
1 bulan berlalu di dalam ruang invetory.....
dengan bantuan dan arahan dari Yan Liyan.
Lin Xi akhirnya menguasai teknik Elemen Angin....
sekarang Lin Xi sedang menggunakan tehknik pedang elemen air yang dia miliki.
dia bergerak secara lembut dan halus diikuti oleh butiran air keluar disetiap gerakanya.
tidak lama kemudian tempo gerakanya semakin berubah yang tadinya bergerak secara lembut kini dia bergerak dengan cepat serta angin tipis tajam mengikuti setiap gerakan pedangnya.
"tehknik pedang angin, tehknik pertama. seribu tebasan angin." teriak Lin Xi menggunakan tehkniknya.
Lin Xi kemudian menebaskan pedangnya keudarah secara vertikal dan horizontal.
wusss.....
wusss......
muncul sepuluh tebasan angin tajam menuju sebuah batu besar yang tidak jauh dari tempat latihannya.
Boomm.....
Boomm.......
terjadi benturan antara tebasan angin dengan batu itu sehingga menimbulkan sedikit asap debuh.
setelah asap itu menghilang terlihat batu besar itu hanya tergores sedikit.
Lin Xi yang melihat hal itu menjadi murung.
"padahal aku telah melakukanya berulang kali tetapi hasil akhirnya tetap sama." gumam Lin Xi dengan kecewa.
"tidak perlu kecewa seperti itu...itu tadi sudah cukup bagus hanya saja kau perlu berlatih lebih giat lagi." ucap Yan Liyan menghibur gadis kecil itu.
Lin Xi hanya mengangguk mendengar ucapan dari Yan Liyan.
Yan Liyan kemudian mengeluarkan sebuah buku tebal yang kemudian diberikan pada Lin Xi.
"didalam buku itu terdapat banyak sekali pengetahuan tentang hal yang ada di alam tingkat rendah."
"mulai dari tingkatan kultivasi seorang kultivator atau prngetahuan dasar Alchemist berdagang dan pengetahuan yang lain." jelas Yan Liyan.
Lin Xi menerima buku itu dan memendangnya dengan ekspresi bingung.
"kakak..., tidak akan menyuruhku untuk membaca buku yang sangat tebal ini bukan.?" tanya Lin Xi.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum.
"tentu saja aku menyuruhmu untuk membacanya, tapi kau tidak perlu membacanya sekaligus, pahami makna dan arti tiap-tiap lembar dari buku itu." ucap Yan Liyan
'dan juga buku itu bukan buku biasa seperti yang kau pikirkan.' batinya.
Lin Xi yang mendengar ucapan Yan Liyan ingin bertanya lagi tapi langsung dipotong oleh Yan Liyan.
"seorang yang memiliki impian sepertimu tidak sepenuhnya harus memiliki kekuatan yang sangat hebat atau tingkat kultivasi yang tinggi tapi juga harus mempunyai ilmu pengetahuan yang luas." ucap Yan Liyan.
__ADS_1
Lin Xi yang mendengar itu akhirnya mengerti.
"baik.... aku akan membacanya diwaktu luang setelah berlatih." ucap Lin Xi.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"yang penting kau membacanya dengan baik kalau masalah waktu itu terserah darimu." ucap Yan Liyan lalu pergi dari tempat itu untuk melanjutkan kultivasinya.
".................."
15 hari berlalu didalam ruang invetory sistem.....
"tehknik pedang angin, tehknik pertama. tebasan seribu angin." teriak Lin Xi.
wusss....
wusss.....
kali ini muncul 20 tebasan angin yang mengarah kebatu besar dan kokoh yang tidak jauh dari tempat dia berlatih.
Boomm......
Boomm.......
terjadi ledakan akibat serangan dari Lin Xi yang membuat batu besar yang dikenainya hancur sebagian.
Lin Xi yang melihat itu hanya tersenyum karena dia telah berkembang pesat dari pada sebelumnya.
Lin Xi kemudian menuju kearah Mei Lin yang ada dibawah pohon kehidupan sedangkan Yan Liyan sedang bersilah seperti terlihat berkultivasi tidak jauh dari pohon kehidupan.
sesampainya Lin Xi ditempat Mei Lin dia duduk disampingnya lalu membuka buku yang diberikan oleh Yan Liyan.
Mei Lin yang mendengar itu hanya menggeleng kepada Lin Xi yang ada didekatnya.
"hei gadis kecil... apa kau benar-benar mempunyai impian untuk melindungi dunia.?" tanya Mei Lin tiba-tiba.
Lin Xi mengangguk ketika mendengar pertanyaan dari Mei Lin.
"tentu saja." jawab Lin Xi.
"jika seperti itu jangan mengeluh dan lakukan apa yang tuan katakan padamu."
"apa kau ingin membuatnya kecewa denganmu.?" tanya Mei Lin sambil memandang kearah Yan Liyan.
"tentu saja tidak... aku tidak akan membuatnya kecewa terhadapku dan juga aku akan membuktikan jika aku dapat mencapai impianku." ucap Lin Xi dengan semangat.
Mei Lin yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.
"kalau seperti itu... kau tahu bukan apa yang sekarang harus kau lakukan?" tanya Mei Lin.
Lin Xi yang mendengar itu hanya mengangguk.
"um.... aku mengerti." ucapnya lalu membaca buku ditanganya dengan ekspresi serius.
'sangat mudah untuk memancing semangat dari gadis polos sepertinya.' batin Mei Lin lalu terbang kearah Yan Liyan yang telah selesai berkultivasi.
"apakah tuan telah menerobos.?" tanya Mei Lin.
__ADS_1
"mm.... aku hanya menerobos 4 bintang selama 4 bulan terakhir ini, sungguh mengecewakan." ucap Yan Liyan.
Mei Lin yang mendengar itu sangat terkejut sekaligus mengutuk Yan Liyan dalam hati.
'menerobos satu bintang dalam satu bulan itu bisa dianggap sebagai super jenius apalagi dirana kultivasi pertapa surgawi dan kau bilang itu mengecewakan.' batin Mei Lin dengan kesal.
"sudahlah.... bagaimana dengan hasil latihan Lin Xi selama 15 hari terakhir ini?"
"mm... sangat lumayan dia telah mencapai tingkat rana langit awal dan juga telah menguasai tehknik pertama dari tehknik pedang angin."
"hanya saja dia terlihat kesulitan untuk memahami buku tebal yang kau berikan padanya waktu itu." ucap Mei Lin.
"jadi seperti itu ya...... dan soal buku yang aku berikan padanya buku itu memang sulit dimengerti tapi jika dia berusaha dan membacanya terus menerus maka dia akan cepat paham dengan arti dari buku itu."
ucap Yan Liyan tersenyum karena melihat Lin Xi sangat bersemangat ketika membaca buku itu.
"satu hal lagi...tinggal 15 hari tersisa sebelum kalian berdua akan keluar dari sini."
"dan tuan akan melanjutkan perjalananmu kealam tingkat menengah." ucap Mei Lin yang mengingatkan Yan Liyan.
"iya.., aku tahu itu." ucapnya lalu berjalan kolam air kehidupan.
"..............."
15 hari lagi berlalu didalam ruang invetory.....
terlihat Lin Xi sedang menggunakan tehknik pedang dengan gerakan lembut serta butiran air mengelilingi tubuhnya.
"tehknik pedang air, tusukan pedang air."
wusss.......
tiba-tiba muncul butiran air yang kemudian butiran air itu menggumpal membentuk dua pedang yang terbuat dari air.
yang kemudian dua pedang air itu melesat kearah batu besar yang tidak jauh dari tempat Lin Xi berlatih.
Boomm.....
Boomm.......
ledakan terjadi ketika pedang air itu mengenai batu besar yang membuat batu besar itu hancur berkeping-keping.
"kau sudah berkembang dengan pesat Lin Xi." ucap Yan Liyan tiba-tiba muncul disampingnya.
Lin Xi yang mendengar itu hanya tersenyum.
"terimakasih kakak Yan Liyan."
"tapi.. sudah saatnya kita pergi dari tempat ini." ucap Yan Liyan.
Lin Xi yang mendengar itu kebingungan.
"kita akan pergi kemana...?" tanya Lin Xi.
"mm.... kita akan pergi untuk mengunjungi makam ayah dan ibumu, kau setuju bukan?" tanya Yan Liyan.
Lin Xi yang mendengar itu hanya mengangguk.
__ADS_1
"aku setuju."