aura kehidupan.
Aura kehidupan tersebut berfungsi untuk mempertahankan dan menstabilkan celah ruang dimensi agar dapat bertahan dalam waktu cukup lama.
Setelah membuat segel itu, Yan Liyan menghela nafas panjang karena kelelahan dan kehabisan sedikit kekuatan jiwa miliknya.
".................. "
Sementara itu di wilayah Ras Elf....
Terlihat para perajurit Elf sedang berkumpul pada suatu tempat, di depan para perajurit itu terdapat seorang wanita cantik yang tidak lain adalah Xian Ran yang merupakan pemimpin dari Ras Elf.
Xian Ran memandang kearah adiknya yang berada tepat di belakangnya.
"Berapa jumlah perajurit yang siap untuk berperang dan juga, apa semua perlengkapan dan atirbut Perang telah di bagikan kepada mereka semua?"
"Perajurit yang siap dan layak untuk berperang berjumlah 100.000 orang dan soal atribut perlengkapan perang, hal itu belum terbagi secara merata kepada para perajurit karena kita kekurangan senjata, apalagi para penempa mustahil untuk bisa menempa sebanyak itu dalam waktu yang sangat singkat."
Sosok itu menunduk dengan hormat kepada pemimpin Ras Elf yang tidak lain adalah kakaknya sendiri. Ya, itu meruapakan peraturan tidak tertulis bagi setiap anggota keluarga pemimpin wilayah.
Xian Ran mendengus ketika mendengar informasi itu, dia juga kesulitan untuk mengatasi masalah itu, di dalam medan perang selain kekuatan yang mendukung dibutuhkan perlengkapan tingkat tinggi juga untuk memperbesar kemungkinan kemenangan.
__ADS_1
Pada saat Xian Ran sedang kesulitan tiba-tiba muncul seekor Phoenix api yang langsung mendarat di bahu kananya.
Phoenix Api tersebut kemudian berubah menjadi seroiahan cahaya dan membentuk suatu tulisan dengan segel khusus penanda yang mengirimkan Phoenix api tersebut adalah Yan Liyan.
Xian Ran kemudian membaca tulisan itu, ekspresinya berubah-ubah ketika membaca setiap kata dari tulisan tersebut.
Tidak lama kemudian. Xian Ran tersenyum ketika membaca pokok surat tersebut yang berkata bahwa Yan Liyan mempunyai banyak senjata untuk di bagikan kepada semua perajurit nya.
"He.. Dia sangat pengertian Ya." gumamnya dengan senyuman yang menawan yang membuat adiknya kebingungan dengan ekspresi kakaknya.
"Baikla, kita akan tetap pergi menuju dimensi utara karena disana ada seseorang yang telah menyiapkan atribut Perang untuk para perajurit."
Adik Xian Ran yang mendengar itu menjadi kebingungan, orang seperti apa yang mampu menyaiap perlengkapan perang dengan segitu banyaknya, apalagi di dimensi utara sangat jarang adanya para penempa, karena mereka telah berojndah dimensi setelah kedatangan dewa kegelapan yang menganggu ketenangan kehidupan mereka.
"Kau tidak perlu kebinguangan seperti itu, Lagipula sebelumnya kau pernah bertemu dengan seseorang yang aku maksud."
Xian Ran kemudian maju dan memandang kearah para perajurit nya.
"Kita akan mengahadapi perperangan besar, Perang yang akan menentukan nasib alam tingkat tinggi ini, jadi berjuanglah demi nasib keluarga dan orang-orang yang kalian cintai di masa depan nanti!" Xian Ran memberikan kata-kata penyemangat bagi para perajurit nya.
Hal tersebut juga merupakan tugas dari seorang pemimpin.
Ya!!
Yaaaa!!!!
Para perajurit Elf langsung berteriak menyahut perkataan dari pemimpin mereka, mereka menyahut dengan penuh semangat dan tekat yang membara.
Xian Ran yang melihat hal itu hanya tersenyum puas.
"Baiklah, sudah saatnya untuk kita pergi!" gumamnya.
Dia kemudian mengeluarkan senjata berupa tingkat lalu membuat segel tangan.
Wuuss!!
Wussss!!!
Muncul dia pilar cahaya berwarna kehijauan yang melesat tinggi dan diantara dua pilar cahaya itu muncul celah dimensi yang sangat besar dan di penuhi aura kehidupan yang sangat familiar.
__ADS_1
"Aura ini mirip dengan pohon utama di wilayah kita, tidak aku rasa aura ini jauh lebih kuat dan lebih murni." gumam Xian Ran lalu melihat ke arah adik, penasehat, dan para prajuritnys.
'Sepertinya Mereka merasakan aura yang sama.' batin Xian Ran.
"Baik! Ayo kita pergi!!" Xian Ran melesat kedalam celah dimensi itu serta di ikuti oleh oleh para perajurit.
Sedangkan di wilayah ras iblis dan manusia..
Ke-2 pemimpin ras itu melihat satu hal yang sama diara dimensi ras elf yaitu pilar berwarna hijau terang yang melesat kelangit.
Mereka berdua sangat tahu jika hal tersebut merupakan suatu sinyal dari Xian Ran untuk memberitahukan kepada mereka jika ras elf telah pergi menuju dimensi utara untuk siap berperang.
"Cih, Baiklah aku akan ikut juga dalam peperangan ini, tapi sebelum itu aku akan memberitahu leluhur terlebih dahulu." Zi Mo yang sedang duduk diatas singgasananya tiba-tiba menghilang dari tempat itu.
Sedangakan Xuan Wu telah menyiapkan para perajuritnya, dia bertindak cepat setelah Ling Yun meyakinkan dirinya akan kebenadan dari informasi yang dikatakan oleh Xian Ran.
Sama halnya ras elf, Xian Wu memberikan semangat terlebih dahulu kepada para perajuritnya, kemudian dia membuat dia pilar cahaya berwarna emas dengan pedang miliknya yang di tengah dua pilar itu terdapat celah dimensi yang terbuka lebar.
Mereka lalu melesat masuk ke dalam celah dimensi.
"................ "
Di suatu wilayah yang sangat tersembunyi dari dimensi lain.....
Terlihat di sana terdapat 5 orang wanita yang sahabat cantik bak dewi sedang duduk berhadapan, ekspresi mereka terlihat sangat serius.
"Jadi, apa yang akan kita lakukan? apa kita akan membantu mereka atau menghadapi mereka seorang diri? jujur saja aku tidak ingin banyak korban jiwa yang berjatuhan seperti perang besar yang terjadi jutaan tahun yang lalu." sosok gadis berambut putih serta mengeluarkan hawa dingin yang menusuk.
Sosok tersebut tidak lain adalah Yin Su yang kekuatanya telah kembali sepenuhnya serta penampilanya juga berubah drastis daripada yang dulu.
"Itu benar, Bagaimana pun aku tidak ingin peristiwa jutaan tahu lalu akan terulang lagi di masa saat ini." seorang yang berpenampilan sama dengan Yin Su menanggapi hal tersebut. dan gadis itu adalah Yin Zu, penampilanya sama sekali tidak berubah namun auranya sangat dingin bahkan lebih dingin daripada aura milik Yin Su.
"Aku sangat mengerti dengan maksud kalian berdua, tapi kita tidak bisa seenaknya saja menghentikan mereka walaupun status kita adalah lima dewi dari tujuh dewi terdahulu." ucap Yan Lin lalu menoleh ke arah Xiao Yi.
"Bagaimana menurutmu?"
"Entahlah, Aku sama sekali tidak tahu, tapi kita lihat terlebih dahulu. Apa yang akan terjadi dan bagaimana cara mereka menghentikan perang ini? dan pada saat mereka terdesak kita akan langsung membantu mereka dan memerintah kan mereka untuk mundur." ucap Xiao Yi. yang setidaknya hal itulah yang terlintas di pikiranya.
"Muncul di saat mereka berada keadaan terdesak ya?
__ADS_1
He... itu mengingatkanku akan cerita tentang seorang pahlawan." Han Guang dengan nada sedikit bergurau dengan mereka.
"Hmm... aneh, kau terlihat sangat bahagia selama beberapa hari ini. Sebenarnya ada apa denganmu?" Yan Lin bertanya dengan penasaran karena sangat jarang sekali melihat Han Guan merasa sangat senang seperti itu, apa lagi dalam waktu yang cukup lama.