
Di Saat Yan Liyan sedang berjalan menuju kamarnya, tiba-tiba saja dia merasakan aura yang sangat dia kenali sedang menuju kearahnya.
Dan benar saja, tidak lama saat berjalan dia bepapasan dengan Mei Lin.
Mei Lin tampak seperti biasa dia berjalan seperti tidak melihat keberadaan Yan Liyan.
Yan Liyan mengerti dan sudah tampak bisa dengan sikap Mei Lin akhir-akhir ini.
Yan Liyan kemudian berhenti diikuti oleh Mei Lin juga.
"Kau sudah selesai mengajar Xuan Lan?" tanya Yan Liyan hanya sekedar basa-basi.
"Ya, semuanya berjalan dengan lancar." meskipun gugup, Mei Lin tetap menjawab.
"Baguslah. Mm.. Lin'er ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu." Yan Liyan berniat memberikan salah satu cincin hadiah dari sistemnya kepada Mei Lin terlebih dahulu.
Mei Lin yang mendengar itu menjadi salah paham dan berpikir jika Yan Liyan akan melakukan sesuatu yang akan membuat semua orang salah paham lagi.
"Ah, Saudari Hua telah menungguku, jadi aku akan pergi terlebih dahulu."
Mei Lin dengan wajah yang merah padam berlari menghindari Yan Liyan, sedangkan Yan Liyan hanya tersenyum kecut lalu memasuki kamarnya untuk mandi.
"............ "
Setelah mereka bertuju selesai makan malam, Qiao Mi dan Su Fengli langsung pergi untuk beristirahat, sedangkan Yan Liyan, Bing Hua, Mei Lin, Xian Ran, dan Jiu Wei masih tetap berada di kursi meja makan.
Mereka tetap berada di tempat itu, karena sebelumnya Yan Liyan berbicara jika ada suatu hal yang akan dia sampaikan kepada mereka berempat.
"Jadi, apa yang ingin kau sampaikan Liyan'gege? Hoaamm!! Aku sangat mengantuk." dengan lemas Jiu Wei berkata dengan merebahkan kepalanya diatas meja makan.
"Aku akan pergi menuju istana kegelapan." ucap Yan Liyan yang membuat mereka berempat terkejut.
Tentu saja empat kekasih Yan Liyan sangat terkejut ketika mendengar penyampaian yang tiba-tiba itu, karena meskipun dewa kegelapan telah musnah. Namun tetap saja, pergi ke tempat dewa kegelapan itu tinggal selama jutaan tahun merupakan hal yang berbahaya.
Mereka tidak tahu mengenai apa saja bahaya yang terdapat di dalam istana itu, entah jebakan atau masih ada sisa-sisa keberadaan gagak darah iblis di sana, yang tidak ikut pada waktu perang dulu.
Mereka berempat tidak mempertanyakan mengenai alasan Yan Liyan pergi ke istana kegelapan, karena mereka itu sangat mengetahui kebiasaan buruk dari Yan Liyan, jadi mereka berempat sudah menebak apa tujuan dari kekasih mereka itu.
"Aku ikut!" Jiu Wei yang pertama meminta untuk ikut dengan Yan Liyan dengan penuh semangat terbangun dari tidurnya.
"Aku akan pergi selama kurang lebih 3 minggu, bagaimana nasib latihan Qiao Mi dan Su Fengli, jika kau yang akan pergi?"
__ADS_1
Yan Liyan sebenarnya ingin mengajak salah satu kekasihnya untuk membantunya, namun semuanya mempunyai tugas yang tidak bisa terlalu lama di tinggalkan.
Misalnya saja Bing Hua yang mengatur wilayah Kekaisaran, Mei Lin yang yang menjadi guru bagi Xiu Lan, Xian Ran yang terkadang masih mengurus wilayah ras elf dan Jiu Wei yang mengajari Qiao Mi dan Su Fengli berlatih dan sekaligus Yan Liyan akan memberikannya tugas untuk menggantikan perkerjaanya terlebih dahulu selama dia pergi.
"Aku akan pergi sendiri saja. Aku rasa itu akan lebih baik."
"Ummm.. Liyan'gege! A.. apa aku boleh ikut? Jika hanya membutuhkan waktu tiga minggu, Aku rasa Xiu Lan tidak akan keberatan jika aku tidak melatihnya selama kurun waktu tiga minggu." Mei Lin berbicara masih dengan gugup.
"Tidak perlu, Kau harus menjalankan tugasmu sebagai orang guru. Selesaikan tugasmu dengan baik, aku tidak ingin menjadi penghambat untuk tugasmu."
Yan Liyan mengatakan itu, karena masalahnya murid dari Mei Lin bukanlah orang sembarangan. Mei Lin bisa saja akan dianggap lebih mementingkan kekasihnya daripada masa depan dari ras nya sendiri dan tentunya hal tersebut akan memberikan pandangan buruk terhadap sosok dengan gelar dewi Phoenix api itu.
Setelah Yan Liyan mengatakan itu, Dia mengeluarkan 4 cincin dari invetory sistemnyanya. Cincin tersebut bernama cincin pasangan setia yang merupakan hadiah dari sistemnya.
"Anggap saja cincin ini merupakan hadiah dariku untuk kalian berempat. Mmm kalian mengerti bukan?"
Karena Jiu Wei duduk paling dekat dengan Yan Liyan. Dia langsung mengambil salah satu cincin yang menurutnya sangat indah.
Cincin tersebut memiliki hiasan batu ruby yang terdiri dari berbagai macam warna, sedangkan Bing Hua mengambil cincin berwarna biru, merah diambil oleh Mei Lin Dan warna Hijau diambil oleh Xian Ran.
Mereka berempat memakainya dengan senyuman yang terukir di wajah mereka masing-masing.
"Liyan'gege! Apa ini tandanya jika kami telah resmi menjadi tunangan mu?" tanya Jiu Wei sambil melihat cincin yang sudah dia pakai di jari manisnya.
"Jadi, kita berdua bisa melakukan hal seperti yang dilakukan oleh Mei Lin tiga minggu yang lalu, 'kan?" bisik Jiu Wei di telinga Yan Liyan.
Meskipun Jiu Wei memelankan suaranya, tapi Bing Hua, Mei Lin Dan Xian Ran dapat mendengarnya dengan jelas.
Bing Hua mengerti dengan maksud perkataan Jiu Wei sebab dia telah mendengar ceritanya secara langsung dari Jiu Wei mengenai kejadian tiga minggu yang lalu.
"A.. apa maksudmu berbicara seperti itu, Jiu Wei?! Kami berdua tidak melakukan apa pun."
"Kau masih menyangkal.. padahal aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri saudari Mei Lin jika kalian berdua...
Jiu Wei menghentikan ucapannya lalu menutup mulutnya menggunakan tangan dan tersenyum mengejek kepada Mei Lin dan Yan Liyan.
"Liyan'gege kenapa kau diam saja! Jelaskan apa sebenarnya terjadi, agar mereka tidak salah paham!" Mei Lin sangat kesal ketika melihat Yan Liyan hanya terdiam saja.
"Memangnya apa yang harus aku jelaskan Lin'er? Kita berdua memang melakukanya bukan?" ucap Yan Liyan yang membuat Mei Lin terkejut sekaligus bertambah kesal sedangkan Yan Liyan tertawa dalam hati ketika melihat ekspresi Mei Lin sekarang ini.
Xian Ran yang tidak terlalu mengerti mengenai pembicaraan mereka berdua hanya terdiam, karena tidak tahu apa maksud dari perkataan Jiu Wei tadi, tapi kurang lebih Xian Ran mengerti dengan alasan Mei Lin kesal terhadap Yan Liyan.
__ADS_1
Setelah pembicaraan itu, Jiu Wei dan Xian Ran pergi beristirahat, karena merasa benar-benar kelelahan setelah seharian mengurus berbagai macam hal.
"Mmm.. Apa kalian berdua benar-benar telah melakukan hal itu?" Bing Hua bertanya dengan sangat penasaran kepada Yan Liyan.
"Tentu saja tidak."
Hah... Bing Hua menghela nafas lega mendengar jawaban Yan Liyan.
Sedangkan Mei Lin terkejut mendengar jawaban Yan Liyan. Dia mulai berpikir jika tadi Yan Liysn hanya berniat menggodanya atau ingin membuat Jiu Wei cemburu.
"Sudahlah.. Kau pasti sangat kelelahan setelah seharian berkerja, Beristirahatlah! Aku akan mengurus beberapa hal terlebih dahulu."
Bing Hua hanya mengangguk, mengecup kening Yan Liyan lalu pergi dari tempat itu menuju kamar nya. Bing Hua juga akhirnya paham dengan apa yang dipikirkan oleh Yan Liyan sore tadi sehingga kekasihnya itu mengabaikanya.
Setelah Bing Hua pergi...
"Ada apa Mei Lin? Kenapa kau memandang ku seperti itu?" menoleh kearah Mei Lin yang sejak tadi memandangnya.
"Ti-tidak."
"Oh, Kau juga harus beristirahat." Yan Liyan mengelus lembut pucuk kepls kekasihnya itu.
Mei Lin tersenyum dan entah kenpa rasa gugup dan canggung yang dia rasakan beberapa terkahir ketika berdekatan dengan Yan Liyan telah menghilang sekarang ini.
"Baiklah, Kau juga harus beristirahat Liyan'gege." Mei Lin pergi mengikuti Bing Hua dari belakang.
Keesokan Harinya.....
Yan Liyan telah mempersiapkan semua keperluannya dan mulai pagi hari ini dia mulai siap-siap untuk pergi menuju istana kegelapan.
"Apa kau yakin ingin pergi?!" Xue Yu bertanya untuk kesekian kalinya menanyakan niat dari calon menantunya itu.
Jujur saja dia sangat khawatir terhadap Yan Liyan.
"Ya, Aku akan pergi. Keputusanku tidak akan berubah." ucap Yan Liyan yang tetap teguh pada keputusan yang dia ambil.
"Tenanglah ibu.. Liyan'gege akan baik-baik saja. kami semua percaya padanya." ucap Bing Hua menenangkan ibunya dan diangguki oleh 3 saudarinya.
Sekarang ini Mereka semua berada di depan pintu gerbang istana untuk mengantar kepergian Yan Liyan.
"Kau mendengarnya bukan! jangan kecewakan harapan mereka, jadi kembalilah dengan selamat dan dalam kurun waktu 3 minggu seperti yang kau janjikan. Jangan membuat kami merasa cemas disini!" Ucap Xue Yu yang memperingatkan Yan Liyan.
__ADS_1
"Mm.. Aku mengerti."
Yan Liyan kemudian membuat segel tangan lalu muncul roh elemen es di depannya berupa naga es. Yan Liyan kemudian naik di atas roh elemen es lalu terbang menuju istana kegelapan.