
Ketika Yan Liyan dan Xian Ran berpelukan tiba-tiba saja muncul cahaya terang di samping mereka berdua.
Yan Liyan yang menyadari hal itu langsung saja melepaskan pelukanya dan segera ingin menjauh, tapi gerakanya terhenti oleh Xian Ran.
Xian Ran malah semakin memeluk Yan Liyan dengan sangat erat tidak ingin mebiarkanya pergi, Dia juga tahu siapa di balik sosok cahaya terang itu.
Yan Liyan sangat terkejut dengan tindakan berani dari Xian Ran namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena semuanya sudah terlambat.
Yan Liyan merasakan aura yang sangat dingin di belakangnya, dari aura itu saja, Yan Liyan sangat tahu jika Bing Hua sedang marah kepada nya.
"Padahal aku baru saja meninggalkanmu selama beberapa jam dan kau malah berpelukan dengan wanita lain, Hm... sepantasnya hukuman apa yang layak aku berikan padamu Liyan'gege."
dengan senyuman iblisnya Bing Hua berjalan pelan menuju Yan Liyan serta aura dingin mencekam keluar dari tubuh Bing Hua yang membuat Yan Liyan bergidik ngerih.
Yan Liyan juga tidak menyangka jika Bing Hua akan semarah ini padanya.
"Tenang dulu Bing Hua! Aku akan menjelaskanya." Yan Liyan melepaskan pelukan Xian Ran dan menghadap kearah Bing Hua dengan ekspresi yang rumit.
"Hehe... Tidak ada yang perlu di jelaskan Liyan'gege, karena aku telah mendengar dan melihat semuanya, jadi bersiaplah menerima hukuman dariku!"
HIIYAAA!!!!
Bing Hua melesat dengan kecepatan penuh serta dua belati di kedua tanganya.
"Cih, Sial! Dia benar-benar marah!!" Yan Liyan berdecak kesal dan ingin menghindar, tapi sebelum itu.
Xian Ran tiba-tiba melesat kearah Bing Hua dengan aura hijau di seluruh tubuhnya, aura hijau tersebut mengeluarkan energi kehidupan yang murni namun tentu saja tidak semurni energi pohon kehidupan.
Xian Ran kemudian membuat segel tangan lalu muncul akar yang sangat besar dari dalam tanah, akar tersebut kemudian melilit Bing Hua dan seketika menahan gerakanya.
Bing Hua yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis, Dia sudah beberapa kali terkena teknik ini waktu dia berlatih tanding dengan Xian Ran di kehidupanya dulu.
"Hee... Apa kau ingin berlatih tanding seperti masa lalu, Xian Ran." dengan tubuh yang masih terikat. Bing Hua melayangkan tantangan secara tidak langsung kepada Xian Ran.
Meskipun Bing Hua dalam keadaan tidak menguntungkan namun dia masih sangat percaya diri.
"Itu sangat menarik dan bagaimana jika kita membuat nya lebih menarik lagi." Xian Ran tersenyum penuh makna seperti ada sesuatu yang dia rencanakan untuk memanfaatkan keadaan.
Bing Hua yang menyadari hal tersebut hanya berdecak kesal.
'Apa yang direncakan oleh Si sialan ini!'
"Katakan!!" Meskipun Bing Hua merasa di permainkan oleh Xian Ran. namun dia hanya akan mengikuti alurnya saja dan akan menyelesaikan semua ini dengan sempurna.
__ADS_1
"Taruhan. Bagaimana jika kita membuat sebuah taruhan." Xian Ran kemudian menoleh kearah Yan Liyan.
"Taruhan?" Bing Hua sedikit terkejut, tapi terkejutnya terjawab ketika melihat arah dari pandangan Xian Ran.
"Apa kau mengerti dengan maksudku?" ucap Xian Ran dengan senyuman mengejek pada Bing Hua.
"Cih, ternyata sifat licikmu itu tidak pernah menghilang Xian Ran, tapi tidak mengapa. Aku setuju, tapi jika kau kalah maka kau harus menuruti semua perintahku." Bing Hua tidak ingin di rugikan dalam pertarungan ini jadi dia membuat sebuah persyaratan jika Xian Ran kalah darinya.
"Mm... Aku rasa itu tidak terlalu buruk. Baik, Aku setuju!"
Yan Liyan yang mendengar pembicaraan dua wanita di depanya membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.
Yan Liyan tidak menyangka jika dirinya akan dijadikan taruhan oleh dua wanita yang berjarak cukup jauh darinya.
"Baiklah, Ini mulai terasa membingungkan tapi....
"Teknik Ruang dan Waktu! Domai waktu!" Yan Liyan membuat segel tangan dan membuat tempat itu diselimuti oleh kekuatan elemen waktu milik Yan Liyan sehingga perbedaan waktu di dalam domain dan dunia luar sangatlah jauh.
Kira-kira 1 hari di dunia luar sama dengan 5 menit di dalam domain, sebenarnya kekuatan waktu itu bisa ditingkatkan lagi, sehingga perbandingan waktunya akan lebih jauh lagi. Namun Yan Liyan merasa jika ini sudah cukup untuk Xian Ran dan Bing Hua melakukan pertandingan.
Yan Liyan kemudian melesat menuju ketengah antara Xian Ran dan Bing Hua berada, sesampainya di sana Yan Liyan menghelah nafas panjang.
"Baiklah, walaupun ini sedikit memalukan karena kalian berdua terlihat seperti anak-anak, tapi tidak pilihan lain. Aku akan menjadi wasit dari pertarungan kalian dan kalian juga pasti nya tahu jika ini bukan merupakan pertarungan hidup dan mati jadi jangan menggunakan teknik terlarang yang kalian miliki."
Bing Hua dan Xian Ran mengangguk ketika mendengar hal itu.
"Aku mengerti." ucap mereka berdua secara bersamaan.
"Baiklah, MULAI!!!"
Wussss...
Xian Ran melesat dengan kecepatan penuh Dan Bing Hua telah berhasil keluar dari akar yang melilit tubuhnya kemudian melesat menuju Xian Ran.
Yan Liyan Langsung menjauh dari tempat pertarungan itu dan mengamati pertarungan mereka berdua dari kejauhan.
Terlihat Xian Ran melesat dengan mengarahkan serpihan kayu yang mengeluarkan aura kehijauan kepada Bing Hua sedangkan Bing Hua dengan serpihan Es nya yang mengeluarkan aura biru, Bing Hua menangkis semua serangan dari Xian Ran.
Karena dalam posisi bertahan, Bing Hua mundur kebelakang secara teratur dengan Xian Ran yang terus saja menyerangya tanpa henti.
"Kau lumayan juga, biasanya dulu kau akan kalah denganku hanya dalam beberapa menit." ucap Bing Hua yang masih menahan serangan dari Xian Ran.
"Itu karena aku berlatih dengan sangat keras untuk melindungi wilayahku dan juga agar kejadian seperti dulu tidak terulang lagi."
__ADS_1
"Itu hal yang bagus tapi tetap saja kau tidak akan bisa mengalahkan ku."
"Benarkah?" Xian Ran tersenyum tipis yang membuat Bing Hua merasa ada yang salah.
Dan benar saja ketika dia melangkah ke belakang tiba-tiba saja kakinya terlilit oleh akar besar dan tidak hanya itu saja, muncul duri berwarna keunguan yang akan menusuk Bing Hua.
Bing Hua sangat terkejut dengan hal itu, Dia sangat tahu jika itu merupakan teknik dari Ras Elf kegelapan yang telah lama punah, yaitu teknik racun tidur.
Racun tersebut tidak akan membunuh orang yang dikenainya namun orang tersebut akan merasa lemah, kelelahan dan akhirnya tertidur dengan sangat nyenyak.
Jika Dia terkena racun tersebut maka secara otomatis dia akan kalah.
"Cih, Aku berencana menggunakan teknik ini di akhir pertandingan, tapi sepertinya tidak ada pilihan lain! Bersiaplah menerima teknik baruku!!"
Bing Hua mengumpulkan Qi pada satu titik dan membuat sebuah bulatan Qi yang memadat serta mengeluarkan energi dingin yang mencekam.
"Teknik Naga Es! perajurit naga Es!!"
Wuss....
Aura yang mencekam dari seekor binatang tingkat mitos merembes keluar dari bulatan Qi itu dan kemudian...
Krak!!
Terdengar suara retakan dari bulatan Qi yang memadat itu. Dan tidak lama kemudian, muncul 10 ekor naga Es dari dalam bulstan Qi tersebut. Naga Es berukuran seper empat dari wujud naga Es yang sebenarnya.
Naga Es itu kemudian menggigit tanaman yang mengurung Bing Hua sehingga membuatnya terbebas.
Yan Liyan kemudian berdiri di salah satu kepala naga dengan sembilan naga lainya memandang Xian Ran dengan sengit.
"Bersiaplah menerima akibatnya Xian Ran!!"
Xian Ran yang melihat hal itu, tidak terlalu terkejut karena dia pernah melihat Bing Hua mengeluarkan teknik itu sebelumnya, tapi hanya satu naga Es saja.
'Tentu saja dia bisa membuat sebanyak itu, karena kekuatanya telah meningkat drastis, lagipula aku sangat yakin jika nags es itu hanya Qi yang dipadatkan.'
"Tapi, Baiklah! Aku juga akan menggunakan teknik baruku!!" Xian Ran tidak mau kalah dan langsung membuat segel tangan.
"Teknik Pelindung alam! Dewi Kehidupan!"
Wuusss!!
Aura kehidupan yang sangat pekat tiba-tiba keluar dari dalam tubuh Xian Ran. Perlahan aura kehidupan itu berkumpul di belakang nya membentuk sosok siluet wanita yang agung serta mengeluarkan aura kehidupan yang sangat murnih.
__ADS_1