SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Api Yang Paling lemah


__ADS_3

Yan Liyan melihat Yan Lin didepannya dengan ekspresi rumit karena dia tidak akan menduga jika Yan Lin akan secepat ini mengalami proses penaklukan roh Api untuk menguasai kemampuan lain dari Api hijau miliknya.


Melihat hal itu didepanya membuat Yan Liyan merasa bersalah.


"teknik ruang dan waktu pemindahan dimensi." gumamnya.


Wusss.....


Perlahan muncul celah dimensi yang melahap mereka dan mereka tiba-tiba saja berada didalam ruangan invetory tanpa melalui lorong dimensi terlebih dahulu.


Setelah tidak lama kemudian tiba-tiba saja aura kehidupan yang ada di dalam ruangan invetory berkumpul pada tempat Yan Lin berada.


Secara perlahan aurah kehidupan itu masuk ketubuhnya dan diikuti oleh Yan Lin yang mengerut terlihat seperti menahan rasa sakit.


"Huh.... untuk sekarang hanya ini yang bisa aku lakukan untuk bagian penaklukan aku sama sekali tidak bisa membantumu, aku harap kau bisa berhasil Yan Lin."


Mei Lin langsung berubah menjadi seekor phoenix dan terbang menuju bahu tuanya.


Melihat tuanya yang memandang kearah Yan Lin dengan khawatir membuat Mei Lin menghela nafas berat


karena disisi lain Yan Liyan tidak ingin Yan Lin terlalu berlatih dengan keras dan disisi lain juga Yan Lin tidak ingin menjadi beban untuk Yan Liyan.


Anggapan seperti itulah yang membuat Mei Lin bingung dan pada akhirnya dia memilih anggapan dari Yan Lin karena menurutnya hal itu akan berdampak baik dimasa depan nanti untuk dirinya sendiri dan orang disekitarnya.


"Tidak perlu khawatir seperti itu tuan dia mempunyai tekat yang kuat jadi tuan tenang saja."


"Aku harap perkataanmu itu benar." gumamnya.


Sedangkan didalam kesadaran Yan Lin...


Dia sekarang berada ditempat yang mirip dengan hutan yang ada diwilayah tanpa nama dulu terlihat banyak sekali pepohonan yang memiliki daun berwarna hijau terang hanya itu pemandangan yang bisa dia lihat.


"Dimana aku..?" tampak dia kebingungan dengan keadaannya saat ini.


Yan Lin memandang kesegala arah untuk menemukan petunjuk namun nihil dia sama sekali tidak menemukan petunjuk apapun.


Dan secara Tiba-tiba muncul perasaan aneh dalam dirinya, perasaan itu sangat akrab buatnya tapi kali ini sangat aneh dan berbeda.


"Yan Liyan....." gumamnya dengan sedih.


"Apa kau mencintai orang itu...?" terdengar suara misterius yang berasal dari balik pohon hijau ditempat itu.

__ADS_1


"Eh... apa.." Yan Lin menoleh kearah asal suara untuk memastikan tapi sayangnya dia sama sekali tidak menemukan seorangpun.


"Aku adalah hanya sedikit kekuatan yang ada pada dirimu yang sebenarnya.?"


suara misterius itu lagi terdengar tiba-tiba saja memperkenalkan jati dirinya yang semakin membuat Yan Lin kebingungan.


"siapa kau sebenarnya..? apa maksud dari perkataanmu itu..?" Yan Lin berteriak karena kali ini dia benar-benar sangat bingung dengan ucapan suara misterius itu.


"Maksudku sangatlah sederhana.. aku hanya sedikit dari kekuatanmu dan aku adalah api yang paling lemah diantara api yang kau kuasai sesungguhnya." suara misterius itu lagi terdengar.


"Api terlemah dari api Yang bisa aku kuasai..?" gumamnya merasa sangat aneh karena hanya dua jenis api yang dia miliki yaitu api hijau dan elemen api biasa dan yang paling kuat tentu saja elemen api hijau.


"Apa yang kau pikirkan itu sangatlah salah... ingatlah jika aku adalah api terlemah dari api yang kau miliki saat ini jangan pernah melupakan hal itu."


"Lalu..... jenis api terkuat apa yang aku miliki.." walaupun Yan Lin kebingungan tapi dia tidak bisa menyangkal jika dia sangat penasaran dengan maksud perkataan dari suara misterius itu.


"Hm... rupanya kau telah benar-benar lupa dengan jati dirimu yang sebenarnya mungkin itu karena gara-gara sibodoh itu yang terlalu ceroboh." gumamnya.


"Apa maksudmu siapa yang kau maksud..? apa itu adalah tuanku.?" tanya Yan Lin yang merasa suara misterius itu sedang menghina tuanya.


"Tuan..? remaja itu ya.... dia memang cukup misterius dan dan aku tidak pernah mengenal dia sebelumnya.


Juga aku tidak pernah menyangka jika kau benar-benar akan patuh pada seseorang." ucapnya seolah mengetahui seluruh kehidupan Yan Lin.


Yan Lin bertambah bingung dengan ucapan suara misterius dan juga sangat penasaran siapa sebenarnya suara misterius itu.


"Tentu saja Aku sangat tahu dengan seluruh kehidupanmu dan juga semua hal yang pernah kau alami yang mungkin kau tidak pernah memikirkan atau mengetahuinya sama sekali."


"Apa maksudmu..? siapa sebenarnya kau..?" Yan Liyan masih bertanya dengan persoalan yang sama sungguh dia tidak bisa bertanya apapun selain hal itu.


Suara misterius itu tiba-tiba saja tidak terdengar hingga beberapa saat kemudian...


"Aku adala salah satu bagian dari dirimu dan ingatlah satu hal yang sangat penting jika tidak akan lama lagi kekuatan dewi roh Api akan kembali sepenuhnya."


Suara itu terdengar mendekat kearah Yan Liyan sehingga membuatnya ketakutan sekaligus sangat penasaran dari siapa suara misterius itu berasal.


Wusss......


Tiba-tiba saja muncul siluet ular besar berwarna hijau terang melilit Yan Lin dengan erat.


Yan Lin yang menyadari hal itu hanya terdiam karena merasakan perasaan hangat dan aura kehidupan yang pekat memasuki tubuhnya dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bisa bergerak.

__ADS_1


Sedangkan siluet besar dari ular hijau tadi perlahan melebur menjadi butiran cahaya hijau lalu terserap kedalam tubuh Yan Lin.


Tidak lama kemudian setelah hampir siulet itu hilang terdengar suara misterius itu lagi.


"Mereka akan bangkit jika kau membutuhkannya." suara misterius terdengar untuk terakhir kalinya sebelum terserap sepenuhnya kedalam tubuh Yan Lin .


Dan juga tempat itu mulai terserap kedalam tubuhnya sehingga membuat Yan Lin khawatir.


Tapi dia sama sekali tidak bisa menghentikan penyerapan itu karena secara otomatis tubuhnya menyerap sendiri tempat itu tanpa bisa dia kendalikan.


Hingga akhirnya tempat itu benar-benar terserap habis hingga meninggalkan pemandangan gelap dan terdengar suara lagi dari luar tapi itu sangat berbeda dengan suara misterius tadi dan juga suara itu sangat dia kenali.


Perlahan celah cahaya muncul dari kegelapan itu ketika celah cahaya itu membesar terlihat Yan Liyan sedang duduk didekatnya memandangnya dengan khawatir.


Sedangkan Yan Liyan yang melihat Yan Lin telah membukanya matanya hanya tersenyum dan merasa sangat lega.


"Syukurlah..., kau baik-baik saja."


Yan Lin tersenyum ketika mendengar ucapan khawatir dari tuanya itu.


"Terimakasih..." gumamnya tanpa sadar menitihkan air mata dia tidak tahu kenapa air mata itu menetes padahal saat ini dia merasa sangat senang.


"Eh... kenapa kau menangis apa aku berkata salah padamu...?"


"Tidak.., aku hanya senang ketika dulu bertemu dengan tuan."


Yan Liyan tersenyum ketika mendengar perkataan Yan Lin.


"Apa kau mencintaiku...?" pertanyaan spontan dari Yan Liyan yang membuat Yan Lin malu sepertinya tuanya telah salah mengartikan perkataanya tadi.


"Ti.. tidak maksudku bukan itu." ucapnya dengan gugup lebih gugup ketika sedang berbicara dengan Mei Lin.


"He... padaha aku berharap jika kau memang seperti itu jujur saja aku merasa sangat kecewa." Yan Liyan memegang dadanya sendiri dengan ekspresi kecewa yang dibuat-buat.


"Hentikan itu tuan... jangan menggodaku seperti itu."


Yan Liyan yang mendengar itu langsung menghentikan kelakuanya sebenarnya dia melakukan itu hanya sekedar iseng dan untuk menghibur Yan Lin.


Berbeda dengan Mei Lin yang melihat Yan Lin dengan aneh.


'Apa Yang sebenarnya terjadi dalam kesadaranya tadi..?

__ADS_1


Kenapa dia tiba-tiba saja memiliki ruang jiwa ditingkat kultivasinya yang serendah ini..? meskipun ruang jiwanya masih dalam tahap pembentukan tapi tetap saja itu sungguh diluar perkiraanku.'


__ADS_2