
disebuah mansion yang berada jauh dari keramaian ibukota.
"apa sebaiknya aku kembali sebelum orang-orang menyadari bahwa aku tidak berada dipenginapan." ucap Yan Lin khawatir.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum.
"tidak perlu, kau tinggal saja di mansion ini, memangnya apa yang bisa mereka perbuat jika menyadari bahwa kamu tidak berada dipenginapan." ucap Yan Liyan.
Yan Lin yang mendengar itu hanya mengangguk karena bagaimanapun tingkat kultivasi Yan Liyan sekarang sudah berada diatas kepala keluarga Yan.
mereka berdua langsung masuk kedalam mansion dan melihat Bing Hua sedang duduk dikursi sambil memainkan belatinya dengan ekspresi wajah datar.
"hei Bing Hua kemarilah.! ucap Yan Liyan.
Bing Hua yang mendengar itu langsung memasukkan belatinya didalam cincin penyimpananya dan langsung melesat kearah Yan Liyan.
"apa ada tugas lain tuan.? tanya Bing Hua.
"untuk sekarang tidak ada tugas untukmu." jawab Yan Liyan.
"hanya saja, apa kau tidak keberatan berbagi kamar dengan Yan Lin.? tanya Yan Liyan karena didalam mansion hanya mempunyai 4 kamar saja.
Bing Hua yang mendengar itu langsung melihat kearah Yan Liyan lalu mengangguk.
"aku tidak keberatan sama sekali tuan." ucap Bing Hua.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk dan menatap kearah Yan Lin.
"kau tidak keberatan kan Yan Lin.? tanya Yan Liyan.
Yan Lin yang mendengar itu hanya mengangguk.
"saya juga tidak keberatan dengan hal itu tuan." ucap Yan Lin.
Bing Hua yang mendengar jawaban dari Yan Lin langsung menuntun Yan Lin kekamarnya.
sedangkan Yan Liyan juga menuju kamarnya untuk beristirahat walaupun dia merasa tidak kelelahan sama sekali.
"..................."
malam hari berlalu begitu saja didalam Mansion.
Yan Liyan sedang duduk dikursi meja makan bersama Xiao Yi dan Yin Zu didepanya.
sedangkan Bing Hua dan Yan Lin sedang menyiapkan makanan untuk mereka.
Yan Liyan juga sudah menceritakan semua tentang Yan Lin kepada Xiao Yi dan Yin Zu.
mereka yang mendengar cerita Yan Liyan hanya mengangguk dan tidak merasa keberatan sama sekali jika Yan Lin tinggal bersama mereka.
__ADS_1
"kakak Liyan aku sudah menerobos ketingkat pertapa ☆1 tadi malam." ucap Xiao Yi sambil tersenyum.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum.
"kau sudah berkerja dengan keras Xiao Yi." ucap Yan Liyan sambil mengingat asap hitam yang keluar dari mayat orang-orang yang dia bantai tadi malam.
sedangkan Yin Zu yang mendengar ucapan Xiao Yi terkejut.
'orang-orang didepanku ini memang benar-benar luar biasa, menerobos kerana kultivasi pertapa tanpa merasakan rasa sakit sepertiku.' batin Yin Zu.
"hei Yin Zu sebaiknya kau tidak perlu mengikuti turnamen itu lagi." ucap Yan Liyan.
Yin Zu yang mendengar itu menoleh kearah Yan Liyan.
"apa ibuku sudah menceritakan tentang keadaan sekte Es kepadamu.? tanya Yin Zu.
Yan Liyan hanya mengangguk.
"kau benar jadi kau tetap berada dimansion ini bersama Yan Lin dan juga sebentar lagi ibumu akan datang kesini." ucap Yan Liyan sambil menerima makanan yang diberikan oleh Yan Lin.
Yin Zu yang mendengar ucapan Yan Liyan terdiam seperti memikirkan sesuatu dan tidak lama kemudian dia mengangguk.
"baik aku mengerti." ucap Yin Zu.
setelah itu mereka memakan makanan diatas meja makan tanpa berbicara sepatah katapun karena hal itu tidak sopan.
walaupun Xiao Yi tidak mempedulikan hal itu dia terus memuji makanan yang dibuat oleh Bing Hua dan Yan Lin sambil makan.
".................."
sedangkan disebuah penginapan mewah lebih tepatnya penginapan yang disewa khusus keluarga Yan.
Yan Sui sedang memandang Yan Qiu dengan tajam.
"aku menyuruhmu untuk mengawasi Yan Lin hanya untuk sebentar karena aku mempunyai suatu urusan dan kau bilang Yan Lin sedang tidak berada dikamarnya." teriak Yan Sui dengan ekspresi marah.
sedangkan Yan Qiu yang melihat pemimpin keluarga Yan marah padanya hanya menunduk ketakutan.
"maaf pemimpin, aku sudah mengawasinya dengan ketat tapi aku tidak merasakan adanya orang yang keluar dari wilayah penginapan selain pemimpin." ucap Yan Qiu yang masih menunduk ketakutan.
Yan Sui yang melihat itu hanya menghela nafasnya.
"huh.... sudahlah sekarang kau suruh tetua ketujuh untuk memimpin perajurit keluarga kita untuk mencari keberadaan Yan Lin."
"dan untuk tugasmu yaitu memenangkan turnamen itu lalu masuk kesekte pedang putih agar memperkuat kedudukan keluarga kita didepan kaisar." ucap Yan Sui.
Yan Qiu yang mendengar itu hanya tersenyum.
"tenang saja pemimpin aku pasti akan memenangkan turnamen itu." ucap Yan Qiu penuh percaya diri lalu menghilang dari tempat itu untuk melakukan perintah dari Yan Sui.
__ADS_1
Yan Sui tersenyum penuh makna.
'setelah kami menguasai sekte Es dan merebut sumber daya mereka maka aku akan memanfaatkannya untuk meningkatkan kultivasiku secara sembunyi.'
'setelah tingkat kultivasiku melebihi leluhur kekaisaran Han maka aku akan langsung melakukan rencanaku.' batin Yan Sui tersenyum sinis.
".............."
Yan Liyan,Xiao Yi dan Bing Hua pergi menuju kearah Colosseum setelah memasang penghalang ilusi disekitar Mansion.
dan memberikan rumput perak dan lumut emas yang berumur 10.000 tahun pada Yan Lin untuk meningkatkan kultivasinya kerana raja langit dengan cepat.
seseorang tidak akan melihat apapun jika melihat kearah mansion kecuali pada orang yang sudah ditandai oleh Yan Liyan yaitu Jiu Wei dan Yin Su.
'sistem berapa harga 1 jamur Yin dan Yang.? tanya Yan Liyan nampak sedang memikirkan sesuatu.
[Ding.... harga 1 jamur Yin dan Yang adalah 50.000 poin sistem tuan]
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk dan memikirkan suatu cara agar meningkatkan kultivasinya dan para bawahannya.
'Jiu Wei sudah menerobos ke rana kultivasi pertapa Agung semenjak ekornya bertambah satu dan Xiao Yi sudah dirana kultivasi pertapa dan jika beruntung dia akan menerobos ke pertapa Agung setelah membantu sekte Es.'
'jadi aku akan memberikan jamur Yin dan Yang pada Jiu Wei dan Xiao Yi setelah membantu sekte Es, meningkatkan Versi sistem dan memberikan pil darah pada Xiao Yi.' batin Yan Liyan.
'aku juga akan membeli tubuh spesial dewa naga jika aku beruntung mendapatkan banyak poin sistem dan meningkatkan sistem sampai keversi 05.'
'aku berharap orang-orang yang menyerang sekte Es merupakan kultivator tingkat langit keatas.' batin Yan Liyan penuh harap.
setelah beberapa menit kemudian mereka bertiga sampai di Colosseum yang sudah ramai dengan para warga maupun kultivator yang ingin menonton dengan antusias.
mereka bertiga langsung duduk dikursi peserta khusus yang disewa Yan Liyan.
sedangkan ditengah colosseum pria tua rentah berdiri dengan senyuman tipis diwajahnya.
"baiklah kita akan memulai turnamen kali ini untuk menentukan para peserta yang akan masuk kebabak 10 besar."
"pertandingan akan dimulai dari nomor peserta 9 dan 3." ucap pria tua itu.
Yan Liyan yang mendengar itu tersenyum.
'aku adalah peserta pertama yang akan bertanding dan ini sangat bagus aku tidak akan membuang waktu untuk duduk disini.' batin Yan Liyan.
Yan Liyan langsung melesat ketengah Colosseum dan berhadapan dengan orang yang sangat dia kenali.
"Yan Lang." gumam Yan Liyan sambil tersenyum penuh makna.
Yan Lang yang mendengar gumaman orang didepanya hanya tersenyum.
"aku tidak menyangka akan sangat terkenal ini sehingga orang asing sepertimu bisa mengenalku." ucap Yan Lang.
__ADS_1
"tapi aku tidak akan berbelas kasihan padamu hanya karena kau mengenalku atau menganggapku sebagai orang hebat." ucap Yan Lang penuh kesombongan.